Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Pria Asing


__ADS_3

Di kediaman Clarence, terlihat Grace yang sedang giat berolahraga. Setelah pertemuannya dengan Rose, entah kenapa perangai gadis itu berubah seratus delapan puluh derajat. Grace tak lagi liar, dia juga mendadak berubah menjadi gadis patuh yang giat berolahraga. Semua perubahannya itu tak luput dari pengawasan Zidane Clarence, si pemilik rumah yang sangat amat memuja harga diri dan kekayaan.


"Menurutmu apa yang terjadi pada Grace sampai dia bisa berubah secepat ini. Juga kenapa dia tidak lagi terlihat seperti akan mati saat efek dari barang haram itu datang," tanya Zidane pada orang yang berdiri di belakangnya.


"Saya tidak tahu pasti, Tuan Zidane. Namun perubahan ini terjadi sejak Nona Gracia kembali dari apartemen Tuan Adamar. Sepertinya telah terjadi sesuatu di sana ketika Nona Gracia datang berkunjung."


"Benar juga. Grace jadi penurut setelah dia kembali dari rumahnya Adamar. Kira-kira apa yang terjadi pada mereka berdua sehingga mampu membawa dampak yang begitu besar pada pecandu sepertinya?"


Zidane diam memikirkan kemungkinan yang telah terjadi pada kedua anaknya. Selama ini yang dia tahu Adamar dan Grace tak pernah bersikap layaknya kakak dan adik. Kedua anaknya itu terkesan seperti orang asing, terlebih lagi dengan Vanya. Dan apa yang terjadi sekarang membuat Zidane merasa janggal. Hanya gara-gara Grace yang tertangkap sedang melakukan transaksi narkoba hubungan kedua anaknya itu langsung membaik. Ini tidak masuk akal. Zidane yakin sekali pasti ada sesuatu yang telah terjadi.


"Tuan Zidane, malam ini bisakah kita pergi berkencan? Beberapa hari terakhir kau terus mengabaikan aku."


"Apa kau sedang cemburu?" tanya Zidane sembari mengulum senyum. Dia kemudian berbalik, menatap penuh damba pada pria yang sudah empat tahun menjalin hubungan dengannya.


Tanpa ragu Eroz langsung menganggukkan kepala. Menjadi anggota sekte dimana orang-orangnya berjenis kelamin pria membuat Eroz lupa akan kodrat yang sebenarnya. Ya, semenjak dia bergabung dalam sekte tersebut naluri Eroz seakan terhenti ketika melihat wanita. Dan semua itu jadi berpindah saat dia bertemu dengan pria-pria yang jauh lebih tua darinya. Contohnya Zidane. Pria ini selalu membuatnya merasa nyaman dan berarti meskipun hubungan mereka sangat rahasia. Eroz bahkan rela melakukan segala yang Zidane minta asalkan dirinya tidak di tinggalkan. Termasuk menutupi semua jejak pembunuhan yang pernah dia lakukan pada mendiang istrinya dulu.


"Hmmm, baiklah. Malam ini kita akan menghabiskan malam bersama. Apa kau senang?"


"Sangat. Aku akan menunggumu di tempat biasa," jawab Eroz dengan begitu bahagia.


"Eroz," ....


"Ya?"


"Apa kau menemukan bukti kalau Adamar menjalin hubungan dengan Rose?" tanya Zidane. "Kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan belum?"


"Sudah, Tuan Zidane. Tapi sampai detik ini aku masih belum mendapatkan bukti tersebut. Sepertinya mereka berdua sadar kalau sedang di awasi. Tolong beri aku sedikit waktu untuk membongkar semuanya."

__ADS_1


Zidane menarik nafas. Dia tidak suka mendengar jawaban kekasihnya yang tanpa kepastian. Kecewa karena apa yang dia mau belum terjawabkan, dengan marah Zidane melangkah pergi dari sana. Mengabaikan tatapan sedih di wajah Eroz ketika dia meninggalkannya.


Sementara itu, Grace yang baru saja selesai berolahraga menatap bingung ke arah laki-laki yang sedang berdiri tak jauh dari tempatnya sekarang. Dan anehnya, gestur tubuh laki-laki itu terlihat seperti sedang terluka. Penasaran dengan apa yang sedang dilakukannya, Grace memutuskan untuk datang mendekat. Rasa penasarannya kian bertambah begitu Grace menyadari kalau pria itu bukanlah bagian dari rumah ini.


"Siapa kau?"


Tubuh Eroz menegang. Sambil menggeretakkan gigi, dia pergi melarikan diri dari sana. Eroz tidak boleh sampai bertatap mata dengan Grace, itu bisa membahayakan hubungannya dengan Tuan Zidane. Karena Eroz yang sudah terbiasa keluar masuk ke dalam rumah ini, dia tidak mengalami kesulitan saat ingin kabur. Dan begitu sampai di parkiran, dengan cepat Eroz memacu mobilnya. Untungnya Tuan Zidane menyadari apa yang sedang terjadi. Terbukti karena sekarang pintu gerbang rumah ini telah terbuka lebar untuknya.


Terima kasih, Tuan Zidane. Aku mencintaimu....


Grace yang masih kaget dengan apa yang terjadi hanya berdiri diam sambil menatap bingung ke arah jendela dimana tadi pria itu melompat keluar. Ini adalah lantai dua, bagaimana bisa pria itu melompat dari tempat yang lumayan tinggi ini?


"Apa dia seorang ninja?" gumam Grace kebingungan.


Pukk


Hampir saja Grace menjerit jika orang yang menepuk bahunya tidak langsung bersuara. Dia lalu menatap jengkel ke arah si pelaku yang membuatnya kaget setengah mati.


"Uhh, Mama ini. Membuat aku kaget saja," sahut Grace sembari mengerucutkan bibir.


"Siapa suruh kau tidak menjawab saat Mama memanggilmu tadi. Apa sih yang sedang kau lakukan? Bukannya olahraga kau malah melamun sambil bicara sendiri. Kerasukan setan?"


Vanya memperhatikan tubuh putrinya yang di banjiri keringat. Entah setan mana yang sudah mencuci otaknya Grace sampai-sampai gadis pemalas ini mau menggerakkan tubuhnya. Bahkan Vanya dibuat terheran-heran karena beberapa hari ini Grace tak lagi berteriak kesakitan seperti sebelumnya.


"Mama mau pergi kemana? Rapi sekali," tanya Grace mengalihkan pertanyaan ibunya. Dia tak ingin membahas pria asing itu karena tak mau di anggap sedang berhalusinasi.


"Oh, Mama ingin pergi menemui Gheana, Grace. Semalam calon kakak iparmu itu menelpon, dia menanyakan kenapa nomornya Adamar tidak bisa di hubungi. Begitu," jawab Vanya.

__ADS_1


"C-calon kakak ipar?"


Ya Tuhan, ini gawat. Kak Adam kan sudah menikah dengan Rose, Gheana bisa mati kalau dia berani mengusik rumah tangga mereka. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku juga tidak mungkin memberitahu Mama tentang pernikahan Kak Adam, aku tidak mau mati konyol di tangannya Rose. Apa yang harus aku lakukan?


Kening Vanya mengerut saat dia melihat putrinya yang sedang gelisah. Aneh sekali. Biasanya Grace tidak pernah bereaksi seperti ini. Ada apa ya?


"Em Ma, apa Mama yakin ingin tetap menjodohkan Kak Adam dengan Kak Gheana?" tanya Grace memastikan.


"Tentu saja Mama sangat yakin, sayang. Kenapa memangnya? Kau tidak setuju?"


"B-bukan begitu, Ma. Tapi ... tapi aku,"


"Hei, kau ini kenapa, Grace. Kenapa bicaramu seperti orang gagu sih. Ada apa, hm. Kau cemburu kalau kakakmu menikah dengan wanita lain, iya?"


"Ck, Mama ini bicara apa sih. Aku itu hanya mengkhawatirkan perasaan Kak Adam saja. Kita selama ini kan tidak pernah dekat, siapa tahu di luar sana Kak Adam sudah mempunyai kekasih sendiri. Bagaimana jika nanti dia mengamuk gara-gara Mama yang terus memaksanya untuk menerima perjodohan? Memangnya Mama tidak takut pada Kak Adam?" ucap Grace mencoba menghalangi niat sang ibu yang ingin menemui Gheana. Entah kenapa dia merasa kurang cocok dengan wanita itu. Karena di mata Grace, wanita sejenis Gheana adalah wanita yang memiliki dua wajah. Cantik, tapi kecantikannya mampu membuat seseorang terjebak dalam jurang kesengsaraan. Di tambah lagi sekarang kakaknya sudah menikah dengan Rose. Meski tidak dekat, Grace tentu saja sangat sayang pada kakak tirinya itu. Dia tidak rela jika kakaknya sampai terluka.


"Grace, kau tidak perlu mencemaskan hal itu karena kakakmu sudah mengaku pada Gheana kalau dia itu single. Itu artinya perjodohan kali ini tidak gagal. Paham?" sahut Vanya. "Sudah ya Mama mau pergi dulu. Bay sayang."


Grace hanya bisa menarik nafas dalam-dalam melihat kepergian ibunya. Dia kemudian termenung, sedikit tidak percaya kalau kakaknya mengaku single di saat dirinya sudah menikah dengan Rose.


Apa aku laporkan hal ini pada Rose saja ya? Rasanya tidak mungkin Kak Adam tidak mengakui pernikahan mereka. Atau jangan-jangan ini adalah akal-akalan Gheana untuk mengelabui Mama? Ahh, kenapa aku jadi pusing begini sih.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...

__ADS_1


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2