Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Potongan Puzzle


__ADS_3

"Tolong duduklah dengan benar, Brenda. Jangan menempel terus seperti permen karet!" keluh Rolland sembari mendorong tubuh Brenda yang ingin duduk di atas pangkuannya.


"Aku juga ingin duduk tadi, Kak. Tapi kenapa malah di usir? Dan juga aku ini bukan permen karet, tapi lem lalat yang perekatnya sangat kuat!" sahut Brenda tanpa merasa marah sama sekali.


Liona, Greg, Grizelle, Drax dan Ethan hanya diam sambil memperhatikan kedua anak Adam yang sejak tadi terus berdebat. Mereka merasa lucu melihat betapa gigihnya Brenda dalam mengambil perhatian dari Rolland.


"Selamat pagi, Tuan dan Nyonya!" sapa Hansen yang baru saja datang.


Ya, saat ini semua orang sedang berada di restoran yang ada di hotel tempat mereka menginap. Mereka baru saja melakukan sarapan pagi dimana Hansen tidak ikut sarapan bersama karena masih istirahat.


"Pagi, Hansen. Bagaimana keadaanmu? Apa sudah lebih baik?" tanya Liona.


"Sudah, Nyonya. Saya sungguh tidak menyangka akan kalah dengan keadaan di desa itu, Nyonya. Ini benar-benar sangat memalukan!" keluh Hansen.


"Tidak masalah. Kau itu masih manusia biasa, Hansen. Wajar jika suhu tertentu tidak bisa di terima oleh tubuhmu!" sahut Liona lagi sembari memperlihatkan raut wajah yang sangat serius. "Tolong kau katakan lagi apa yang di tulis oleh Kakek Frans. Karena aku merasa kalau bukan hanya Flyn saja yang turut andil dalam hilangnya ingatan Rose. Aku yakin sekali pasti masih ada orang lain di belakangnya."


Semua orang menjadi tegang saat Hansen menganggukkan kepala. Bahkan Rolland sampai lupa kalau sekarang Brenda sudah duduk di atas pangkuannya dengan senyum penuh kemenangan.


"Menurut apa yang di tulis oleh Kakek Frans, dulu di saat Nona Muda Rose baru sadar, beliau sempat hilang selama beberapa hari. Dan di saat kembali pulang, ada yang aneh di diri Nona Muda. Tatapannya terlihat kosong seperti orang yang baru saja melihat sesuatu hal yang sangat mengerikan. Tapi Nona Muda menolak untuk bicara saat Kakek Frans menanyakan ada apa," ucap Hansen serius.


Kening Liona berkerut. Dia kemudian menoleh ke arah suaminya yang juga tampak mengerutkan kening. Sepertinya masih ada rahasia lain yang di tutupi oleh Rose. Dan kemungkinan besar rahasia ini terhubung dengan beberapa hal.


"Nyonya Liona, entah kenapa saya merasa kalau Nona Muda saat ini tengah melindungi seseorang. Dan kemungkinan besar orang tersebut adalah orang yang bersamanya ketika menghilang dulu."


"Kita satu pemikiran, Hansen. Aku juga menebak seperti apa yang kau ucapkan barusan. Kejadian itu pasti sangat membekas di hati Rose sampai-sampai dia tidak mau menceritakannya pada orang lain!" imbuh Drax ikut menimpali ucapan Hansen.


"Aku jadi penasaran kejadian seperti apa yang di lihat oleh putri kita, Drax. Dan jika mengingat kondisinya yang baru tersadar dari koma, harusnya ingatan Rose masih bermasalah. Efek dari obat yang di suntikkan oleh Flyn pasti masih memiliki efek yang kuat meski sudah membuat Rose kita tertidur selama dua tahun lamanya. Ini aneh. Benar tidak, Bu?" tanya Grizelle sambil menatap penuh tanya ke arah ibunya.


Semua orang mengangguk setuju dengan perkataan Grizelle. Kembali muncul teka-teki yang membuat mereka semua bertanya-tanya dalam hati.

__ADS_1


"Greg,"


"Ya Hon. Kenapa?" sahut Greg sambil menatap ke arah istrinya.


Ah, istriku masih sangat cantik ternyata, batin Greg.


Sebelum bicara, Liona terlebih dahulu menggelengkan kepala mendengar isi pikiran suaminya. Dia kemudian melirik ke arah Grizelle dan Rolland yang sedang menahan senyum. Greg masih sama seperti dulu. Sama-sama tidak tahu tempat jika ingin membatin. Sudah tahu putri dan cucunya bisa membaca pikiran, masih saja dia mengucapkan kata memalukan.


"Aku rasa kejadian hilangnya Rose ada hubungannya dengan nama kelompok yang dia buat. Nama Ma di belakang Queen itu sepertinya tidak sesederhana yang kita tahu. Juga bukan karena Rose yang mengingat kalau di tubuhnya mengalir darah keluarga Ma. Pasti nama itu mengandung satu kunci yang menuju pada seseorang!"


"Jadi maksud Ibu nama kelompok Queen Ma itu di tujukan untuk seseorang yang saat itu bersama dengan Rose?" tanya Drax yang sedikit memahami maksud dari perkataan ibu mertuanya.


"Ini masih kiasan saja, Drax. Belum tentu juga pemikiran Ibu benar. Sebenarnya sejak awal benak Ibu cukup merasa terganggu karena rasanya sedikit tidak masuk akal jika Rose menamai kelompoknya dengan menggunakan nama marga dari keluarga kakeknya. Kenapa seperti itu? Karena dia sama sekali tidak memiliki ingatan apapun tentang kita. Pun jika menyebutnya sebagai satu kebetulan, alasannya juga masih kurang kuat!" jawab Liona sembari mengusap bibir bawahnya.


"Berarti nama Ma ini bisa kita artikan sebagai musuh, atau bahkan nama seseorang yang telah menyelamatkan Rose dari kejadian di saat dia menghilang. Tapi siapa? Siapa orang yang memiliki inisial Ma?" ucap Greg bertanya-tanya.


Brenda yang tidak tahu apa-apa tampak mengerutkan kening. Dia kemudian teringat dengan sosok gadis culun yang sepertinya memiliki hubungan dekat dengan Rose.


"Namanya Mona, dia adalah cucu dari mantan orang kepercayaan kakekmu," jawab Grizelle.


Dan begitu Grizelle selesai berkata, semua orang nampak kaget. Mereka semua saling melihat satu sama lain, seolah nama Mona memiliki arti tertentu di pikiran mereka.


"Hubungi Niel. Tanya padanya siapa nama lengkap Mona!" perintah Liona.


Hansen mengangguk. Dia segera menghubungi nomor mantan rekannya dulu setelah mendapatkan nomornya dari sang majikan. Sambil menunggu panggilan tersambung, pikiran Hansen mencoba menerka ada hubungan apa antara Mona dengan Nona Muda Rose.


"Halo, siapa ini?"


"Niel, ini aku, Hansen. Nyonya Liona ingin tahu siapa nama lengkap cucumu. Bisa tolong beritahukan sekarang tidak? Semua orang sedang menunggu!" ucap Hansen begitu panggilan tersambung.

__ADS_1


Liona meminta Hansen untuk meloudspeaker ponselnya agar dia bisa ikut mendengar potongan puzzel yang bisa menjawab rasa penasarannya. Sungguh, Liona benar-benar sangat berharap kalau jawaban Niel bisa membuatnya merasa puas.


"Oh, namanya Mona Kiara. Kalau boleh tahu kenapa Nyonya Liona bertanya tentang nama cucuku, Hansen? Apakah Mona telah melakukan sesuatu yang salah pada kalian?"


"Tidak, Niel. Cucumu tidak melakukan kesalahan apapun. Hanya saja kami tengah mencari tahu tentang sesuatu yang kemungkinan berhubungan dengan Mona. Makanya aku menghubungimu!" jawab Hansen.


Mata tajam Liona terlihat menusuk saat dia tidak mendapat jawaban yang dia inginkan. Mona Kiara, jika di singkat akan menjadi MK, bukan Ma. Jadi Ma ini apa?


"Niel, tolong datanglah kemari. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu!" ucap Greg yang tanggap jika istrinya tengah memendam amarah.


"Baik, Tuan Greg. Secepatnya saya akan segera sampai di hotel."


Panggilan langsung terputus setelah Niel berpamitan. Wajah semua orang terlihat tegang melihat si singa betina yang terlihat gusar dalam duduknya.


"Bukan Mona orangnya," gumam Liona.


"Tenang, Honey. Kita pikirkan perlahan-lahan, pasti nanti kita bisa menemukan titik terangnya!" hibur Greg sembari mengusap punggung istrinya.


"Ini tidak sesederhana yang kau pikirkan, Greg. Rose pasti sedang merencanakan sesuatu yang sangat besar karena nama itu sampai harus di patenkan untuk nama kelompoknya. Aku yakin, Ma ini adalah puncak dari kemarahannya. Ma adalah sesuatu yang membuat jiwanya Rose bergolak. Aku yakin itu, Greg!" ucap Liona kian resah.


"Lalu apa yang harus kita lakukan, Hon?"


Liona diam berpikir. Dia kemudian mengatakan pada semua orang kalau kepulangan mereka terpaksa harus di tunda dulu sampai permasalahan ini selesai. Liona begitu mengkhawatirkan keselamatan cucunya, hatinya berbisik kalau sebentar lagi akan terjadi sebuah tragedi besar yang menyangkut nyawanya Rosalinda.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...

__ADS_1


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2