Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Rasa Takut Dan Khawatir


__ADS_3

Grizelle dengan penuh sayang membelai rambutnya Rose yang tengah menikmati makan siangnya. Tadi begitu Grizelle menerima pesan dari Adam, dia dan ibunya langsung sibuk mempersiapkan menu masakan yang diinginkan oleh Rose. Sambil bercanda bersama, Grizelle memasak abalon dengan bumbu rempah koplit yang rasanya jangan di tanya lagi. Namun demi memenuhi rasa mengidam putrinya, Grizelle dengan penuh cinta menyajikan makanan tersebut yang mana kini tengah di santap oleh orang yang memesannya.


"Terima kasih, Mom. Masakannya enak sekali," ucap Rose setelah menelan suapan terakhirnya. Dia kemudian menoleh saat Adam tanggap mengelap mulutnya dengan tisu. "Terima kasih."


"Sama-sama, Honey," sahut Adam seraya tersenyum simpul.


"Sayang, makanannya mau tambah lagi tidak? Mommy memasaknya lumayan banyak tadi," tanya Grizelle. Dia tersenyum kecil melihat bagaimana Adam sangat perhatian pada putrinya.


"Nanti saja, Mom. Sekarang aku sudah kenyang," jawab Rose.


Hening. Baik Rose, Adam maupun Grizelle, mereka sama-sama saling diam. Tak lama setelah itu Reina muncul bersama Lorus dan Resan. Kecuali Reina, mereka menunduk hormat ke arah Rose yang kala itu sempat menoleh sebentar sambil menaikkan satu alisnya ke atas. Reina, Resan dan Lorus tahu kalau itu adalah sebuah kode akan sesuatu hal.


"Sayang, Tuan sedang dalam perjalanan kemari. Kau ingin memberi perintah apa pada kami?" tanya Reina sambil menatap sengit ke arah Adam. Entah kenapa Reina selalu saja kesal setiap kali melihat wajah tampan pria ini. Membuat moodnya terkadang berubah menjadi sangat buruk.


"Tidak ada perintah apapun dariku. Kalian cukup bersamaku saja saat aku bicara dengannya," jawab Rose dengan maksud tersirat.


Si tiga serangkai langsung mengangguk paham akan maksud dari ketua mereka. Grizelle yang tidak tahu siapa Tuan yang sedang di bicarakan oleh Rose dan anak buahnya pun segera menanyakannya. Dia takut si Tuan ini adalah orang jahat.

__ADS_1


"Rose, siapa Tuan itu?"


"Hanya seseorang yang sudah cukup lama tidak kusapa, Mom," jawab Rose sekenanya.


"Benarkah? Memangnya sejak kapan kalian saling kenal. Dan kenapa juga Mommy baru mendengar kalian membahas tentang si tuan-tuan ini sekarang. Dia ... apakah orang yang berbahaya?" tanya Grizelle mencecar Rose agar mau bicara jujur. Grizelle khawatir, terlebih lagi pada janin yang sedang di kandung oleh Rose. Grizelle tak mau sampai ada hal buruk yang terjadi.


Adam seketika menjadi waspada saat mendengar pertanyaan ibu mertuanya. Karena jujur, Adam juga baru sekarang mendengar Rose menyebut nama Tuan secara langsung bersama anak buahnya. Dari cara Rose yang berani membahas hal ini di hadapan orang selain kelompoknya, Adam menarik kesimpulan kalau orang yang di panggil dengan sebutan tuan ini bukanlah orang biasa. Adam yakin pasti ada rahasia besar antara Rose dengan orang tersebut.


"Mommy, di mana semua orang?" tanya Rose tak mengindahkan pertanyaan sang ibu. Dia perlu memastikan kalau keluarga besarnya berkumpul semua dulu sebelum Tuan Phillipe sampai di rumah ini. Sebagai calon ibu, Rose tentu sangat mengkhawatirkan kandungannya. Dia takut Adam akan hilang kendali setelah tahu kalau selama ini Rose dan ayahnya telah lama saling mengenal. Bahkan ada satu perjanjian besar di antara mereka di mana akhirnya Adam bisa menjadi suaminya.


"Nenek dan Kakekmu sedang beristirahat di kamar. Sedangkan Mona beserta kakek dan neneknya sedang pergi ke makam orangtua Mona. Kalau Daddy, Rolland dan Dante, saat ini mereka berada di Dantian Group," jawab Grizelle memberitahukan keberadaan anggota keluarganya pada Rose. "Tapi, Rose. Kenapa tiba-tiba kau menanyakan keberadaan semua orang? Ada apa sebenarnya?"


"Dam, aku tidak bisa mengatakannya sekarang. Yang bisa aku beritahukan pada kalian Tuan tidaklah berbahaya untukku. Namun amarah orang lainlah yang membuatku merasa khawatir. Karena itulah aku menanyakan di mana keberadaan orang-orang agar nanti di saat orang ini lepas kendali ada keluarga yang akan melindungiku dan juga bayi kita!" ucap Rose menyampaikan kekhawatirannya di hadapan Adam dan ibunya. Setelah itu Rose menunduk, dengan penuh sayang mengelus perutnya yang mulai membesar. "Ada beberapa rahasia besar yang akan segera terbongkar begitu Tuan bertemu denganku. Dan takutnya Reina, Lorus, Resan, Mommy dan yang lainnya tak sanggup menghalau kemarahan dari orang ini. Aku tidak tahu apakah aku bersalah atau tidak. Tapi yang jelas, aku tidak boleh sampai kehilangan bayiku."


"Masih ada aku dan Cesar yang siap pasang badan untuk melidungimu, Honey. Kami tidak akan membiarkan kalian berdua sampai terluka. Sungguh!" sahut Adam agak bingung mencerna ucapan Rose.


"Dam, tolong mengertilah. Aku butuh semua orang untuk melindungiku!" ucap Rose lagi. Dia lalu menatap wajah sang ibu penuh harap. "Mommy, bisakah Mommy memanggil semua orang agar segera kembali ke rumah sekarang juga? Aku sangat membutuhkan mereka untuk melindungi bayiku!"

__ADS_1


Honey, kau ini kenapa sebenarnya? Rahasia besar apa yang akan segera terbongkar hingga membuatmu sampai bersikap secemas ini? Selama aku mengenalmu, baru sekali ini aku melihatmu tak berdaya. Benarkah hanya karena kau yang sedang mengkhawatirkan keselamatan calon anak kita? Atau ada tekanan lain yang membuatmu sampai harus meminta bantuan perlindungan dari keluargamu? Ya Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi pada istriku?


Tanpa pikir panjang lagi Grizelle segera menghubungi Drax, Dante dan juga Rolland. Dia meminta agar ketiga orang ini segera sampai di rumah secepat yang mereka bisa. Tak lupa juga Grizelle memberitahu anggota keluarga yang lain untuk segera datang ke rumahnya agar bisa ikut membantu melindungi Rose dan bayinya dari seseorang yang Grizelle sendiri tidak tahu siapa.


"Mommy?" panggil Rose.


"Ya sayang. Ada apa?" sahut Grizelle kemudian meletakkan ponselnya ke atas meja. Dia lalu mengelus pelan pipi putrinya yang masih terlihat pucat. "Jangan takut. Saat ini semua orang sedang dalam perjalanan pulang kemari. Mommy dan mereka semua tidak akan membiarkanmu kembali tertimpa musibah seperti dulu. Cukup sekali saja kami kehilanganmu, sayang. Dan Mommy sangat amat tidak mau ada hal menyedihkan kembali terulang dalam hidupmu. Kau, Adam dan bayi kalian harus hidup dengan sangat bahagia. Harus!"


Entah karena terharu atau karena terpengaruh hormon kehamilan, Rose tiba-tiba saja menangis. Hal itu tentu saja membuat semua orang merasa sangat kaget. Adam yang tak suka melihat air mata di wajah pucatnya Rose, segera menghubungi Cesar dan memintanya untuk melakukan sesuatu hal. Ah ya. Ngomong-ngomong Cesar dan Gracia sedang ada di mana sekarang? Sejak Adam dan Rose kembali ke rumah ini, dia sama sekali tidak melihat batang hidung dua anak manusia tersebut. Tapi masa bodo dengan mereka. Rose yang paling penting sekarang.


"Halo, Dam. Ada apa?"


"Jangan biarkan satu mobilpun datang ke rumah ini. Jika kau melihat pergerakan mereka, tahan. Mereka baru boleh datang setelah aku memberikan kabar padamu. Paham?"


Klik. Adam langsung mematikan panggilan tanpa menunggu Cesar menjawab. Setelah itu Adam menuangkan air minum kemudian memberikannya pada Rose yang tengah menangis di pelukan ibu mertuanya. Kedua sisi rahang milik Adam tampak mengerat, dan hatinya serasa di iris-iris melihat istri kesayangannya menangis seperti ini.


Siapapun dirimu, aku pastikan kau akan sangat menyesal karena sudah membuat Rose meneteskan air matanya. Dasar k*parat.

__ADS_1


Andai saja si tiga serangkai mendengar apa yang baru saja Adam pikirkan, mereka semua pasti akan langsung tertawa karena orang yang ingin dibantai oleh Adam adalah ayah kandungnya sendiri. Lawak sekali bukan?


***


__ADS_2