
Wajah Adam pucat pasi ketika duduk berhadapan dengan Rose. Dia terus menelan ludah saat istrinya terus menatapnya tanpa berkedip. Sebenarnya bukan tatapan itu yang membuat Adam jadi seperti ini, melainkan suara seseorang yang sedang bicara dari dalam telepon.
"Tuan Adamar tergabung dalam sebuah sekte yang bernama Son of God, Nona. Sudah ada sekitar tiga tahun dia menjadi bagian dari mereka."
"Son of God? Sekte macam apa itu? Pemujaan seperti apa yang mereka lakukan dan tumbal jenis apa yang mereka korbankan?"
Terdengar gemeletuk gigi saat Rose berbicara dengan Resan. Matanya yang tajam terus menatap wajah suaminya yang terlihat gelisah. Rose, dia sangat membenci orang-orang yang bergabung dalam sebuah sekte sesat. Dan tanpa dinyana, suaminya sendiri ternyata adalah bagian dari pemujaan yang sangat dia benci itu. Rose sangat tidak percaya kalau dia telah menikah dengan musuhnya sendiri.
"Honey, aku bisa jelaskan tentang masalah ini. Tolong jangan salah paham dulu padaku!" ucap Adam mencoba untuk meredam kemarahan Rose.
"Aku bilang jelaskan tentang sekte k*parat itu, Resan!" teriak Rose murka.
"Baik, Nona. Son of God adalah sebuah sekte yang menaungi tentang ketenaran dan juga kekayaan seseorang. Anggota mereka semuanya berjenis kelamin pria yang masih lajang, sedangkan tumbal yang mereka korbankan adalah bayi perempuan yang sudah meninggal. Sekte ini sebenarnya sudah pernah di musnahkan, akan tetapi kembali muncul beberapa tahun belakangan ini."
Seluruh keluarga besar Rose diam mendengarkan penjelasan Resan. Sedangkan Adam, pria itu terus terlihat gusar. Ternyata apa yang dikatakan oleh Cesar benar kalau hal ini sampai di ketahui oleh Rose lebih dulu maka masalahnya akan berujung panjang. Terbukti karena sekarang Rose tengah menatapnya penuh aura permusuhan.
"Kau mengkhianati aku, Dam. Atau jangan-jangan kau memang sengaja menikahiku demi kepentingan sektemu itu, hah!"
Meja kaca yang ada di hadapan Adam pecah berhamburan ketika Rose dengan sangat marah meninjunya. Reina dan Grizelle yang melihat tangan Rose berdarah-darah berniat untuk datang mendekat. Namun keinginan mereka di cegah oleh Nenek Liona.
"Ini urusan mereka berdua. Sebaiknya kita jangan ikut campur!"
"Tapi Bu, tangan Rose terluka. Aku hanya ingin mengobatinya saja!" sahut Grizelle.
"Iya benar, Nenek Liona. Kasihan Rose, dia pasti kesakitan," imbuh Reina cemas.
"Jika Ibu bilang biarkan, maka biarkan. Rose kita tidak selemah yang kalian pikir. Jadi kalian berdua tidak perlu sekhawatir ini padanya," tegur Liona tanpa melepaskan tatapan matanya dari Rose dan Adam yang sedang bertengkar hebat.
__ADS_1
Meski tak tega, Grizelle terpaksa menurut pada kata-kata ibunya. Sambil menyender ke pelukan Drax, dia memperhatikan putrinya yang sedang mengamuk hebat. Sungguh, Grizelle tidak menyangka kalau menantunya adalah bagian dari orang-orang bodoh itu.
"Honey, beri aku waktu untuk menjelaskan masalah ini dulu. Semuanya tidak seperti yang Resan katakan!" ucap Adam masih terus mencoba menjelaskan.
"Oh, jadi maksudmu informasi yang di sampaikan oleh Resan adalah sebuah kebohongan? Iya?" teriak Rose dengan mata berkilat marah. "Aku benar-benar sangat kecewa padamu, Dam. Aku pikir kau itu tidak sama dengan mereka-mereka yang bisanya hanya mengandalkan sesuatu yang tidak jelas. Tapi ternyata, kau adalah salah satu dari bajingan itu. Pergilah! Menyingkir sejauh mungkin dari hadapanku sebelum aku membunuhmu. Menyingkir dariku, Dam!"
"Tidak!"
Dengan tegas Adam menolak keinginan Rose yang memintanya untuk menjauh. Tak mau kesalahpahaman ini kian melebar, dengan cepat Adam duduk bersimpuh di hadapan Rose. Dia berusaha meraih tangan Rose akan tetapi selalu di tepis. Tak kehabisan akal, Adam langsung membenamkan wajah ke perut istrinya. Adam bahkan tidak peduli saat kepalanya menjadi sasaran empuk dari amarah yang sedang menguasai hati istrinya ini.
"Hon, ada alasan kenapa aku sampai bergabung dengan sekte mereka. Hal ini terpaksa aku lakukan karena aku ingin menyelidiki kematian Mama. Aku merasa kalau Mama pergi itu bukan karena keinginan Tuhan, melainkan karena di lenyapkan dengan sengaja. Dan hari itu, aku melihat Papa sedang berbincang dengan seorang anak muda yang ternyata adalah bagian dari Son of God. Hubungan mereka terlihat begitu dekat. Jadi aku memutuskan untuk bergabung demi agar aku bisa membongkar rahasia kematian Mama. Itu saja!"
Rose langsung terdiam setelah mendengar penjelasan suaminya. Dia merasa aneh dan juga bingung.
"Semua kekayaan yang aku miliki murni hasil dari kerja kerasku mengelola bisnis di perusahaan. Aku sama sekali tidak meminta semua itu dari mereka. Pun di setiap ada pertemuan yang datang ke sana itu bukan aku. Ada orang lain yang sudah di bayar oleh Cesar untuk berpura-pura memakai identitasku sebagai Adamar Clarence!" ucap Adam kemudian mendongak. Dia menatap wajah istrinya dengan tatapan memohon. "Maafkan aku Hon, aku terlambat mengatakannya. Sebenarnya masalah inilah yang ingin aku bicarakan denganmu tadi. Akan tetapi Resan sudah mendahuluinya bahkan sebelum aku sempat membuka mulut. Jadi tolong percaya aku ya? Aku benar-benar tidak pernah berhubungan secara langsung dengan mereka."
"Itu yang selama ini belum bisa aku pecahkan, Hon. Papa terlalu pintar dalam menutupi rahasia kematian Mama. Benar-benar seperti tidak ada bukti yang tertinggal meski hanya sedikit. Aku dan Cesar sudah cukup frustasi mencari titik terang dari masalah ini, kami tidak tahu harus mencari bukti kemana lagi!"
"Kau yakin Papa yang menutup-nutupi masalah kematian Mama?" tanya Rose memastikan.
Adam mengangguk.
"Itu berarti Mama telah mengetahui satu rahasia besar yang tidak seharusnya dia ketahui. Bisa saja Mama tidak sengaja mendengar atau melihat rahasia yang selama ini di sembunyikan oleh Papa. Makanya Mama di bunuh agar rahasia itu tidak bocor keluar. Alasan ini jauh lebih masuk akal ketimbang alasanmu yang mencari tahu melalui sekte gila itu. Kau sudah melewatkan sesuatu yang sangat penting, Dam. Ini ceroboh!"
Adam termenung. Benarkah dia telah melewatkan sesuatu yang penting tentang kematian ibunya? Tapi apa?
"Lupakan masalah ini dulu. Sekarang beritahu aku apa saja yang sudah kau lakukan untuk sekte itu!" tanya Rose kemudian menatap dingin ke arah suaminya yang sedang melamun.
__ADS_1
"Aku tidak pernah memberikan apapun pada mereka, Hon. Bergabungnya aku kesana murni hanya karena aku ingin mencari tahu apakah benar Mama menjadi tumbal mereka atau tidak. Sudah," jawab Adam.
"Tapi setahuku orang yang sudah menjadi anggota mereka tidak bisa keluar dengan bebas. Resikonya ada dua. Cacat atau mati!"
"Aku tahu itu, Hon. Karena hal ini jugalah aku masih berpikir dua kali untuk mengumumkan pernikahan kita ke hadapan publik. Aku takut kau akan di incar oleh mereka."
"Mengincarku?"
Rose menyeringai. Dia kemudian melihat ke arah Reina dengan tatapan yang sangat misterius.
"O-ho Tuan Adam, harusnya kau berpikir dulu kalau mau bicara seperti itu pada Rose. Istrimu itu bukan wanita yang mudah di provokasi. Sedikit saja sekte-sekte itu memperlihatkan gerik mencurigakan, maka secepat kilat identitas mereka akan langsung kami ketahui. Dan ya, mereka semua akan mati lebih dulu bahkan sebelum sempat menyentuh bayangan tubuh istrimu," ucap Reina sambil memilin rambut.
Selain Adam yang sedang diam terpaku, semua orang yang ada di sana tampak menyeringai puas setelah mendengar ucapan Reina. Ya, wanita dari keluarga Ma dan keluarga Osmond haruslah kuat seperti Rose. Prinsip ini di pegang teguh oleh wanita yang bernama Liona Serra dan wajib di ikuti oleh semua keturunannya. Termasuk juga dengan ketua organisasi Ma Queen yang tak lain adalah cucunya sendiri.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
โ Hai gengss... mampir2 lah ke chanel yutub temen aku. Seru2 lho... ๐
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss ๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
...๐นFb: Rifani...
__ADS_1