Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Cucu Konglomerat


__ADS_3

Tujuh belas tahun lalu, Frans yang saat itu sedang berjuang hidup di atas kapal tidak sengaja menemukan seorang gadis kecil yang terombang-ambing di tengah lautan. Kepalanya terluka parah, dan gadis kecil tersebut sudah dalam kondisi tak sadarkan diri.


Meski saat itu lautan tengah bergejolak, Frans tetap memutuskan untuk menolong gadis kecil ini. Dengan dibantu oleh putranya, dia mempertaruhkan nyawa untuk terjun ke laut melawan amukan sang badai.


"Ayah, bagaimana?"


"Ya Tuhan, gadis ini masih hidup, Von. Cepat carikan obat atau apapun itu yang bisa menghentikan pendarahan di kepalanya!" jawab Frans setelah berhasil naik ke atas kapal.


Avon pun segera masuk ke bagian dalam kapal untuk mencari apa yang di inginkan oleh ayahnya. Karena gelombang laut yang begitu besar, Avon tidak menemukan obat apapun karena keadaan di sana sudah sangat kacau. Dia lalu memutuskan untuk merobek kain berbahan lembut lalu segera membawanya keluar.


"Ayah, apa anak ini adalah korban pembunuhan? Luka di kepalanya sangat parah, dan ini juga sudah malam. Mustahil kalau orangtuanya yang sengaja membuangnya ke laut," ucap Avon sambil membelai wajah gadis yang di tolong oleh ayahnya.


"Jangan menuduh sembarangan. Kita ini sedang di tengah laut, jadi kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada gadis ini!" tegur Frans. Dia lalu tak sengaja melihat kalung bernama yang berada di leher si gadis kecil. "Oh, jadi namanya Rose. Nama yang cantik!"


Entah laut sudah lelah mengamuk atau bagaimana, tiba-tiba saja gelombangnya langsung mereda dengan sendirinya. Frans dan semua orang yang berada di atas kapal pun saling melihat. Ini aneh. Mereka kemudian menatap lekat-lekat ke arah Rose. Sepertinya gadis ini adalah kekasih Tuhan, begitu pikir semua orang.


Khawatir akan ada badai susulan, mereka pun segera mengarahkan kapal ke tepian. Sedangkan Frans, dia tidak henti-hentinya menatap wajah gadis yang sedang tidak sadarkan diri di pangkuannya. Muncul banyak pertanyaan di benak Frans. Gadis kecil ini terlihat sangat terawat, Frans bisa memastikan kalau gadis kecil ini pasti berasal dari keluarga ternama, atau bahkan adalah putri dari seorang bangsawan.

__ADS_1


"Hati-hati, Ayah!" ucap Avon sembari memegangi tangan ayahnya yang ingin turun dari atas kapal.


Dari kejauhan, Murni, istrinya Avon, tampak berlari-lari kecil ke tepi laut. Dia kebingungan melihat ayah mertuanya yang turun sambil menggendong seorang gadis kecil yang mana terdapat luka di bagian kepalanya. Murni yang saat itu tidak memiliki anakpun langsung jatuh cinta pada gadis kecil tersebut.


Singkat cerita, hampir seminggu lamanya Rose di rawat oleh keluarga Frans. Avon dan Murni terlihat sangat bahagia, mereka merawat Rose seperti merawat anak mereka sendiri. Tapi Frans, benaknya mulai bergejolak. Dia bukannya tidak tahu kalau gadis ini adalah cucu seorang konglomerat bernama Nyonya Liona dan Tuan Greg Ma yang hilang karena terjatuh ke laut. Tiga hari setelah dia menemukan Rose, tiba-tiba rumahnya di datangi oleh seorang misterius. Orang tersebut memintanya agar tidak memberitahu keluar kalau dirinya telah menemukan gadis milik keluarga konglomerat. Namun Frans merasa sangat bersalah ketika diam-diam mencari tahu tentang siapa keluarganya Rose. Dengan mata kepalanya sendiri Frans melihat bagaimana keluarga gadis ini terlihat sangat frustasi saat mencari keberadaannya. Frans bahkan melihat seorang pria tampan yang selalu duduk diam sambil memandangi lautan. Merasa tak tega, mulailah terjadi perang batin di benak Frans antara ingin mengantarkan Rose pada keluarganya atau tetap diam seperti yang dikatakan oleh orang misterius itu. Bukan apa, orang misterius tersebut mengancam akan membunuh Avon dan juga Murni jika dia ketahuan memberitahu keluarganya Rose kalau gadis itu masih hidup. Frans tentu saja khawatir. Avon adalah satu-satunya anak yang dia punya, Frans tidak mungkin membahayakan keselamatan putranya sendiri demi orang lain. Tapi....


"Apa yang Ayah lamunkan?" tanya Avon.


"A-ah, oh ini Ayah sedang bingung," jawab Frans tergagap.


"Tentang Rose?"


"Ayah, Rose bukanlah milik kita. Aku yakin saat ini keluarganya pasti sedang kebingungan mencari keberadaannya. Selama ini Ayah dan Ibu tak pernah mengajarkan aku untuk mengambil barang milik orang lain, termasuk Rose. Aku dan Murni memang sangat mendambakan seorang anak, tapi tidak dengan cara seperti ini," ucap Avon. "Ayah, sebaiknya Ayah segera mengabari keluarganya Rose. Beritahu mereka kalau Rose masih hidup dan saat ini tinggal bersama kita."


"Tapi Von, orang itu....


"Hidup dan mati kita ada di tangan Tuhan, Ayah. Kalau memang setelah kita memberitahukan hal ini orang itu akan menyakiti aku dan Murni, kami ikhlas. Setidaknya kita semua tidak terlilit dosa karena sudah membiarkan seorang gadis terpisah dari keluarganya. Jangan takut, Ayah. Ada Tuhan bersama kita!"

__ADS_1


Setelah menimang perkataan putranya, Frans akhirnya memutuskan untuk mendatangi orang-orang yang masih mencari keberadaan Rose. Tapi, barusaja dia hendak menghampiri seorang penjaga yang ada di sana, tiba-tiba saja ada salah satu warga desa memintanya untuk segera pulang. Dan begitu Frans sampai di rumahnya, dia di kagetkan oleh dua jasad yang tergeletak di tanah dengan kepala hancur. Avon dan Murni di bunuh tepat ketika Frans pergi meninggalkan rumah.


Ternyata orang misterius itu benar-benar menepati omongannya. Setelah jasad Avon dan Murni di kebumikan, orang misterius tersebut kembali mendatangi Frans. Dia ingin menghabisi Rose. Frans tentu saja tidak membiarkan orang misterius tersebut menyakiti gadis yang tidak bersalah ini. Dia memohon dan meminta pengampunan darinya. Orang misterius tersebut akhirnya bersedia membiarkan Rose tetap hidup dengan dua syarat. Yaitu, Frans harus mau di potong lidahnya kemudian harus segera pergi dari negara ini. Tanpa pikir panjang lagi Frans pun menyanggupi kedua syarat tersebut. Lidahnya di potong, setelah itu dia diberi beberapa tumpuk uang sebagai bekal untuk pergi dari tempat ini. Dan sebelum pergi, orang misterius tersebut masih sempat menyuntikkan obat ke tubuh Rose yang saat itu masih dalam keadaan koma.


Dalam kesakitan dan kepedihannya, Frans akhirnya pergi dari Negara N menuju Negara S. Dia lalu membawa Rose tinggal di desa yang menjadi kampung halaman mendiang istrinya. Desa ini sangat amat terpencil, bahkan hanya di huni oleh beberapa kepala keluarga saja. Namun Frans merasa kalau tempat ini jauh lebih aman jika di bandingkan dengan tinggal di kota. Dia sangat takut kalau orang misterius itu masih mengikuti mereka dan ingin kembali merenggut nyawa Rose yang kini menjadi keluarga satu-satunya yang dia miliki.


Rose baru membuka mata setelah dia koma selama dua tahun lamanya. Entah karena pengaruh obat yang dulu di suntikkan ke tubuhnya atau karena luka di kepalanya, Rose hilang ingatan. Dia tak mengingat siapa keluarganya, bahkan namanya sendiri pun dia tidak tahu. Frans yang mengetahui hal ini merasa sangat iba. Namun karena dia masih merasa tidak tenang, Frans akhirnya berbohong dengan mengatakan kalau saat itu Rose masih berusia limat tahun. Bersama warga desa yang lain, dia menutupi kejadian yang sebenarnya dimana Rose pernah mengalami koma selama dua tahun lamanya. Frans juga mengarang cerita kalau Avon dan Murni adalah orangtuanya Rose. Namun mereka meninggal setelah mengalami kecelakaan yang mana kecelakaan tersebut membuat Rose koma selama seminggu lamanya. Rose yang hilang ingatan pun langsung percaya begitu saja pada ucapan Frans. Dia kemudian tumbuh besar di desa tersebut.


Mengenai kalung bernama yang saat itu dipakai oleh Rose, Frans sudah menyembunyikannya di tempat rahasia. Dia tidak ingin Rose mengetahui identitas aslinya karena khawatir masih akan diburu oleh orang yang telah membunuh anak dan menantunya. Frans kini menjadi seorang tunawicara, dia selalu berbicara menggunakan bahasa isyarat dan juga tulisan tangan. Biarlah, dia rela menjalani kehidupan seperti ini demi menyelamatkan nyawa Rose dari tangan orang-orang yang ingin menyakitinya. Frans yakin suatu saat kebenaran yang sesungguhnya akan terungkap. Yang jelas, sampai waktu itu tiba dia harus melindungi Rose dari tangan orang jahat.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...

__ADS_1


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2