Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Kejutan Yang Mengejutkan


__ADS_3

Sambil berpegangan ke dinding, Mona berjalan menuruni anak tangga. Sesekali keningnya tampak mengerut saat luka di telapak kakinya terasa nyeri akibat bergesekan dengan keramik.


"Ssshh, susah sekali sih. Padahal kakiku hanya luka sedikit saja. Lalu bagaimana rasanya jadi mereka yang tidak mempunyai kaki? Mereka pasti merasa jauh lebih kesulitan daripada aku," gumam Mona pelan.


Nenek Shiren yang kebetulan hendak menaiki tangga terpekik kaget melihat sang cucu yang sedang kesulitan berjalan. Dengan setengah berlari Nenek Shiren menghampiri sang cucu kemudian membantunya untuk berjalan turun ke bawah.


"Mona, kenapa tidak memanggil Nenek atau pelayan saja sih? Luka di kakimu itu belum sembuh, bagaimana kalau tadi kau jatuh tergelincir ke bawah? Jangan ulangi lagi ya?!" tegur Nenek Shiren dengan dada yang masih berdebar kuat.


Di tegur seperti itu oleh sang nenek membuat Mona terkikik pelan. Dia kemudian menggenggam tangan neneknya yang terasa sangat dingin seperti es.


"Aku itu bukan sakit parah, Nek. Kenapa Nenek sampai sebegini takutnya sih?"


"Nenek jelas takut, sayang. Kau tahu bukan kalau Nenek tidak memiliki siapapun lagi selain kau dan juga Kakekmu? Jadi tolong jangan abai lagi pada keselamatanmu. Walaupun itu hanya luka kecil tetap saja membuat Nenek khawatir. Nenek tidak bisa sayang kalau melihatmu sampai terluka," jawab Nenek Shiren dengan tatapan sendu.


"Nek, maafkan Mona ya. Mona tidak bermaksud membuat Nenek jadi sedih begini. Tadi itu aku merasa bosan di kamar, jadi aku memutuskan untuk jalan-jalan keluar sendirian. Di jam-jam seperti ini kan biasanya bibi pelayan sedang sibuk menyiapkan makan malam, jadi aku tidak mau menambah kerepotan untuk mereka!" jelas Mona tak tega. "Maafkan aku ya Nek. Aku sungguh tidak sengaja melakukannya."


Terdengar helaan nafas panjang setelah Nenek Shiren mendengar penjelasan tersebut. Dia lalu memeluk cucunya yang terlihat begitu bersalah. Mungkin sikap Nenek Shiren terlalu berlebihan, atau bisa di bilang kalau dirinya terlalu posesif dalam mencintai cucunya ini. Tapi bagi Nenek Shiren ini adalah yang terbaik mengingat kalau sejak bayi Mona tak pernah mendapat kasih sayang dari orangtua kandungnya. Juga sejak kecil cucunya ini selalu dibully karena tidak memiliki orangtua seperti anak-anak yang lain. Itulah kenapa baik Nenek Shiren maupun Kakek Niel selalu memperlakukan Mona dengan penuh kasih sayang yang mungkin sedikit keterlaluan.


"Ekhmm, ada apa ini? Kenapa kalian berpelukan tanpa mengajak Kakek?"


Mona dan Nenek Shiren langsung menoleh ke arah pintu saat mendengar suara dari pria yang begitu mereka cintai.


"Kakek, aku sangat merindukanmu!" pekik Mona sembari merentangkan kedua tangannya ke arah sang kakek.


"Aiyoo, cucu kesayangan Kakek kenapa ini? Kenapa tiba-tiba jadi manja begini, hm?"


Sambil tertawa Kakek Niel segera memeluk cucunya dengan sayang. Dia kemudian mencium kening istrinya, wanita yang tetap cantik meski usianya tak lagi muda.


"Apa sesuatu telah terjadi?" tanya Nenek Shiren sambil menatap lekat wajah suaminya yang terlihat tidak seperti biasa.


"Maksudnya bagaimana?" sahut Kakek Niel balik bertanya.


"Wajahmu terlihat berseri-seri. Kenapa?"


"Oh, ini."

__ADS_1


Sebelum menjawab, Kakek Niel menggiring istri dan cucunya untuk duduk di sofa. Tak lupa dia memapah Mona yang masih kesulitan berjalan lalu membantunya untuk duduk.


"Saat Kakek pergi menemui klien di salah satu hotel milik CL Group, Kakek tidak sengaja ditabrak oleh pemilik hotel itu,"


"Maksud Kakek, Kakek ditabrak oleh Tuan Adamar Clarence?" tanya Mona kaget.


"Iya, benar sekali sayang. Dan kalian tahu tidak siapa lagi yang Kakek temui di hotel itu?"


Mona dan Nenek Shiren kompak menggeleng. Mereka berdua kemudian menunggu dengan sangat penasaran tentang siapa orang yang membuat Kakek Niel terlihat begitu bahagia.


"Tuan Greg Ma dan keluarga besarnya."


"Astaga!" pekik Nenek Shiren sambil menutup mulutnya. "Jadi mereka ada di negara ini, sayang?"


"Iya, mereka ada di sini untuk mengunjungi cucu mereka. Namanya Rosalinda" jawab Kakek Niel semringah.


"Rosalinda? Namanya bagus sekali," celetuk Mona sambil mengangguk-anggukkan kepala.


"Dia temanmu, sayang. Rose."


"Rosalinda, Rose... Owhh astaga!!! Kakek, ini ini bagaimana mungkin?"


Nenek Shiren sama kagetnya seperti Mona begitu tahu kalau gadis yang menjadi satu-satunya teman cucunya ini ternyata adalah cucu dari mantan atasan suaminya dulu. Sungguh, dunia ini benar-benar sangat sempit. Bagaimana bisa ada kebetulan seperti ini?


"Iya, Mona. Awalnya Kakek juga sangat syok saat tahu tentang hal ini. Kalau saja tadi Adamar tidak memberitahu Kakek kalau dia ingin pergi menemui kekasihnya, Kakek tidak akan pernah tahu kalau Tuan Greg dan Nyonya Liona ada di negara ini. Tapi Mona, ada satu kejutan lagi yang membuat Kakek hampir pingsan saat mendengarnya."


"Kejutan apa itu, Kek? Ya ampun Rose, tidak di sangka ternyata dia berasal dari keluarga yang sangat berpengaruh. Ini benar-benar sesuatu yang sangat luar biasa. Iya kan Kek, Nek?"


"Iya, Nenek juga tidak menyangka kalau Rose memiliki keluarga yang sangat hebat. Kau sangat beruntung sayang bisa berteman baik dengannya, sayang" jawab Nenek terharu.


Kakek Niel mengangguk sambil tersenyum senang. Dia kemudian memberitahu cucu dan istrinya tentang status yang sudah terjalin antara Adamar dengan Rosalinda.


"Sayang-sayangku, sekarang dengarkan satu kejutan lagi dari Kakek. Ini adalah bagian yang sangat penting!"


"Ayo cepat katakan, Kek. Aku sudah tidak sabar ingin segera mendengar kejutan hebat apalagi tentang Rose!" sahut Mona antusias.

__ADS_1


"Rose dan Adamar sudah menikah. Awalnya Adamar bilang pada Kakek kalau dia ingin mengunjungi kekasihnya yang sedang berlibur dengan keluarga besarnya di negara ini. Tapi saat dia membawa Kakek menemui mereka, barulah Adamar memberitahu kalau dia dan Rose sudah menikah beberapa hari yang lalu. Ini kabar yang sangat luar biasa bukan? Dua orang manusia yang berasal dari keluarga berpengaruh di satukan dalam tali pernikahan. Jika semua orang di negara ini sampai tahu kalau keluarga Clarence memiliki besan sehebat keluarga Ma dan juga keluarga Osmond, mereka semua pasti akan sangat heboh. Seluruh wanita yang ada di negara ini pasti akan mengalami patah hati masal. Benar tidak?!"


Awan mendung langsung menghiasi wajah Mona begitu dia tahu kalau orang yang di sukainya telah menikah dengan orang lain. Hatinya hancur, remuk hingga tak berbentuk. Bertahun-tahun mencintainya dalam diam, kini Mona harus menelan pil pahit karena cintanya telah memiliki pasangan hidup. Dia di sakiti oleh khayalannya sendiri.


"T-Tuan Adamar me-menikah dengan Rose, Kek?" tanya Mona dengan suara tercekat.


"Iya sayang. Mereka pasangan yang sangat cocok bukan?"


Kening Kakek Niel mengerut melihat mata cucunya yang berkaca-kaca. Dia bingung. Namun sedetik kemudian Kakek Niel tersentak kaget saat menyadari sesuatu hal.


"Mona, sayang, apa kau menyukai... Adamar?"


Nenek Shiren terkejut mendengar pertanyaan suaminya. Dia lalu menoleh ke arah Mona yang wajahnya sudah di basahi airmata. Sadar kalau cucunya sedang mengalami patah hati, dengan penuh sayang Nenek Shiren memberikan pelukan hangat untuknya. Dia lalu memberi kode pada suaminya agar tidak membahas lagi masalah pernikahan Adamar dengan Rose.


"Tidak apa-apa. Mungkin Adamar bukan jodohmu, sayang. Di luar sana masih ada banyak pria yang sama baiknya seperti dia. Jangan sedih ya,"


"Hikss, Rose Nek... Rose."


Hati Kakek Niel serasa hancur lebur mendengar isak tangis cucunya. Andai saja dia tahu kalau Mona menyukai Adamar, dia pasti tidak akan mengatakan tentang hal ini di hadapannya. Kakek Niel sungguh merasa sangat bersalah sekarang.


"Jangan salahkan Rose, Mona. Dia tidak tahu apa-apa. Kebahagiaan ini bukan nasibmu, jadi kau jangan sampai menyimpan benci pada sahabatmu sendiri hanya gara-gara seorang pria ya," ucap Nenek Shiren menasehati cucunya.


Mona hanya diam sambil terus terisak di pelukan neneknya. Rasanya sangat sakit, dia merasa dikhianati.


Kenapa Rose, kenapa!


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2