Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Wanita Setengah Pria


__ADS_3

Seorang wanita berperawakan langsing tampak mengerlingkan mata penuh goda kearah wanita yang baru saja masuk ke studio tatto miliknya. Dia yang tengah sibuk membuat gambar di bokong seorang p*lacur segera meminta anak buahnya untuk mengambil alih pekerjaan tersebut kemudian bergegas menyusul si wanita yang sudah lebih dulu berjalan menuju ruang pribadinya.


"Wahai bunga mawar yang selalu mekar indah setiap saat, ada apakah gerangan hingga kau bisa sampai datang kemari tanpa memberi kabar? Mungkinkah ada seseorang yang telah membuatmu merasa tidak senang, hem?" tanya Raina dengan suara yang lemah gemulai.


"Ambilkan aku minuman yang menyegarkan" jawab Rose sambil mendudukkan bokongnya ke sofa. "Jangan bersikap menjijikkan Rai, aku sedang tidak mood bercanda."


Raina terkekeh. Dia lalu berjalan kearah lemari, mengambil sebotol minuman menyengarkan sekaligus mengambil dua buah gelas kristal untuk menjamu sang tamu terhormat. Layaknya seorang pelayan berpengalaman, Raina dengan gaya menggodanya menuangkan vodka ke dalam gelas kemudian menyerahkannya pada Rose yang sedang diam dengan wajah masam.


"Nah, silahkan ratuku."


Rose menarik nafas dalam-dalam kemudian menerima minuman tersebut. Ekor matanya terus melirik kearah Raina yang juga tengah menikmati minuman di gelasnya. Raina, sesosok wanita lemah gemulai dengan seribu kengerian yang terpendam di balik fisiknya yang menyerupai wanita. Ya, sebenarnya Raina adalah Rai, seorang pria tulen yang menyerupai wanita. Jika kalian penasaran kenapa dia bisa seperti itu, jawabannya adalah karena dia yang terlahir tidak sempurna. Jiwanya begitu ingin menjadi seorang wanita, tapi sayang, juniornya tak mendukung. Dan juga, Raina adalah salah satu anggota dari Queen Ma dimana dia berprofesi sebagai tukang tatto. Eittss jangan salah, tamu-tamunya bukan berasal dari kalangan sembarangan. Rata-rata dari mereka berasal dari kalangan kelas atas karena memang studio tatto milik Raina mematok harga setinggi langit. Jika kalian berpikir studio tersebut adalah miliknya seorang, maka kalian salah. Studio tatto tersebut adalah milik Rose, dan semua uang yang masuk akan langsung di sumbangkan ke beberapa panti asuhan yang tak mendapat perhatian dari pemerintah. Karena hal inilah baik Rose maupun Raina sengaja memasang tarif yang tidak masuk akal hanya untuk satu buah gambar. Kendati demikian, tamu-tamu kaya tak berhenti datang kemari. Selain karena hasil tattonya yang sangat luar biasa, para tamu itu menyukai gaya gemulai Raina yang sangat pandai membuat orang tertawa. Seperti sekarang, Raina mencoba mengajak si bos bercanda, berusaha membuat agar si mawar dingin ini mau untuk tersenyum.


"Sudah merasa sedikit lega?" tanya Raina setelah melihat bosnya menghabiskan satu gelas vodka dalam beberapa kali tegukan.


"Vodka milikmu sangat murahan. Ganti yang lain" sahut Rose lain dari yang ditanyakan oleh Raina.


Raina berdecak. Dia kemudian mengirim pesan pada salah seorang kenalannya agar mengirimkan vodka terbaik ke studionya sekarang juga. Demi memenuhi dahaga bosnya, begitu pikir Raina.


"Ada apa bos? Kenapa sejak tadi wajahmu terus di tekuk seperti itu?.


"Ada dua kelabang berulah. Mereka memancing kekesalanku."


Rose menyender ke sofa lalu menjadikan kedua tangannya sebagai tumpuan kepala. Dia masih sangat kesal setelah berdebat dengan Tuan Regar. Rasanya sungguh sakit ketika orang-orang yang tidak memiliki kuasa di perlakukan secara tidak adil oleh mereka. Hal ini tentu saja sangat bertentangan dengan nuraninya Rose yang tidak menyukai hal-hal berbau kotor. Tapi untuk bisnis senjatanya yang ilegal, itu adalah satu pengecualian. Bisnis ini sangat kotor, tapi tetap Rose lakukan karena dia butuh banyak uang untuk digunakan menolong sesama yang membutuhkan. Menggunakan uang haram dari orang-orang kaya untuk membantu masyarakat kecil yang luput dari mata pemerintah.


Sorot mata Raina yang tadinya terlihat menggoda kini telah berubah menjadi sangat dingin. Dia tentu saja tidak suka jika ada yang membuat bosnya merasa tidak nyaman.


"Siapa mereka Rose? Ayo cepat beritahu aku, biar nanti aku akan menato mulutnya."

__ADS_1


"Ibu dan juga adik suamiku" jawab Rose. "Mereka siang tadi datang melabrakku ke universitas hanya gara-gara aku mengatai adiknya Adam gendut."


"Pfftttt, hahahaha!.


Raina terbahak-bahak mendengar hal tersebut. Wajarlah jika kedua kelabang tersebut merasa tersinggung, karena bosnya mengatai mereka dengan kata-kata yang paling sakral menurut kaum wanita.


"Gendut?? Omg Rose, mulutmu ini kadang-kadang. Aku pribadi jika di katai seperti itu juga pasti akan mengamuk. Em tapi ngomong-ngomong, dua kelabang itu tahu tidak kalau kau sudah menikah dengan Adam?.


Semua anggota Queen Ma sudah tahu kalau ketua mereka telah menikah dengan seorang pria yang datang ke tempat kosnya beberapa malam lalu. Sebenarnya malam itu Resan yang kebetulan sedang mengawasi Rose bisa saja datang dan menyelamatkannya, tapi tidak mereka lakukan karena hal itu bisa memancing kecurigaan orang-orang tentang status mereka. Rose sendiri sudah membatasi anak buahnya agar tidak menampakkan diri di sekitar tempat kosnya. Seperti biasa, si bunga mawar enggan menjadi pusat perhatian.


"Tidak tahu" jawab Rose singkat.


"Kenapa juga kau tidak memberitahu mereka? Bilang saja kalau kau dan Adam sudah menikah. Kita lihat apakah kelabang-kelabang itu masih bisa mencari masalah denganmu atau tidak!" ucap Raina.


"Ini tugasnya Adam untuk memberitahu keluarganya."


Rose menatap geli kearah Raina saat dia menggerakkan jari-jarinya sambil mencebikkan bibir. Sungguh, pria ini sama sekali tak terlihat seperti seorang pria tulen sedikitpun. Hanya ketika sedang marah saja Raina baru terlihat sisi aslinya. Jika tidak, hmmm... wanita tulen pun akan kalah dengan gemulainya.


"Aku tidak sudi bekerja sama dengan sekumpulan pengkhianat. Jika mereka masih berani membuatkan senjata untuk mereka, maka aku sendiri yang akan menggunakan salah satu dari senjata itu untuk meledakkan kepala mereka semua. Queen Ma tak pernah sudi berhubungan dengan orang-orang yang bisanya menyengsarakan rakyat kecil, justru kita harusnya membantai mereka sampai habis tak bersisa. Mereka tidak pantas hidup di muka bumi ini!.


Raina menelan ludah. Dia takut, tentu saja. Jika sang ketua sudah bicara seperti ini, itu tandanya bahaya besar.


"Kenapa dengan ekpresimu?" tanya Rose heran.


"Kau sangat menakutkan Rose, sungguh!" jawab Raina kemudian bergidik ngeri. "Padahal kau ini begitu cantik, tapi kenapa hatimu seperti iblis jika sudah membicarakan tentang orang-orang bodoh itu. Aku yang seorang pria saja sampai merinding disko saat mendengarnya. Kau sungguh sangat berbahaya, Rose!.


"Memangnya kau seorang pria?" ledek Rose.

__ADS_1


Raina cepat-cepat menutup mulut saat tahu kalau dia salah bicara. Segera Raina meralat ucapannya sendiri, karena dia pun enggan di cap sebagai seorang pria.


"Lidahku sepertinya tadi terpeleset. Aku ini adalah wanita tulen Rose, mau lihat buah dadaku tidak?.


"Tunjukkan saja kalau begitu. Lalu setelahnya kau bersiaplah karena buah dadamu itu akan langsung berpindah ke punggung!" ancam Rose sambil menuang vodka ke dalam gelasnya.


"Iisshh, dasar jahat!.


"Biar saja!.


"Sama sekali tidak ada rasa berperikemanusiaannya!.


"Aku tidak peduli!.


"Rose, ishh!.


Rose menyeringai.


Saat sedang bersama Raina, Rose bisa sedikit lebih banyak bicara. Karena wanita jadi-jadian ini selalu bisa membuatnya merasa nyaman. Bukan karena Rose menyukainya, tapi karena di diri manusia ini ada dua kepribadian yang sangat Rose sukai.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...

__ADS_1


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2