
Hampir menjelang dini hari, Adam baru kembali ke hotel. Dia membuka pintu kamar dengan sangat perlahan, khawatir kalau-kalau perbuatannya bisa membangunkan sang istri yang pastinya sedang terlelap.
"Ah, rasa lelahku seperti menghilang saat melihatmu ada di kamar ini, Hon" bisik Adam sambil memandangi wajah damai istrinya yang tengah asik bergulat di alam mimpi.
Puas menikmati wajah cantiknya Rose, Adam bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Setelah itu dia mengambil kaos putih dan celana pendek dari dalam lemari. Barulah Adam naik ke atas ranjang kemudian memeluk tubuh ramping istrinya dari arah belakang.
"Baru pulang?.
Rose sebenarnya belum tidur. Tapi dia sengaja berpura-pura supaya Adam tidak merasa curiga.
"Apa aku membangunkanmu?" tanya Adam sambil menciumi tengkuk putih istrinya. "Kau mabuk, dengan siapa?.
"Aku jenuh sendirian" jawab Rose beralasan.
Keduanya lalu diam. Rose membiarkan tangan Adam mengusap-usap perut ratanya. Terbersit satu tanya di ujung lidahnya tentang mimpi yang pernah Rose lihat dimana Adam menunjukkan foto pada Rolland dan keluarganya.
"Adam?.
"Hem??" sahut Adam dengan mata yang mulai mengantuk. "Kenapa Hon? Apa kau menginginkan sesuatu?.
Rose tersenyum samar.
"Sejak kapan kau berteman dengan Rolland?.
Adam langsung waspada saat Rose menanyakan tentang pertemanannya dengan Rolland. Ada segelintir kekhawatiran di hatinya, dia sangat takut Rose tahu kalau Rolland adalah saudara kembarnya. Matanya yang tadinya hampir terpejam, kini malah terbuka lebar saking takutnya setelah mendengar pertanyaan Rose.
"Dam, kenapa tak menjawab?"
Sadar ada yang tidak beres, Rose akhirnya berbalik. Keningnya mengerut melihat sorot mata suaminya yang terlihat aneh.
"Kau menyembunyikan sesuatu,"
"Hon, aku lelah sekali. Kau tadi bertanya apa?" sahut Adam pura-pura tak mendengar. Padahal jantungnya sudah hampir terlepas dari tempatnya.
"Lupakan saja" jawab Rose mengalah. "Apa yang terjadi di lokasi proyek? Semua baik-baik saja kan?.
Hufftt, untunglah Rose tidak membahas tentang Rolland lagi. Astaga, aku hampir mati ketakutan tadi.
__ADS_1
"Ada orang yang sengaja ingin merusak pekerjaan aku dan Rolland, Hon. Dia menyewa beberapa orang untuk mengebor tanah yang tak jauh dari lokasi supaya bangunan yang sedang kami buat runtuh. Dan sialnya saat itu para pekerja sedang beristirahat di ruang bawah tanah. Ada sekitar tujuh puluh orang lebih yang akhirnya tertimpa reruntuhan bangunan karena tak sempat melarikan diri. Bahkan kejadian itu sampai menelan korban jiwa. Satu pekerja meninggal dunia karena kehabisan darah!" ucap Adam lirih.
Rose menarik nafas dalam-dalam kemudian memeluk Adam. Meski dia sudah tahu mengenai kejadian ini, tetap saja Rose merasa sedih. Para pekerja itu tidak bersalah, tapi pria bernama Kenzo dengan sangat kejam menumbalkan mereka. Hal ini membuat darah Rose sangat mendidih. Dia sangat membenci orang-orang pengecut seperti pria tersebut.
"Apa kalian sudah menemukan siapa pelakunya?" tanya Rose sembari mengusap-usap rambut suaminya.
"Sudah, namanya Tuan Kenzo. Dia adalah salah satu pemilik perusahaan yang sedikit bermasalah dengan perusahaan milik Rolland. Tuan Kenzo sepertinya menyimpan dendam karena pengajuan proposalnya di tolak, makanya dia nekad membayar orang untuk merusak pembangunan resort agar nama baik Dantian Group dan CL Group menjadi buruk. Untung saja tadi kakaknya Rolland bisa dengan cepat menghalau awak media yang tiba-tiba saja datang untuk meliput. Kalau tidak, malam ini aku pasti tidak akan bisa memelukmu seperti ini. Benar-benar sangat menyebalkan!" jawab Adam.
Adam lalu teringat dengan seseorang yang sudah lebih dulu melacak tentang siapa yang menjadi dalang kecelakaan di lokasi proyek. Dia kemudian mendongak agar bisa menatap mata istrinya yang sangat indah.
"Ada apa?.
"Honey, apa kau pernah mendengar nama Mr.X?" tanya Adam.
"Mr.X?" beo Rose pura-pura tak mengenali dirinya sendiri.
Adam mengangguk.
"Dia adalah salah satu pembisnis besar di negara kita yang identitasnya tidak bisa di lacak. Dan tadi, saat kami semua sedang mencari tahu siapa orang yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi, ternyata sudah ada orang lain yang menyelidikinya terlebih dahulu. Lalu anehnya, lagi-lagi identitas orang itu tidak bisa di lacak."
Sudut bibir Rose berkedut samar. Andai saja suaminya ini tahu siapa yang sedang dia bicarakan, Rose yakin Adam pasti akan sangat terkejut.
"Ya kami semua awalnya menduga kalau orang tersebut adalah Mr.X" jawab Adam kemudian menguap.
"Atas dasar apa kalian bisa menganggap kalau itu adalah perbuatan Mr.X? Apa kalian memiliki bukti?" tanya Rose lagi.
Adam menggeleng pelan. Pemikiran Rose sama persis dengan apa yang dia pikirkan saat masalah ini di bahas bersama Rolland, Cesar dan juga Dante.
"Dam, Mr.X menjadi bagian dari proyek itu atau tidak??.
"Tidak, Hon. Dia sama sekali tidak terlibat dalam proyek ini. Tapi Hon, saat aku baru tiba di negara ini, keamanan perusahaan Rolland tiba-tiba di retas oleh Mr.X. Dan Rolland bilang dia hanya mengincar data-dataku saja. Menurutmu ini aneh tidak?.
"Tergantung."
"Tergantung?" beo Adam.
"Iya, tergantung apa yang dia mau. Bisa saja kan dia hanya ingin tahu apa yang sedang kau lakukan di negara ini? Atau jangan-jangan si Mr.X ini memiliki ketertarikan pribadi padamu, makanya dia sampai membuntutimu kemari" jawab Rose asal.
__ADS_1
Adam terdiam. Jauh di dalam manik matanya, ada tanda tanya besar mengenai jati diri Rose yang sesungguhnya. Sudah lama Adam menyadari kalau ada sesuatu yang di sembunyikan oleh istrinya ini. Dan dia sangat yakin kalau sesuatu tersebut adalah hal yang sangat besar. Sayang, sekeras apapun Adam berusaha menguak, tetap tak pernah ada hasilnya. Hal ini juga yang menjadi cikal bakal kenapa Adam bisa terus mengawasi Rose selama setahun ini. Bukan hanya karena dia yang sudah terpikat oleh pesonanya, tapi juga karena rahasia besar yang di sembunyikan oleh istrinya.
"Istirahatlah. Kau pasti sangat lelah" ucap Rose lalu mengusap mata suaminya agar terpejam.
"Hon?.
"Hmm?.
"Siapa aku di hatimu?" tanya Adam.
"Suamiku."
"Selain itu?.
"Orang yang berhak atas apa yang ada di tubuhku" jawab Rose.
Terdengar helaan nafas panjang dari mulut Adam.
"Jika suatu saat kau menemukan sesuatu hal yang baru, apakah kau akan pergi meninggalkan aku?.
Kening Rose kembali mengerut. Ini bukan sekedar pertanyaan biasa, tapi ini adalah satu kepastian. Rose langsung sadar kalau suaminya sedang gelisah akan sesuatu, dan pikirannya langsung menjurus pada pertanyaan tentang pertemanan suaminya dengan Rolland.
"Dam, dalam rumah tangga itu ada batasan yang harus selalu kita ingat. Aku istrimu, kita menikah secara sah di mata hukum dan agama meski tidak ada pesta. Walaupun aku adalah anak yatim piatu, tapi aku tahu sejauh mana batasan yang harus aku jaga. Sebagai seorang istri, aku harus selalu patuh pada apa yang di ucapkan oleh suami. Dan dimana pun kau berada, aku pasti akan selalu ikut bersamamu. Tak perduli meski kita harus tinggal di lubang semut sekalipun. Ini bukan hanya tentang hati Dam, tapi ini adalah satu kewajiban yang perlu kita taati. Dimana suami, di situlah istri berada. Dan kau sebagai suami berhak memberikan tempat yang nyaman untukku tinggal. Jadi jangan pernah bertanya lagi apakah aku akan pergi atau tidak karena aku tidak akan pernah melakukannya!.
Rose menundukkan kepala saat mendengar suara dengkuran halus di dadanya. Dia tersenyum, Adam-nya sudah terlelap.
"Tidurlah yang nyenyak agar hatimu tak lagi gelisah, Dam. Jangan takut, aku tidak akan pernah pergi meninggalkanmu kecuali jika itu Tuhan yang menghendaki" bisik Rose kemudian mencium kening suaminya dengan sayang.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss ๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
...๐นFb: Rifani...
__ADS_1