
Hah hah hah
Rose terbangun dengan tubuh di banjiri keringat dingin. Nafasnya menderu, dan tatapan matanya begitu gelisah. Adam yang terkejut melihat istrinya tiba-tiba bangun dalam kondisi yang tidak wajar pun segera menyalakan lampu. Dia membelalakan mata ketika mendapati wajahnya Rose yang sangat pucat seperti mayat.
"Astaga Hon, kau kenapa?" tanya Adam sambil menangkup wajah Rose. Dia merinding ketika merasakan kulit wajah istrinya yang terasa begitu dingin.
"Mona, Dam."
"Mona? Dia kenapa?"
"Dia mati."
Setelah berkata seperti itu Rose langsung berteriak kesakitan sambil memegangi kedua telinganya. Matanya berkunang-kunang saat telinganya berdenging dengan sangat kuat. Rose tidak tahu kenapa tiba-tiba dia bisa memimpikan Mona yang terbaring kaku di atas ranjangnya. Dia tidak terluka, tapi anehnya detak jantung Mona tak lagi berbunyi. Rose yang dalam bayangannya melihat Mona seperti itu hanya bisa berteriak histeris. Hingga pada akhirnya Rose terbangun dari tidurnya.
"Astaga Honey, kau kenapa? Apa yang sakit?" cecar Adam panik melihat Rose yang terus menjerit kesakitan.
Bingung dengan apa yang terjadi, Adam segera menyambar ponsel yang ada di atas meja. Dengan satu tangan memegangi tangannya Rose, Adam melakukan panggilan ke nomor ibu mertuanya. Rose sedang hamil, Adam sangat khawatir kalau kejadian ini akan berdampak pada keduanya.
"AAAAAAA!! SAKIT, DAM!" teriak Rose dengan sangat kuat.
"Tolong angkat, Mom!" ucap Adam gelisah saat panggilannya tak kunjung di jawab.
Baru ketika Adam hendak memutuskan panggilan dan berganti menghubungi nomor neneknya Rose, sang mertua menjawab panggilan.
"Halo Dam, kenapa kau menghubungi Mommy malam-malam begini. Ada ap... astaga, itu siapa yang berteriak, Dam. Rose, itu suaranya Rose. Apa yang sedang terjadi di sana, Adam? Ada apa?"
"Mom, tolong cepat datang ke apartemen kami. Rose tiba-tiba menjerit kesakitan seperti ini. Tolong hubungi Resan juga. Minta obat pada mereka. Sekarang, Mom!" jawab Adam kemudian memutuskan panggilan.
Rose sudah setengah tidak sadar saat Adam mengguncang tubuhnya. Semuanya sakit, beribu bayangan seperti bermunculan di kepalanya. Setiap kali Rose memimpikan sesuatu yang aneh, bayangan-bayangan seperti ini pasti akan langsung menghantam kepalanya. Dia tidak tahu kenapa. Yang jelas, rasanya benar-benar sangat sakit. Sakit sampai tidak bisa di gambarkan dengan kata-kata.
"Honey, hei. Jaga kesadaranmu, Hon. Jangan tidur!" ucap Adam gelisah melihat mata istrinya yang seperti akan terpejam.
__ADS_1
"S-sakit."
"Iya, tunggu sebentar ya. Mommy dan yang lainnya akan segera datang membawakan obat. Kau jangan sampai tidur, kau harus tetap terjaga, Hon."
Tak kehabisan akal, Adam membopong tubuh Rose kemudian membawanya keluar dari dalam kamar. Dia lalu berjalan menuju dapur, kemudian mendudukkan istrinya di atas meja.
"Hei," panggil Adam lirih. Dia menepuk pelan pipinya Rose agar tidak tertidur. "Kau mau makan sesuatu tidak? Em, salad mungkin? Atau kau ingin makan makanan yang lain? Honey, jangan tidur."
"Sakit, Dam. Sakit!" rintih Rose. Dia sudah tidak mampu bertahan lagi. Dan akhirnya ....
Kacau. Adam mengumpat dengan kasar saat Rose yang jatuh tak sadarkan diri. Dia menggeram marah, mengutuk Flyn yang telah membuat istrinya menderita berkepanjangan seperti ini.
"Sayang kau sudah mati, Flyn. Kalau tidak, aku bersumpah menjadikan tubuhmu sebagai pijakan sepatuku. Kau benar-benar biadap!"
Sambil terus mengutuki Flyn, Adam mengusap punggungnya Rose yang sudah terkulai lemas di pelukannya. Semua itu berlangsung cukup lama hingga akhirnya pintu apartemen di buka oleh seseorang. Tahu siapa yang datang, Adam sama sekali tidak bergeming dari tempatnya berdiri sekarang. Dia sedang berusaha menutupi sisi gelapnya dari orang-orang yang kini sedang berlari ke arahnya.
"Ya Tuhan Rose, kau kenapa sayang? Rose kenapa, Dam!" jerit Grizelle tak terkendali.
"Aku tidak mau tahu. Tangkap dan paksa seluruh dokter terbaik yang ada di sana. Aku ingin kalian semua menciptakan obat yang bisa menyembuhkan penyakit istriku. Setelah obat itu berhasil di temukan, habisi mereka semua. Jangan sisakan satupun, termasuk juga dengan para pengawal yang berjaga di lab. Jika gagal, kepalamu yang akan menjadi penggantinya!"
"Baik, bos. Akan segera kami lakukan."
Klik.
Adam menarik nafas. Setelah itu dia kembali keluar untuk melihat bagaimana keadaan Rose sekarang. Hati suami mana yang tidak hancur menyaksikan istrinya yang tidak sadarkan diri dalam kondisi hamil. Namun untuk sekarang Adam tidak bisa berbuat apa-apa karena orang yang menyebabkan istrinya jadi seperti ini sudah mati.
"Rose, bangun sayang. Ini Mommy, Nak. Tolong buka matamu. Hiksss Drax, bagaimana ini. Sampai kapan pengaruh obat itu akan terus menyiksa putri kita. Aku tidak tahan, Drax. Aku tidak tahan!" tanya Grizelle sambil berurai air mata.
"Iya sayang, aku tahu. Tolong tenanglah, kasihan Rose!" sahut Drax tak kalah panik melihat kondisi putri kesayangannya.
Tak berselang lama, Liona dan Greg datang. Raut wajah mereka tak kalah khawatirnya dengan orang-orang yang ada di sini. Di susul dengan kedatangan Reina yang muncul seperti orang kerasukan. Wanita jadi-jadian itu langsung mengambil Rose dari pelukan ibunya.
__ADS_1
"Hei Rose, kali ini ada apa? Apa kau mencoba mengingat sesuatu lagi, hm? Aku kan sudah bilang jangan di paksakan. Kenapa kau bandel sekali sih!"
Jantung Reina hampir copot saat Resan mengirim pesan kalau mawarnya kembali jatuh tak sadarkan diri. Dia yang saat itu masih berada di studio tattonya langsung melesat kemari saking khawatirnya Reina pada dewinya ini.
"Adam, kau apakan kesayanganku hah. Jangan bilang kau memaksanya untuk mengingat tentang masa lalunya ya. Jika iya, maka ayo kita berduel sampai mati!" tuduh Reina sambil melayangkan tatapan membunuh pada Adamar.
"Aku tidak segila itu dengan meminta Rose melakukan sesuatu yang bisa menyakiti dirinya sendiri. Kami berdua sedang tidur, dan tiba-tiba saja dia terbangun dengan wajah pucat pasi. Saat aku bertanya kenapa, dia bilang Mona mati. Setelah itu dia menjerit, kemudian pingsan seperti ini. Kau pikir aku suka melihat istriku begini? Tidak Reina. Jadi kau jangan asal menuduhku!" amuk Adam tak terima.
"Mona mati?"
Liona dan Grizelle saling melempar pandangan. Karena kehilangan ingatan, kemungkinan besar Rose tidak bisa mengendalikan diri ketika melihat sesuatu di mimpinya. Sampai detik ini, Rose masih belum sadar kalau dirinya memiliki kemampuan untuk melihat masa lalu dan masa depan. Mungkin hal inilah yang menjadi penyebab Rose menjadi lemah. Dan Mona... astaga.
"Siapapun cepat hubungi seseorang di markas untuk memeriksa keadaan Mona. Cepat!" teriak Liona.
Resan bingung. Namun dia segera menuruti apa yang di perintahkan oleh Nenek Liona. Dia kemudian memerintahkan anak buahnya untuk berjaga di kamar Mona.
"Dam, jangan khawatir. Rose mungkin hanya terguncang karena melihat masa lalunya. Tidak usah cemas, dia pasti baik-baik saja!" ucap Greg mencoba menenangkan suami dari cucunya.
"Sungguh sangat di sayangkan Flyn mati dengan sangat cepat, Kakek. Kalau saja bisa, ingin rasanya aku menjemput ruhnya dan kembali membawanya hidup di dunia ini. Tanganku benar-benar sangat gatal ingin mengulitinya hidup-hidup. Aku tidak terima istriku di siksa seperti ini!" sahut Adam seraya mengepalkan kedua tangan hingga baku-baku jarinya memutih.
"Tidak ada gunanya membicarakan orang yang sudah mati. Karena sekarang Flyn sedang mempertanggung jawabkan semua dosa-dosanya di hadapan Tuhan. Percayalah, Tuhan pasti akan memberikan hukuman yang sangat pedih. Kau harus yakin itu!"
Adam mendengus. Dia lalu memperhatikan Rose yang masih berada di pelukan Reina. Khawatir terjadi sesuatu, Adam memerintahkan Reina untuk memindahkan Rose ke dalam kamar. Setelah itu dia mengajak keluarganya untuk berbincang di ruang tengah. Mereka sudah tidak bisa tidur setelah melihat keadaan Rose yang cukup menyedihkan.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss ๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
__ADS_1
...๐นFb: Rifani...