
"Apa yang sedang kau pikirkan?"
Rose yang memang sedang melamun di bawah guyuran air shower tersentak kaget saat mendengar suara bisikan di samping telinganya. Belum sempat dia berbalik, dari arah belakang tiba-tiba saja tubuhnya di peluk dengan sangat erat. Rose kemudian tersenyum samar saat mencium aroma tubuh dari seseorang yang sangat dia kenal.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" bisik Adam mengulang pertanyaannya.
"Tidak ada,"
"Honey....
"Aku hanya sedang memikirkan penampilanku besok pagi, Dam," ucap Rose memberitahu. "Suasana hatiku tidak terlalu baik. Aku takut penampilanku akan terlihat buruk."
Bibir Adam tak berhenti menciumi bahu istrinya yang terbuka. Dia membiarkan tubuh polosnya ikut basah terkena guyuran air dari shower. Tadi setelah Rose meninggalkan ruang bedah, diam-diam Adam mengikutinya. Dia penasaran akan kemana istrinya pergi dengan kondisi tubuh yang masih di penuhi darah. Dan ternyata di balik sebuah lemari ada satu ruangan khusus milik istrinya. Ruangan ini sangat besar dengan berbagai macam fasilitas layaknya hotel bintang lima. Meski awalnya Adam sempat di hadang oleh anak buahnya Rose, dia akhirnya bisa masuk kemari setelah menyogok Reina dengan berjanji akan membelikan seperangkat alat make-up keluaran terbaru. Dan di sinilah dia sekarang. Berbasah-basahan dengan istrinya yang cantik dan juga menggoda.
"Kau pasti bisa melakukannya dengan baik, Hon. Aku yakin itu."
"Semoga saja,"
Tengkuk Rose sedikit meremang saat bibir Adam tidak berhenti merayap di bagian kulit bahunya. Dia bisa merasakan kalau milik suaminya sudah menegang. Rose tersenyum, dia senang karena Adam tidak mempermasalahkan sikapnya yang sedikit kejam saat di ruang bedah tadi.
"Kau menginginkanku?"
"Iya," jawab Adam dengan suara sedikit mendesah. "Aku selalu menginginkanmu setiap waktu. Dimanapun dan kapanpun."
"Apa itu semacam obsesi?" tanya Rose sambil mengelus tangan Adam yang sudah bertengger di dadanya.
Adam mengangguk. Dia dengan cepat memutar tubuh Rose agar menghadap ke arahnya kemudian mendorongnya hingga menempel ke dinding kamar mandi. Adam kemudian menggesekkan hidung mancungnya ke hidung Rose sambil memejamkan mata, mencoba meresapi segala perasaan yang sedang bercampur menjadi satu.
"Ya, aku memang terobsesi padamu, Honey. Sudah sejak setahun lalu wajahmu terus menghiasi malam-malamku. Kau bahkan sudah membuatku gila di saat kita sendiri belum saling mengenal. Rasa ini sangat hebat bukan?"
Rose diam tak menyahut. Tapi dia terus menatap mata suaminya yang sedang terpejam. Tampan, Adam benar-benar pria yang sangat tampan. Satu tangan Rose kemudian bergerak mengusap dada Adam yang begitu kekar. Dia juga menyusuri deretan roti sobek yang menghiasi perut sixpacknya.
"Jangan menyentuhku seperti itu, Hon. Karena itu akan membuatku semakin bergairah!" keluh Adam dengan nafas memburu saat tangan istrinya mulai bermain-main di daerah terlarang.
__ADS_1
"Aku menyentuh milik suamiku. Apakah ada yang salah?" tanya Rose yang dengan sengaja menambah ritme sentuhan di bawah sana.
Katakanlah kalau saat ini Rose juga sedang dalam kondisi menginginkan. Suasana kamar mandi yang lembab, juga dengan guyuran air hangat ke tubuh mereka, membuat Rose jadi terbawa suasana. Dia menginginkan sesuatu yang lebih dari suaminya. Dia sangat menginginkan pelepasan yang hebat itu.
"Honey,"
"Hem....
Mata Adam terbuka. Dia menatap wajah cantik istrinya dengan tatapan penuh damba. Bibirnya yang ranum membuat gairah Adam kian meletup-letup. Tanpa memberi aba-aba Adam langsung menyesap bibirnya Rose sambil tangannya meremas kuat dua gundukan di dadanya. Suara ******* yang keluar dari mulutnya Rose membuat Adam semakin menggila. Dengan satu tangannya, Adam membesarkan tekanan air shower agar membuat suasana semakin terasa basah.
"Kau ingin melakukannya di sini?" bisik Rose tepat di depan bibir Adam. Dia bisa merasakan kalau nafas suaminya sudah begitu panas. Ya, panas. Panas akan n*fsu yang begitu besar.
"Iya Honey. Kau... tidak keberatan kan?" sahut Adam seraya menelan ludah. Dia lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Rose. "Milikmu sudah sangat basah, Hon. Kau sudah sangat siap untuk menerima hujaman dariku!"
"Kalau begitu lakukanlah. Aku milikmu, Dam."
Mendapat lampu hijau yang begitu terang, Adam pun segera beraksi. Dia mengangkat tubuhnya Rose kemudian melingkarkan kedua kakinya ke pinggang. Setelah itu Adam kembali menyambar bibir istrinya yang sudah setengah membengkak setelah dia menciumnya tadi.
"Pelan-pelan saja, Dam. Tidak akan ada yang merebutku darimu," tegur Rose sambil mengernyit menahan nyeri ketika Adam menghentak dengan sedikit kasar.
"Tidak apa-apa... akhhh... Hanya... hanya lakukan dengan sedikit perlahan. Milikmu terlalu besar, Dam. Rasanya sedikit perih!"
Adam yang sedang di landa badai n*fsu langsung menghentikan gerakannya saat mendengar keluhan Rose. Wajahnya menampakkan raut penuh rasa bersalah. Dia melupakan kalau milik istrinya adalah sesuatu yang sangat sensitif. Harusnya dia tidak sekasar tadi saat memasukkan miliknya ke dalam sana.
"Jangan merasa bersalah. Ini hanya permulaan saja makanya sedikit perih. Nanti juga akan nikmat dengan sendirinya," ucap Rose yang paham kalau suaminya sedang merasa bersalah.
"Aku terlalu menginginkanmu, Honey. Rasanya sangat sulit menahan rasa untuk segera menyatu denganmu," sahut Adam dengan tatapan sayu.
Bibir Rose menyunggingkan senyum yang sangat manis. Dia lalu menarik tengkuk Adam, mengecupi semua pinggiran bibirnya dengan penuh perasaan.
"Kau tampan dan sangat panas. Jadi jangan berhenti, aku sangat menginginkanmu," rayu Rose memancing n*fsu suaminya.
"Seberapa banyak kau menginginkan aku?"
__ADS_1
Jakun Adam bergerak dengan cepat. Dia benar-benar tidak kuat dengan sentuhan dan juga perlakuan Rose yang seperti sengaja membakar gairahnya. Dengan satu tangan menopang tubuh istrinya, jari-jari Adam mulai berkelana. Dia dan Rose saling meremas pelan beberapa bagian sensitif di tubuh masing-masing hingga membuat keduanya mendesah. Suara ******* yang menggelora membuat suasana kamar mandi jadi terasa begitu romantis. Di bawah guyuran air shower, kedua anak manusia ini kembali melanjutkan aktifitas panas yang sempat tertunda. Rose yang memang menginginkan hal ini tampak memejamkan mata dengan mulut yang sedikit terbuka. Dia membiarkan lidah dan mulut suaminya mengekplor setiap bagian tubuhnya yang masih bisa di jamah.
"Kau... sangat basah, Honey."
Adam menghentakkan miliknya dengan sangat kuat ketika merasakan denyutan kencang di dalam miliknya Rose. Dia tahu kalau istrinya akan segera datang. Dengan gerakan memutar yang cukup cepat, kini posisi Rose sudah setengah berjongkok dengan Adam yang menghujam dari belakang.
"Dam, aku....
"Keluarkan, Honey. Jangan di tahan," sahut Adam sambil terus menaikkan ritme gerakannya.
Hanya berjarak beberapa detik setelah Adam mengganti posisi, terdengar suara jeritan yang cukup kuat dari mulutnya Rose. Ya, dia baru saja mendapatkan pelepasan yang sangat hebat dengan posisi seperti ini. Rose hampir saja roboh ke lantai jika Adam tidak sigap memeluknya. Kakinya mendadak seperti berubah menjadi jeli dan tulang-tulang di tubuhnya seperti di lolosi satu-persatu. Sungguh, Adam benar-benar suami yang sangat perkasa. Pria ini berhasil membuatnya K.O di ronde pertama.
"Puas?" tanya Adam sambil bergerak perlahan.
"Beri aku jeda beberapa detik untuk istirahat, Dam. Kau dan juniormu membuat tubuhku menjadi sangat lemas."
Adam terkekeh lucu saat mendengar permintaan Rose. Mungkin saat berada di ruang bedah Rose adalah ratunya, tapi untuk urusan memuaskan, Adam jamin Rose tidak akan mungkin menang darinya. Setelah beberapa menit terjeda, Adam dengan gaya coolnya membopong tubuh Rose kemudian membawanya masuk ke dalam bathup. Dia kemudian mengisinya dengan air hangat.
"Bergeraklah sesukamu, Honey. Puaskan aku!"
Rose tersenyum. Dia kemudian segera memenuhi apa yang di inginkan oleh Adam. Rupanya bercinta setelah menyiksa musuh membawa dampak yang lumayan positif di diri Rose. Hatinya yang tadi sempat menggelap kini berangsur-angsur membaik. Adam adalah pereda amarahnya, dan Rose sangat sadar akan hal itu.
Teruslah seperti ini sampai kita menua, Dam. Aku mencintaimu....
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
โ Gengss.. Jangan lupa mampir ke chanel yutup emak ya. Namanya @Mak Rifani. Di sana ada si gokil Nania dan si buaya darat Abang Fedo. Kalau sudah kesana jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya ๐๐๐
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss ๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
__ADS_1
...๐นFb: Rifani...