
Vanya tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah Gheana yang baru saja masuk ke dalam restoran. Ya, dia sengaja mengajak calon menantunya ini untuk bertemu karena ingin membahas tentang niat Adamar yang ingin membawa pulang seorang wanita yang Vanya yakini kalau Gheana lah wanita yang dia maksud oleh anak sambungnya. Semua ini tentu saja membuat Vanya menjadi sangat antusias. Dia ingin Gheana berpenampilan semenarik mungkin agar suaminya merasa puas dengan calon menantu mereka.
"Halo, Bibi Vanya!" sapa Gheana sopan kemudian memeluk ibunya Adam. Tak lupa juga dia melakukan cipika-cipiki seperti yang biasa dilakukan para wanita setiap kali berjumpa.
"Halo juga, sayang. Wahh, kau cantik sekali hari ini. Pantas Adam tergila-gila padamu," sahut Vanya semringah. "Ayo duduk. Kau ingin memesan minuman apa?"
Sembari menjawab, Gheana mendudukkan bokongnya di atas kursi. Dia sedikit bingung saat Bibi Vanya menyebut kalau Adam tergila-gila padanya.
"Aku pesan jus saja, Bi,"
"Baiklah. Tunggu sebentar ya, Bibi pesankan dulu."
Gheana mengangguk sambil memperhatikan ibunya Adam yang sedang memesan minuman. Raut wajah wanita ini terlihat begitu bersinar, mungkinkah dia ingin memberitahukan kabar yang menggembirakan?
"Sudah beres. Kita tinggal menunggu pelayan datang membawakan pesanan kita, sayang," ucap Vanya sambil tersenyum. "Oh ya, Mamamu kemana? Katanya tadi dia ingin ikut kemari bersamamu, Ghe?"
"Oh, Mama tidak jadi ikut karena ada temannya yang tiba-tiba datang berkunjung, Bi. Mama bilang dia tidak enak untuk mengusirnya pergi. Maaf ya," jawab Gheana merasa tak enak hati.
"Em begitu ya. Ya sudahlah tidak apa-apa, tidak masalah juga Mamamu tidak ikut datang. Karena yang sebenarnya ingin Bibi temui itu kau, Gheana. Bibi ingin menyampaikan kabar baik untukmu. Ini tentang Adam."
__ADS_1
"Adam? Adam kenapa, Bi?"
Tidak bisa di pungkiri kalau dari sorot mata Gheana terlihat begitu senang saat kabar baik tersebut ternyata datangnya dari Adam. Jujur saja, Gheana sangat berharap kalau kabar baik yang ingin di katakan oleh ibunya Adam adalah tentang perpisahannya dengan Rose. Wanita yang menyandang status sebagai istri sah dari pria yang di sukainya itu.
"Adam tidak kenapa-napa, kok. Tapi kemarin Adamar berpesan pada Papanya kalau besok malam dia akan pulang ke rumah untuk mengenalkan seorang wanita pada kami semua. Dan maksud kedatangan Bibi kemari adalah untuk mengingatkanmu agar nanti kau berpenampilan sebaik mungkin saat Adam membawamu pulang ke kediaman keluarga Clarence. Bagaimana, apa kau senang?"
Vanya menatap penuh bangga ke arah Gheana yang sedang terdiam kaget. Dia yakin sekali kalau Adamar pasti belum memberitahu wanita ini tentang tujuannya. Pantaslah jika Gheana sampai syok seperti ini. Ada-ada saja kelakuan putra sambungnya itu.
"Apa Adam mengatakan siapa wanita yang akan di bawanya pulang ke rumah?" tanya Gheana memastikan.
Gawat. Adam sama sekali tidak memberitahukan hal ini padaku. Harapanku bisa hancur lebur jika wanita yang akan dia kenalkan adalah Rose, bukannya aku. Ini tidak boleh di biarkan, Paman Zidane dan Bibi Vanya tidak boleh tahu kalau Adam diam-diam sudah menikah. Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mau kehilangan posisi sebagai Nyonya Clarence. Aku tidak mau itu.
"I-iya, Bi. Kami berdua memang saling mencintai meskipun masih belum terlalu dekat," sahut Gheana kembali mendrama. "Tapi Bibi, jika seandainya wanita yang di bawa pulang oleh Adamar ternyata bukan aku bagaimana? Kami baru saja saling kenal, dan aku tidak tahu seperti apa kehidupan Adam sebelum kami bertemu. Bisa saja kan kalau wanita yang ingin Adam kenalkan adalah kekasihnya yang selama ini dia sembunyikan?"
Senyum di bibir Vanya langsung meredup begitu mendengar perkataan Gheana. Benar juga, selama ini kan dia tidak pernah tahu seperti kehidupan pribadi putra sambungnya itu. Tapi yang Vanya tahu, Adamar tak pernah berhubungan dekat dengan wanita manapun. Dan satu-satunya wanita yang pernah makan malam bersamanya ya hanya Gheana seorang. Mustahil kalau Adamar memiliki kekasih gelap. Itu tidak mungkin.
"Bibi, aku bukannya ingin meragukan perasaan Adam. Aku berkata seperti itu karena tidak ingin patah hati akibat terlalu banyak berharap padanya. Tidak apa-apa kalau memang benar Adam sudah mempunyai kekasih, itu sama sekali bukan masalah untukku," ucap Gheana mendramatisir keadaan. Dia ingin mengorek lebih dalam tentang respon wanita ini jika mengetahui kalau Adam akan membawa Rose pulang ke rumahnya.
"Ghe, Bibi sebenarnya kurang tahu juga mengenai hal itu. Akan tetapi jika memang benar Adamar memiliki kekasih lain, pamanmu pasti tidak akan tinggal diam. Kau tahu bukan siapa Zidane Clarence? Laki-laki itu hanya akan menerima menantu yang berasal dari keluarga terpandang sepertimu. Dan kau sendiri sudah mengantongi restu dari kamu berdua. Jadi kau jangan khawatir ya? Karena di negara ini hanya kau satu-satunya wanita yang boleh menyandang gelar sebagai Nyonya Clarence!" jawab Vanya dengan sangat yakin. "Tenang saja, Bibi pastikan kaulah yang akan menjadi istrinya Adam. Jika dia berani membawa pulang wanita lain, maka Paman dan Bibi pasti akan langsung mengusirnya pergi. Adamar sangat patuh pada pamanmu, dia tidak akan berani melawan kehendaknya."
__ADS_1
"Apa Bibi yakin Adamar akan menuruti kata-kata Paman Zidane? Bagaimana jika dia lebih memilih wanita itu ketimbang memilih aku?"
"Sayang, tidak ada siapapun yang berani melawan perintah pamanmu, termasuk Adamar. Kalau dia berani melawan, maka namanya akan langsung di coret dari kartu keluarga. Adamar selama ini selalu hidup dalam kemewahan, dia mana mungkin mau menjadi seorang gelandangan hanya demi seorang wanita yang tidak jelas latar belakangnya. Jadi Bibi harap kau jangan terlalu memikirkan masalah ini ya. Gheana Lutfer adalah calon menantu di keluarga Clarence, dan itu adalah fakta yang sangat paten!"
Seulas senyum samar nampak menghiasi bibir Gheana. Dia merasa sangat puas karena kedua orangtua Adamar ada di pihaknya. Dengan begini maka Gheana tak perlu khawatir tentang kemunculan Rose. Karena bagaimana pun namanya sudah di akui oleh orangtua Adamar. Entah apa yang akan terjadi nanti jika Paman Zidane tahu kalau Rose hanyalah seorang anak yatim piatu yang berasal dari pedesaan. Orang angkuh itu pasti akan sangat murka pada wanita itu. Kasihan sekali.
Rose-Rose, mau secinta apapun Adam padamu, pada akhirnya dia akan jatuh ke pelukanku juga. Jangan khawatir, aku mungkin memang mencintai suamimu, tapi aku tidak akan memintanya untuk menceraikanmu. Aku sama sekali tidak merasa keberatan meski harus menjadi istri keduanya. Karena selama kau tidak di akui oleh orangtuanya Adam, maka selamanya hanya akulah yang akan di kenal sebagai Nyonya Clarence.
Lamunan Gheana buyar saat pelayan datang membawakan minuman. Setelah itu dia lanjut berbincang dengan Bibi Vanya. Sungguh, Gheana merasa sangat beruntung karena wanita ini ada di pihaknya. Karena jika tidak, Gheana akan sedikit mengalami kesulitan dalam mempertahankan posisi yang sedang dia incar. Gheana tentu saja tahu kalau Adam sangatlah mencintai Rose. Dia juga cukup yakin kalau pria itu akan lebih memilih untuk meninggalkan keluarganya daripada harus berpisah dari wanita miskin itu. Oh ayolah, Adamar bukanlah orang bodoh. Meskipun tanpa kekayaan keluarga Clarence, dia pasti akan tetap berjaya dimana pun berada. Dan kejadian seperti ini sangat tidak Gheana inginkan.
Apapun yang terjadi aku akan tetap menjadi Nyonya Clarence yang di akui oleh semua orang, Dam. Aku tidak peduli meski harus menjadi yang kedua sekalipun. Karena begitu aku mendapat pengakuan, detik itu juga aku akan mencari cara untuk menyingkirkan Rose dari hidupmu. Dan kita berdua akan hidup bahagia selamanya, sayang. Hahahahahha.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
__ADS_1
...๐นFb: Rifani...