Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Bertingkah Manja


__ADS_3

Gheana menatap bangunan apartemen mewah yang ada di hadapannya. Setelah dia bertemu dengan ibunya Adam, dia langsung memutuskan untuk datang kemari. Dan jika kalian penasaran darimana dia mengetahui tempat tinggal Adam, sudah pasti itu dari ibunya. Beberapa hari terakhir nomor Adam sangat sulit di hubungi, dan hal itu membuat Gheana merasa cemas. Jujur, Gheana sebenarnya sudah jatuh hati pada pria itu sejak sebelum mereka di jodohkan. Tapi dia tahu kalau Adam bukanlah pria yang mudah untuk di gapai. Gheana kemudian mengatur agar ibunya bisa berteman dekat dengan Nyonya Vanya, dengan tujuan agar dirinya bisa melakukan pendekatan melalui jalur keluarga. Dan ternyata rencananya berhasil. Nyonya Vanya langsung setuju begitu ibunya menawarkan untuk menjodohkan mereka. Mengenai pengakuan Adam yang ternyata telah menikah diam-diam, Gheana sama sekali tak ambil pusing. Hal ini di sebabkan karena pernikahan itu sendiri belum terpublikas ke media. Jadi meskipun Gheana menjadi yang kedua di hati Adam, di mata orang-orang dia tetaplah Nyonya Clarence yang sebenarnya. Lalu untuk Rose, Gheana telah menyiapkan siasat tersendiri untuk menyingkirkan wanita itu.


"Kau membuatku hampir mati karena menahan rindu, Dam. Semoga saja kau sedang ada di apartemenmu sekarang," gumam Gheana kemudian melangkah masuk ke apartemen.


Saat berada di dalam lift, Gheana terus menatap kotak makanan yang dia bawa dari rumah. Ya, dia sengaja memasak makanan yang di sukai Adam dengan tujuan mendapat simpatik dari pria itu. Siapa tahu dengan begini perasaan Adam bisa perlahan-lahan tumbuh untuknya. Membayangkan Adam yang begitu lahap menikmati makanan yang dia buat, Gheana tak kuasa untuk tidak tersenyum senang. Dia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan pria itu.


"Maaf, anda ingin menemui siapa?"


"Kalian siapa?" tanya Gheana tidak senang saat langkahnya di hadang oleh dua pria bertubuh kekar.


"Tuan Adamar yang meminta kami untuk berjaga di sini."


Gheana tersenyum. Raut kesal di wajahnya langsung berubah begitu tahu kalau kedua pria ini adalah penjaga yang di tempatkan oleh Adam.


"Oh, aku calon istri dari tuanmu. Dimana Adamar? Apakah dia ada di dalam?"


Kedua penjaga itu nampak menyeringai sinis ketika Gheana mengaku sebagai calon istri tuan mereka. Seakan paham dengan situasi yang ada, kedua penjaga tersebut langsung memberi jalan untuk Gheana. Tak lupa juga mereka membukakan pintu kamar untuk wanita yang terus menebar senyum ke arah mereka.


Belatung busuk.


"Sudah kubilang jangan berisik. Kalian dengar tidak!" tegur seseorang begitu Gheana masuk ke dalam kamar apartemen.


Ruangan itu sangat gelap, di tambah lagi karena hari yang sudah sore. Tak ingin membuat Adam salah paham, Gheana pun segera meraba dinding untuk menyalakan listrik. Dan begitu lampu menyala, Gheana langsung menelan ludah menyaksikan Adam yang hanya mengenakan celana panjang tanpa baju atasan.


Ya Tuhan, dewa apa yang ada di depan mataku sekarang? Ini benar-benar sangat panas, batin Gheana.


"Ghe, apa yang kau lakukan di apartemenku?" tanya Adam risih dengan cara Gheana menatap tubuhnya.


"Aaa... A-aku... aku di minta oleh Nyonya Vanya untuk mengantarkan makanan padamu. Dia bilang kau sedang tidak enak badan," jawab Gheana gugup sembari mengangkat kotak makanan yang dia bawa.

__ADS_1


Adam segera memakai kemeja miliknya sambil membelakangi Gheana. Dia tadi baru selesai mandi saat mendengar pintu apartemennya di buka. Khawatir ada yang mengganggu istirahat istrinya, Adam segera berjalan keluar dari dalam kamar. Tapi sialnya dia malah harus merelakan tubuhnya di lihat oleh wanita lain yang bukan istrinya. Menjijikkan, Adam kali ini benar-benar muak melihat wajah Gheana.


"Dam, maaf kalau kedatanganku membuatmu tidak senang. Aku sebenarnya sudah mencoba untuk menghubungi nomormu, tapi kau tidak merespon. Jadi aku putuskan untuk datang kemari karena khawatir kau kenapa-napa," jelas Gheana tak ingin Adam salah paham.


"Ghe, aku paling tidak suka dengan orang yang memasuki wilayah pribadiku. Terlebih lagi itu adalah wanita. Karena wanita yang boleh masuk kemari hanya Gracia dan istriku, Rose. Terlepas dari tujuanmu datang kemari, aku akan menganggapnya sebagai sesuatu yang lancang. Apa kau mengerti?"


Gheana menelan ludah begitu melihat ketegasan di wajah Adam. Sungguh, dia tidak menyangka kalau Adam akan tega bicara seperti itu padanya. Namun karena tak ingin rencananya terbongkar, Gheana mencoba untuk bersikap tenang. Dia tidak mau kehilangan kesempatan untuk menjadi istri kedua dari pria berstatus tinggi ini.


"Oke, aku minta maaf. Lain kali aku tidak akan pernah datang kemari tanpa seizinmu. Tolong jangan marah padaku, Dam. Aku sungguh tidak tahu mengenai aturan yang kau pakai. Kita ini baru saja saling kenal, dan hubungan kita hanya sebatas teman. Wajar bukan kalau aku tidak tahu apa-apa tentangmu?"


Adam menarik nafas. Sebelum bicara, dia terlebih dahulu melirik ke arah pintu kamarnya. Di dalam sana ada bidadari yang sedang asik bermain di alam mimpi. Jika Gheana tidak segera di usir pergi dari apartemen ini, ada kemungkinan besar kalau tidur si bidadari akan terganggu. Dan Adam tidak mau itu. Rose sedang terluka fisik dan mentalnya, istrinya itu sedang membutuhkan banyak waktu untuk istirahat.


"Pergilah. Aku sedang tidak ingin bertemu dengan siapapun," usir Adam dengan nada suara yang begitu dingin.


"Baiklah, aku pergi. Dan ini ... ," sahut Gheana sembari meletakkan kotak makanan di atas meja. "Sup ini aku buatkan khusus untukmu. Aku permisi."


Mata elang Adam terus mengawasi Gheana yang sedang berjalan keluar dari apartemen miliknya. Dia lalu berdecih jijik ketika melihat kotak makanan yang tadi di bawa oleh wanita itu.


Dan begitu pintu terbuka, Adam di buat kaget dengan keberadaan Rose yang sedang berdiri di hadapannya. Adam lalu menarik nafas dalam-dalam untuk menormalkan keterkejutannya.


"Honey, kenapa kau bangun, hm?"


"Berisik," jawab Rose singkat.


"Maaf, Gheana baru saja datang. Dia juga meninggalkan sup untukku," jelas Adam dengan jujur. Dia lalu menghampiri Rose kemudian memeluknya dengan hangat. "Tidur lagi ya? Aku janji setelah ini tidak akan ada kebisingan lagi. Oke?"


Rose mengangguk. Dia mengalungkan tangan ke leher Adam saat tubuhnya di angkat kemudian di baringkan ke atas ranjang.


"Dam?"

__ADS_1


"Hm, kenapa?"


Adam menatap dalam ke manik mata istrinya. Indah, juga menghanyutkan.


"Aku suka aroma tubuhmu. Kau wangi, dan juga menenangkan," jawab Rose pelan.


"Honey, jangan memancingku. Kau sedang butuh banyak istirahat sekarang, aku takut kau pingsan jika aku sampai tidak kuat menahan n*fsu," sahut Adam dengan suara yang mulai serak. Dia terbakar gairahnya sendiri.


"Aku rasa sedikit bermain tidak akan membuatku jatuh pingsan, Dam. Beberapa hari ini aku selalu mengabaikanmu, anggaplah sebagai permintaan maaf dariku. Ya?" bujuk Rose. Entahlah, tiba-tiba saja dia ingin bermanja pada suaminya ini.


Ruangan yang tadinya dingin mendadak jadi terasa gerah begitu Adam melihat Rose yang bicara dengan nada suara yang begitu manja. Selama mereka menikah, ini adalah pertama kalinya Rose bertingkah seperti wanita pada umumnya. Wajah istrinya terlihat begitu memelas saat meminta kasih sayang darinya. Membuat otak Adam tidak bisa bekerja dengan baik.


"Aku akan melakukannya dengan lembut," bisik Adam sembari menggesekkan ujung hidungnya ke pipi Rose.


"Aku tidak terbiasa dengan itu."


"Sekali ini saja. Ya?"


Rose mengangguk pasrah. Dia memejamkan mata saat lidah suaminya mulai menjelajah ke bagian leher. Rose sebenarnya masih sangat mengantuk, tapi melihat suaminya yang begitu segar setelah mandi membuat sesuatu di dalam tubuhnya bergelenyar aneh. Dan pada akhirnya Rose kalah oleh desakan n*fsu yang kini mulai membawanya terbang melayang.


I love you, Adam. Suamiku ๐Ÿ’œ


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...

__ADS_1


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2