
Cesar menatap datar ke arah Gracia yang sedang menangis sambil duduk di lantai apartemen. Kesal, tapi Cesar tidak bisa berbuat apa-apa. Setelah tadi dia mengajak Gracia berlari memutari taman selama hampir 5 jam, dia harus rela menanggung malu karena gadis ini meminta untuk di gendong. Dan alasannya sangat klise.
"Dasar brengsek. Ini namanya bukan pelatihan, Cesar. Tapi kau sedang membunuhku secara perlahan-lahan. Kau gila ya. Aku ini manusia, bukan mobil yang bisa seenaknya kau kemudikan untuk mengitari sekeliling taman ini sampai berjam-jam lamanya. Kakiku bisa patah, Cesar. Bagaimana sih!"
Kurang lebih seperti inilah bunyi makian yang di lontarkan oleh Gracia saat Cesar memaksanya untuk mengikuti pelatihan. Kalau saja gadis ini bukan adiknya Adamar, Cesar pasti sudah merobek mulutnya. Rasanya benar-benar sangat menjengkelkan harus mendidik gadis manja seperti Gracia agar bisa berubah menjadi gadis yang kuat dan tidak cengeng. Sangat melelahkan.
"Hiksss, awas saja kau, Cesar. Nanti setelah Kak Adam dan kakak ipar pulang aku akan langsung mengadukanmu pada mereka. Lihat, gara-gara ulahmu, sekarang betisku membesar seperti batang pisang. Kau harus bertanggung jawab untuk hal ini!" amuk Gracia sembari menyeka ingus di hidungnya.
"Aku tidak menghamilimu. Jadi aku tidak memiliki kewajiban untuk bertanggung jawab," sahut Cesar acuh.
Gracia terperangah syok mendengar perkataan vulgar yang Cesar lontarkan. Sungguh, dia benar-benar tidak tahu kenapa kakaknya bisa mempunyai asisten segila laki-laki ini. Bukannya merasa bersalah karena sudah membuatnya jadi begini, Cesar malah dengan tenangnya menolak untuk bertanggung jawab. Asisten kakaknya sangat menyebalkan bukan?
"Selama belum kuliah, setiap hari aku akan datang kemari untuk melatihmu. Dan kau tidak boleh menolak!"
"Yakkk! Kau gila ya! Aku tidak mau."
Cesar menyeringai. Dia kemudian berjongkok, mencapit dagu Gracia dengan sedikit kuat sebelum memberikan ultimatum kepadanya.
"Dengar, Nona Gracia Clarence. Adam dan Rose memberikan kuasa penuh padaku untuk mendidikmu sampai kau bisa memiliki kemampuan untuk menjaga diri sendiri. Jadi sekeras apapun kau menolak, aku akan tetap memaksamu untuk latihan. Kau sudah lupa ya kalau kau sendiri yang memilih untuk terus berada di sisinya Adam dan Rose? Lupa kalau hidup mereka selalu di kelilingi bahaya, iya?"
Gracia langsung menelan ludah saat mendengar perkataan Cesar. Dia seperti mati kutu saat di ingatkan kalau ini adalah keputusannya sendiri yang ingin tetap bersama kakak dan kakak iparnya.
Sebenarnya ada rahasia apa di belakang Kak Adam dan kakak ipar ya? Apa iya identitas mereka memiliki pengaruh yang cukup besar di suatu kasta yang tidak aku ketahui? Tapi apa?
"Katakan padaku alasan kenapa aku harus menjadi kuat jika ingin tetap bersama mereka. Jika alasannya memungkinkan, aku janji aku akan patuh pada semua yang kau katakan. Sungguh!" ucap Gracia mencoba mencari tahu.
"Oh, jadi kau sedang mengajakku bernegosiasi? Tidak takut kalau aku akan mematahkan gerahammu sekarang juga, hm?" tanya Cesar dingin.
"Patahkan saja kalau memang itu bisa membuatku mengetahui rahasia yang di sembunyikan oleh kedua kakakku. Aku tidak peduli."
"Baiklah!"
Bughhhh
Dengan kuat Cesar meninju lantai di samping tubuh Gracia setelah melepaskan capitan tangannya. Emosinya cukup terpancing karena ternyata gadis ini lumayan keras kepala. Setelah itu Cesar mengangkat tubuh Gracia kemudian melemparkannya ke atas sofa. Sambil melayangkan tatapan bengis, Cesar mulai membuka satu-persatu kancing yang melekat di kemejanya. Dia ingin menunjukkan sesuatu untuk membungkam kekeraskepalaan gadis ini.
__ADS_1
"M-mau apa kau?" tanya Gracia panik. Dia beringsut menjauh ketika Cesar melepaskan kemejanya.
"Menurutmu?"
"J-jangan gila kau, Cesar. Pakai bajumu."
"Kalau aku menolak, kau mau apa, hm?"
"Kau ... kau ....
Wajah Gracia pucat pasi saat Cesar mendekat ke arahnya tanpa mengenakan pakaian. Sedetik kemudian tubuhnya berubah kaku saat Cesar tiba-tiba berbalik badan untuk memperlihatkan beberapa bekas luka yang ada di punggungnya.
"Buka matamu lebar-lebar dan lihat apa saja yang ada di punggungku. Jangan sampai ada yang terlewat!" ucap Cesar santai.
Gluukkkk
Mungkin jika Gracia adalah seorang penjahat, dia tidak akan ketakutan seperti ini saat melihat apa yang ada di punggung Cesar. Tatto bergambar king kobra tampak memenuhi bagian tengah punggungnya. Di tambah dengan luka sabetan benda tajam, luka bekas tembak, juga luka seperti bekas jahitan yang belum terlalu kering. Dari penampakan mengerikan tersebut, secara perlahan Gracia mulai sadar kalau kakaknya adalah seorang ... MAFIA. Ya, hanya orang-orang yang bergelut di dunia hitam saja yang biasanya memiliki luka-luka seperti ini. Itu artinya, Gracia adalah adik dari seseorang yang berkecimpung dalam suatu hal yang taruhannya adalah nyawa.
"Sudah lihat?"
"Apa kesimpulan yang kau dapat setelah melihat luka-luka di tubuhku?" tanya Cesar.
"Kakakku ... penjahat," jawab Gracia dengan suara gemetar.
Cesar berdecih sinis. Dia kemudian berbalik, mencengkram dagu Gracia sambil merapihkan anak rambut yang hampir menutupi wajah pucatnya.
"Bukan penjahat, tapi lebih tepatnya adalah bandar narkoba internasional. Kau tahu Gracia, tidak mudah untuk kakakmu sampai di titik ini. Dia harus menahan suatu luka yang sangat menyakitkan, kakakmu juga harus rela menjadi bulan-bulanan dari para musuh yang mengincar posisinya. Dari sini kau paham bukan betapa berbahayanya keberadaanmu jika sampai menjadi titik kelemahannya? Kau bisa menjadi penyebab kematian Adamar, Gracia. Paham?" jelas Cesar.
"Seberbahaya itu?"
Gracia menelan ludah.
"Jauh lebih berbahaya dari apa yang sedang kau pikirkan sekarang."
"Lalu kakak ipar? Siapa dia? Hal berbahaya apa yang ada di belakangnya?" tanya Gracia penasaran akan siapa Rose sebenarnya.
__ADS_1
Sebelum menjawab, Cesar melepaskan cengkraman tangannya terlebih dahulu. Setelah itu dia duduk bersebelahan dengan Gracia, mencoba melunakkan diri saat akan membahas tentang ketua dari kelompok Queen Ma yang sempat membuat Cesar dan Adam kelimpungan saat ingin mengulik identitas asli dari seorang Rosalinda Osmond.
"Gracia, aku tidak bisa menjelaskan dengan detail siapa Rose sebenarnya. Tapi yang jelas, dia adalah wanita yang tidak boleh sembarangan di sentuh. Karena di belakangnya ada orang-orang yang siap mati untuknya. Dan juga ... kakak iparmu itu memiliki latar belakang yang sangat mengerikan. Dia bukan penduduk asli di negara ini, melainkan hanya seorang pendatang yang tidak sengaja di bawa ke negara kita. Mungkin semua bulu di tubuhmu akan gemetar hebat jika kau tahu keluarga mana saja yang ada di belakang Rose. Aku berani jamin itu!"
"Benarkah?" ucap Gracia semakin penasaran. "Cesar, tolong beritahu aku semua tentang kakak ipar. Aku janji aku tidak akan bicara macam-macam padanya. Sungguh!"
"Tidak!"
"Please," ....
Cesar diam sejenak. Dia menimang apakah perlu memberitahukan hal tersebut pada Gracia atau tidak. Bukannya apa, Cesar hanya khawatir kalau dia akan menyinggung privasi Rose mengingat kalau wanita dingin itu sangat tidak suka jika ranah pribadinya di usik oleh orang lain.
"Ayolah, Ces. Biarkan aku mengetahui semuanya agar nanti aku bisa menempatkan diri dengan benar. Aku tidak mau menjadi beban kedua kakakku, Cesar. Aku tidak mau melihat mereka sampai kenapa-napa karena aku. Ya?" bujuk Gracia sambil menatap penuh harap ke arah Cesar.
"Aku tidak akan mengatakan dengan jelas. Kau cukup mencari tahu lewat nama-nama keluarga yang menjadi pendukungnya Rose. Ingat Gracia, Rose adalah orang yang mudah sekali tersinggung jika identitasnya sampai di telusuri. Dia dan anak buahnya tidak akan pandang bulu, termasuk padamu juga. Jadi aku harap kau tidak ceroboh. Paham?"
"Paham."
"Baiklah. Sekarang dengarkan baik-baik karena aku tidak akan mengulangnya."
Gracia menganggukkan kepala dengan cepat. Dadanya berdebar dengan sangat kuat saat menunggu Cesar berbicara.
"Nama aslinya Rose adalah Rosalinda Osmond. Dia adalah saudara kembarnya Rollando Osmond, anak dari pasangan Drax Osmond dan Grizelle Shaenette Ma, cucu dari pasangan legendaris Greg Ma dan Liona Serra. Di belakangnya ada Group Thampson yang di pegang oleh Gerald Thampson. Juga masih ada beberapa keluarga berlatar belakang tidak biasa yang menjadi bagian dari identitasnya. Dari semua yang kau dengar itu masih belum seberapa, Gracia. Kakak iparmu itu sangat mengerikan, bahkan bisa di anggap hampir setara dengan kakakmu. Sekarang kau mengerti bukan kenapa aku melatihmu sampai seperti ini?"
J-jadi Rose adalah bagian dari keluarga Ma itu? Oh my God, ini gila. Bagaimana bisa Rose datang dari keluarga yang begitu berpengaruh di Negara N? Ini gila, benar-benar sangat gila.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...๐นJangan lupa vote, like dan comment...
...ya gengss ๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
...๐นFb: Rifani...
__ADS_1