Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Antara Gila Dan Tidak Waras


__ADS_3

Setelah berhasil membujuk Brenda agar mau di tinggal, Rolland pun bergegas pergi ke rumah Gerald. Dia benar-benar sangat penasaran kenapa kulkas berjalan itu sampai repot-repot mencarinya ke rumah, bukan di perusahaan.


"Seingatku semua keluarga sedang dalam kondisi baik-baik saja sekarang. Tapi kenapa Gerald bertingkah seperti ini ya?" gumam Rolland sembari melangkahkan kaki keluar dari dalam mobil.


Tatapan mata Rolland kemudian tertuju pada seorang pria kekar yang tengah bermain dengan seekor anjing Pitbull berwarna coklat putih. Dialah Gerald dan Simon, sepasang anjing dan tuan yang tidak bisa di pisahkan. Mungkin jika anjing Pitbull di luaran sana adalah anjing yang sangat berbahaya, maka Simon adalah bahaya dari segala bahaya yang di miliki oleh para anjing. Binatang satu ini hanya mampu mendengar perintah dari Gerald seorang. Bahkan Rolland dan keluarga yang lain saja tidak terlalu berani mendekati binatang satu ini. Padahal Rolland sendiri memiliki kemampuan membaca pikiran, tapi tetap saja dia kalah jika sudah berhadapan dengan Simon.


Guk guk guk


Gerald langsung mengelus kepala Simon saat dia menyadari kedatangan Rolland di rumahnya. Dengan tubuh bercucuran keringat, dia segera datang menghampiri.


"Bersuaralah jika tidak ingin mati di tangan Simon."


"Didiklah anjingmu dengan benar agar bisa membedakan mana kawan dan mana lawan."


"Tapi Tuan Muda Rolland, Simon hanya tahu kalau akulah satu-satunya orang yang menjadi kawannya. Selain itu ... musuh."


"Cihh, dasar gila."


Rolland dan Gerald kemudian saling meninjukan kepalan tangan sebagai tanda saling sapa. Setelah itu keduanya berjalan masuk ke dalam rumah dengan Simon yang setia mengekor di samping tuannya.


"Ada apa kau tiba-tiba datang mencariku di rumah?" tanya Rolland seraya mendudukkan bokongnya ke sofa.


Sebelum menjawab, Gerald mengambil dua gelas kosong kemudian mengisinya dengan minuman. Di rumah ini tidak ada orang lain selain Gerald, Simon, dan satu orang kepercayaannya. Pelayan hanya akan datang di pagi hari untuk membersihkan rumah, dan itupun orangtuanya yang mengatur. Gerald tidak terlalu suka dengan keberadaan orang asing, dia benci menbaur dengan hal-hal yang baru.


"Minumlah!" ucap Gerald sambil memberikan segelas minuman pada Rolland.


"Thanks," sahut Rolland. "Dan sekarang tolong kau jawab pertanyaanku tadi. Katakan kenapa kau tidak langsung menemuiku di perusahaan. Malah datang ke rumah yang jelas-jelas aku baru akan pulang saat matahari sudah berganti dengan bulan."


"Aku menyukai seorang wanita."


Uhuk uhuk uhuk


Rolland yang baru saja meneguk minuman langsung tersedak begitu dia mendengar ucapan Gerald.


"K-kau menyukai seorang wanita? Apa dia manusia?"


"Bukan. Dia adalah dewi iblis yang baru saja turun dari alam neraka!" sahut Gerald dengan sangat santai.


"Seriuslah."

__ADS_1


"Kau yang bercanda."


"Ck."


Rolland kembali menyesap minuman sebelum lanjut mengobrol. Yang benar saja. Gerald mencarinya ke rumah hanya karena dia sedang menyukai seorang wanita. Menurut kalian ini konyol tidak? Rolland yang sudah akan bertunangan saja tidak pernah terfikir untuk keliling kampung mengabarkan pertunangannya dengan Brenda. Tapi Gerald, oh sh***. Apa kulkas berjalan ini sedang bercanda dengannya?


"Apa wanita itu tahu kau menyukainya?" tanya Rolland mencoba untuk mencari tahu.


"Tidak!" jawab Gerald singkat.


"Sudah aku duga."


Gerald tersenyum kecil.


"Dia sekertarisku, dan aku berniat mengajaknya kawin kontrak. Kau tahu Land, wanita ini sangat aneh. Meskipun sudah empat tahun bekerja padaku, belum pernah sekalipun aku melihatnya menatapku dengan cara yang berbeda. Dia jelek, tidak seksi, dan juga bodoh. Tapi anehnya aku malah merasa nyaman dengannya. Wanita ini pasti tidak waras, iya kan?"


Jika tadi Rolland tersedak gara-gara mendengar Gerald yang mengatakan bahwa dirinya menyukai seorang wanita, sekarang nyawanya bagaikan terbang ke awang-awang saat mendengar Gerald yang menyebut kalau wanita itu sudah gila. Bagaimana bisa saudaranya ini beranggapan seperti itu? Yang tidak waras itu ya dia, bukan orang lain.


"Rald, apa tidak terbalik dengan kau menyebut wanita itu tidak waras? Sadar tidak kalau sebenarnya yang tidak waras itu kau. Mengajaknya kawin kontrak... oh my God, kau kemanakan otak cerdasmu itu, hah? Memangnya kau tidak takut akan di panggang hidup-hidup oleh Ayah dan Ibumu? Tidak takut Kakek dan Nenekmu murka? Ayolah Rald, jangan bercanda. Pernikahan itu bukan sesuatu yang bisa dengan mudah kau permainkan. Lagipula mana ada wanita yang bersedia untuk kawin kontrak dengan kulkas berjalan sepertimu? Aku jamin sekertarismu itu pasti akan langsung lari terbirit-birit begitu kau mengatakan hal ini padanya. Aku jamin itu!" omel Rolland sambil menggeleng-gelengkan kepala.


"Justru alasanku mengajak dia kawin kontrak adalah karena keluargaku, Land. Aku sangat takut di nikahkan dengan anak dari salah satu teman arisan Ibu dan Nenekku. Mereka mengancam akan menculik dan mengawinkan aku secara paksa jika tahun ini aku masih belum membawa pasangan untuk menghadap ke mereka. Kalau kau yang ada di posisiku, apa yang akan kau lakukan? Melawan wanita-wanita mengerikan itu? Aku bahkan lebih memilih untuk bertarung dengan sepuluh Simon daripada harus berhadapan dengan Nyonya Cleo dan Nyonya Barbara. Aku jera!" sahut Gerald menjelaskan alasannya mengapa ingin kawin kontrak dengan sekertarisnya.


Rolland kali ini benar-benar tidak habis fikir. Di rumah tadi dia hampir gila karena menghadapi rengekan Brenda yang mendesak untuk membuat anak. Dan begitu dia datang kemari, situasinya malah jauh lebih kacau lagi. Rolland tidak tahu ada apa dengan nasibnya hari ini. Padahal tadi siang dia begitu bersuka cita setelah menerima kabar kalau Rose sedang hamil.


"Tapi aku menyukainya, Land. Dan aku akan tetap mengajaknya untuk kawin kontrak!" ucap Gerald sembari mengusap-usap kepala Simon. Dia tersenyum saat anjing kesayangannya ini mengendus-endus dadanya yang masih sedikit mengeluarkan keringat.


"Apa kau pikir sekertarismu mau melakukan hal gila seperti itu?" tanya Rolland putus asa.


"Harus mau."


"Jika dia menolak?"


"Aku akan meminta anak buahku untuk menculiknya. Lalu setelah itu menikahinya dengan paksa. Bereskan?"


"Beres kepalamu!" umpat Rolland. "Astaga Gerald Andrian Thampson, sebenarnya kau ingin menikahi sekertarismu itu atas dasar takut di nikahkan dengan anak dari teman Bibi Barbara atau karena kau menyukainya sih? Kepalaku hampir pecah gara-gara memikirkan perkataan nyelenehmu. Tolong bicara yang jelas, aku pusing!"


Bukannya menjawab, Gerald malah asik sendiri dengan Simon. Mengabaikan Rolland yang nafasnya sudah kembang kempis menahan kesal.


"Dasar brengsek! Sudahlah, lebih baik aku pulang saja. Tidak ada gunanya juga bicara dengan manusia kulkas empat pintu sepertimu."

__ADS_1


"Merajuk, hm?"


"Sialan! Cepat beritahu aku apa alasan kau begitu ingin mengajak sekertarismu melakukan kawin kontrak."


"Aku tidak tahu."


Gerald acuh. Tapi dia memang benar-benar tidak tahu alasannya. Yang Gerald tahu dia hanya menyukainya, dan ingin mengajaknya kawin kontrak agar tidak di nikahkan dengan wanita lain.


"Kau menyukainya?" tanya Rolland hampir habis kesabaran.


"Iya."


"Dan kau tidak mau menikah dengan wanita pilihan Ibu dan Nenekmu?"


"Benar sekali," jawab Gerald santai.


"Kau menolak untuk menikah tapi memilih untuk kawin kontrak. Kau gila ya, Rald?"


"Tidak!"


"Iya, kau gila."


"Hmmm."


Tak kuat menghadapi kegilaan seorang Gerald, Rolland memutuskan untuk pergi saja dari rumah itu. Sungguh, dia benar-benar tidak sanggup jika harus berlama-lama berhadapan dengan pria yang tidak tahu kalau menikah dan kawin kontrak adalah suatu hal yang sama, hanya berbeda cara penyebutannya saja. Gerald benar-benar sudah tidak waras, dia gila.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


HAI GENGSS... GERALD ANDRIAN THAMPSON ADALAH SPOILER UNTUK KELANJUTAN KISAH ANAKNYA CLEO DAN VREY... MUNGKIN GERALD HANYA AKAN MUNCUL DI DUA BAB INI SAJA KARENA NANTI EMAK BAKALAN BUKA LAPAK SENDIRI UNTUK KEHIDUPANNYA. JANGAN LUPA BOM KOMENTAR YA BIAR EMAK SEMAKIN SEMANGAT BUAT CRAZY UP๐Ÿ’œ



...๐ŸŒนJangan lupa vote, like dan comment...


...ya gengss๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2