Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Rahasia Kelam


__ADS_3

"Kau benar-benar sangat sial, Rolland. Lihat, kau tidak hanya membuat Mona menghilang, tapi kau juga telah mengirim Brenda ke meja persembahan. Sebenarnya dimana otakmu hah!"


Suara teriakan Rose begitu menggema hingga membuat para tetangga kos keluar dari dalam kamar mereka. Reina yang saat itu baru sampai segera menyogok semua orang agar pergi dari sana dengan memberi mereka setumpuk uang masing-masing di setiap kamar. Setelah memastikan kalau keadaan sudah aman, barulah dia dan yang lainnya masuk ke kamar kos milik Rose. Di sana terlihat Rolland yang sedang duduk bersimpuh di lantai sambil memegangi paperbag dan juga ponsel yang kemungkinan adalah milik Brenda. Sedangkan pemiliknya sendiri sama sekali tidak terlihat di sana.


"Aku-aku ....


Jangan tanya seperti apa perasaan Rolland sekarang. Dia tidak percaya kalau dirinya telah melakukan dua kesalahan besar dalam satu waktu. Mona belum di ketemukan, dan sekarang Brenda ikut menghilang akibat kecerobohannya. Dia benar-benar tidak berguna, dia bodoh.


"Rolland, Rose, dimana Brenda? Dia baik-baik saja kan?" tanya Liona mulai resah. Dia panik melihat cucu perempuannya kembali mendekati Rolland dengan raut wajah yang begitu mengerikan.


"Beritahu aku apa yang telah kau katakan pada Mona sampai dia memilih pergi dari sini. Aku sangat yakin kau pasti telah mengatakan sesuatu yang melukai perasaannya. Iya kan?" geram Rose sambil mengangkat bajunya yang tadi teronggok di lantai.


"Rose ....


"Nyonya Grizelle, tolong diam dan tutup mulut anda rapat-rapat. Karena semakin anda banyak bicara, keselamatan Tuan Rolland akan semakin kecil. Nona kami paling tidak suka jika ada yang menyela ucapannya ketika marah, tindakan anda hanya akan membuatnya semakin kesetanan," bisik Resan.


Satu-satunya orang di kelompok Queen Ma yang masih memiliki sedikit hati nurani hanyalah Resan. Pria ini masih memiliki rasa kasihan, tapi bukan berarti dia tidak berbahaya. Reina, Resan, dan Lorus adalah orang-orang yang sangat di takuti di kelompok Queen Ma setelah sang ketua. Dan tingkat emosi dari mereka bertiga pun sangat berbeda. Resan lebih terkesan tenang setiap kali menghadapi masalah, tidak seperti Lorus, apalagi Reina yang mudah meledak.


"Tapi putraku bisa mati jika aku tidak segera melerai mereka," sahut Grizelle menahan panik.


"Dan aku jamin semua keluarga anda juga akan mati jika anda masih tetap nekad ingin menolong Tuan Rolland. Silahkan pilih keputusan mana yang akan anda ambil. Itu hak anda."


Greg yang sejak tadi hanya terdiam syok melihat kebrutalan cucu perempuannya segera datang mendekat ke arah Grizelle kemudian memeluknya.


"Tenangkan dirimu, Zel. Ayah yakin Rose tidak akan setega itu membunuh saudaranya sendiri."

__ADS_1


"Tapi Ayah, aku ....


Dooorrrrr


Semua orang begitu kaget saat Rose tiba-tiba melepas satu tembakan ke arah bahu saudaranya. Dia dengan geramnya menempelkan ujung pistol ke pinggiran mulut Rolland kemudian menekan kuat luka bekas tusukan di bagian perutnya.


"Aku tidak akan melunak meski kau adalah saudara kembarku, Rolland. Cepat beritahu aku apa yang sudah kau katakan pada Mona. Sekarang Rolland, jangan membuatku menunggu!"


"Aku menyebutnya sampah yang menjijikkan. Aku juga mengancam akan membunuhnya jika dia masih berada di sekitarmu. Aku kaget Rose, aku marah saat mendengar kegilaan Mona yang ingin membunuh Adam demi agar bisa hidup bersama denganmu. Dan setelah Mona pergi dari sini, barulah pesan dari Nenek menyadarkan aku kalau aku telah melakukan kesalahan yang fatal. Aku tidak sengaja Rose, aku sungguh tidak tahu alasan kenapa Mona bisa seperti itu," jawab Rolland pasrah. Sedetik kemudian mata Rolland memancarkan kilat kemarahan yang begitu besar terhadap saudaranya. "Lagipula kenapa juga kau tidak memberitahu kami tentang semua ini. Kalau kau jujur sedari awal, semua ini pasti tidak akan terjadi. Di sini kau juga salah, Rose. Bukan hanya aku saja!"


"Aku salah? Jujur? Hahaha ... Land-Land, kau pikir kau itu siapa sampai aku harus jujur tentang semuanya padamu. Di awal kita bertemu, kau dan keluargamulah yang kekeh menganggapku sebagai bagian dari kalian. Ya meskipun kenyataan itu memang benar, tapi apa iya aku akan percaya begitu saja dengan memberitahukan rahasia terbesar yang ada di hidupku? Tidak Rolland, kalian masih belum sepenting itu di mataku. Waktu kebersamaan kita masih bisa di hitung dengan jari. Sementara Mona, rasa sakit dan airmata gadis itu sudah melekat di kepalaku selama belasan tahun lamanya. Jika kalian mengetahui fakta yang sebenarnya, kalian pasti akan menganggap kalau aku dan Mona adalah wanita yang menjijikkan dan kotor. Aaa, tidak perlu kau mengetahui kejadian yang sebenarnya karena sekarang mulutmu sudah mengeluarkan kata menyakitkan itu. Kau menyebut Mona sampah yang menjijikkan, berarti akupun sama. Aku dan Mona adalah satu, itu artinya kami sama-sama sampah menjijikkan di matamu. Benarkan?" ucap Rose dengan mata berkaca-kaca antara marah dan juga terluka.


Suasana di dalam kos itu langsung sunyi setelah Rose mengeluarkan unek-uneknya. Bahkan Reina, Resan dan Lorus yang selama ini tidak mengetahui alasan pasti kenapa ketua mereka begitu melindungi Mona sampai heran sendiri di buatnya. Mungkinkah pernah ada kejadian yang sangat amat memilukan hingga membuat sang ketua menjadi begitu rapuh? Pertanyaan seperti inilah yang berkecamuk di dalam benak semua orang.


Priston dan Ethan yang saat itu baru datang setelah ikut mencari keberadaan Mona begitu kaget melihat keadaan si kembar. Mereka segera berlari mendekat kemudian memberi pelukan seperti saat si kembar masih kecil.


Tidak ada jawaban. Namun bisa di lihat dengan jelas kalau Rose dan Rolland sama-sama merasa nyaman di pelukan kedua pamannya.


"Rolland menyentuh sesuatu yang paling menyakitkan di hidupku. Dia bahkan menganggap kalau Mona adalah sampah yang sangat kotor. Dia ....


Suara Rose tercekat.


"Sssttt, jangan di lanjutkan kalau itu membuatmu sakit, Rose. Uncle tahu kau tidak akan mungkin melukai saudaramu jika hal itu tidak benar-benar menyakitimu. Tenanglah, semua pasti baik-baik saja!" ucap Ethan dengan sabar. Hatinya begitu sakit melihat gadis kecilnya terlukai.


"Tapi dia menyalahkan aku. Dia menganggap ketidakjujuranku sebagai penyebab semua ini. Dia tidak tahu Uncle, dia tidak tahu betapa aku sangat menderita menyimpan rahasia itu. Kenapa kalian tidak ada yang bisa memahami penderitaanku hah! Bagaimana caranya aku memberitahu kalian kalau kejadian menjijikkan terjadi pada kami berdua? Bagaimana?" teriak Rose histeris.

__ADS_1


Untuk pertama kalinya seorang Rosalinda Osmond, ketua dari kelompok Queen Ma meneteskan airmata. Rolland, dadanya langsung berdenyut sakit melihat saudaranya menangis dengan begitu sesak. Mereka adalah kembar, ikatan batin mereka sangat kuat. Sambil menahan sakit, Rolland melepaskan diri dari pelukan Uncle Priston kemudian mendekat ke arah adiknya. Dengan hati-hati Rolland menghapus airmata yang membasahi wajah lelahnya Rose. Rolland menyesal.


"Jangan menangis, hm. Kakak salah, Kakak ceroboh. Maaf ya."


Tangis Rose langsung terhenti ketika Rolland menyebut dirinya sebagai kakak. Ada semacam hantaman besar di kepalanya ketika Rose mendengar kata tersebut. Resan yang menyadari gejala rasa sakit di diri nonanya pun segera datang mendekat. Bisa gawat jika nonanya kambuh di saat genting seperti ini.


"Tuan Rolland, tolong jaga kata-kata anda. Kepala Nona kami sangat sensitif, sepertinya kata yang kau ucapkan barusan memiliki efek besar pada ingatannya. Tolong berhati-hatilah!"


Adam yang mendengar ucapan Rolland akhirnya datang mendekat. Dia lalu berjongkok di sebelah istrinya yang tengah diam seperti sedang menahan sakit.


"Aku akan ceritakan pada kalian semua tentang apa yang terjadi padaku dan juga Mona. Tapi sebelum aku selesai bicara, jangan sampai ada yang menyela. Juga setelah kalian mendengar hal ini jangan coba-coba mengasihaniku. Mengerti!" ucap Rose memutuskan untuk membuka rahasia paling kelam di hidupnya.


"Jika tidak kuat jangan di teruskan, Hon!" sahut Adam khawatir.


"Aku tahu sebatas mana aku mampu menahannya, Dam."


"Baiklah!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...

__ADS_1


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2