Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Balasan Yang Setimpal


__ADS_3

Begitu Rose dan yang lainnya sampai di ruang bedah, dia dengan wajah datarnya segera mensterilkan kedua tangan. Rose lalu mengambil sebilah pisau operasi kemudian duduk di samping ranjang tempat Flyn terbaring.


Srreetttt


"Aarrggghhhhhhhh...!" jerit Flyn kesakitan saat bagian kanan bawah tulang rusuknya tiba-tiba di sayat menggunakan benda tajam.


Jangan kalian bayangkan seperti apa rasa sakit yang kini tengah di rasakan oleh Flyn. Wajah yang tadinya pucat kini semakin memucat saat Rose dengan brutal mengoyak daging untuk mengambil ginjalnya. Perbuatan Rose yang tidak di sangka-sangka ini mengejutkan semua orang yang ada di sana, terkecuali Reina dan Resan tentunya. Raut wajah mereka berdua seakan penuh sorak kepuasan ketika melihat wajah sang ketua terkena percikan darah dari tubuhnya Flyn. Kekejaman ini benar-benar balasan yang sangat setimpal atas kejahatan yang pernah di terima oleh ketua mereka.


Astaga Ibu, aku tidak menyangka kalau Rose akan sebrutal ini membalaskan rasa dendamnya. Ini benar-benar di luar ekspektasi kita, Bu. Batin Grizelle.


"Sakit?" tanya Rose singkat sambil terus berusaha mengeluarkan satu ginjal dari tubuhnya Flyn.


"S-saki-kitt Rosalinda..." sahut Flyn tercicit kesakitan.


"Kalau kau bisa merasakan rasa sakit, lalu kenapa kau tidak berpikir kalau orang lain juga bisa merasakan rasa sakit yang sama sepertimu?"


Adam, Rolland, dan Ethan tampak menelan ludah melihat bagaimana Flyn begitu menderita saat tubuhnya di bedah tanpa di bius terlebih dahulu. Mereka sungguh tidak bisa membayangkan betapa tersiksanya dia saat ini. Apalagi Rose melakukannya dengan sangat perlahan. Dia seperti sengaja ingin membuat Flyn merasakan penderitaannya secara perlahan. Meski Ethan sudah terbiasa membunuh orang dengan berbagai macam gaya, dia tetap saja syok melihat betapa tenangnya Rose saat mengoyak tubuh pengkhianat tersebut. Ternyata gadis kecilnya kini telah berubah menjadi sosok yang begitu mengerikan.


Bibir Flyn bergetar hebat. Tubuhnya kini sudah di banjiri peluh yang sangat banyak. Siapalah yang akan mengira kalau bocah yang dulu ingin dia lenyapkan kini tengah menyiksanya dengan begitu kejam. Flyn sangat sadar kalau Rosalinda ingin mengambil ginjalnya, entah untuk mereka jual atau untuk mereka donorkan. Yang jelas, rasa sakitnya benar-benar tidak bisa di ungkapkan.


"Kenapa tak menjawab? Bisu?" tanya Rose lagi kemudian melebarkan luka sayatan di bagian punggungnya Flyn. Dia lalu menyeringai ketika melihat sesuatu yang tersembunyi di balik pakaian pria yang kini tengah berteriak kesakitan.


"Apa yang kau lihat, Rose?" tanya Reina penasaran melihat kesayangannya tersenyum misterius.


"Rupanya bajingan ini adalah anggota sekte juga, Reina. Lihatlah tato yang ada di punggungnya, tidak kusangka ternyata ilmuwan gila ini terlibat dengan mereka!" jawab Rose sambil mendorong tubuh Flyn agar berbaring menyamping.


Reina langsung datang mendekat untuk melihat sekte apa yang di anut oleh Flyn. Dia kemudian ikut tersenyum misterius begitu mengetahuinya. Pantas saja keberadaan Flyn begitu tersembunyi, ternyata karena dia mendapat bantuan dari para anggota sekte-sekte sesat itu.

__ADS_1


"Hmm, sepertinya musuh kita akan semakin banyak setelah ini, Rose. Aku jadi tidak sabar!"


"Tidak sabar untuk apa?"


Terdengar jeritan yang sangat memekakkan telinga ketika Rose berhasil mendapatkan satu ginjal milik Flyn. Tanpa menunggu diperintah, Resan dengan cepat langsung mengambil wadah lalu dia sodorkan ke arah nonanya. Setelah ginjal di pindahkan, segera dia membawa kotak tersebut keluar menuju ruangan khusus untuk menyimpan organ tubuh manusia.


Dengan tangan yang masih berlumuran darah, Rose berjalan ke arah samping. Dia memainkan ujung pisau ke wajahnya Flyn hingga membuat pria tua itu menggigil ketakutan. Sedangkan Reina, wanita jadi-jadian itu langsung menyuntikkan obat untuk menghentikan pendarahan. Ini adalah salah satu prosedur yang ada di ruang bedah dimana si pasien tidak boleh mati sebelum pemilik tempat ini mengizinkan.


"Apa kau memiliki obat untuk menyembuhkan rasa sakit di kepalaku?" tanya Rose dingin.


Flyn menggeleng pelan. Dia memang tidak tahu jenis obat apa yang bisa memulihkan ingatan seseorang. Dulu saat dia masih berada di Labolatorium Grisi, dia dan teman-temannya belum pernah mempelajari resep obat tersebut. Jadi dia benar-benar tidak mengetahui apa nama obatnya.


"Sayang sekali. Padahal aku bermaksud merekrutmu untuk menjadi anggota di tempat ini!"


Jangan kalian pikir Rose benar-benar serius ingin menjadikan seorang pengkhianat seperti Flyn menjadi bagian dari Ma Queen. Dia hanya mau mempermainkannya saja sambil mengulur waktu agar pria tua ini semakin kesakitan. Saat tengah menatap mata Flyn yang sedang meneteskan airmata, tiba-tiba saja Rose terbayang rasa sakit yang di rasakan oleh sang kakek saat lidahnya di potong paksa. Darahnya langsung mendidih seketika.


"Owh, oke sayangku!" sahut Reina dengan penuh semangat.


Semua mata memperhatikan dengan lekat bagaimana Rose dan Reina menyiksa Flyn yang sudah sangat tidak berdaya. Pria itu harus menanggung rasa sakit dua kali lipat karena saat ini Reina sedang sibuk menarik paksa lidahnya untuk di potong. Sementara Rose, gadis cantik nan sadis itu kini tengah menjahit bekas luka bedah yang ada di punggungnya. Adam yang melihat kebringasan istrinya nampak tersenyum puas. Di matanya, saat ini Rose terlihat begitu keren meski tanktop putih yang dia kenakan sudah di penuhi darah. Entah dorongan darimana tiba-tiba saja Adam memiliki inisiatif untuk menyeka keringat yang membasahi keningnya Rose. Dia mengambil sekotak tisu kemudian berjalan mendekat ke arahnya.


"Tuan Adam, anda sebaiknya jangan mengganggu Nona untuk sekarang!" cegah Resan sambil menahan pundak suami nonanya.


"Kenapa tidak boleh? Kau tidak lihat wajah istriku di penuhi keringat?" tanya Adam sedikit kesal.


"Saya lihat dan saya pun mengetahuinya sejak tadi. Tapi saat ini suasana hati Nona Rose sedang tidak baik. Kau bisa mengalami sesuatu yang buruk jika memaksa untuk tetap mendekatinya!"


Mendapat peringatan seperti itu membuat Adam tergugu. Dia bingung kenapa Resan bisa menyebut jika suasana hati istrinya sedang tidak baik. Padahal jelas-jelas Rose terlihat begitu senang saat mempermainkan tubuhnya Flyn. Saat Adam ingin kembali melakukan protes pada Resan, tubuhnya di tarik ke belakang.

__ADS_1


"Jangan merusuh di sini, Dam. Lihat istrimu, dia sedang melirik tak senang ke arah kita!" bisik Greg memperingatkan.


Dan benar saja. Begitu Adam melihat ke arah Rose, rupanya mata gadis itu sedang melirik tajam ke arahnya. Sontak saja hal itu membuat bulu kuduk Adam meremang. Dia kemudian menoleh ke arah Resan, tapi yang dia dapat malah senyum penuh ejek darinya.


"Masih tidak percaya?" sindir Resan kemudian berdiri menjauh.


"Adam, kau jangan terburu-buru. Sisi gelapnya Rose masih belum kita ketahui semuanya. Dan ingat Dam, jangan pernah menggunakan status pernikahan kalian untuk melanggar batas yang selama ini sudah di buat olehnya. Kita ini orang baru, jadi kita harus mendengarkan apa yang di katakan oleh anak buahnya Rose. Paham?!" tegur Liona.


"Baik Nek. Maaf atas sikapku barusan," ucap Adam penuh sesal.


"Di maafkan!"


Setelah puas mengoyak tubuh Flyn, Rose bergegas pergi ke ruangannya untuk membersihkan diri. Karena terlalu marah, dia sampai lupa untuk mengajak bicara semua orang yang tadi berada di ruang bedah. Rose bahkan sampai lupa meminta maaf pada suaminya karena tadi dia sempat memberikan tatapan tajam padanya.


"Maafkan aku, Dam. Aku harap kau bisa memahami sisi lain yang ada di tubuhku. Inilah aku dengan segala kekejaman yang ada!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


โœ…Gengss... Jangan lupa mampir ke chanel yutup emak ya. Namanya @Mak Rifani


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2