
"Selamat malam, Tuan Cesar!" sapa Gheana seraya tersenyum manis ke arah pria yang baru saja masuk ke dalam kamar hotel. Dia yang sedang duduk segera bangkit berdiri untuk menyambut kedatangan tamu penting yang akan mengantarkan Gheana menuju apa yang dia inginkan.
"Selamat malam kembali, Nona Gheana. Kau terlalu ramah hanya untuk menyambut seseorang sepertiku," sahut Cesar berbasa-basi.
"Jangan merendah, Tuan Cesar. Bagiku kau adalah orang penting yang harus di perlakukan dengan sangat baik."
"Apa itu karena aku adalah pengkhianat yang berkedok sebagai seorang sekretaris dari pria yang sedang kau incar?"
"Anggaplah seperti itu jika kau sendiri merasa nyaman. Aku tidak peduli."
Cesar tersenyum samar ketika melihat betapa angkuhnya seorang Gheana Lutfer. Dia kemudian mendudukkan bokongnya di sofa yang ada di dalam kamar tersebut. Sambil melihat-lihat sekeliling ruangan, Cesar sengaja menyinggung tentang tujuan Gheana yang malah mengajaknya bertemu di hotel ini.
"Ngomong-ngomong apa alasanmu mengajak bertemu di ruangan tertutup seperti ini, Nona? Kau tidak sedang mencoba untuk menggodaku kan?" tanya Cesar seraya tersenyum mesum.
Gheana terkekeh. Dia kemudian duduk di arah yang bersebrangan dari tamunya. Sambil menuangkan minuman ke dalam gelas, Gheana menjawab pertanyaan yang di layangkan oleh Cesar.
"Aku sengaja mengajakmu bertemu di sini agar pembicaraan kita aman dari orang-orang yang tidak seharusnya mendengar, Tuan Cesar. Kau itu kan sudah lama bekerja pada Adamar, tidak mungkin kan kau tidak tahu kalau dia memiliki banyak mata-mata. Benar tidak?"
"Hmm, benar juga. Kenapa aku tidak terfikir ke arah sana ya?" ujar Cesar sembari mengusap-usap dagu bawahnya. "Bukannya aku menggampangkan, hanya saja Adamar sudah tidak fokus dalam hal apapun lagi setelah dia mengenal Rose. Wanita itu seolah-olah ingin mendikte segala hal yang dilakukan oleh Adam. Dia bahkan tidak terlalu suka jika Adam berlama-lama mengurus pekerjaan di kantor. Padahal kita tahu bukan kalau Adamar adalah bigbos di CL Group, kehadirannya sangat amat di butuhkan di perusahaan. Tapi ya itu, dia sudah termakan sihir yang di sebar oleh Rose. Jadi terkadang dia mengabaikan pekerjaan yang ada. Dan pada akhirnya akulah yang menjadi budak mereka berdua. Huft!"
__ADS_1
Sesuai yang di perintahkan oleh Adam, Cesar benar-benar mengulur waktu dengan menjadi penjilat di hadapan Gheana agar wanita ini semakin yakin jika dia berada di pihaknya. Dan untungnya wanita ini sepertinya percaya dengan apa yang Cesar katakan barusan. Terbukti karena sekarang Gheana terlihat begitu semringah saat tahu kalau Rose membawa dampak yang tidak baik bagi Adam dan perusahaannya.
"Nona Gheana, jujur saja, aku sebenarnya tidak bisa berlama-lama berada di sini. Jadi aku harap kita bisa segera membicarakan rencana awal kita. Untuk mempersingkat waktu karena Adam dan Rose sedang menungguku membawa pulang es krim pesanan mereka. Haihhh, wanita itu yang hamil, tapi aku yang di buat repot. Rose benar-benar sangat menjengkelkan bukan?"
Woww, tidak kusangka ternyata Cesar memendam kebencian yang lumayan besar juga pada Rose. Hahaha, kalau begini rencanaku pasti bisa berjalan dengan mulus. Setelah nanti aku memanfaatkan Cesar untuk memisahkan Adamar dari Rose, aku akan merebut kembali saham yang sudah aku berikan padanya. Enak saja, aku tidak akan mengizinkan siapapun mencuri harta keluarga Lutfer meski hanya seujung kuku. Tapi demi mendapatkan tangkapan ikan yang besar, tidak ada salahnya juga kan memancing menggunakan umpan yang besar juga? Maafkan aku, Tuan Cesar. Aku hanya menganggapmu sebagai pion yang bisa memuluskan rencanaku saja. Dan setelah Adamar menjadi milikku, maka aku akan segera menyingkirkanmu. Hahaha!"
"Sesuai syarat yang kau minta padaku waktu itu, Tuan Cesar. Aku setuju untuk memberikan sebagian sahamku menjadi atas namamu. Tapi kau baru boleh mengklaim hakmu di depan semua orang setelah Adam benar-benar berpisah dari Rose. Kau bisa berkhianat dari Adamar, dan tidak menutup kemungkinan kalau kau juga akan melakukan hal yang sama kepadaku. Jadi tidak masalah bukan kalau aku melakukan hal ini untuk sekedar berjaga-jaga?" ucap Gheana sambil tersenyum misterius. Setelah itu dia mengambil tasnya, menarik keluar sebuah berkas yang dia simpan di dalamnya. "Silahkan baca dan cermati dulu apa saja yang harus kau lakukan sebelum menandatangani berkas pengalihan nama untuk saham bagianmu."
"Kau ternyata sangat cerdik, Nona Gheana. Kau bahkan tidak ragu menyebutku sebagai pengkhianat secara langsung," sahut Cesar sambil membuka-buka berkas yang di sodorkan ke arahnya.
"Kita itu tidak ada bedanya, Tuan Cesar. Hanya cara penyebutannya saja yang tidak sama. Kau rela berkhianat dari Adamar demi sebuah masa depan dan juga demi membalas rasa kecewamu. Sementara aku, aku rela membagi bagianku denganmu hanya demi bisa mendapatkan jaminan masa depan yang jauh lebih cerah jika berhasil menjadi Nyonya Clarence. Benar tidak?"
Beginilah jika seekor kucing ompong ingin bertingkah seperti seekor harimau. Pura-pura garang, padahal lemah. Gheana-Gheana, kau tidak tahu saja kalau setelah ini hidupmu akan menjadi bulan-bulanan Rose dan kelompoknya. Ingin mengusik calon penerus mereka?? Haha, cari mati saja kau.
"Oke, aku setuju. Jadi kapan misi kita akan di mulai?" tanya Cesar setelah puas mengolok-olok Gheana di dalam hati. Sekatapun dia sama sekali tidak membaca tulisan yang ada di berkas tersebut. Percuma, karena ujung-ujungnya wanita ini akan mati juga.
"Secepatnya. Berapapun biaya yang kau butuhkan, akan aku berikan asalkan anak itu bisa segera mati dan Adamar pergi meninggalkan Rose!" jawab Gheana kegirangan. Sepertinya Cesar memang benar-benar berada di pihaknya. Terlihat jelas di mata pria ini betapa dia sudah sangat tidak sabar ingin segera melenyapkan Rose dari muka bumi ini.
"Baiklah kalau begitu. Aku akan mengabarimu jika anak buahku sudah mulai menjalankan tugas."
__ADS_1
Setelah berkata seperti itu Cesar meneguk habis segelas minuman yang di siapkan oleh Gheana. Dia kemudian berdiri seraya melihat jam yang melingkar di tangan kirinya.
"Waktuku sudah habis untuk berbicara denganmu, Nona Gheana. Sekarang juga aku harus segera kembali sebelum mereka curiga dan marah karena aku telat membawakan pesanan. Dan untuk berkasnya," .... ucap Cesar kemudian mengambil pena di sakunya. Dia segera membubuhkan tanda tangan atas bayaran yang dia terima setelah menjadi rekan palsu dari wanita ini. "Sudah aku tanda tangani. Semoga saja kerjasama kita bisa berakhir memuaskan untuk kedua pihak. Aku permisi."
Gheana menganggukkan kepala saat Cesar mulai melangkah pergi dari kamar hotel. Dia kemudian tertawa puas, senang karena keberhasilan dari tujuannya sudah berada di depan mata.
"Rose sayang, waktumu sebagai Nyonya Clarence sudah tidak lama lagi. Maaf ya, mulai malam ini kau harus extra hati-hati dalam menjaga kandunganmu karena aku telah mengirimkan malaikat maut untuk menyingkirkan kalian berdua dari hidupnya Adam. Bersiaplah. Hahahaha!"
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...Halo gengss,, insyaallah besok pagi emak bakalan crazy up. Tapi tolong bantu bom komentar di setiap babnya ya biar emak makin semangat nulis setelah baca komentar kalian. Untuk berapa jumlah bab yang akan di up besok pagi emak gk bisa kasih tahu, soalnya bisa lebih dari 4, tapi gk akan kurang dari 3. hehe...
...๐นJangan lupa vote, like, dan bom komentar...
...ya gengss ๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
...๐นFb: Rifani...
__ADS_1