Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Kesempatan Dalam Kesempitan


__ADS_3

Gracia berdiri kebingungan ketika mendapati kamar kakaknya yang sudah kosong. Dia yg baru saja bangun merasa sangat heran karena suasana di apartemen ini begitu sepi lalu memutuskan untuk masuk kemari.


"Kemana perginya mereka ya?" gumam Gracia lirih.


Karena tak mendapat jawaban, Gracia akhirnya berbalik badan untuk keluar dari kamar tersebut. Dan begitu dia berbalik, dia di kejutkan oleh kemunculan Cesar yang tengah menatapnya dalam diam.


"S*itt! Apa yang sedang kau lakukan di situ, Cesar! Kau ingin membuatku mati jantungan atau bagaimana, hah!" teriak Gracia sambil memegangi dadanya yang berdebar kuat.


"Hei anak kecil, jaga bicaramu ya. Sat sit sat sit, begini-begini aku itu lebih tua darimu. Yang sopan!" sahut Cesar mengomel.


"Jangan mengajariku tentang kesopanan kalau kau sendiri tidak memiliki sopan santun. Dasar kerbau tua!"


Mulut Cesar ternganga lebar begitu mendengar umpatan yang di lontarkan oleh Gracia. Sambil bersungut-sungut, dia mengikuti gadis yang kini tengah berjalan menuju dapur. Jika kalian penasaran kenapa Cesar bisa ada di apartemen ini, jawabannya adalah karena dia diminta oleh Rose dan Adam untuk mengajari sesuatu yang berharga pada gadis bodoh ini. Pasangan suami istri itu tidak mau kalau Gracia lemah, mereka ingin agar gadis ini tumbuh menjadi gadis yang kuat.


"Kenapa kau mengikutiku, hah?" sentak Gracia jengkel. Rasanya ingin sekali dia melemparkan gelas yang sedang dia pegang ke kepala Cesar saat ini juga.


"Memangnya ada yang melarang ya? Ini kan kakiku, kenapa kau yang sewot," sahut Cesar kemudian mengambil gelas. Dia dengan santai mengisi gelasnya dengan air putih kemudian menyesapnya perlahan-lahan.


Aku tidak yakin gadis ini mampu mengikuti pelatihan dariku. Hanya melihatku yang muncul tiba-tiba saja dia sudah berteriak kencang seperti melihat hantu. Mungkinkah dia mampu menahan tekanan yang akan aku berikan? Atau aku serahkan saja tugas ini pada Lorus atau anggota Queen Ma yang lain? Mereka kan sudah terbiasa mendidik cucunguk seperti gadis ini. Haduuh, kali ini permintaanmu membuat kepalaku pusing, Marcellino.


Malas meladeni sekertaris kakaknya yang gila ini, Gracia memutuskan untuk memesan makanan saja. Namun baru saja dia hendak melangkah pergi keluar dari dapur, lengannya sudah lebih dulu di cekal oleh Cesar. Gracia awalnya ingin memberontak, tapi dia urungkan begitu melihat raut aneh di wajah pria yang tengah menatapnya dengan begitu dingin.


"M-mau apa kau? Lepaskan tanganku!"


"Gracia, kalau kau ingin tetap berada di sisinya Adam dan Rose, maka kau tidak boleh tumbuh menjadi gadis yang cengeng. Kedua kakakmu itu adalah orang-orang yang selalu di kelilingi bahaya besar. Akan sangat membahayakan jika orang lemah sepertimu berada di sekitar mereka!" ucap Cesar dingin. Dia malas berbasa-basi, jadi Cesar langsung bicara pada intinya saja sekarang.


"Apa maksudmu bicara seperti itu padaku, Cesar? Dan kenapa juga kau mengatakan kalau Rose, maksudku kakak ipar dan Kak Adam adalah orang-orang yang di kelilingi bahaya besar? Apa kau pikir mereka adalah bos mafia yang harus selalu waspada terhadap serangan para musuh? Bukan kan?"


Sebuah seringai muncul di bibir Cesar saat dia mendengar pertanyaan Gracia. Mafia? Bodoh. Adam bahkan bisa di katakan sebagai bos dari para mafia. Sementara Rose, dia adalah seseorang di balik nama Mr.X yang kemisteriusannya membuat para mafia ketar-ketir. Dengan kekuasaan sebesar ini bagaimana mungkin mereka tidak menjadi incaran para pemberontak di dunia hitam? Oh ayolah, candaan Gracia sangat tidak lucu.

__ADS_1


"Sebenarnya ini bukan ranahku untuk ikut campur dalam urusan keluargamu, Gracia. Sekarang aku tanya, jika seandainya nanti kau mengetahui sebuah rahasia besar tentang Tuan Zidane, kau akan memilih untuk mengikuti Adam dan Rose atau memilih untuk tetap tinggal bersama Papa dan Mamamu? Jawab dengan cepat, Gracia Clarence. Karena jawabanmu yang akan menentukan nasib hidupmu untuk ke depannya!" tanya Cesar penuh nada penekanan.


Gracia mengernyitkan keningnya saat mendengar pertanyaan aneh dari Cesar.


Rahasia besar tentang Papa? Ada apa ini? Kenapa Cesar bisa sampai bicara seperti ini padaku? Memangnya ada rahasia apa yang berhubungan dengan Papa? Aneh sekali."


"Aku bilang jawab dengan cepat, Gracia!" sentak Cesar seraya menguatkan cengkeraman tangannya di lengan gadis yang malah asik melamun.


"Memang rahasia apa yang kau ketahui tentang Papa, hah? Beritahu aku dulu, baru aku akan menjawab. Kalau kau hanya bertanya tanpa menjelaskan alasannya, aku mana mungkin bisa memberikan jawaban. Itu terlalu klise, Cesar!" sahut Gracia.


"Kau tidak perlu tahu apa alasannya. Karena begitu kau mendengarnya, hidupmu akan sangat hancur. Jadi aku sarankan kau sebaiknya patuh dan tidak banyak bertanya. Kau tahu, ada orang yang bilang semakin sedikit kita mengetahui urusan orang lain, maka umur kita akan semakin panjang. Itu artinya ... kau akan mati jika terlalu banyak ingin tahu tentang urusan orang lain. Paham?"


"Apa kau sedang mengancamku?"


"Tidak. Tapi aku akan langsung membunuhmu kalau kau tidak segera memberikan jawaban!" jawab Cesar tanpa ragu. "Ingat Gracia, meskipun kau adalah adiknya Adamar, aku tidak akan segan untuk melenyapkanmu dari muka bumi ini. Karena apa? Karena antara kau dengan Adamar, kalian tidak terikat hubungan darah. Kau dan Adamar adalah orang lain yang tidak sengaja di pertemukan dalam keluarga Clarence. Jadi ... cepat jawab aku atau aku akan memasukanmu ke dalam oven kemudian memanggangmu sampai matang di sana. Mau?"


"Kau terlalu lama dalam menjawab pertanyaan semudah itu, Gracia."


"Aku memilih untuk ikut Kak Adam dan kakak ipar. Itu jawabanku."


Cesar tersenyum sinis.


"Bagus. Kalau begitu ganti bajumu dengan baju olahraga. Mulai hari ini aku akan melatihmu."


"Melatihku?" beo Gracia bingung. "Melatih apa?"


"Kau akan tahu sendiri nanti. Sekarang kau pilih, ingin pergi ganti baju sendiri atau aku yang akan menggantikannya?" tanya Cesar usil.


Dengan kasar Gracia menghempaskan tangan Cesar dari lengannya. Setelah itu dia bergegas pergi ke kamar sambil bersungut-sungut merutuki sikap Cesar yang ternyata begitu mesum.

__ADS_1


"Awas saja kau. Setelah Kak Adam pulang nanti, aku akan mengadukan perbuatanmu padanya. Cihh, dasar kadal buntung. Mentang-mentang kedua kakakku sedang tidak ada di sini, kau dengan liciknya mengambil kesempatan dalam kesempitan. Awas kau, Cesar. Aku pasti akan membalasmu nanti!" geram Gracia.


Sembari menunggu Gracia keluar dari dalam kamar, Cesar memantau semua pekerjaan lewat tablet di tangannya. Dia lalu tersenyum samar ketika ada email masuk yang mengabarkan kalau ada seseorang yang coba mencari gara-gara dalam proses pengiriman narkoba ke suatu negara.


"Kau sebaiknya bersembunyi dengan sangat hati-hati, Tuan. Saat ini Marcellino sedang gelap mata setelah Mamanya di temukan, kau bisa mati terpanggang hidup-hidup kalau masih lancang mengusik bisnisnya. Percaya padaku!" gumam Cesar sambil mengusap dagu bawahnya.


"Siapa Marcellino?"


Cesar menoleh. Sebelah alisnya terangkat ke atas melihat penampilan Gracia yang cukup seksi dengan pakaian olahraganya.


"Apa lihat-lihat?" tegur Gracia risih.


"Gunanya mata adalah untuk melihat. Kau to lol atau bagaimana?"


"Kau!"


"Tarik nafasmu dalam-dalam kemudian hembuskan. Bersiaplah, nyawamu akan di tarik ulur begitu kita keluar dari apartemen!" ucap Cesar kemudian bangkit berdiri. Dia lalu melangkah keluar dari sana dengan di ikuti Gracia di belakangnya.


Tuhan, tolong turunkan petir untuk menyambar pria mesum ini kalau dia sampai berbuat yang tidak-tidak kepadaku. Amiin.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2