Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Ada Yang Janggal


__ADS_3

Pagi harinya, Rose melakukan rutinitas seperti hari-hari biasa. Setelah dia membuatkan sarapan untuk Adam, Rose bergegas pergi ke restoran untuk bekerja. Awalnya Adam tidak mengizinkannya untuk datang ke restoran, masih rindu, begitu alasannya. Namun Rose tidak mungkin mengabaikan tugasnya sebagai seorang waiters. Apalagi waktu itu dia sudah mengambil cuti satu hari untuk menjenguk Mona. Dia tentu sadar kalau hal ini bisa membuat pemilik restoran merasa tidak senang.


Adam: Hon, aku bahkan bisa membeli restoran itu untukmu agar kau tidak perlu repot-repot lagi melayani pelanggan...


Rose: Coba saja beli kalau kau mau, Dam. Tapi setelah itu bersiaplah untuk tidak bertemu denganku dalam waktu yang lama.


Adam: Kau menyebalkan, Honey.


Rose: Aku tahu.


Mengingat perdebatannya dengan Adam membuat Rose tak kuasa menahan senyum. Sebenarnya, tanpa di ketahui oleh Adam, restoran tempat Rose bekerja adalah miliknya sendiri. Satu tahun setelah Rose bekerja di sana, pemiliknya terjebak skandal yang membuatnya harus menjual restoran tersebut. Karena Rose sudah merasa nyaman bekerja di sana, dia tanpa pikir panjang langsung mengambil alih restoran itu atas nama Mr.X. Dan satu-satunya orang yang mengetahui kalau Rose adalah si Mr.X adalah manager restoran. Rose memang sengaja membiarkannya tahu agar manager tersebut tidak berani mengusiknya, apalagi memecatnya. Itulah sebabnya saat Rose sedang di ganggu oleh seorang pria bajingan, sang manager tidak berani melakukan apapun padanya. Bahkan terkesan ketakutan. Wajarlah, dia mana mungkin berani memecat orang yang selama ini sudah menggajinya.


"Nona, saya sudah menemukan siapa orang yang telah mengancam Kakek Frans selama ini," lapor Resan sembari menatap nonanya dari kaca spion.


Sebenarnya sejak tadi Resan ingin bicara. Namun melihat nonanya yang seperti sedang berbunga-bunga Resan jadi tidak tega untuk mengganggu waktunya. Bukan tidak tega sih, tapi lebih ke takut di marahi. Hehe, Nona Rose adalah gadis cantik yang sangat mengerikan. Baik Resan maupun yang lain, mereka sama-sama tidak berani memancing kemarahan sang ketua. Tak mau mati muda, begitu pikir mereka.


"Siapa dia?" tanya Rose dengan raut wajah yang sudah berubah dingin.


"Untuk namanya sendiri saya tidak tahu, Nona. Akan tetapi, orang ini berasal dari salah satu organisasi misterius yang kabarnya di miliki oleh keturunan keluarga Ma. Organisasi Grisi," jawab Resan. "Menurut rumor yang beredar, organisasi ini sangat ditakuti pada masanya. Karena sampai detik ini tidak ada satupun orang yang tahu dimana lokasi mereka. Semua anggotanya sangat terorganisir, ada yang bilang kalau anggota mereka bisa muncul dimanapun dan menjadi apa yang mereka mau. Yah, bisa di bilang kalau organisasi ini terlalu mengerikan!"


Kening Rose mengerut.


"Organisasi Grisi?"


Kalau benar organisasi tersebut milik keluarga Ma, rasanya aneh jika dia yang diserang. Meski Rose belum bisa menerima kalau Rolland adalah saudaranya, harusnya mereka tahu kalau Rose adalah bagian dari mereka. Jadi motif dari orang yang mengancam kakeknya itu apa? Kenapa mereka terlihat sangat tidak ingin Rose kembali berkumpul dengan keluarganya? Ini aneh. Atau jangan-jangan orang ini mempunyai maksud terselubung dengan mengatasnamakan Organisasi Grisi. Sepertinya masalah ini cukup pelik.


"Apa kau merasakan ada yang janggal dalam kasus ini?"

__ADS_1


"Iya Nona,"


Resan menghela nafas.


"Anda dan Tuan Rolland memiliki DNA yang sama dengan keluarga Osmond dan juga keluarga Ma. Yang artinya kalau Nona adalah cicit dari pendiri Organisasi Grisi. Kalau memang benar seperti itu, harusnya mereka bukan membuat Kakek Frans kehilangan lidahnya dan mereka tidak seharusnya membuat Nona terpisah dari keluarga kandung Nona. Tapi apa yang mereka lakukan berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada. Sepertinya mereka memiliki motif tersendiri dengan sengaja membuat Nona terasingkan seorang diri."


"Apa kau begitu yakin kalau aku dan Rolland adalah saudara kembar?"


"Seratus persen yakin, Nona," jawab Resan jujur.


"Kalau begitu tolong beritahu aku kenapa usia kami berbeda jika memang benar kalau kami adalah kembar!" ucap Rose menantang.


Resan menelan ludah. Dia harusnya ingat kalau nonanya masih belum mau menerima keluarga Tuan Rolland sebagai keluarganya.


"Maafkan saya, Nona. Untuk pertanyaan tadi sepertinya hanya Kakek Frans dan orang itu saja yang bisa menjawab."


"Kau tahu bukan kalau aku sangat tidak suka pada orang-orang yang sok tahu tentang hidupku?"


Atmosfer di dalam mobil langsung berubah mencekam saat Rose menarik nafas berulang kali. Resan yang sadar kalau ucapannya sudah membuat sang nona tersinggung hanya bisa terkatup diam menahan ngeri. Bagaimana tidak ngeri. Pokoknya sulit untuk di jelaskan dengan kata-kata. Dia sungguh menyesal karena bicara tanpa di saring terlebih dahulu.


"Terus lakukan penyelidikan pada organisasi itu. Jika mampu buat orang itu agar bersedia muncul


di hadapanku!" ucap Rose sebelum keluar dari dalam mobil.


"Baik, Nona."


Setelah nonanya keluar, Resan segera pergi dari sana. Jika kalian pikir dia tengah memakai kendaraan mewah, maka kalian salah besar. Saat ini Resan tengah menjelma menjadi seorang supir taxi. Ya, supir taxi. Nonanya adalah wanita yang sangat anti sosial. Dengan kekayaan yang begitu banyak entah kenapa nonanya lebih suka berpura-pura hidup sebagai wanita sederhana. Bekerja sebagai pelayan di restorannya sendiri, juga sengaja membeli taxi yang akan mengantarkannya bepergian kesana kemari. Aneh bukan? Padahal di markas mereka berjejer puluhan mobil sport berharga milyaran rupiah yang telah di modifikasi hingga sedemikian apik. Namun, si pemilik mobil-mobil itu lebih memilih untuk menggunakan taxi. Nonanya baru akan memakai mobil mewah itu jika moodnya sedang baik. Dan itupun sangat jarang terjadi.

__ADS_1


Tepat ketika Rose hendak masuk ke dalam restoran, dia tidak sengaja ditabrak oleh seorang wanita. Dan untungnya mereka berdua tidak ada yang terjatuh. Hanya sedikit oleng ke samping.


"Astaga, maafkan aku, Nona. Aku sedang melihat ponsel tadi, jadi tidak melihat jalan. Kau tidak apa-apa kan?" tanya Ghea sembari menatap tak enak ke arah wanita cantik yang berdiri di hadapannya.


Rose mengangguk. Setelah itu dia pergi melenggang begitu saja kemudian masuk ke dalam restoran. Mengabaikan tatapan heran dan juga kaget dari wanita yang baru saja menabraknya.


"Kenapa gadis itu dingin sekali sih?"


Tak mau ambil pusing, Ghea memutuskan untuk segera pergi dari restoran tersebut. Tadinya Ghea bersama dengan ibunya ingin sarapan pagi di restoran ini sembari menunggu Nyonya Clarence datang. Namun tiba-tiba saja ibunya di minta untuk segera pulang oleh sang ayah karena ayahnya akan melakukan perjalanan bisnis dadakan ke luar kota. Alhasil, beginilah sekarang. Ghea dengan terburu-buru keluar dari dalam restoran setelah menyelesaikan hajat kecilnya di toilet.


"Ma, nama anaknya Bibi Vanya itu siapa?" tanya Ghea sembari melajukan mobil keluar dari tempat parkir.


"Namanya Adamar Clarence. Dia adalah pembisnis muda yang sangat sukses di negara ini. Papamu pasti akan sangat senang kalau kau berhasil menjadi istrinya."


Ghea terdiam. Nama Adamar Clarence sebenarnya sudah tak asing lagi baginya. Sebagai seorang master desain, nama-nama pengusaha ternama sudah pasti telah di kantongi oleh Ghea, tak terkecuali Adam juga. Namun Ghea tak ingin buru-buru menerima perjodohan yang akan dilakukan oleh ibunya dan juga ibunya Adam. Dia ingin melihat dulu seperti apa respon Adam ketika bertemu dengannya nanti.


"Ghea, apapun yang terjadi kau harus bisa menjadikan Adam sebagai suamimu. Harga diri dan martabat keluarga kita bisa melesat tinggi kalau kau berhasil menjadi Nyonya Clarence, apalagi bisa mengambil alih beberapa saham CL Group menjadi atas namamu. Mama dan Papa akan menjadi orang paling bahagia di dunia ini. Bisa?"


"Kita lihat bagaimana nanti, Ma. Aku dan Adam belum saling kenal, keputusan seperti ini tidak boleh di ambil secara sepihak. Tapi Mama tenang saja, aku pasti akan melakukan yang terbaik untuk perjodohan ini. Do'akan saja semoga aku dan Adam berjodoh."


"Gheana Lesham, kau memang yang terbaik. Mama sangat bangga padamu, sayang."


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa voter, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...

__ADS_1


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2