
📢📢📢 Bom komentar sebanyak mungkin bestie karena nanti sore emak mau crazy up. Oke bestie 💜
***
Adam terus menggenggam tangan Rose erat-erat setelah mereka dibawa ke sebuah rumah yang ternyata adalah salah satu rumah tempat Gerald dan anggota Grisi melakukan ekperimen. Mungkin jika yang datang ke rumah ini bukan seseorang yang memiliki keberanian besar, dijamin orang-orang itu pasti akan langsung pingsan melihat isi di dalamnya. Wajarlah, semua ilmuwan yang berada di organisasi ini merupakan ilmuwan berdarah psikopat. Jadi kalian bisa bayangkan sendirilah betapa mengerikannya rumah milik Gerald ini.
“Honey, aku mohon buka matamu. Kau sudah tidak sadarkan diri selama hampir lima jam. Aku takut,” ujar Adam lirih. Dia lalu mengecup punggung tangan Rose yang sudah tak kaku lagi.
Astaga, kenapa aku bisa lupa menanyakan hal ini pada Gerald?
Sebenarnya tadi bukan pertama kalinya Adam melihat Rose yang kesakitan, jadi dia sudah tidak terlalu heran. Akan tetapi saat Adam melihat bagaimana sebagian tubuhnya Rose berubah menjadi kaku bak sebatang kayu, itu membuat Adam merasa sangat amat terkejut. Sefatal itukah racun yang Flynn suntikkan ke tubuh istrinya hingga mampu merubah seorang manusia menjadi seperti sebatang kayu? Ini gila. Kalau begini ceritanya tidak menutup kemungkinan kalau anak mereka nanti akan menderita rasa sakit yang sama seperti yang Rose alami. Menjadi sebatang kayu? Astaga, bulu kuduk di tubuh Adam sampai berdiri semua karenanya.
“Marcellino Altezza Lorenzo. Nama yang cukup bagus. Aku suka.”
Gerald masuk ke dalam kamar tempat sepupunya dirawat sambil membawa sebuah jarum suntik berisi cairan berwarna kuning emas. Setelah itu Gerald menyuntikkannya ke selang infus, kemudian mempercepat aliran air infus agar sesegera mungkin masuk ke dalam tubuhnya Rose. Untuk beberapa detik baik Adam maupun Gerald tidak ada yang membuka suara. Mereka sama-sama menunggu reaksi seperti apa yang akan muncul di tubuh Rose setelah cairan itu menyatu dengan darahnya.
Eugggghhhhhh
“Cairan apa yang kau suntikkan ke tubuh istriku, Gerald? Itu tidak akan membahayakan kandungannya bukan?” tanya Adam resah saat mendengar suara rintihan Rose.
__ADS_1
“Apa kau pikir aku akan setega itu membunuh anak dari sepupuku sendiri?” sahut Gerald balik bertanya. Dia lalu menggoyangkan selang infus, mencoba mempercepat alirannya agar reaksi yang dia nantikan bisa secepatnya terlihat. “Hmmmm, kau cukup keras kepala juga ya, Rose. Jangan menahannya, lepaskan semua rasa sakitmu agar aku tidak ragu untuk meracik penawarnya.”
Adam menjadi geram sendiri melihat sikap santai Gerald yang malah bersiul sambil terus menggumamkan kata-kata yang membuat hatinya memanas. Hingga tak berapa lama kemudian Adam dibuat kaget saat Rose tiba-tiba bangun lalu memuntahkan cairan aneh dari dalam mulutnya.
"Argghhhh, sakiiittt!" rintih Rose antara sadar dan tidak sadar.
“Bagus. Keluarkan semuanya sampai habis tak bersisa, Rose!” ucap Gerald sambil memakai sarung tangan. Tanpa merasa jijik sedikitpun, Gerald memunguti cairan yang berbentuk gumpalan kenyal kemudian memasukkannya ke dalam toples transparan. “Ck, benar-benar sudah tak tertolong.”
“Brengsek, apa maksudmu bicara seperti itu, Gerald. Cepat jelaskan padaku atau aku akan menghancurkan semua benda yang ada di rumahmu. Sekarang Gerald!” teriak Adam frustasi. Jantungnya serasa diremas mendengar Gerald yang mengeluarkan kata tak tertolong lagi sambil memandangi gumpalan aneh yang dimuntahkan oleh Rose.
“Aku mungkin bisa menyembuhkan Rose dari racun ini. Akan tetapi ….
Gerald menatap datar ke arah Adam. “Akan tetapi aku tak bisa menjamin kalau anak kalian nanti akan terbebas dari rasa sakit ini. Dan besar kemungkinan rasa sakit yang akan diderita oleh anak kalian akan seribu kali lebih menyakitkan dari apa yang di alami oleh Rose sekarang. Tubuh anak kalian nanti bisa benar-benar berubah kaku seperti kayu hanya dalam hitungan jam. Mengerikan sekali bukan?”
Rasanya dunia Adam seperti berhenti berputar setelah dia mendengar penjelasan dari Gerald. Ekor mata Adam kemudian melirik ke arah Rose yang kembali tak sadarkan diri setelah memuntahkan benda aneh itu. Hancur, Adam tak pernah mengira kalau perasannya akan sehancur ini sekarang. Melihat Rose kesakitan saja sudah membuat Adam tersiksa, apalagi melihat anak mereka nanti. Ya Tuhan ....
“Ini baru perkiraan kecil dari aku dan Nenekku, Dam. Namun itu sudah pasti. Hanya saja kami tak bisa mengira-ngira akan separah apa penyakit itu menyiksa anak kalian karena biasanya efek yang ditimbulkan dari suatu parasite yang berkembang itu jauh lebih mengerikan dari induk semangnya sendiri!” ucap Gerald dingin. “Dam, harusnya kau tidak terburu-buru menghamili Rose saat racun itu masih mengendap di tubuhnya. Dengan begitu anak kalian bisa terselamatkan.”
“Aku tidak tahu-menahu soal masalah ini, Gerald. Dan semuanya baru kuketahui setelah aku dan Rose resmi berstatus sebagai suami istri,” sahut Adam yang langsung merasa sangat bersalah. Tubuhnya lemas seketika.
__ADS_1
“Kau itu Marcellino. Mustahil kau tidak mencaritahu siapa Rose sebelum menikahinya. Jangan membodohiku, Adam. Aku ini kurang lebih sama seperti istrimu yang bisa dengan mudah mengendus kebohongan!”
Tiba-tiba saja pandangan Adam menggelap begitu saja saat Gerald menyinggung akan ketidaktahuannya terhadap penyakit yang diidap oleh Rose. Gerald yang menyadari perubahan ekpresi di wajah Adam pun nampak menaikkan satu alisnya ke atas. Sepertinya ada yang tersembunyi dibalik ini semua. Hmmm, Gerald jadi penasaran.
“Apapun alasannya, aku harap kau tidak akan mengambil keputusan yang salah, Dam. Rose sangat berarti untuk kami, dan kau akan mati mengenaskan jika sampai berani menyakitinya!”
“Awalnya aku menargetkan Rose sebagai pihak dari musuh sahabatku. Dan tujuanku mendekatinya bukan untuk menikah, melainkan mencaritahu tentang siapa orang yang berada dibelakangnya. Namun setelah aku melihatnya secara langsung, aku jatuh cinta padanya. Kami lalu disatukan oleh satu kejadian yang tak disengaja di mana untuk pertama kalinya aku melihat Rose tak berdaya saat hujan turun dengan deras disertai kilat bergemuruh. Tak lama setelah itu aku akhirnya menyadari kalau sahabat yang membuatku mengenal Rose ternyata menipuku secara diam-diam. Dia menjadikanku alat untuk melakukan balas dendam keluarganya. Aku dilema. Namun setelah menyaksikan penderitaan demi penderitaan yang di tanggung oleh Rose, aku telah mengambil sumpah akan menjadi orang yang membunuh Royce. Gara-gara dia dan keluarganya, sekarang anak dan istriku yang harus menanggung pesakitan tak berujung. Entah apa penyebabnya sampai Royce bisa sebegini benci terhadap Rose. Tapi apapun itu, aku tidak akan membiarkan satu orangpun menyentuh atau menyakiti wanita yang sangat kucintai ini. Tidak akan!” geram Adam dengan mata berkilat marah.
“Termasuk sahabatmu sendiri?”
“Ya, termasuk sahabatku sendiri. Menyentuh Rose dan calon anakku, itu sama artinya mencari masalah denganku. Dia tidak akan selamat.”
Prook prookk prookkk
Gerald melangkah keluar sambil bertepuk tangan setelah melihat sendiri kalau Adam telah berpihak pada sepupunya. Senang, itu sudah pasti. Gerald lalu mengambil toples yang dia simpan di dalam saku bajunya, kemudian menatap gumpalan merah yang jika di perhatikan dengan teliti nampak bergerak-gerak. Racun ini hidup dengan baik setelah menghisap habis semua memori yang tersimpan di dalam otaknya Rose. Benar-benar ciri khas anggota Grisi. Melakukan sesuatu yang sangat amat berbahaya tanpa ada orang yang mampu memberikan obat penawar selain orang yang berasal dari organisasi yang sama. Sayang Rose datang terlambat. Jika tidak, Gerald pasti bisa menyelamatkannya lebih awal. Hmmm.
“Royce Xia, Eden Xia, kalian kurang matang dalam menentukan langkah. Di sini sepertinya kalian telah salah menargetkan orang karena yang menghabisi semua keturunan keluarga Xia bukanlah Nenek Liona, melainkan Nenek Abigail. Memang benar kalau orang yang telah melenyapkan Pablo dan Alexander Xia adalah ibunya Rose, yaitu Bibi Grizelle. Akan tetapi itu dia lakukan karena mereka yang lebih dulu mengusik ketenangan keluarga kami. Hati-hati, Dante adalah anaknya Soraya, wanita yang telah di kelabui hingga mati oleh Pablo. Kau akan dalam masalah besar jika Dante sampai mengetahui rahasia ini, Royce,” ucap Gerald dingin. “Sungguh bodoh. Mau-maunya kau di perbudak oleh dendam yang nyata-nyata adalah hasil dari kejahatan yang dilakukan oleh keluarga besarmu sendiri. Membuang waktu saja!”
{Di bagian ini erat kaitannya dengan novel History Of Liang Zhu[Reinkarnasi Kedua} bab 394. Di sana dijelaskan kalau Grizelle bermasalah dengan salah satu sepupu Abigail yang selamat dari pembantaian. Namanya Pablo, anaknya Alexander Xia. Sekedar pemberitahuan bestie kalau novel-novel yang emak tulis itu saling berhubungan. Jadi buat pembaca yang baru bergabung maaf-maaf aja ya kalau kalian bingung 🤣. Semua novel ini dimulai dari History of Liang Zhu {Reinkarnasi Kedua], kemudian Istri Kecil Sang Pewaris, Ma Queen Rose dan Love Story Gabrielle & Eleanor. Sementara untuk novelnya Gerald emak hiatuskan dulu yak arena feelnya tiba-tiba ilang. Kan nggak lucu kalau novelnya garing. Iya kan?}
__ADS_1
***