Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Menegaskan Hubungan


__ADS_3

Di Negara N, terlihat Rolland yang sedang sibuk memeriksa persiapan ulang tahun Dantian Group. Waktunya memang masih satu minggu lagi sih. Akan tetapi dia harus tetap datang untuk memastikan sendiri kalau tempat yang sengaja di persiapkan untuk menyambut kedatangan Rose telah di tata sesuai dengan instruksi Mommy dan Daddy-nya.


"Jangan sampai ada yang salah di bagian ini. Kalian bisa di pecat jika Mommy sampai menyadarinya!" ucap Rolland sembari membenarkan posisi salah satu barang yang tertata di sana.


"Baik, Tuan Muda."


Rolland mengangguk. Setelah itu dia pergi memeriksa ke bagian yang lain. Dan ketika Rolland sedang sangat sibuk, salah seorang karyawannya datang melapor kalau Brenda ingin bertemu dengannya.


"Bawa dia masuk kemari!" ucap Rolland sambil tersenyum senang.


Brenda, gadis polos yang tidak pernah lelah mengejar cintanya datang. Dulu sebelum Rose di temukan, Rolland tak pernah sekalipun merespon keberadaannya. Akan tetapi sekarang dunia seakan berbalik begitu saja setelah Rolland menyadari kalau Brenda adalah jalan yang telah menuntun dia dan keluarganya menemukan keberadaan Rose. Juga adalah seorang malaikat yang dengan bodohnya menguntit Mona yang saat itu di culik oleh salah satu sekte sesat. Andai waktu itu Brenda tidak nekad, Rolland yakin kalau hubungannya dengan Rose pasti tidak akan bisa sehangat sekarang. Berkat Brenda, sebentar lagi dunia akan segera tahu kalau mawar di keluarga Osmond telah kembali. Ya, mawar yang sudah tujuh belas tahun menghilang tanpa ada kabar kini akan segera berkumpul dengan keluarganya. Dan satu lagi, Rolland akan segera menjadikan Brenda sebagai miliknya. Harus Rolland akui kalau sekarang dia tidak bisa jika tidak memikirkan Brenda setiap harinya. Wajah dan senyum polos gadis itu membuat Rolland jadi terBrenda-Brenda sekarang.


"Kak Oland!"


Suara teriakan Brenda yang begitu kencang membuat semua orang menoleh ke arahnya. Setelah itu mereka semua tersenyum, sudah tidak heran dengan sikap lucu dari gadis menggemaskan ini.


"Jangan berlarian, nanti kau jatuh," ucap Rolland sambil terus menatap Brenda yang sedang berlari kecil ke arahnya. Dia lalu merentangkan kedua tangannya, meminta agar Brenda masuk ke pelukannya. Rolland merindu.


Grreeeeppp


"Huumm, wangi sekali," gumam Brenda sembari membaui aroma maskulin di tubuh calon tunangannya.


"Darimana, hm?" tanya Rolland. Dia lalu merapihkan anak rambut yang menutupi wajah gadisnya.


"Aku tidak dari mana-mana, Kak Oland," jawab Brenda sambil menengadahkan wajah. "Kak Oland, teman-temanku tidak ada yang percaya kalau sebentar lagi kita akan bertunangan. Mereka menolak untuk menerima kenyataan kalau aku akan dinikahi oleh pria paling hot di negara ini."

__ADS_1


Rolland tergelak. Dia kemudian melihat ke sekeliling, memastikan kalau tidak ada yang mendengar ucapan Brenda. Bukannya apa, gadisnya ini lain dari gadis lainnya. Brenda tidak akan berpikir dua kali setiap ingin mengucapkan kata yang ada di dalam pikirannya sekalipun kata tersebut berbau vulgar. Seperti sekarang ini. Menyebutnya sebagai pria paling hot dengan suara yang tidak bisa di bilang lirih. Tentu saja Rolland sangat malu, tapi juga senang mendapat julukan seperti itu dari gadisnya.


"Jadi, Kak Oland. Aku ...


Brenda menggigit bibir bawahnya sebelum lanjut berbicara.


"Jadi aku mengajak semua teman-temanku untuk datang kemari. Aku ingin mata mereka terbuka lebar kalau apa yang aku katakan adalah benar setelah mereka menyaksikan sendiri persiapan acara pertunangan kita. Tidak apa-apa kan, Kak? Mereka boleh masuk kemari tidak?"


"Boleh," jawab Rolland singkat. Otaknya sudah tidak fokus mencerna perkataan Brenda karena sekarang dia sedang terbakar n*fsu melihat Brenda menggigit bibirnya. Rolland sangat ingin memagut bibir nakal itu sekarang juga.


"Yey.. Terima kasih Pak suami."


"Ha?"


"Hmm, kau ini ada-ada saja."


Brenda meringis menampilkan deretan giginya yang putih bersih. Setelah itu dia mengirim sesuatu di group chatnya. Rolland yang melihat hal itupun cuek-cuek saja. Toh selain karena Dantian Group yang akan berulang tahun, acara di gedung ini memang di persiapkan untuk hari pertunangannya dengan Brenda. Dan jika ada di antara kalian ada yang penasaran kapan Rolland melamar Brenda pada orangtuanya, masalah ini sudah di selesaikan secara online oleh keluarganya. Orangtua Brenda sudah cukup lama bersahabat dengan kedua orangtua Rolland. Jadi begitu Nenek Liona mengatakan kalau ingin menjadikan Brenda sebagai calon Nyonya Osmond, hal ini langsung di sambut dengan sangat baik oleh kedua orangtuanya. Lagipula siapa sih yang mampu menolak keinginan seorang Liona Serra? Pemilik L&S Company sekaligus istri kesayangan Greg Ma, terlalu bodoh jika orangtua Brenda sampai menolaknya. Dan pada akhirnya semua berjalan seperti yang Rolland harapkan. Nanti setelah Brenda lulus kuliah, gadis ini akan benar-benar menjadi miliknya. Hmm, Rolland jadi tidak sabar menantikan hari itu tiba.


"Halo Tuan Muda Rolland!" sapa teman-teman Brenda begitu mereka datang.


"Halo," sahut Rolland singkat. Dia semakin mempererat pelukan di tubuh Brenda untuk menegaskan bahwa memang benar mereka adalah pasangan kekasih yang sebentar lagi akan segera menggelar acara pertunangan.


"Em, maaf Tuan Muda. Apa benar kau dan Brenda akan segera bertunangan?"


"Ya, dan acaranya akan di gelar satu minggu lagi. Kenapa? Apa kalian masih belum percaya juga kalau Brenda adalah kekasihku? Masih ingin membully-nya, hm?" tanya Rolland tanpa basa basi.

__ADS_1


Semua mata teman-teman Brenda membelalak lebar begitu Rolland menegaskan hubungannya dengan Brenda. Mungkin bagi mereka kabar ini terdengar mustahil mengingat kalau Brenda adalah gadis polos bin bodoh yang mudah sekali untuk di bully. Namun apa yang baru saja mereka dengar sepertinya bukanlah suatu kebohongan. Brenda akan benar-benar menjadi bagian dari keluarga berkuasa tersebut.


Sh*ttt! Kenapa harus gadis sebodoh Brenda yang di pilih oleh Rolland? Apa matanya buta sampai tidak bisa membedakan kalau Brenda sama sekali tidak memiliki potensi apapun dalam hidupnya. Heh, tapi kau jangan senang dulu, Brenda. Kalian kan baru akan bertunangan, jadi aku masih memiliki kesempatan untuk merayu Rolland. Hahaha.


Rolland langsung menggeretakkan giginya begitu mendengar isi pikiran dari salah satu teman Brenda yang memiliki penampilan paling seksi. Sekarang Rolland tahu siapa dalang di balik bully yang selama ini di terima gadisnya. Awas saja, sebelum wanita ini menyentuh gadisnya, Rolland akan lebih dulu memberi pelajaran lewat keluarga wanita tersebut. Brenda mungkin memang sedikit bodoh dan juga polos. Akan tetapi jasa yang telah Brenda berikan pada keluarganya sangatlah besar. Atau anggaplah kalau sekarang Brenda adalah aset yang akan selalu di jaga ketat oleh Rolland dan keluarganya. Adalah suatu kebodohan jika wanita ini berani menyentuh Brenda. Cari mati itu artinya.


"Kalian semua nanti jangan lupa datang ke acara pertunanganku dengan Kak Oland ya. Karena selain pertunangan kami, ada kejutan lain yang akan keluarga Kak Oland tunjukan pada kalian semua. Iya kan, Kak?" ucap Brenda dengan begitu semangat.


"Kau benar, sayang. Selain kita yang akan bertunangan seminggu lagi, aku juga akan mengumumkan pada semua orang kalau kita akan langsung menikah begitu kau lulus kuliah. Dan hal ini sudah di setujui oleh kedua belah pihak keluarga," sahut Rolland yang dengan sengaja memberitahu wanita genit itu bahwa sudah tidak ada celah untuknya menyingkirkan Brenda dari hidupnya.


"Aih, Kak Oland. Kenapa kau terang-terangan sekali sih. Aku kan jadi malu."


Wajah Brenda memerah saat Rolland mengumumkan pernikahan mereka di hadapan teman-temannya.


"Biar saja. Toh memang benar kan kalau kita akan segera menikah begitu kau lulus kuliah?"


"Iya sih, tapi kan aku jadi malu."


"Kau mau kubuat semakin malu lagi tidak?"


Rolland tersenyum evil. Tanpa menghiraukan keberadaan teman-teman Brenda dia merengkuh tubuh gadis ini kemudian memagut bibirnya dengan lembut. Samar-samar Rolland tersenyum saat Brenda membalas perbuatannya dengan cara mend*sah pelan dengan suara tertahan. Rolland puas. Karena dengan cara seperti ini dia bisa merusak mental wanita coba-coba ingin merusak hubungannya dengan Brenda.


Brengsek kau, Brenda. Sialan sialan sialan!!


*******

__ADS_1


__ADS_2