Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
End


__ADS_3

Semua orang membiarkan Rose masuk ke dalam ruangan di mana Marcellino berada. Tadi saat mereka tengah mengurus Royce dan anak buahnya, Marcellino tiba-tiba menghilang. Cesar yang tahu dimana keberadaan mafia itupun segera membawa mereka semua menuju satu ruangan tempat Marcellino menyimpan semua barang berharga miliknya. Dan benar saja. Saat semua orang sampai di depan ruangan tersebut, Marcellino tengah berdiri membelakangi pintu sambil menatap jendela yang masih tertutup tirai putih transparan.


“Selamat datang di singgasanaku, Honey. Aku sudah sangat lama menantikan hari ini tiba,” ucap Marcellino saat mendengar suara langkah kaki mendekat. Dia tak langsung berbalik, sengaja membiarkan Rose yang datang menghampirinya.


“Aku pikir singgasana itu berupa istana yang sangat megah, Dam. Ternyata dugaanku salah,” sahut Rose sambil memandangi siluet tubuh Marcellino. Dia kemudian berdiri tepat di belakangnya. “Katakan padaku. Kau akan menjadi Adamar atau Marcellino?"


“Menurutmu mana yang bagus?”


“Dua-duanya bagus. Akan tetapi aku lebih suka kau menjadi Adamar, itu membuatku merasa nyaman.”


Begitu mendengar jawaban Rose, Adam pun segera berbalik menghadapnya. Dia lalu mengulurkan sebelah tangannya pada Rose, menunggu dengan sabar sampai istrinya yang cantik ini mau menyambut uluran tangannya. “Why, Honey? Apa yang kau tunggu?”


Rose tersenyum. Alih-alih menyambut uluran tangan dari Adam, Rose malah memilih untuk memperhatikan seisi ruangan. Matanya kemudian menyipit memperhatikan deretan foto yang tergantung di sebuah rumah-rumahan kecil yang keempat tiangnya begitu berkilau. Merasa penasaran, Rose segera berjalan mendekat. Dia diam terpaku begitu tahu foto siapa yang tergantung di sana.


“Adam, kau ….


“Ya. Aku sudah tahu sejak awal tentangmu dan tentang semuanya. Dan satu-satunya hal yang tidak aku ketahui hanyalah tentang Mama Karina saja. Aku sungguh tidak pernah menyangka kalau Mama selama ini tinggal bersama seorang gadis yang sudah sedari lama aku menyimpan fotonya,” ucap Adam menyela perkataan Rose. “Honey, sebelum kau menyukaiku, aku sudah lebih dulu menyukaimu. Kau ingat tidak dengan seorang pria yang waktu itu membantu Kakek Frans membawamu pulang setelah kau ditemukan pingsan di pinggir jalan? Itu aku, Hon. Aku jatuh cinta padamu sejak saat itu!”

__ADS_1


Adam melangkah mendekati Rose kemudian memeluknya dari belakang. Di ciuminya kepala wanita ini penuh sayang, seolah sudah tiada lagi hari esok.


“Aku bisa berada di kelompok seperti ini adalah karena aku ingin terus berada di dekatmu. Aku juga tahu kalau Cesar adalah anggotamu, makanya aku tak pernah menyelidiki identitasnya saat Papa meminta Cesar untuk menjadi asistenku. Reaksi yang saat itu kutunjukkan merupakan salah satu jalan agar kau bisa segera sampai di singgasana ini. Dan aku sebenarnya juga sudah lama tahu kalau kau adalah mawar keluarga Osmond yang hilang saat berusia tujuh tahun. Namun karena aku tidak mengerti kenapa kau bisa tidak ingat dengan keluargamu sendiri, aku memutuskan untuk mengikuti alur yang di buat oleh Tuhan. Saat kita berada di Negara N, akulah orang yang menggiring agar Brenda datang ke hotel dan bisa bertemu denganmu karena saat itu Rolland terus bertanya tentangmu. Maaf, aku melakukannya karena aku sangat mencintaimu. Aku hanya ingin yang terbaik untukmu saja.”


Akhirnya terpecahlah semua puzzle yang selama ini di anggap hanya sebagai kebetulan saja. Siapa yang akan menyangka kalau Adam dan Rose sebenarnya telah saling suka sejak dulu. Mereka sama-sama menyembunyikan rahasia yang pada akhirnya berujung tentang cinta. Tidakkah kalian berpikir kalau cinta di antara kedua mafia ini adalah cinta yang sangat unik? Jika setuju, tolong komentar di bawah.


“Aku terkejut mendengarnya, Dam. Kita seri. Aku mengeluarkan Mama Karina sebagai kartu as, dan kau mengeluarkan hal ini sebagai kartu dewamu. Benar-benar kejutan yang sangat tidak terduga. Aku salut,” ucap Rose sambil menyentuh satu foto bergambar dirinya ketika belum menjadi ketua kelompok Quenn Ma.


“Mungkin ini hanya sebagian kejutan yang sudah kupersiapkan khusus untukmu, Hon. Kemarilah, aku akan menunjukkan apa yang selama ini telah kukumpulkan demi agar bisa meratukan dirimu. Ayo!”


“Wooowwwww, Adam. Kali ini aku benar-benar percaya kalau kau telah mempersiapkan satu istana mewah untuk Rose. Ya Tuhan Ya Tuhan, darimana kau mendapatkan semua emas dan berlian ini? Astaga, mendadak aku ingin jadi perampok!” teriak Reina terkagum-kagum akan satu ruangan yang di dalamnya ada banyak sekali perhiasan yang sudah di susun sedemikian rapihnya. Sungguh, sebanyak-banyaknya harta yang ada di markas Queen ma, itu masih belum bisa di bandingkan dengan yang ada di sini. Adam benar-benar gila, dia sangat luar biasa kaya ternyata.


“Aku telah meminta seseorang membuatkan ruangan ini secara khusus agar tidak ada yang tahu kalau aku menyembunyikan sesuatu yang begitu luar biasa berharga di sini. Apa kau mau lihat?” tanya Adam sambil mengusap-usap pipinya Rose penuh cinta.


“Apa itu?” jawab Rose.


“Senyummu,”

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu Adam menekan tombol yang berada tak jauh darinya. Reina yang kala itu sedang sibuk melihat berlian-berlian milik Adam langsung tercengang seperti orang bodoh saat seluruh rungan di penuhi layar menyala berisi video Rose yang sedang tersenyum. Dan pada akhirnya, semua orang pun masuk ke dalam ruangan itu untuk melihat rekaman berisi videonya Rose yang telah di abadikan oleh Adam dari tahun ke tahun. Berkat rekaman ini, Grizelle dan keluarganya bisa melihat tumbuh kembangnya Rose sedari remaja. Mata semua orang kini tampak berkaca-kaca, mereka sama sekali tidak menyangka kalau Adam mencintai Rose sampai sebegini dalamnya. Tak kuat menahan keharuan tersebut, Grizelle tiba-tiba menangis kencang. Walaupun tidak bisa melihat sepenuhnya, tapi sedikit banyak dia bisa menyaksikan bagaimana Rose kecil tumbuh menjadi remaja kemudian menjadi dewasa. Orangtua mana yang tidak akan menjerit bahagia menyaksikan sesuatu yang pernah di anggapnya hilang dari genggaman. Dan itulah yang sedang dirasakan oleh Grizelle dan keluarga besarnya sekarang.


“Apa kau bahagia?” bisik Adam. Dia lalu menyeka air mata yang menetes dari sudut matanya Rose.


“Terima kasih,” sahut Rose sambil menahan suara isak tangisnya. “Terima kasih karena kau telah mencintaiku lebih dari rasa yang aku miliki. Terima kasih juga karena kau telah membuat memori seindah ini. Aku … bahagia sekali. Aku sangat bahagia sekarang.”


“Syukurlah kalau kau bahagia, itu tandanya usahaku selama ini tidak sia-sia. Dan Honey, bisakah aku meminta satu hal padamu?”


“Apa?"


“Tolong cukup cintai aku saja.”


Rose menoleh. Dengan air mata berderai, dia mengangguk mengiyakan permintaan Adam. Sungguh, Rose tidak pernah mengira kalau kisah cintanya akan berakhir semanis ini. Andai saja Rose tahu kalau Adam juga telah mencintainya sedari lama, mungkin dia tidak akan memainkan puzzle yang begitu panjang. Tapi apa mau di kata. Cinta mereka bersemi di atas kesakitan dan kerinduan. Juga balas dendam dan pengkhianatan. Mungkin inilah yang namanya hidup di mana tidak ada satupun manusia yang mampu menebak apa yang akan terjadi di masa depan. Awalnya Rose berpikir dialah yang lebih dulu menyukai Adam. Namun siapa yang akan menyangka kalau Adam ternyata sudah lebih dulu mengenalnya dan mencintainya. Lucu sekali bukan? Cinta mereka terkemas indah dalam sebuah tulisan novel yang menyimpan makna begitu dalam.


{Terima kasih untuk kalian semua yang telah mengikuti novel Ma Queen Rose sejak awal. Penulis ingin meminta maaf jika di dalam penulisan novel ini ada kata-kata yang tidak sengaja menyakiti hati kalian. Untuk scene-scene yang belum ter-up, akan menyusul di extra part selanjutnya. Sekali lagi terima kasih banyak pada kalian. I love you}


***

__ADS_1


__ADS_2