
📢📢📢 BOM KOMENTARNYA BESTIE 💜
***
“Tuan Royce, gawat!!”
Royce yang tengah duduk santai sambil menaikkan kedua kaki di atas meja langsung menatap kaget ke arah anak buahnya yang datang sambil meneriakkan kata gawat. Sadar ada bahaya mengancam, Royce segera mengaqw1mbil senjata yang dia sembunyikan di saku jasnya. Setelah itu dia meminta penjaga menjelaskan apa yang terjadi.
“Ada apa?”
“Tuan, di luar gudang ada Tuan Marcellino dan Tuan Cesar. Mereka kembali dari Negara N lebih cepat dari yang kita perkirakan!”
Sebelah alis Royce terangkat ke atas. Dia lalu menyeringai. “Marcellino dan Cesar. Apa mereka hanya berdua saja? Berani sekali mereka. Heh!” tanya Royce mengejek keberanian Marcellino yang datang tanpa membawa satupun anak buah.
“Benar, Tuan. Tuan Marcellino hanya datang bersama Tuan Cesar saja. Tapi, Tuan Royce. Kita tidak boleh lengah dengan menganggap mereka benar-benar hanya berdua. Saat ini Tuan Marcellino telah bergabung dengan keluarga yang menjadi musuh mendiang Tuan Eden. Saya yakin mereka pasti ikut mengawal Tuan Marcellino, tapi bersembunyi di suatu tempat.”
“Hmmm, kau benar juga. Kalau begitu sebar orang-orang untuk mengintai dari belakang. Urusan Marcellino biar aku sendiri yang membereskannya!” ucap Royce. “A, satu lagi. Jika di antara orang-orang itu ada mereka, pastikan untuk tetap hidup. Aku sendiri yang akan mencabut nyawa mereka satu-persatu. Paham?”
“Paham, Tuan.”
“Pergilah!”
__ADS_1
Royce segera meminta anak buahnya yang lain untuk ikut pergi menyambut mantan sahabatnya. Tak lupa juga dia menyiagakan senjata di lengan bajunya agar tidak kecolongan saat Marcellino menyerang tiba-tiba.
Sementara itu di luar gudang, Cesar nampak tersenyum kecil melihat Royce muncul bersama puluhan anak buahnya. Rasanya sungguh lucu. Cesar seperti sedang melihat bayi tua yang dikawal oleh banyak babysitter saat akan pergi bermain.
“Wow, Marcellino. Apa kabar? Aaa, kau pasti bahagia sekali bukan setelah di umumkan menjadi bagian dari keluarga Osmond?” tanya Royce mengejek Marcellino dengan bangganya.
“Tentu saja aku bahagia. Tapi tak sebahagia seperti dirimu yang telah merebut gudang ini,” jawab Marcellino santai. ”Oya, Royce. Aku penasaran apakah kau dan anak buahmu yang bodoh itu telah berhasil membuka ruangan special itu atau belum. Karena dari waktu yang aku perkirakan, harusnya sekarang kalian sudah menguasai seluruh harta yang ada di sana. Dan aku akan sangat kecewa sekali jika kalian masih belum bisa membukanya!”
Royce mengeretakkan giginya dengan kuat saat Marcellino mengejeknya balik. Dia merasa sedang di olok-olok karena sampai sekarang anak buahnya masih belum bisa membuka satu-satunya ruangan yang kemungkinan besar menjadi tempat Marcellino menyimpan seluruh harta kekayaannya. Entah baja macam apa yang digunakan oleh bajingan ini untuk mengunci ruangan tersebut. Anak buahnya Royce sempat hampir kehilangan nyawa karena saat mereka mencoba menggergaji pintu tersebut, serbuknya ternyata telah tercampur dengan racun. Sadar kalau Marcellino memasang banyak sekali jebakan untuk melindungi asetnya, Royce pun memutuskan untuk meminta bantuan dari anggota tertentu untuk membukanya. Namun sungguh sial. Sebelum orang-orang itu datang dan membuka pintu tersebut, Marcellino malah lebih dulu muncul di sini. Otomatis Royce merasa terhina saat Marcellino menyinggung tentang ruangan itu.
“Royce, aku sungguh menyayangkan sikapmu yang lancang membohongiku dengan mengatakan kalau kau hanya ingin aku memeriksa latar belakangnya Rose. Andai kau jujur dari awal, pertemanan kita pasti tidak akan berakhir seperti ini!” ucap Marcellino dengan pandangan mata yang mulai diliputi emosi.
“Ya, kau benar. Kau dan Rose terhubung oleh dendam yang di bawa oleh keluargamu, dan itu sama sekali tidak ada hubungannya denganku. Aku menyelidiki latar belakangnya Rose atas keinginanmu, tapi siapa yang akan mengira kalau kau malah sedang memanfaatkan kekuasaanku atas dasar pertemanan. Rose begitu cantik dan mempesona. Aku jatuh cinta padanya dan ingin dia menjadi pasanganku. Awalnya aku ingin membicarakan hal ini secara baik-baik denganmu. Tapi setelah aku tahu kau hanya memanfaatkan aku dan berniat membunuh Rose, aku memutuskan untuk tidak berpihak padamu lagi. Jadi salah besar kalau kau menyebutku sebagai pengkhianat karena sedari awal kaulah yang lebih dulu berkhianat, bukan aku. Dan sekarang, kau dan anak buahmu malah diam-diam menyerang tempat ini dan ingin menguasainya. Sikapmu sudah tidak bisa aku tolerir lagi, Royce. Jadi ….
Marcellino menyeringai. Dan hal ini membuat tengkuk Royce meremang.
“Mari kita berperang!”
Terdengar suara tarikan pelatuk senjata api saat Marcellino menyatakan untuk berperang dengan Royce. Cesar yang melihat kesiagaan di diri lawan dengan santainya menelpon seseorang. Dan percakapannya dengan orang tersebut membuat Royce membelalakkan mata dengan sangat lebar.
“Halo, Nona Rose. Saya dan Marcellino telah memutuskan berperang untuk mengambil alih gudang ini. Apa perintah anda?” tanya Cesar dengan sengaja memberitahu Royce kalau dia adalah bagian dari kelompok Quenn Ma. Seperti biasa, surpriseee. Hahaha.
__ADS_1
“Cesar, jangan bilang kau ….
“Baiklah, Nona. Kami akan melakukan sesuai yang anda perintahkan. Kalau begitu pangilan ini akan saya matikan dulu,” ucap Cesar tak langsung menjawab rasa penasaran Royce. Baru setelah panggilannya terputus, Cesar mengangguk sambil tertawa. “Kau benar, Royce. Sedari awal aku mengenal Marcellino, aku adalah bagian dari kelompok orang yang begitu ingin kau bunuh. Bahkan keberadaanku di sisi Marcellino adalah atas perintah khusus dari Nona Rose. Kau ingin tahu apa alasannya?”
Tanpa sadar Royce mengangguk. Entah mengapa dia merasa kalau Marcellino, Cesar dan Rose telah saling mengenal sedari awal. Tapi jika dugaannya benar, lalu kenapa Marcellino mengeluh kesulitan saat ingin memeriksa data-data pribadi tentang Rose? Ini aneh. Sepertinya ada permainan yang tidak di sadari oleh Royce di sini.
“Sebelum Adamar menjadi seorang Marcellino Altezza Lorenzo, dia telah lebih dulu di tandai sebagai miliknya Nona Rose. Dan penyebabnya adalah karena pengkhianatan yang dilakukan oleh Tuan Phillipe, yang tak lain adalah ayah kandungnya Marcellino. Coba kau pikirkan baik-baik. Darimana Nona Rose memiliki dukungan dana yang begitu besar hingga mampu memiliki satu kelompok yang bahkan kau sendiri tidak bisa menembus data kelompok tersebut jika tidak ada orang besar di belakangnya? Juga dengan saham atas nama Mr.X yang tercatat hampir di semua perusahaan besar di Negara ini. Kau pikir Nona kami bisa mendapatkan semua itu dengan mudah setelah apa yang ayahmu dan Flynn keparat itu lakukan padanya? Tidak, Royce. Dan di balik kekuasaan Tuan Phillipe yang begitu besar, dia hanyalah seekor anjing yang diam-diam di kendalikan oleh wanita yang begitu ingin kau singkirkan dari atas muka bumi ini. Jadi sedari awal bukan kau yang meminta Marcellino untuk menyelidiki Nona Rose, tapi kalianlah yang sejak awal sudah di perhatikan olehnya. Paham?”
“A-apa? J-jadi Tuan Phillipe, dia ….
Tidak mungkin. Bagaimana bisa ini semua terjadi? Tidak-tidak. Rose tidak mungkin tahu siapa aku, Tuan Phillipe dan Marcellino tidak mungkin di kendalikan oleh Rose. I-ini mustahil! Mustahil!
“Kenapa, Royce? Takut?” ejek Marcellino.
“Takut? Heh. Aku ini bukan dirimu yang langsung berubah menjadi keledai dungu begitu merasakan tubuhnya Rose, Marcellino. Tak peduli apakah kau dan ayahmu adalah anjingnya Rose atau bukan, aku akan tetap menghabisi mereka. Dan kalian berdua, aku pastikan kalian mengalami nasib yang sama seperti orang-orang silan itu!” teriak Royce penuh emosi. Dia lalu memberi kode pada anak buahnya agar menembak Cesar dan Marcellino.
“Keponakanku, kau terlalu terburu-buru. Sapalah Bibimu dulu sebelum kita benar-benar berperang untuk menuntaskan balas dendam ini!”
Siapa wanita ini??
***
__ADS_1