
Adam segera kembali ke hotel setelah dari restoran. Di tangannya ada sebuket bunga yang dia belikan khusus untuk istrinya tercinta. Sambil tersenyum, Adam menunggu pintu lift terbuka. Dia sudah tidak sabar ingin segera memberikan bunga tersebut pada Rose.
"Hm, Rose pasti akan sangat senang jika melihatku datang sambil membawakan bunga untuknya,"
Tak lama kemudian pintu lift terbuka. Adam segera melangkahkan kaki keluar dari sana tanpa memperhatikan kalau di depannya ada seorang kakek yang juga ingin masuk ke dalam lift.
Bruugggg
"Astaga!"
Tubuh Kakek Niel yang sudah tua rupanya tak mampu membuatnya bertahan saat dirinya tiba-tiba di tabrak oleh seorang pemuda. Sambil meringis menahan nyeri di bokongnya, Kakek Niel menengadah ketika pria yang menabraknya ingin membantunya untuk berdiri.
"Kakek, Kakek tidak apa-apa?" tanya Adam dengan raut wajah bersalah. "Maafkan aku Kek. Tadi aku sedikit melamun jadi tidak memperhatikan jalan."
"Tidak apa-apa, hanya bokongku saja yang sedikit nyeri," jawab Kakek Niel.
"Mari aku antar Kakek ke rumah sakit. Aku takut ada tulang yang patah karena tabrakan tadi. Tunggu sebentar ya, aku akan membereskan kekacauan ini dulu."
Kakek Niel terkekeh pelan mendengar perkataan pria tersebut. Dia lalu memperhatikan dengan seksama siapa pria yang kini tengah sibuk menyusun berkas miliknya yang berserakan di lantai.
"Tuan Adamar?"
Mendengar namanya di sebut, Adampun langsung menoleh ke arah kakek yang tadi di tabraknya. Keningnya mengerut.
"Kakek mengenalku?"
"Ya Tuhan, ternyata memang benar itu kau!" sahut Kakek Niel. "Maaf Tuan Adamar, saya sungguh tidak mengenali anda tadi. Saya Kakek Niel,"
"Kakek Niel? Apakah Kakek yang menjadi pemilik perusahaan kertas?" tanya Adam memastikan.
"Iya benar,"
"Wahhh, senang sekali bisa bertemu denganmu, Kek,"
"Saya yang seharusnya senang bisa bertemu dengan orang berpengaruh seperti anda, Tuan Adamar."
Sambil menahan nyeri di bokongnya, Kakek Niel buru-buru berjongkok di lantai untuk membantu menyusun berkas. Sungguh, Kakek Niel benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan pemilik CL Group di hotel ini.
"Sudah, berkas-berkas ini biar aku yang membereskan. Kakek cari tempat duduk saja!" ucap Adam sembari menahan tangan sang kakek yang hendak membantunya membereskan kekacauan.
"Tapi Tuan Adamar, saya...
"Panggil Adam saja, Kek. Jangan seformal itu padaku."
Kakek Niel akhirnya menyerah. Sambil berpegangan di dinding, Kakek Niel mencoba untuk berdiri. Dia lalu menatap ke arah buket bunga yang tadi di bawa oleh Adam. Tanpa sadar bibirnya tersenyum.
__ADS_1
"Apa kau ingin mengunjungi kekasihmu di hotel ini?"
"Iya Kek."
Adam segera menyerahkan berkas tersebut setelah tersusun rapi. Dia lalu mengambil buket bunga miliknya.
"Keluarga besar kekasihku sedang berlibur dan menginap di hotel ini, Kek. Mereka baru siang tadi sampai di sini."
"Oh, apakah mereka calon mertuamu?" tanya Kakek Niel penasaran.
Bukan hanya calon Kek, tapi mereka memang sudah menjadi mertuaku.
"Do'akan saja. Dan tolong jangan beberkan rahasia ini pada orang lain ya, Kek. Aku bisa mati berdiri jika media sampai tahu kalau aku sudah memiliki kekasih," jawab Adam berkelakar.
Kakek Niel mengangguk.
"Kalau boleh tahu dari keluarga mana calon istrimu itu? Maaf bukannya ingin mencampuri, aku hanya merasa akan menjadi orang paling beruntung jika bisa menjadi orang luar pertama yang tahu kalau pria tersukses di negara ini telah memiliki calon istri."
Adam tertawa mendengar pujian yang di layangkan oleh sang kakek. Sambil menciumi buket bunga yang dia bawa, Adam akhirnya memberitahu berasal darimana keluarga istrinya. Dia berani melakukan hal ini karena cukup mengenal bagaimana perangai si kakek pemilik perusahaan kertas ini. Kakek Niel terkenal tegas dan tidak suka mencampuri urusan orang lain. Juga di kenal sebagai pembisnis kecil yang multitalent.
"Kekasihku bukan dari negara ini, Kek. Namanya Rosalinda, dia berasal dari keluarga Osmond."
Kening Kakek Niel mengerut saat dia mendengar marga dari keluarga calon istrinya Adam. Dia kemudian terdiam, memikirkan dimana dia pernah mendengar nama tersebut.
"Rosalinda juga adalah cucu dari pemilik Group Ma, Kek. Namanya Tuan Greg Ma," imbuh Adam dengan bangganya.
Mata Kakek Niel langsung membelalak lebar begitu Adam menyebut nama tersebut. Tuan Greg Ma adalah mantan atasannya yang tinggal di Negara N. Dulu Kakek Niel cukup lama bekerja padanya hingga pada akhirnya dia memutuskan untuk berhenti karena ingin hidup sederhana bersama dengan sang istri terkasih, Nenek Shiren.
"Ada apa, Kek? Apa Kakek mengenalnya?" tanya Adam yang heran melihat reaksi Kakek Niel begitu nama kakeknya Rose di sebut.
"Iya Adam, aku bahkan sangat mengenal keluarga itu. Dulu, sebelum keluarga kami pindah Ke negara ini, aku adalah sekertaris Tuan Greg Ma. Mereka berasal dari Negara N dan istri dari Tuan Greg Ma bernama Nyonya Liona Serra kan?" jawab Kakek Niel antusias.
Kali ini Adam yang terbelalak kaget. Tidak di sangka kalau Kakek Niel ini adalah mantan orang kepercayaan Kakek Greg. Siapa yang akan menduga kalau kakek tua berpenampilan sederhana ini dulunya adalah kaki tangan dari orang paling berpengaruh di Negara N. Sungguh suatu kebetulan yang tidak di sangka-sangka.
"Adam, sekarang beliau ada dimana? Biarkan aku ikut denganmu untuk menyapanya ya?" ucap Kakek Niel penuh harap.
"O-oh, mereka menginap di kamar pribadiku, Kek. Kalau begitu ayo kita pergi bersama-sama. Kakek Greg pasti akan sangat senang jika bertemu denganmu," jawab Adam setelah tersadar dari keterkejutannya.
Adam bergegas membantu memegangi tubuh Kakek Niel kemudian mengajaknya berjalan menuju kamar dimana istri dan keluarganya berada. Sambil berjalan, Adam terus menanyakan tentang kedekatan Kakek Niel dengan Kakek Greg dulu. Dia sungguh takjub saat Kakek Niel menceritakan betapa hebatnya seorang Liona Serra yang bahkan mampu menaklukkan seorang Greg Ma, pria dingin nan pemaksa di zamannya.
"Ini kamarnya, Kek."
"Ya Tuhan, aku benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan Tuan Greg Ma di hotel ini, Dam."
Seulas senyum tipis muncul di bibir Adam. Dia kemudian membuka pintu kamar lalu mengajak Kakek Niel untuk masuk ke dalam.
__ADS_1
"Astaga, Niel!!!" teriak Greg begitu melihat pria tua yang datang bersama dengan cucu menantunya.
Mata Kakek Niel tampak berkaca-kaca saat Tuan Greg Ma datang memeluknya. Dia lalu mengangguk pelan ke arah Nyonya Liona yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Astaga Niel, apa benar ini kau?" tanya Greg tak percaya.
"Iya Tuan, ini saya Niel."
"Ya Tuhan... Honey, lihat ini. Rupanya dia menghilang dari negara kita karena pindah ke negara ini. Pantaslah kita tak pernah bisa menjumpainya!" ucap Greg dengan raut wajah penuh kebahagiaan.
"Apa kabar, Niel?" tanya Liona menyapa.
"Kabar saya sangat baik, Nyonya Liona," jawab Kakek Niel.
Rose yang saat itu baru keluar dari dalam kamar mandi nampak menatap datar ke arah kakek tua yang tengah berdiri di samping kakeknya. Keningnya mengerut.
"Halo Paman Niel, aku Grizelle dan ini Drax, suamiku. Kau masih ingat dengan kami bukan?" tanya Grizelle ikut menyapa.
"Saya mana mungkin melupakan kalian semua, Nona Grizelle, Tuan Drax. Dan... em siapa gadis cantik itu?" tanya Kakek Niel penasaran dengan seorang gadis cantik yang tengah menatapnya.
"Dia isriku Kek, namanya Rose" jawab Adam.
"Oh, istrimu."
Sedetik kemudian....
"Apa??? Istri? Bukankah kau bilang kalau ingin mengunjungi kekasihmu? Dia Rosalinda atau Rose?" pekik Kakek Niel bingung dan juga kaget.
Semua orang tertawa melihat reaksi terkejut di wajah Kakek Niel. Rose yang melihat hal itupun segera datang mendekat. Dia tersenyum tipis saat Adam langsung merangkul pinggangnya dengan begitu lembut.
"Apa kau kakeknya Mona?" tanya Rose memastikan.
"Iya," jawab Kakek Niel. "Astaga, jangan bilang kau adalah Rose, teman cucuku."
"Ya, aku Rose temannya Mona."
Terdengar gelak tawa yang sangat riuh saat Kakek Niel terkaget-kaget mengetahui kebenaran kalau selama ini cucunya telah berteman baik dengan cucu mantan majikannya. Greg dan Liona kemudian mengajak Kakek berbincang dengan hangat. Ya, hubungan mereka tak lagi seperti atasan dan bawahan. Melainkan sudah seperti keluarga sendiri. Yang mana hal itu membuat Rose terpesona. Ya, dia terpesona oleh kehangatan yang di miliki oleh keluarganya ini.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss ๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
__ADS_1
...๐นFb: Rifani...