Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Bicara Empat Mata


__ADS_3

Dengan langkah yang begitu berwibawa Zidane berjalan masuk ke CL Group. Bibirnya nampak menyunggingkan senyum kecil ketika para karyawan menyapanya.


"Selamat siang, Tuan Zidane. Apa kabar?" tanya salah seorang karyawan wanita yang bertugas di depan ruangan pemilik perusahaan.


"Kabar baik. Kau sendiri bagaimana?" sahut Zidane dengan ramah menjawab pertanyaan si karyawan.


"Kabar saya sangat baik, Tuan."


"Baguslah kalau begitu. Apa Adamar ada di dalam?"


"Tuan Adamar ada di dalam ruangannya, Tuan. Akan tetapi beliau sedang kedatangan tamu yang ingin bekerja sama dengan CL Group."


Zidane membulatkan mulutnya sambil mengangguk-anggukkan kepala. Kedatangannya ke perusahaan ini adalah untuk memastikan kapan Rose dan temannya yang cupu itu akan mulai bekerja. Zidane sudah tidak sabar ingin segera melihat gebrakan terbaru yang akan dilakukan oleh mahasiswi lulusan terbaik di salah satu universitas paling ternama di negara ini.


"Kalau begitu tolong katakan padanya kalau aku menunggu di ruang meeting. Aku ingin bicara empat mata dengannya."


"Baik, Tuan Zidane. Setelah tamunya pergi saya akan langsung menyampaikannya pada Tuan Adamar."


"Ya sudah kau kembalilah bekerja. Tidak perlu mengantarku ke sana."


Setelah itu Zidane segera berjalan menuju ruang meeting. Dia tersenyum begitu masuk ke dalam ruangan yang pernah menjadi saksi keberhasilannya dalam dunia bisnis. Dulu sebelum posisi Zidane dia berikan pada Adamar, dialah singa berkuasa yang selalu menancapkan taring di sini. Dengan segala kesempurnaan yang dia miliki, Zidane berhasil membawa CL Group menjadi satu perusahaan terbesar yang ada di negara S. Dan kesuksesan CL Group semakin meraja begitu putra kesayangannya turun bergabung. Eittss, tapi jangan salah. Di balik kesuksesan seorang Zidane Clarence, ada satu rahasia besar yang dia sembunyikan dengan begitu rapi. Ada sesosok laki-laki yang sangat berkuasa yang menjadi deking Zidane dalam mendapatkan semua kekayaan yang dia miliki sekarang.


"Hmmm, Phillippe Lorenzo, terima kasih banyak atas semua pengorbananmu, sayang. Meski aku memiliki banyak kekasih setelah kejadian itu, hanya nanamu seorang yang selalu membekas di hati. Kau cintaku, canduku, dan segala-galanya," gumam Zidane sembari mengusap-usap jari kelingkingnya.


Puluhan tahun lalu, Zidane pernah menjalin hubungan dengan seorang pria yang berasal dari Italia. Anggaplah kalau pria yang bernama Phillipe Lorenzo ini adalah seorang bos besar dari salah satu kerajaan bisnis yang ada di negara itu. Zidane begitu mencintainya. Hingga di suatu hari dia terpaksa harus menelan pil pahit saat mengetahui kalau Phillipe ....

__ADS_1


Tok tok tok


"Maaf Pa, tamunya baru saja pergi," ucap Adam sembari berjalan menghampiri ayahnya yang sedang menatap keluar melalui jendela. "Karyawanku bilang Papa ingin bicara empat mata denganku. Ada apa? Apakah sangat penting?"


Zidane berbalik. Dia menatap lama ke arah putranya yang begitu gagah dan dapat di andalkan. Zidane begitu bangga memiliki Adamar sebagai ahli waris dari semua kekayaan yang dia miliki. Karena selain gagah dan mempesona, putranya ini juga begitu patuh dan cerdas. Adamar hanya akan membangkang ketika urusan pribadinya di campuri.


"Tidak ada sesuatu yang penting juga, Dam. Papa hanya ingin menanyakan kapan Rose dan Mona akan bergabung di perusahaan kita," jawab Zidane tanpa basa basi. "Papa sudah tidak sabar ingin segera melihat CL Group semakin kuat di bawah pengawasan gadis jenius itu."


Rahang Adam langsung mengetat begitu nama istrinya di sebut oleh sang ayah. Jujur, Adam sebenarnya sangat tidak rela Rose muncul di hadapan publik. Dia takut kalau istrinya yang cantik itu akan menjadi incaran para buaya yang tidak tahu diri. Di tambah lagi sampai saat ini hubungan pernikahan mereka masih belum di publikasikan, membuat Adam semakin merasa was-was.


"Akan kuusahakan secepat mungkin agar Rose dan Mona bisa segera bergabung dengan perusahaan ini, Pa. Tapi nanti setelah Rose menghubungiku karena sekarang dia sedang ada urusan penting yang tidak dapat di tinggalkan," jawab Adam mengulur waktu. Dia ingin mengenalkan Rose sebagai istri sahnya pada sang ayah sebelum membawanya masuk ke CL Group.


"Memangnya dia memiliki urusan penting apa, Dam? Bukankah dia itu hanya gadis miskin biasa yang kebetulan mempunyai otak cemerlang? Kenapa harus di tunda-tunda sih!" protes Zidane tak suka.


"Papa menyelidikinya?"


Zidane menatap curiga ke arah Adamar. Dia merasa seakan putranya ini telah mengetahui sesuatu tentang Rose.


"Pa, lusa malam nanti aku ingin mengenalkan seseorang padamu. Usahakan kalian semua berada di rumah sebelum aku tiba," ucap Adam mengelak dari pertanyaan sang ayah.


"Lusa malam?"


Adam mengangguk. Tekadnya sudah bulat. Dia harus mengenalkan Rose terlebih dahulu agar tidak ada orang yang berani berbuat jahat pada istrinya. Meski pria ini adalah ayahnya, Adam selalu ragu kalau dia benar-benar di sayang. Dari cara menatap dan nada bicara sang ayah, Adam bisa merasakan kalau semua itu sarat akan sesuatu hal. Dia khawatir kalau-kalau ayahnya ini nekad melakukan sesuatu yang buruk pada Rose karena diam-diam ternyata ayahnya sudah melakukan penyelidikan tentang latar belakang istrinya itu. Ini tidak baik. Baik Rose maupun ayahnya, kedua orang ini sama-sama memiliki kekuatan tersendiri. Ayahnya memiliki bantuan dari seseorang yang tak pernah dia ketahui keberadaannya. Sementara Rose, kalian semua pasti tahulah dia siapa. Mustahil ayahnya bisa selamat kalau istrinya yang galak itu sampai merasa terprovokasi.


"Aku akan datang bersama seorang wanita pilihanku. Dan aku harap Papa mau menerimanya sebagai bagian dari keluarga Clarence," jawab Adam kemudian memasukkan satu tangannya ke saku celana. "Dia adalah wanita terbaik yang pernah aku kenal. Aku yakin Papa tidak akan menyesal jika menerimanya."

__ADS_1


"Siapa namanya dan berasal dari keluarga mana wanita itu?" cecar Zidane waspada. "Ingat ya Dam, Papa tidak akan pernah mau menerima wanita yang asal-usulnya tidak jelas. Apalagi jika wanita itu berasal dari keluarga miskin. Matipun Papa tidak akan sudi untuk menyambutnya sebagai bagian dari keluarga Clarence."


Satu seringai samar muncul di bibir Adam begitu mendapat banyak cecaran dari sang ayah yang lagi-lagi lebih mengutamakan kasta daripada kualitas. Ayahnya belum tahu saja kalau wanita yang akan dia bawa pulang ke rumah memiliki kasta yang tidak bisa di bandingkan dengan keluarga Clarence. Tapi sayangnya Adam tidak bisa mengungkapkan fakta tersebut karena tak ingin identitas asli istrinya terungkap. Biarlah masalah ini Rose saja yang memutuskan apakah harus memberitahu sang ayah tentang kebenarannya atau tidak.


"Apa wanita itu adalah Gheana Lutfer?" tanya Zidane menebak. Dia akan langsung setuju jika Adam menjawab ya.


"Bukan. Wanita yang akan aku kenalkan pada kalian jauh lebih baik dari Gheana. Dia sangat cantik dan juga pintar," jawab Adam dengan tegas menolak Gheana.


"Tapi bukankah kau selama ini dekat dengan Gheana ya?"


"Tidak sama sekali. Kami berdua hanya berteman baik layaknya orang-orang di luaran sana. Lagipula Gheana juga tidak tertarik untuk menjalin hubungan denganku. Dia hanya sekedar menuruti apa yang di inginkan oleh kedua orangtuanya. Sama sepertiku juga."


Hah! Kenapa bisa begini. Jelas-jelas Vanya bilang padaku kalau Gheana sangat ingin menjadi istrinya Adam. Tapi kenapa sekarang berbeda? Apakah mungkin Gheana sedang memainkan sebuah trik untuk mencapai sesuatu? Sialan, sepertinya aku kecolongan.


"Papa harap wanita yang akan kau bawa sesuai dengan standar yang Papa harapkan. Dan kau harusnya tidak membuat Papa kecewa, Dam," ucap Zidane kemudian melangkah keluar dari sana. Dia perlu bertemu Eroz untuk memintanya menyelidiki siapa wanita yang sedang dekat dengan putranya akhir-akhir ini.


"Kau pasti akan sangat syok begitu tahu kalau wanita itu adalah Rose, Pa. Dan dia sudah resmi menjadi istri kesayanganku," gumam Adam sambil menatap datar pemandangan di luar jendela.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...

__ADS_1


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2