
"Selamat malam, Tuan!" sapa Lorus seraya membungkukkan tubuh ketika seseorang tua masuk ke dalam ruangan. Hormat dan patuhi apapun yang di katakan oleh Tuan, itulah pesan yang di sampaikan oleh Nona-nya ketika Lorus mendapat tugas untuk menyambut kedatangan Tuan di Negara N.
"Selamat malam kembali, Lorus. Waowww, kau kini benar-benar terlihat seperti anjing pemburu yang sangat beringas ya. Kemampuan Rose benar-benar tidak ada lawan. Seorang wanita sepertinya mampu menjadikan anjing jalanan sepertimu menjadi anjing yang begitu cerdas. Aku salut padanya. Hahahaa!"
"Nona kami sangat hebat. Hanyalah hal yang sepele untuk beliau merubah seekor anjing jalanan menjadi seekor anjing yang bisa dengan gesit mengoyak tubuh musuh!" sahut Lorus mencoba untuk tidak terprovokasi.
"Hmmm, baiklah-baiklah. Kita sudahi candaan tidak penting ini!"
Lorus mengangguk. Dia kemudian duduk, menatap datar ke arah si Tuan yang tengah menikmati minumannya. Dalam suasana yang cukup hening ini, tiba-tiba ingatan Lorus tertuju pada satu kejadian di mana kejadian tersebut membuatnya tergabung dalam kelompok Quenn MA yang di ketuai oleh Nona Rose.
Flashback
"Kau. Berhenti!"
Lorus yang kala itu tengah menghajar seseorang dengan sangat membabi buta seketika langsung terdiam saat seorang gadis cantik memintanya untuk berhenti. Lorus tersinggung, itu sudah pasti. Tanpa melepaskan musuh yang sudah hampir sekarat, Lorus berbalik ke belakang kemudian menatap tajam ke arah gadis yang baru saja memanggilnya. Dia lalu tertegun.
Bagaimana bisa ada seorang gadis cantik berani masuk ke sarang penjahat seperti ini? Apa dia sudah tidak waras?
"Rose!"
"Aku tidak peduli. Pergi kau dari sini sebelum aku membunuhmu. PERGI!" teriak Lorus semakin emosi. Dia kesal setengah mati saat gadis tersebut menyebutkan namanya sambil tersenyum.
"Bagaimana mungkin aku akan pergi meninggalkan saudaraku yang sedang terluka?" ucap Rose sambil berjalan mendekat. Dia lalu melihat laki-laki yang sudah tidak berdaya, kemudian dengan gerakan yang sangat cepat menyayat lehernya hingga hampir putus.
Lorus? Jangan di tanya lagi. Dia sampai lupa bernafas saking syoknya melihat apa yang baru saja terjadi. Lorus bahkan tidak tahu darimana gadis ini mendapatkan belati. Benar-benar mengerikan.
__ADS_1
"Namamu?" tanya Rose sembari menyeka darah yang terpercik ke wajahnya.
"L-Lorus," jawab Lorus tergagap.
"Baiklah Lorus. Terkadang dunia ini memang tidak mempunyai tempat untuk orang-orang lemah sepertimu. Namun jika kau datang padaku, aku pastikan kalau kau bisa menuntut balas pada mereka yang telah menghabisi nyawa adik dan juga Ibumu. Hanya ... dengan satu syarat!"
"Syarat? A-apa itu?"
"Kau harus menggadaikan hati nuranimu sebelum datang padaku!" jawab Rose. Dia lalu menempelkan belati yang berlumuran darah ke bibirnya Lorus, mencoba mengetes sejauh mana orang ini mampu mengendalikan emosinya. "Jadilah orang yang murka akan ketidak-adilan di dunia ini, Lorus. Kau harus tahu kalau tidak ada satupun orang yang bisa kau percaya selain dirimu sendiri dan juga... aku. Aku adalah seseorang yang akan membantumu menuntut balas atas kematian keluargamu. I'm promise!"
"T-tunggu. D-darimana kau tahu kalau adik dan Ibuku ....
"Mereka di jual kemudian di bunuh tepat di hadapanmu karena kalian mencoba melaporkan tindakan anggota keluarga mereka yang cabul terhadap adikmu. Apa aku benar?" tanya Rose menyela perkataan Lorus.
Tubuh Lorus mendadak jadi lemas. Ternyata gadis cantik yang sedang berdiri di hadapannya tidak hanya sadis, tapi juga sangat misterius. Tangan Lorus sampai gemetar karena gadis ini juga mengetahui penyebab mengapa Lorus bisa jadi seperti sekarang. Selalu di bayangi kekecewaan dan juga penyesalan atas apa yang telah menimpa keluarganya. Juga siksaan atas rasa bersalahnya yang tidak bisa melindungi ibu dan adiknya dari perlakuan kejam mereka. Sungguh, bahkan di setiap hembusan nafasnya, Lorus selalu berharap kalau suatu hari nanti dia akan memiliki kesempatan untuk membalaskan dendamnya. Dan mungkinkah gadis ini adalah orang yang akan membantu Lorus menyelesaikan balas dendam itu?
"Nona, siapa namamu?" tanya Lorus dengan nada suara rendah. Dia tahu kalau gadis di hadapannya tidak bisa di singgung.
"Rose. Namaku R-O-S-E,"
Setelah berkata seperti itu Rose langsung berbalik badan hendak pergi dari sana. Dia senang karena apa yang dia mau telah berada dalam genggaman.
"Tunggu!" teriak Lorus. Segera dia membuang mayat yang tak sadar masih di pegangnya. Setelah itu Lorus berlari mengejar Rose yang terus berjalan tanpa menghiraukan teriakannya. "Rose, tunggu!"
"Ada apa?"
__ADS_1
"Kemana aku harus mencarimu?"
"Kau tahu kemana harus pergi mencariku, Lorus. Dendam dan kemarahanmu yang akan mengarahkan jalan menuju padaku!" jawab Rose dingin.
"Maksudnya?"
"Anjing tahu kemana Tuan-nya akan pergi. Ikuti saja apa yang ada di dalam hatimu. Kita akan bertemu di tempat yang seharusnya!"
Dan ya. Setelah Lorus mencari selama berminggu-minggu, dia akhirnya bisa menemukan Rose yang kala itu tinggal bersama seorang kakek bisu bernama Kakek Frans. Awalnya Lorus heran, tapi setelah dia di ajak pergi ke suatu tempat, barulah Lorus mengerti kalau Rose benar-benar adalah gadis yang sangat sulit untuk di tebak. Di tempat tersebutlah Lorus di tempa bak sebuah parang, di asah sebaik mungkin agar menjadi sosok yang tak terkalahkan. Hingga pada akhirnya Rose benar-benar membantu Lorus mencari keadilan, mereka berdua menyusun rencana untuk menghabisi keluarga jahanam yang telah merenggut nyawa adik dan ibunya. Dan setelah semua itu terlewat, Lorus telah bersumpah akan setia mengabdi pada Rose, juga menjadi pentolan pertama di kelompok Queen MA. Karena di kelompok inilah Lorus merasa di terima, dan dia telah menganggap Rose sebagai dewa penolong sekaligus satu-satunya orang yang akan dia lindungi sampai mati.
Flashback now
"Oh ya, Lorus. Apa kabar dengan kelompok kalian?" tanya si Tuan sambil menatap seksama ke arah pria mengerikan yang sedang duduk diam di hadapannya.
"Sangat baik, Tuan," jawab Lorus. "Akan tetapi sebentar lagi kelompok kami akan segera terlibat dalam peperangan besar setelah Nona Rose dan yang lainnya sampai di negara ini!"
"Ya, aku tahu itu. Masalah ini sudah sangat lama di rencanakan oleh Rose, dia begitu gigih mengejarnya. Tadinya aku bingung, tapi semakin hari aku semakin mengerti kenapa Rose mengejarnya sampai seperti ini!"
Lorus kembali diam. Kalau bukan atas perintah Nona-nya, Lorus lebih memilih untuk pergi dan kembali ke markas daripada harus duduk menemani si Tuan ini. Membosankan. Karena si Tuan terkesan ingin mengorek banyak informasi tentang kelompoknya. Dan jujur, Lorus benci dengan orang-orang seperti ini Dia benci pada manusia yang selalunya berkeinginan untuk menjatuhkan orang lain. Dia benci itu.
"Hmmm, sepertinya kau tidak nyaman berada di sini. Apa benar?"
"Benar sekali, Tuan. Aku merasa sangat tidak nyaman berada dalam satu ruangan yang sama denganmu. Sangat membosankan!" jawab Lorus terus terang.
"Ya, aku pun bisa merasakannya. Tapi kau tenang saja, aku sama sekali tidak berniat buruk padamu ataupun pada kelompokmu. Otakku masih cukup waras untuk tidak mencari masalah dengan Rose, karena sampai sekarang dia masih ....
__ADS_1
Lorus menyeringai. Bahkan orang sekuat si Tuan ini tidak mampu berkutik di bawah ancaman seorang Rosalinda Osmond. Tidakkah menurut kalian Nona-nya adalah wanita yang sangat mengerikan? Jadi diam adalah jalan terbaik agar tetap hidup jika berada dalam lingkaran yang sama dengan kelompoknya, terutama Nona Rose. Karena wanita ini sangat amat berbahaya melebihi apa yang kalian pikirkan.
*******