
Ugghhhh
Rose melenguh pelan sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit. Dia lalu terperanjat kaget begitu teringat dengan mimpinya tadi malam.
"Mona, aku harus segera pergi menemui Mona," gumam Rose sambil menahan rasa sakit di kepalanya.
Tepat ketika Rose hendak turun dari atas ranjang, Adam keluar dari dalam kamar mandi. Dia langsung berlari dengan cepat melihat istrinya yang terlihat seperti sedang menahan sakit.
"Honey hei, kau mau kemana?" tanya Adam seraya mencekal kaki istrinya yang hampir menyentuh lantai. Dengan hati-hati Adam kembali menaikkan kakinya Rose ke atas kasur kemudian menyelimutinya. "Mau kemana, hm?"
"Aku harus pergi ke markas untuk memeriksa keadaan Mona, Dam. Mimpi itu benar-benar sangat nyata. Aku takut Mona mati, Dam. Aku takut!" jawab Rose gelisah.
"Sssttt tenang ya. Sekarang Mona baik-baik saja, kau jangan cemas. Oke?"
"Tapi Dam," ....
"Honey, aku tahu kau mengkhawatirkan Mona. Tapi kau juga harus ingat kalau di sini ada malaikat yang harus kau jaga keselamatannya," sela Adam sembari mengusap perutnya Rose. "Kau tidak boleh bergerak sembarangan dulu. Ingat kata Nenek dan Mommy tidak kalau di awal kehamilan akan sangat rentan keguguran dan pendarahan jika kita tidak hati-hati menjaganya. Jadi kau tenang ya? Mona sungguh baik-baik saja di sana. Resan, Lorus dan Reina ada di markas untuk menjaganya. Kakek Greg dan Nenek Liona juga ada di sana menemani Kakek Niel dan Nenek Shiren. Mona tidak sendirian, Honey."
Rose tergugu. Dia baru ingat kalau dirinya sedang hamil muda. Mencoba mengalihkan kekhawatirannya tentang Mona, Rose dengan penuh sayang membelai perutnya yang kini menjadi tempat tinggal seorang malaikat kecil. Dia kemudian tersenyum sambil memandangi wajahnya Adam.
"Saat anak kita lahir nanti kira-kira dia mirip dengan siapa ya, Dam? Kau atau aku?" tanya Rose.
"Aku tidak peduli dia akan mirip dengan siapa, Hon. Karena yang terpenting bagiku kau dan bayi kita selamat dan sehat. Itu saja," jawab Adam jujur.
"Kenapa jawabanmu ambigu sekali sih. Cobalah untuk berkhayal seperti aku. Rasanya sangat menyenangkan, Adam."
"Benarkah?"
Tak ingin membuat istrinya merasa kecewa, Adam pun berpura-pura memikirkan akan mirip siapa anak mereka nanti. Padahal bagi Adam, mau bayi itu mirip dia, mirip Rose, atau mirip salah satu dari kakek nenek mereka itu sama sekali bukan masalah. Yang paling utama adalah Rose tetap berada di sisinya. Bukan berarti bayi mereka tidak penting ya? Sangat penting, karena kehadiran calon anak merekalah sikap Rose bisa berubah menjadi sedikit lebih hangat dari sebelumnya.
__ADS_1
"Ayo jawab, Dam. Kenapa lama sekali kau memikirkannya!" desak Rose tak sabar.
"Emmm, kalau boleh jujur aku sebenarnya ingin anak-anak kita nanti lebih mirip dirimu, Hon. Tidak masalah kalau mereka tidak mirip denganku," jawab Adam seraya membelai alis mata istrinya. Dia gemas dengan cara Rose menatapnya. Terlihat seperti anak kecil yang sedang meminta mainan dari orangtua. Lucu bukan?
"Kenapa hanya mirip aku, Dam? Apa kau tidak berharap kalau anak kita ada yang serupa denganmu? Kau itukan tampan."
"Karena aku suka melihat wajahmu yang cantik ini, Honey. Jadi aku rasa akan sangat menyenangkan jika di rumah kita ada Rose-Rose kecil yang berlarian ke sana kemari. Aku jadi bisa melihatmu dimana-mana. Keren bukan?"
Rose tertawa mendengar jawaban Adam. Sungguh, ini benar-benar sangat mengharukan. Saat Rose sedang meresapi kebahagiaan dari khayalan mereka, Rose di buat kaget oleh sebuah bayangan yang tiba-tiba muncul di matanya.
"Arrgghhhh!"
"Honey, ada apa? Kepalamu sakit lagi?" tanya Adam panik.
"Dam, aku ini sebenarnya kenapa ya. Aku sering sekali melihat bayangan-bayangan aneh yang sebelumnya tidak pernah aku lihat. Dan baru saja aku melihat ada seorang wanita yang dari mulut hidung dan telinganya mengucurkan darah di dekat sebuah air mancur. Dan wajah wanita itu sedikit familiar. Siapa ya?"
Deg
"Dam," ....
Lamunan Adam buyar saat merasakan goncangan kecil di lengannya. Dia kemudian berdehem pelan sebelum bicara.
"Honey, aku harap kau jangan terlalu memaksakan diri untuk mengingat masa lalumu. Aku tidak mau kau kenapa-napa, Hon. Pikirkan juga bayi kita," ucap Adam resah.
Di satu sisi Adam merasa lega karena akhirnya Rose bisa mengingat kembali tentang masa lalunya. Tapi di sisi lain Adam merasa takut. Dia takut kalau obat yang di suntikan oleh Flyn memiliki efek samping yang membahayakan jika suatu hari nanti Rose benar-benar berhasil menemukan ingatan tersebut. Selain karena sedang mengandung, Adam juga tidak tahu akan seperti apa dampak yang di rasakan oleh istrinya jika hari itu datang. Jadi sekarang Adam bingung harus bersikap bagaimana. Bahagiakah, atau harus merasa sedih? Entahlah, dia bingung.
"Aku tidak pernah mencoba untuk mengingatnya Dam karena itu sangat menyakitkan. Tapi bayangan itu muncul sendiri tanpa aku minta. Aneh kan?"
Itu sama sekali tidak aneh, Honey. Kau bisa melihat itu semua karena kau memiliki kelebihan yang sangat istimewa. Aku sebenarnya bingung harus menyikapi hal ini dengan cara apa. Namun, jika dengan mengingat masa lalu itu bisa membuatmu tidak kesakitan lagi, mungkin aku akan membiarkannya. Tapi jika itu berbahaya, apalagi sampai berdampak pada kehamilanmu, maka aku tidak akan pernah mengizinkan ingatanmu untuk kembali ke masa lalu itu. Tidak akan!
__ADS_1
"Dam, setelah ini tolong antarkan aku pergi ke markas ya. Aku sangat ingin bertemu dengan Mona," rengek Rose yang lagi-lagi teringat dengan mimpinya tentang Mona.
"Baiklah. Tapi setelah kau mandi dan sarapan serta meminum vitaminmu dulu. Oke?" sahut Adam.
Rose mengangguk.
"Kalau begitu sekarang biarkan suamimu yang tampan ini membantumu mandi. Jangan membantah!" ucap Adam kemudian menyibak selimut yang menutupi tubuhnya Rose. "Kalungkan kedua tanganmu di leherku, Hon."
"Aku ini tidak sedang sakit, Adam. Kau tidak harus menggendongku seperti ini hanya untuk pergi ke kamar mandi," sahut Rose sambil menatap lekat wajah suaminya yang entah mengapa terlihat berbeda dari yang biasanya. Rose sedikit menaruh kecurigaan, tapi dia tutupi dengan tidak bertanya apapun pada suaminya ini. Jika memang waktunya sudah tiba, semua rahasia Adam pasti terbongkar. Dan Rose hanya bisa berharap kalau rahasia tersebut tidak akan membuatnya merasa kecewa.
"Ini dilakukan tidak hanya untuk orang sakit saja, Honey. Tapi juga sebagai bentuk perhatian dari seorang suami pada istri dan anaknya. Aku sangat menyayangi kalian berdua. Dan aku ingin menjadi suami dan Papa yang siaga. Tidak salah bukan?" tanya Adam sembari menurunkan Rose ke dalam bathup.
"Tidak salah. Hanya sedikit berlebihan saja."
"Hmm," ....
Cup
"Air dingin atau air hangat?" tanya Adam sambil membantu membuka piyama tidur yang di pakai oleh istrinya. Dia lalu mencium tatto bunga mawar hitam yang ada di punggungnya Rose.
"Aku suka air dingin. Tapi karena sekarang ada malaikat yang harus aku jaga, maka aku akan mandi dengan air hangat mulai sekarang. Aku calon Mama yang sangat baik, bukan?" jawab Rose yang tiba-tiba ingin bercanda.
Adam terkekeh. Dia segera menuruti apa yang di inginkan oleh Rose dengan mengisi bathup menggunakan air hangat. Memang benar kalau selama ini Rose tidak pernah mandi menggunakan air hangat. Hal itu sengaja dia lakukan agar dendam di hatinya tidak pernah padam. Sungguh sikap yang sangat aneh bukan?
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss ๐ช๐ช๐ช...
__ADS_1
...๐นIg: rifani_nini...
...๐นFb: Rifani...