
"Portal jalan yang akan di lalui truk kita!" perintah Cesar pada anak buahnya.
"Ces, apa tidak akan beresiko kalau kita terlalu terang-terangan saat akan mengambil barang milik Marcellino? Ini jalan raya, aku khawatir akan memancing kehebohan di sini."
"Justru itu yang aku inginkan. Kalau untuk orang-orang yang tidak mengerti bisnisnya Marcellino, mereka pasti akan berpikir kalau kita adalah berandalan yang ingin balap liar. Tapi untuk mereka-mereka yang tahu siapa Marcellino, kehebohan yang akan terjadi merupakan suatu pertanda kalau bos kita sedang marah besar. Sekalian aku ingin membuat pengkhianat itu keluar dari tempat persembunyiannya. Marcellino memintaku untuk memenggal kepalanya!"
Setelah berkata seperti itu Cesar langsung mengajak semua anak buahnya untuk membelah jalanan yang akan mereka lewati. Salah satu dari anak buah Cesar mengendarai sebuah truk besar yang mana akan mereka gunakan untuk memortal jalan. Sedangkan Cesar sendiri, dia memilih mengendarai Bugatti miliknya kemudian melajukannya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Tiin tiinn tiiiinnnn
Bunyi suara klakson saling bersahut-sahutan saat konvoi mobil milik Cesar dan anak buahnya berhenti di tengah jalan. Para pengendara lain terlihat begitu marah saat perjalanan mereka di hentikan paksa. Salah satu dari pengendara tersebut terlihat keluar dari dalam mobil kemudian menghampiri Cesar yang sedang duduk sambil menghisap rokok di atas mobil Buggatinya.
"Tuan, ada apa ini? Kenapa kalian tiba-tiba menghalangi jalan kami? Kami ingin lewat!"
Bukannya menjawab, Cesar malah menarik senjata kemudian menempelkannya di kening pengendara yang dengan begitu berani melakukan protes. Dia yang saat itu menggunakan masker untuk menutupi sebagian wajahnya agar tidak di kenali membisikkan kata yang langsung membuat pengendara tersebut gemetaran seperti akan pingsan.
"Diam dan masuklah kembali ke dalam mobilmu. Aku sedang menunggu kendaraan yang membawa bom. Kalau kau mengganggu, kepalamu akan aku jadikan campuran bahan peledak. Mau kau?"
"T-tidak, T-Tuan. A-aku tidak mau."
"Kalau begitu patuhlah. Sekarang kembali pada keluargamu yang menunggu di dalam mobil. Sekalian beritahukan pada pengendara lain agar tidak mencari gara-gara sepertimu kalau masih ingin hidup. Pergilah!" usir Cesar kemudian mendorong tubuh si pengendara menggunakan senjata miliknya.
Sebenarnya bukan tanpa alasan kenapa Cesar sampai berbuat seperti itu. Dia sengaja melakukannya karena dia tahu kalau pengendara tersebut adalah seorang mata-mata. Hal itu Cesar ketahui karena saat pengendara tersebut datang mendekat, dia tidak sengaja melihat sebuah tonjolan benda memanjang seukuran dengan senjatanya di pinggang pengendara tersebut. Itulah kenapa dia langsung menodongkan senjata ke arahnya. Untuk jaga-jaga saja, siapa tahu dia akan di serang. Segala kemungkinan bisa saja terjadi bukan? Juga tidak ada salahnya kalau dia waspada di setiap keadaan.
Semakin lama menunggu, semakin banyak juga kendaraan yang terpaksa berhenti akibat ulah Cesar dan anak buahnya. Namun Cesar tidak peduli. Dia dan anak buahnya akan terus seperti ini sampai kendaraan yang membawa barang mereka datang.
__ADS_1
"Ces, pesawatnya sudah hampir sampai. Dan di antara mobil-mobil itu, ada dua orang polisi yang sedang menyamar. Kita bunuh atau biarkan saja?" lapor salah satu anak buah Cesar yang memiliki bekas jahitan memanjang di bibir sebelah kanan.
"Biarkan saja. Habisi nanti setelah semua barang milik kita berpindah ke atas truk. Pastikan juga matamu terus memperhatikan keadaan di sini dengan baik. Siapa tahu pengkhianatnya ada di salah satu mobil yang ada di sini!" sahut Cesar santai. Dia menghisap rokoknya sedalam mungkin kemudian membuang puntungnya ke kaca mobil milik pengendara.
Tak lama kemudian, terdengar suara yang sangat kencang dari arah belakang jalan yang di portal. Suara menderu tersebut rupanya berasal dari sebuah pesawat berukuran kecil yang sedang coba mendarat di jalanan. Para pengendara yang tadinya berada di dalam mobil akhirnya keluar untuk menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi. Mereka tercengang.
"Pindahkan barangnya dengan cepat. Sisakan satu dari kalian untuk mencari keberadaan pengkhianat itu. Cepat!" teriak Cesar saat pesawat perlahan-lahan mulai membuka bagasinya.
Puluhan orang langsung berlari menyerbu badan pesawat untuk mengambil narkoba yang di kemas dalam ratusan karung kemudian memindahkannya ke atas truk. Cesar yang saat itu masih duduk di atas kap Buggati-nya terus mengawasi jalannya pekerjaan anak buahnya yang bergerak dengan sangat cepat. Dia berteriak kasar saat salah satu karung tidak sengaja tersangkut besi yang terdapat di pinggiran pesawat hingga membuat narkoba di dalamnya terbang berceceran.
"Hati-hati bodoh! Harga satu karung barang itu tidak akan bisa kalian ganti meski kalian menjual seluruh organ tubuh sekalipun. Jangan ceroboh!"
"Lantai pesawat ini sangat licin, Ces. Aku tidak sengaja terpeleset tadi!"
Para pengendara terlihat sangat syok saat mereka tahu kalau di hadapan mereka ada sekelompok orang yang dengan terang-terangan sedang mengangkut narkoba dari dalam pesawat. Namun dari sekian banyak pengendara, ada satu orang yang terus duduk di dalam mobil. Sepertinya orang tersebut sama sekali tidak tertarik dengan apa yang sedang terjadi. Karena di tangannya sekarang, terdapat sebuah kamera kecil yang diam-diam dia arahkan pada pria kasar yang sedang duduk di atas kap mobil merk Buggati. Dan ... inilah pengkhianat yang sedang di cari oleh Cesar dan anak buahnya.
Tok tok tok
"Siap ....
Belum sempat orang tersebut menyelesaikan perkataannya, orang yang tadi mengetuk kaca mobil sudah lebih dulu masuk kemudian menusuk pinggangnya menggunakan pisau bergerigi. Seketika wajahnya memucat.
"Kau rupanya. Ada apa? Bukankah kau dan Marcellino adalah rekan? Kenapa berkhianat? Lihat. Demi agar kami bisa menemukanmu, Cesar sampai harus menghabiskan biaya besar untuk membeli satu pesawat. Aku sungguh heran padamu. Berani sekali kau mencampuri bisnis bos kami. Apa kau lupa siapa Marcellino? Hah!"
Cesar yang mengetahui kalau anak buahnya telah berhasil menemukan si pengkhianat, nampak tersenyum puas sambil mematikan earpiece yang terpasang di telinganya. Setelah itu dia memanggil semua anak buahnya agar segera kembali ke mobil masing-masing. Dramanya sudah selesai, mereka harus kembali ke tempat dimana transaksi yang sebenarnya akan dilakukan.
__ADS_1
Kalian semua pasti berfikir kalau apa yang sedang terjadi di jalanan adalah bagian dari bisnisnya Marcellino. Iya kan? Kalian salah. Yang sebenarnya sedang terjadi hanyalah satu jebakan yang sengaja dilakukan untuk mengecoh gabungan polisi yang ingin menggagalkan transaksi narkoba milik Marcellino. Juga sengaja dilakukan untuk menangkap pengkhianat yang coba-coba mengkambinghitamkan Marcellino dengan tujuan menghancurkan bisnisnya. Tapi sayang, otak si penghianat tersebut masih kalah pintar dengan otaknya Cesar. Dia dengan kejeniusannya membuat drama seolah transaksi tersebut dilakukan di jalanan ini. Bahkan Cesar tak ragu untuk membeli sebuah pesawat hanya demi melancarkan aksinya tersebut.
"Kau pikir mudah untuk menjatuhkan kekuasaan seorang Marcellino Altezza Lorenzo? Cihhh, dasar dungu. Kau perlu melangkahi mayatku dulu jika ingin mengusik bisnis milik Marcellino. Hanya dengan bermodal rayuan manis untuk membujuk para polisi itu kau kira bisa menumbangkan kekuasaan kami? Tidak semudah itu, kawan!" ucap Cesar sebelum melajukan mobilnya untuk pergi dari sana.
Tepat setelah Cesar dan anak buahnya pergi, belasan mobil polisi sampai di tkp. Mereka langsung berbagi tugas untuk memeriksa bubuk-bubuk putih yang berserakan di jalanan. Sebagian dari mereka juga ada yang memeriksa ke bagian dalam pesawat.
"Ini bukan narkoba, tapi ini sagu. Kita terkecoh!" teriak polisi dengan raut wajah yang sangat buruk setelah menyadari kalau dia dan pasukannya telah tertipu.
Bersamaan dengan itu, beberapa polisi yang tadi sedang memeriksa bagian dalam pesawat terlihat lari kocar-kacir sambil berteriak pada semua orang.
"ADA BOOMM!! TIARAP!!!
DUAAAAAARRR
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...BOM KOMENTAR GENGSS BIAR NANTI SORE EMAK BISA CRAZY UP LAGI... ๐...
...๐นJangan lupa vote, like dan comment...
...ya gengss๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
...๐นFb: Rifani...
__ADS_1