Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Tentang Mimpi


__ADS_3

"Rose! Rose, kau kenapa? Bangun Rose, Rose!" panggil Raina sambil menepuk-nepuk pipi bosnya yang terlihat gelisah saat sedang tertidur.


Saat Raina sedang menato punggungnya Rose, bosnya yang sedang tertidur ini tiba-tiba saja berteriak histeris. Dia menggeliat seperti orang yang sedang sangat kesakitan, yang mana hal itu membuat Raina menjadi sangat panik. Tapi sayang, Rose tak kunjung tersadar. Sepertinya dia tengah terjebak di dalam satu mimpi yang menyakitkan. Hal itu terlihat dari banyaknya keringat yang membanjiri tubuhnya dan juga raut wajahnya yang kian memucat.


Lorus yang saat itu menunggu di luar studio segera berlari masuk menerobos ruangan pribadi milik Raina saat mendengar suara teriakan. Namun begitu Lorus sampai, dia langsung berbalik badan sambil menelan ludah. Di bagian punggung bosnya tidak tertutup pakaian, juga terlihat gambar tatto bunga mawar yang belum sepenuhnya selesai.


'Matilah aku.'


"Rose, hei, sadar Rose!" teriak Raina terus berusaha membuat bosnya bangun. "ROSE!!.


Mata Rose langsung terbuka begitu Raina berteriak dengan kuat di samping telinganya. Nafasnya memburu, matanya juga membeliak ke atas. Rose seperti akan mati setiap kali memimpikan sesuatu yang sangat aneh.


"Rose, kau kenapa?" tanya Raina sambil menyeka keringat di wajah bosnya yang sudah pucat pasi.


"Minum!" sahut Rose.


Segera Raina berlari mengambilkan air putih untuk Rose. Dia lalu melirik kearah Lorus yang berada tak jauh dari mereka dengan posisi membelakangi. Khawatir pria itu akan terpancing gairah karena melihat tubuh bagian atas Rose terekspos, Raina pun langsung mengusir Lorus agar cepat keluar dari ruangannya.


"Lorus, jangan mengambil kesempitan dalam kesempatan. Cepat pergi sebelum aku menato bola matamu!.


"Panggil aku jika terjadi sesuatu!" sahut Lorus tak mempedulikan kata-kata Raina yang sedikit melenceng.


Raina berdecih. Setelah itu dia melihat kearah Rose yang sudah terlihat lebih tenang dari sebelumnya.


"Sudah mendingan?.


"Lumayan."


Rose diam melamun. Dia memikirkan arti mimpi yang baru saja lewat di dalam pikirannya. Heran, itu yang Rose rasakan. Dalam mimpinya, ada beberapa orang yang wajahnya tidak jelas terlihat sangat syok setelah Adam menunjukkan fotonya pada mereka. Rose tidak mengenal siapa orang-orang itu, tapi mereka seperti mengenal Rose dengan baik. Ini bukan yang pertama kalinya Rose memimpikan kejadian seperti ini, mimpi ini sudah datang yang ke sekian kalinya ketika dia tidur. Bahkan sebelum menikah pun Rose pernah memimpikannya, hanya saja waktu itu tidak sesakit sekarang.


"Rose, ada apa? Kenapa kau selalu seperti ini setiap kali tertidur? Apa kau tadi tidak meminum obat penenang yang biasa kau konsumsi?" tanya Raina.


"Orang bilang membuat tatto itu menyakitkan. Tapi kenapa aku malah tertidur nyenyak tadi?" sahut Rose heran.


"Maksudnya?.


"Kualitas tattomu sangat buruk!" jawab Rose. "Sama sekali tidak ada kesan menyakitkan seperti yang di bilang orang-orang!.


"Ck, itu bukan salah tattoku ya. Salahkan saja kulit punggungmu yang keras seperti kulit badak. Makanya kau tidak kesakitan saat aku mengukir mawar di punggungmu. Hih, enak saja memfitnah kualitas pekerjaanku. Aku tidak terima ya!" sahut Raina sambil mencebikkan bibir.


Rose tersenyum kecil.

__ADS_1


"Sudah selesai belum?.


"Kau lihat sendiri saja mana yang masih kurang. Kalau aku bilang sih ini sudah sangat keren, tapi tidak tahu jika menurutmu. Kau kan cerewet!" sahut Raina cetus.


Setelah mendengar perkataan Raina, Rose segera turun dari ranjang kemudian berjalan menuju cermin. Dia cuek-cuek saja saat dadanya terekspos tanpa tertutup kain meski ada Raina di sana.


Gambar hanya pemanis



"Lumayan!.


"Katanya tadi kualitas tattoku sangat buruk!" sindir Raina kemudian berjalan mendekat kearah Rose. "Tapi jujur, kau terlihat semakin menggairahkan dengan tatto ini, Rose. Saat Adam pulang nanti dia pasti akan sangat terpana melihatnya. Aku yakin itu!.


Sudut bibir Rose tertarik keatas.


"Ambil bajuku!.


"Ihh, ambillah sendiri!.


"Ambil!" paksa Rose.


"Kalau begitu pergilah yang jauh, jangan dekat-dekat dengan organisasiku!" sahut Rose yang mendengar gerutuan Raina.


Raina tergagap. Cepat-cepat dia memberikan bajunya Rose kemudian membantunya menata rambut.


"Apa?.


"Hehehe, aku tadi hanya bercanda saja Rose. Jangan di masukkan ke hatilah. Kau tahu sendiri bukan kalau aku tidak bisa hidup tanpamu?" jawab Raina sambil memasang tampang memelas.


"Jangan memperlihatkan tampang menjijikkan seperti itu di hadapanku! Karena itu hanya akan membuatku seperti ingin muntah!" ledek Rose.


"Ck, mulutmu benar-benar ya Rose!.


Tok, tok, tok


"Nona, ada kabar masuk tentang Nona Mona!" lapor Lorus dari luar ruangan.


Rose menggerakkan kepala. Raina dengan tanggap segera membukakan pintu lalu membiarkan Lorus masuk ke dalam ruangan.


"Dia kenapa?" tanya Rose penasaran.

__ADS_1


"Sejak kita pergi dari Universitas, Nona Mona terus menunggu di depan kamar kost anda, nona. Dan sampai sekarang pun dia masih ada di sana!" jawab Lorus menyampaikan apa yang di laporkan oleh anak buahnya.


Sebuah smirk jahat muncul di sudut bibirnya Rose. Yang mana hal itu membuat tengkuk Lorus dan Raina meremang hebat.


"Buat rekayasa pemerk*saan supaya Mona pergi dari sana. Jangan lupa juga kirimkan videonya padaku. Tiba-tiba saja aku ingin melihatnya yang sedang menangis karena ketakutan!" perintah Rose sambil mengulum senyum.


"Apa tidak apa-apa menakuti Nona Mona sampai seperti itu, nona? Bagaimana kalau dia pingsan dan kencing di celana?" tanya Lorus.


"Itu berarti tugas kalian untuk tidak membuatnya pingsan. Sudahlah, apa urusan seperti ini masih harus aku yang turun tangan? Cepat lakukan atau aku akan membuat kalian semua menanggung akibatnya!" jawab Rose langsung memberikan ancaman.


"Baik nona!" sahut Lorus kemudian bergegas menghubungi anak buahnya yang sedang berjaga di sekitar tempat tinggal nonanya.


Raina memperhatikan Rose yang kini sedang diam sambil menatap cermin. Dia tahu kalau bosnya sedang memikirkan sesuatu.


"Kau mau sampai kapan mengkonsumsi obat penenang, Rose? Cobalah untuk mencari tahu jati dirimu yang sebenarnya. Entah kenapa aku itu yakin sekali kalau kau bukan cucunya Kakek Johan. Wajah kalian sama sekali tidak ada mirip-miripnya, sangat tidak masuk akal kalau kalian memiliki ikatan darah sekandung!.


"Aku tidak berani melakukannya, Rai. Kau tahu itu!" sahut Rose sembari menarik nafas dalam. "Terlalu mengerikan setiap kali ingin mengingat pada sesuatu yang hilang dari hidupku. Seolah ada kejadian yang sangat menegangkan setiap kali aku ingin mengingat masa laluku. Kau tidak tahu betapa menyakitkannya itu, Raina. Rasanya seperti aku akan mati detik itu juga!.


Benar, selama ini Rose selalu bergantung pada obat penenang yang dibuat oleh anak buahnya. Rose mengidap satu penyakit dimana dia akan selalu merasa ketakutan setiap kali turun hujan. Rose tidak tahu kenapa dia bisa seperti itu. Pernah beberapa kali Rose menemui seorang terapis, tapi hasilnya nihil. Rose masih akan merasa ketakutan yang di sertai sesak dan gelap jika air hujan sampai mengenai tubuhnya. Dan yang lebih buruk dari itu sekarang Rose malah seperti bisa melihat sesuatu yang akan terjadi di kemudian hari. Contohnya pernikahan Rose dengan Adam. Dia sudah memimpikannya jauh-jauh hari bahkan sebelum Adam menyapanya saat di restoran.


"Ya sudah, lebih baik jangan di paksakan. Tapi Rose, mengkonsumsi obat seperti itu dalam jangka waktu yang panjang sangat tidak baik untuk tubuhmu. Aku khawatir!" ucap Raina cemas.


"Aku akan menguranginya sedikit demi sedikit!.


"Janji ya?.


"Tidak mau!.


"Rose!.


Rose diam tak menjawab. Dia sengaja membiarkan Raina merengek dan memohon agar mau berjanji padanya. Hiburan yang sangat lucu, begitu pikir Rose.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2