Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Pingsan


__ADS_3

"Spadaaaa Mommy Izel yang paling cantik!" teriak Brenda begitu keluar dari dalam mobil.


Grizelle yang saat itu tengah menyiram bunga langsung tersenyum senang melihat kedatangan gadis yang selalu mengejar-ngejar putranya. Segera dia merentangkan tangan ke arah gadis tersebut.


"Sayang, tumben sekali kau datang pagi-pagi begini. Ada apa?.


"Iya mom, hari ini kampus libur. Dan mengenai kenapa aku datang pagi-pagi begini tentunya adalah untuk menyapa pangeranku" jawab Brenda dengan semringah. "Kak Oland dimana mom?.


"Rolland semalam pulang saat hari sudah hampir pagi. Mungkin sekarang dia masih tidur di kamarnya" jawab Grizelle kemudian mengurai pelukan. "Tidak ingin menyapa daddymu dulu?.


Drax yang sedang duduk sambil menikmati secangkir teh panas langsung berdehem pelan. Jujur, kedatangan Brenda ke rumah ini sedikit banyak menjadi penghibur bagi semua orang semenjak kepergian Rosalinda, khususnya untuk dia dan Grizelle. Kelucuan Brenda seringkali membuat Drax dan Grizelle melupakan kesedihan mereka. Yah, meskipun hanya sementara.


"Ekhmm...!.


"Upss, sorry daddy" ucap Brenda kemudian segera menghampiri pria tampan yang sudah dia klaim sebagai calon ayah mertuanya. "Zao an, gong-gong!.


Drax terkekeh saat Brenda menyapanya menggunakan bahasa mandarin. Dia merasa tergelitik saat di panggil dengan sebutan ayah mertua.


"Eihh, bukannya membalas sapaanku daddy malah tertawa. Lihat ini mom, daddy mencari masalah denganku!" protes Brenda.


"Ck, begitu saja langsung mengadu. Pantas Rolland belum mau menerima cintamu" ejek Drax.


"Daddy, ini tidak ada hubungannya dengan Kak Oland. Tapi ini adalah urusan antara aku dengan daddy."


"Oke-oke, daddy menyerah" sahut Drax sembari mengangkat kedua tangannya ke atas.


Brenda langsung menyeringai puas ketika mendapatkan kemenangannya. Tapi sedetik kemudian dia langsung termenung sambil menatap lekat ke wajah ayahnya Rolland.


Seperti familiar. Mirip siapa ya?.


Grizelle langsung mendekat ke arah suaminya begitu mendengar isi pikiran Brenda. Dadanya berdebar kuat.


"Brenda, ada apa sayang? Kenapa menatap daddymu sampai seperti itu?" cecar Grizelle dengan nafas yang sedikit sesak.


Tuhan, aku mohon kali ini saja. Tolong pertemukan kami dengan Rose, aku mohon Tuhan.


"Em mom, semalam aku datang ke salah satu hotel milik Kak Oland. Awalnya aku hanya ingin mencari tahu siapa yang sering dia kunjungi di sana beberapa hari ini. Tapi saat aku keluar dari dalam lift, aku tidak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis. Namanya Rose" jawab Brenda tanpa mengalihkan tatapan dari wajah ayahnya Rolland. "Semalam aku sempat berpikir kalau wajahnya Rose seperti tidak asing di mataku. Dan sekarang aku sudah dapat jawabannya."


"A-apa j-j-jawabannya sayang?" tanya Grizelle dengan suara tersendat.


Drax tak kalah berdebarnya seperti Grizelle. Dia menunggu dengan cemas jawaban seperti apa yang akan di lontarkan oleh Brenda.


"Wajah Rose sangat mirip dengan daddy. Iya mom, mereka benar-benar sangat mirip!" jawab Brenda yakin. "Aih, pantas saja aku tidak merasa asing. Rupanya karena Rose mirip dengan calon ayah mertuaku!.


Setelah berkata seperti itu Brenda langsung diam mematung. Dia lalu beralih menatap ayah dan ibunya Rolland yang juga sedang tercengang dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Mom,dad, ini... ini tidak mungkin kan?.


Tanpa di nyana, tubuh Grizelle lemas seketika. Drax yang saat itu berada tidak jauh darinya segera menangkap tubuh Grizelle saat hampir terjatuh ke tanah.


"PELAYAAN!!!" teriak Drax panik.


Rolland yang saat itu baru saja selesai mandi terperanjat kaget saat mendengar suara teriakan membahana milik ayahnya. Tanpa memikirkan keadaannya yang hanya memakai celana pendek, Rolland segera berlari kencang untuk melihat apa yang terjadi. Rahangnya mengerat begitu melihat keberadaan Brenda yang hanya berdiri diam tanpa ada niat untuk membantu ibunya yang sudah pingsan di pelukan ayahnya.


"Apa-apaan kau hah!" teriak Rolland sambil mendorong tubuh Brenda hingga terhuyung ke samping.


Brenda yang saat itu masih sangat syok, hanya bisa mengerjap kaget. Matanya terbelalak lebar melihat ibunya Rolland yang sudah tidak sadarkan diri.


"Menjauh dari sini!" teriak Rolland yang kini sudah menggendong tubuh ibunya yang lemas.


"Bawa mommymu masuk ke dalam, Land. Daddy akan menghubungi dokter dulu!" lerai Drax tak tega melihat Brenda di teriaki oleh putranya.


Rolland mengangguk. Sebelum pergi, dia sempat melirik sinis ke arah Brenda yang sedang terbengang sambil menatap ke arah perutnya.


Dasar gadis tidak tahu malu.


Mengabaikan Brenda yang sedang terbengang, Drax segera menghubungi dokter keluarga. Setelah itu dia juga menghubungi kedua mertuanya.


"Bu, tolong cepat kemari. Grizelle pingsan!" ucap Drax begitu panggilannya tersambung.


"Apa yang terjadi, Drax? Bagaimana bisa Grizelle pingsan? Apa dia sakit?.


"Ibu dan ayah datang saja kemari. Aku tidak bisa menjelaskannya di telepon" jawab Drax setelah menimang keputusan.


"Baiklah-baiklah. Ayah dan ibu akan segera datang. Kau jangan lupa hubungi dokter dulu, pastikan kalau Grizelle baik-baik saja."


"Baik bu,"


Setelah panggilan terputus, Drax mengguncang lengan Brenda. Dia sedikit aneh melihat reaksi gadis ini.


"Brenda, kau baik-baik saja kan?.


Mata Brenda mengerjap. Dia lalu menepuk pipinya berulang kali.


"Astaga, tadi itu apa. Kenapa roti sobek di perut Kak Oland banyak sekali ya? Mataku sampai pusing melihatnya" gumam Brenda tanpa menyadari kalau ayahnya Rolland masih berada di sampingnya.


Terdengar helaan nafas panjang dari mulut Drax begitu dia mendengar ucapan Brenda. Drax pikir gadis ini diam mematung karena kaget sesudah di bentak oleh Rolland. Ternyata tebakannya salah. Brenda bukannya kaget, tapi dia sedang syok karena melihat bentuk tubuh putranya yang memang sangat atletis.


"Ekhmm, bukannya mengkhawatirkan keadaan mommymu tapi kau malah sibuk memikirkan hal yang lain. Bagaimana mana sih" sindir Drax sambil menggelengkan kepala.


Alamak, aku lupa daddy masih ada di sini. Kira-kira dia mendengar perkataanku tadi tidak ya?.

__ADS_1


"Daddy mendengarnya kalau kau mau tahu,"


Sambil meringis menahan malu, Brenda memberanikan diri menatap wajah ayahnya Rolland.


"Maaf daddy, roti sobeknya Kak Oland sangat menyilaukan mata. Aku jadi tidak bisa memikirkan hal lain lagi."


"Dasar gadis mesum!" omel Drax. "Ayo masuk ke dalam. Mommymu pingsan, dia sedang membutuhkan kita sekarang."


"Oh, baiklah."


Sedetik kemudian....


"Apaaa???? Mommy pingsan?!" jerit Brenda kemudian berlari kencang masuk ke dalam rumah.


Drax ternganga melihat kelakuan Brenda. Gadis ini sungguh sangat polos. Entahlah, Drax sulit untuk menggambarkannya.


Tak ingin terjadi sesuatu pada istrinya, Drax pun memutuskan untuk segera masuk ke dalam rumah. Dia menarik nafas panjang begitu melihat Rolland yang sedang meneriaki Brenda di hadapan istrinya yang masih belum sadar.


"Pergi dari sini atau aku akan meminta penjaga untuk menendangmu keluar!" teriak Rolland dengan amarah yang berapi-api.


Bukannya takut, Brenda malah duduk berjongkok di lantai kemudian memijit kaki ibunya Rolland yang terasa begitu dingin. Mentalnya berubah sekuat baja jika sudah berurusan dengan Rolland.


"Kau dengar aku tidak, Brenda!.


"Dengarlah, aku kan tidak tuli" sahut Brenda dengan sangat santai.


"Kalau dengar kenapa masih ada di sini. Sana pergi!" usir Rolland kasar.


"Mommy sedang pingsan masa kau tega menyuruhku pergi sih, Kak."


Rolland mengerjap beberapa saat mendengar Brenda memanggil ibunya dengan sebutan mommy. Baru saja dia ingin meneriakinya lagi, pundaknya di tepuk dari arah belakang. Rolland langsung mendengus kasar begitu melihat ayahnya menggelengkan kepala.


"Daddy perlu bicara denganmu" ucap Drax.


"Tapi mommy....


"Ada Brenda dan para pelayan di sini. Mereka akan menjaga mommymu sembari menunggu dokter tiba."


Meski enggan, Rolland akhirnya tetap mengikuti langkah sang ayah yang ingin mengajaknya bicara di ruang baca. Mereka kemudian membicarakan sesuatu hal yang menjadi penyebab ibunya jatuh tak sadarkan diri.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...

__ADS_1


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2