
"Lagi???"
Rose mengangguk. Dia menatap polos ke arah Adam yang baru saja memekik kaget setelah mendengar apa yang dia inginkan. Ya, Rose sedang mengidamkan sesuatu.
"Honey, aku sebenarnya tidak masalah kau ingin makan apa. Akan tetapi sekarang masih pukul empat pagi. Apa iya ada tukang rujak yang berjualan di jam seperti ini?" tanya Adam sedikit stress menghadapi keinginan istrinya.
"Ada. Penjual rujak tempat biasa kita datang pasti sudah buka. Ayo kita pergi ke sana," jawab Rose dengan sangat antusias.
"Tapi ini masih jam empat pagi, Honey. Orangnya pasti masih tidur. Kita beli di tempat lain saja ya?"
"Tidak mau. Harus beli di sana. Titik!"
Adam menghela nafas. Dia lalu memperhatikan Rose yang sedang berjalan mengambil jaketnya. Aneh. Tidak biasanya Rose meminta makanan di jam-jam seperti ini. Apa mungkin dugaan Adam benar kalau antara penjual rujak dan istrinya ini terlibat suatu hubungan yang tidak dia ketahui? Karena jika di pikir-pikir, setiap kali Adam membeli rujak penjualnya pasti akan meracik dengan bumbu yang berbeda. Awalnya Adam sempat merasa was-was, dia takut anak dan istrinya akan diracuni. Tapi melihat Rose yang baik-baik saja akhirnya ketakutan di diri Adam pun lenyap.
"Apa yang sedang kau tunggu, Dam? Ayo cepat pakai jaketmu," tanya Rose sambil menatap datar ke arah Adam yang masih duduk di ranjang. Dia lalu melengos pergi meninggalkan suaminya yang tak kunjung bergerak.
Hmmm, merajuk dia akhirnya. Tapi kalau di pikir-pikir selama hamil Rose jarang sekali merengek seperti ini padaku. Hehe, lucu juga ternyata. Seorang pemimpin dari kelompok yang sangat di takuti di kabarkan merajuk gara-gara ingin memakan rujak di jam empat pagi. Kalau ada majalah yang berani memuat berita ini, aku yakin kantor mereka akan mendapatkan untung yang sangat besar. Haha.
"Adamar Clarence!"
__ADS_1
"Siap, baginda ratu!" sahut Adam terkejut mendengar Rose memanggil nama lengkapnya. Segera dia melompat dari atas kasur kemudian menyambar jaketnya lalu keluar kamar.
Sambil tersenyum kecil, Adam memandang Rose yang sudah terlihat sangat kesal karena terlalu lama menunggunya. Setelah itu dia tak lagi bermain-main kemudian menggandeng tangan Rose menuju mobil mereka. Dan seperti biasa, dengan penuh perhatian Adam membukakan pintu untuk Rose kemudian menutupi bagian atas pintu mobil agar kepalanya Rose tidak terantuk ke sana. Dia seorang suami yang sangat idaman sekali bukan?
"Honey?"
"Hm,"
"Aku tahu kau mengajakku keluar bukan hanya karena ingin memakan rujak saja. Kau dan penjual itu... ada apa di antara kalian?" tanya Adam sambil terus fokus mengemudi. Meskipun sekarang jam menunjukkan pukul empat dini hari, jalanan masih lumayan ramai. Dia tentu saja harus sangat hati-hati karena biasanya pengendara mobil di dominasi oleh orang-orang yang baru pulang dari club. Kalian tahu sendiri lah apa yang mereka lakukan di sana.
Rose menghela nafas. Dia kemudian menoleh.
Adam terkekeh. Jika Rose sudah menyebutnya dengan nama seperti ini, itu artinya mereka bukan sedang menjadi pasangan suami istri seperti yang sebelumnya. Rose, ingin Adam menjadi sosok gelap yang selama ini di sembunyikannya. Dan karena ini adalah permintaan dari yang mulia ratu, maka baiklah. Adam akan menjadi dirinya yang adalah seorang bandar narkoba paling di hindari oleh kelompok pengedar lainnya. Marcellino Altezza Lorenzo, dengan kekayaannya yang sangat luar biasa banyak telah menjadi pengendali ekonomi dunia di mana bahkan agen polisi paling hebat tak berani untuk menangkapnya. Karena apa? Karena dia adalah Marcellino, bukan Adamar Clarence yang hanya seorang pembisnis saja.
"Aku bisa saja menyelidiki penjual itu jika aku mau, Honey. Akan tetapi berpura-pura menjadi orang bodoh rasanya jauh lebih menyenangkan daripada menjadi orang yang mudah tahu segalanya!" ucap Adam. "Dan jujur, aku cukup penasaran obat apa yang selalu kau dapatkan darinya. Mungkinkah itu semacam vitamin untuk calon anak kita? Atau itu adalah semacam obat yang bisa mengurangi rasa sakit di kepalamu? Ayo beritahu aku, Hon. Aku sungguh sangat amat penasaran!"
"Hmmm," ....
Rose mengelus perutnya pelan, tapi tatapannya berubah menjadi sangat amat dalam. Dan ya, ada gurat kekhawatiran di sana.
__ADS_1
"Efek dari obat yang di suntikan oleh Flynn telah mendarah daging di tubuhku. Dan dari laporan anak buahku, penyakit ini akan menurun pada anak yang akan kulahirkan nanti. Seperti yang kau bilang, rujak yang selama ini aku makan telah di campur dengan ramuan tertentu di mana ramuan tersebut aku beli dari Organisasi Grisi!"
"Organisasi Grisi?" Marcellino cukup kaget mengetahui fakta kalau selama ini ternyata Rose telah berhubungan dengan salah satu anggota keluarganya. Dan hal ini semakin membuat Marcellino yakin kalau orang yang di maksud oleh DIA adalah Rose.
Luar biasa. Puzzle ini semakin jelas dan semakin nyata. Jika dugaanku benar, maka ini akan menjadi guncangan yang sangat besar di dalam bisnis hitam. Amazing.
"Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan sekarang, Dam. Beberapa di antaranya ada yang benar, juga ada yang salah. Namun percayalah. Sebesar apapun perbedaan di akhir teka-teki ini, kau dan aku akan berada di pihak yang sama. Yang sedang kau incar, adalah yang selama ini ku inginkan. Saat ini aku sedang mengandung, dan itu adalah bagian dari darah dagingmu. Itu artinya kau akan mengalah dan membawakan semua itu untukku. Di bawah ka-ki-ku!" ucap Rose dengan senyum penuh maksud. "Sebenarnya ini sedikit di luar rencana karena bayi kita datang lebih cepat. Karena jika hal ini belum terjadi, kau dan aku akan bertemu sebagai musuh. Tapi sepertinya aku perlu sedikit menyapa Tuanku karena gara-gara dia, aku jadi kecolongan seperti ini. Jadi bersiaplah. Saat kita berada di Negara N, kita akan bertemu dengan Tuan dan juga DIA yang kau maksud. Harinya sudah tiba, sayang!"
PERTANYAANNYA : SIAPAKAH TUAN YANG ROSE MAKSUD DAN SIAPA DIA YANG DI MAKSUD OLEH ADAM/MARCELLINO? SIAPKAH KALIAN MEMASUKI BABAK BARU? MAAF SENGAJA DI UNDUR-UNDUR, SOALNYA BAGIAN BERN KETINGGALAN CUKUP JAUH. HARUSNYA DI SINI ROSE, BERN, DAN JUGA GERALD MEREKA SALING ADU KEKUATAN DI BIDANG MASING-MASING. JADI HARAP MAKLUM DULU YA KALO UP-NYA BOLONG2. NUNGGUIN DUA TEMENNYA ROSE DI BELAKANG, KASIHAN😅
"Honey, mungkin jika pria lain yang menjadi suamimu, mereka pasti sudah mati berdiri karena bingung memikirkan kata-katamu yang selalu penuh misteri. Untung saja aku cerdas dan bisa mengimbangimu, jadi aku tidak terlalu merasa tertekan saat sedang bermain puzzle denganmu!" ucap Adam sambil tersenyum penuh kagum.
"Tentu saja harus kau yang menjadi suamiku, Adam," sahut Rose. Dia lalu memejamkan mata, menerawang jauh pada satu perjanjian di mana perjanjian tersebut membuat Rose bertemu dengan para anggotanya. Juga perjanjian yang membuat Rose bisa memiliki semua hal yang dimilikinya sekarang.
Karena kau adalah orang pilihan.
Melihat Rose yang tidak lagi bicara, senyum di bibir Adam langsung menghilang. Tangannya mencengkeram kuat stir mobil saat dia teringat ucapan Rose yang menyebut kalau racun yang telah di suntikkan oleh Flynn akan terbawa pada anak mereka. Hal ini semakin menguatkan tekad Adam untuk menghabisi otak di balik siapa Flynn sebenarnya.
Aku pikir dulunya kita bisa menjadi rekan, tapi ternyata kita akan bertemu sebagai musuh. Siapa yang akan menyangka kalau orang yang membuat Rose terluka sampai separah ini ternyata adalah sahabatku sendiri. Tunggu, nantikanlah kedatangan seorang Marcellino sebagai malaikat mautmu, Royce.
__ADS_1
*******