
"Rolland itu dulunya mempunyai seorang saudari kembar, namanya Rosalinda Osmond. Dan orang-orang selalu memanggilnya Rose. Saudarinya Rolland sangat cantik, tapi sikapnya sangat dingin dan cuek pada orang lain. Rose sebenarnya adalah gadis yang baik, dia hanya tidak suka pada keramaian. Meskipun dulu kami tidak dekat dan aku hanya menatapnya dari kejauhan, aku bisa merasakan kalau Rose bukanlah gadis yang sombong walau pun orangtua dan keluarga besarnya merupakan keluarga yang kaya raya dan juga sangat terpandang. Dia bahkan bisa dengan mudah membaur dengan anak jalanan sekalipun!"
Rose diam menyimak perkataan Brenda yang sedang menceritakan tentang keluarga Rolland. Saat ini mereka berdua tengah duduk di kursi taman yang tidak jauh dari hotel. Tadinya Rode berencana ingin mengajak Brenda mendatangi rumahnya Rolland, tapi dia urungkan karena khawatir Adam mendadak pulang. Jadilah di sini mereka berdua, duduk berbincang dengan akrab meski mereka baru saja saling kenal.
"Tujuh belas tahun yang lalu, saat hujan turun di sertai badai angin, mobil yang di naiki Rolland dan Rose mengalami kecelakaan. Mobil mereka tersambar petir lalu terperosok ke pinggiran tebing yang menjorok ke arah laut. Semua orang selamat, kecuali Rose. Dia jatuh ke laut dan di nyatakan hilang karena saat itu gelombang laut sangat besar. Seluruh tim sar di kerahkan, bahkan Nyonya Liona sampai mendatangkan tim dari luar negeri untuk mencari cucunya yang hilang. Tapi nasib berkata lain, Rose tetap tidak bisa di temukan!" lanjut Brenda sambil menarik nafas dalam-dalam. "Sejak saat itu pribadi Rolland berubah, Rose. Rolland menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi adiknya dan akan menjadi sangat emosional setiap kali mendengar ada seorang gadis yang bernama Rose. Dia bahkan selalu menolak semua gadis-gadis yang ingin mendekatinya, termasuk aku. Dia beralasan baru akan membuka hati jika adiknya telah di temukan."
Kepala Brenda tertunduk. Sebenarnya Brenda tak ingin memaksakan kehendaknya yang ingin memiliki Rolland. Tapi dia tak berdaya setiap perasaan rindu itu datang. Akhirnya lagi dan lagi dia akan mengejar Rolland dengan gigih, bahkan sekarang dia sudah mengantongi restu dan mommy dan daddy-nya Rolland. Yang mana hal itu semakin menguras rasa malunya untuk terus berusaha menaklukkan pria yang hatinya di apit oleh gunung es.
Kenapa aku merasa sakit ya mendengar kisah Rolland dan adiknya. Aneh sekali.
"Apa keluarganya Rolland merelakan kematian Rose begitu saja?" tanya Rose penasaran.
"Kau salah jika berpikir seperti itu, Rose. Baik Rolland maupun keluarganya, mereka semua yakin kalau suatu saat si mawar ini akan pulang ke rumah. Setiap ulang tahun mereka, semua orang akan pergi piknik ke tepi laut yang menjadi saksi hilangnya Rose malam itu. Mereka semua sangat berharap kalau Rose akan muncul dan menemui mereka di sana. Tapi ya itu, sampai sekarang Rose belum juga memperlihatkan batang hidungnya. Mungkin dia lupa jalan pulang" jawab Brenda.
"Seberapa besar kekuasaan keluarganya Rolland?.
Rasanya ada yang mengganjal di benak Rose. Kalau memang keluarganya Rolland begitu berkuasa, harusnya mereka bisa menemukan Rose. Dengan uang, apapun bisa mereka lakukan termasuk menyewa detektif terbaik yang ada di seluruh dunia. Entah kenapa ada rasa kecewa di benak Rose saat tahu kalau keluarganya Rolland hanya diam menunggu tanpa melakukan apa-apa.
"Sangat besar, Rose. Konon, keluarga kakeknya Rose dan Rolland adalah cicit dari seorang saudagar sukses dari zaman Dinasti Ming. Kekayaan mereka sangat melimpah ruah, bahkan separuh dari gedung pencakar langit yang ada di negara ini adalah milik Rolland dan keluarganya. Pokonya keluarga Rolland adalah yang nomor satu di negara ini" jawab Brenda kemudian menguap.
Rose menarik nafas.
"Aku perhatikan kau begitu tertarik dengan keluarganya Rolland. Kau tidak ada niat untuk menikungku kan Rose?" tanya Brenda dengan tatapan yang menyelidik.
"Omong kosong!.
"Hei, jangan menganggap enteng hal-hal seperti ini ya. Memangnya kau tidak lihat kalau di drama-drama ada banyak sekali parasit bermunculan yang berawal dari keinginantahuan tentang keluarga si pria. Dan apa yang baru saja kita bahas sangat menjurus pada hal-hal tersebut, Rose!.
"Lalu kau mau apa kalau aku benar menginginkan Rolland?" sahut Rose sambil menatap tajam ke arah Brenda.
__ADS_1
Rose terhenyak kaget. Tengkuknya merinding melihat cara Rose menatapnya. Dalam kekagetannya, tiba-tiba saja Brenda merasa seperti tidak asing dengan wajah gadis yang duduk di sampingnya. Keningnya mengerut, mencoba mengingat-ingat dimana dia pernah bertemu dengan orang yang serupa dengan wajahnya Rose.
Pletaakk
"Yaaakkk!" teriak Brenda kaget saat keningnya di sentil.
"Wajahmu akan lebih cepat keriput kalau berpikir seserius itu" ucap Rose dingin.
Mata Brenda membulat lebar. Tangannya langsung bergerak mengusap wajahnya lalu menekan bekas sentilan tangan Rose. Dia meringis.
"Pulanglah. Angin malam tidak baik untuk gadis muda sepertimu" usir Rose sembari bangkit dari duduknya.
"Kau mengusirku?" protes Brenda jengkel.
"Ya,"
"Astaga, mulutmu Rose. Ck, kau sangat menyebalkan!.
"Yaakkkk!.
Dada Brenda bergerak naik-turun saking kesalnya setelah bicara dengan Rose. Dia lalu menghentak-hentakkan kaki ke tanah saat di tinggal pergi begitu saja.
"Dasar beruang kutub betina. Lain kali aku tidak akan mau menyapamu lagi kalau kita bertemu. Ihhh Rose, kau benar-benar menyebalkan!" gerutu Brenda kemudian bergegas masuk ke dalam mobilnya yang terparkir di halaman hotel.
Tanpa di sadari oleh Brenda, Rose masih terus mengawasinya dari dalam hotel. Meski baru saling mengenal, Rose tetap saja merasa khawatir. Biar bagaimana pun Brenda masuk dalam golongan gadis yang sangat cantik, jadi Rose takut dia menjadi incaran pria brengsek saat berada di luar seorang diri. Rose baru melangkah pergi menuju kamarnya setelah memastikan kalau Brenda telah pergi dengan aman. Di dalam lift, pikiran Rose terus tertuju pada kejadian yang menimpa adiknya Rolland. Ada rasa marah dan juga kecewa di hatinya, dan Rose tidak tahu kenapa rasa ini bisa muncul.
"Harusnya mereka itu mencari tahu lebih detail lagi apakah Rose masih hidup atau tidak. Bukannya malah menunggu dengan melakukan hal-hal konyol di tepi pantai setiap anak itu berulang tahun. Aneh sekali sih!" geram Rose tanpa sadar menggerutu.
Orang-orang yang berpapasan dengan Rose nampak keheranan melihatnya mengomel sepanjang jalan menuju kamar. Mereka berpikir kalau Rose itu sedang mabuk. Beruntung Rose menutupi wajahnya dengan masker, jadi orang-orang ini tidak bisa mengetahui identitasnya yang diam-diam di rekam oleh mereka.
__ADS_1
Braaakkk
Emosi memikirkan kekonyolan keluarga Rolland, Rose dengan kasar menendang pintu kamar. Dia lalu membuang asal masker yang dia kenakan lalu menghubungi nomor anak buahnya yang mengawasi di luar hotel.
"Bawakan aku beberapa botol vodka terbaik yang ada di negara ini. Ingat, harus yang terbaik. Awas saja kalau kalian sampai membawa vodka yang buruk. Akan kuminta Resan membuang kalian dari dalam pesawat. Paham!.
"Baik, nona. Kami akan segera membawakannya ke kamar nona."
Setelah itu Rose membuka pakaiannya lalu masuk ke dalam kamar mandi. Nafasnya begitu memburu.
"Ada apa denganmu, Rose? Kenapa kau bisa sebegini marah pada mereka? Kau kan tidak memiliki hubungan apapun dengan Rolland dan keluarganya!" ucap Rose bermonolog dengan pantulan wajahnya di depan cermin.
"Tapi kenapa rasanya sakit sekali? Ada apa sebenarnya? Tidak mungkin kan aku adalah Rose yang mereka cari? Kakek bilang ayah dan ibu sudah meninggal saat aku berusia lima tahun, tapi kenapa aku sesakit ini? Ini ada apa?? Ada apa??!.
Rose berteriak penuh emosi sambil memukuli dadanya sendiri. Ingin menangis, tapi tidak tahu apa alasannya.
Tepat di saat emosi Rose mulai stabil, pintu kamar di ketuk. Dia bergegas keluar dari dalam kamar mandi untuk membukanya.
"Ini vodka yang nona minta!" ucap anak buah Rose sembari menyodorkan lima botol minuman kearah tuannya.
Rose mengangguk. Dia mengambil botol tersebut lalu menutup pintu kamar. Dengan langkah gontai Rose berjalan menuju balkon, dia ingin menghabiskan malam untuk merenungi perasaannya yang tiba-tiba hilang tak terarah.
Tenang Rose, semua ini pasti hanya karena kau sedang kelelahan. Rolland dan keluarganya bukan siapa-siapamu, kau jangan lemah.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss ๐ช๐ช๐ช...
__ADS_1
...๐นIg: rifani_nini...
...๐นFb: Rifani...