
Reina menatap penuh curiga ke arah Adam yang terlihat begitu berseri-seri setelah keluar dari ruangan pribadi milik kesayangannya. Bibirnya yang merah menyala tampak mengerucut saat dia melihat sebuah tanda tak asing di bagian leher pria tersebut.
"Kau pasti baru saja melakukan sesuatu yang buruk pada Rose kan?" tuduh Reina sambil memicingkan mata.
"Kenapa memangnya? Iri?" tanya Adam santai.
"Cih. Iri kepalamu. Aku hanya khawatir saja Rose akan terluka,"
"Apa kau pikir Nona-mu itu mudah untuk dilukai? Ayolah Reina, bicaralah dengan benar. Mawarku bukan seseorang yang mudah untuk di sentuh. Tapi jika aku yang menyentuh, dia pasti akan patuh. Kau tahu kenapa?"
Reina langsung pergi meninggalkan Adam sambil mengentak-hentakkan kaki ke lantai. Adam yang melihat cara merajuk Reina tak kuasa untuk tidak tertawa. Rasanya puas sekali bisa membuat wanita jadi-jadian itu merasa iri.
"Ada apa?"
Tawa Adam langsung terhenti saat dia mendengar suara istrinya. Adam kemudian berbalik. Namun, begitu dia memutar badan, Adam langsung terpaku melihat sesosok wanita cantik yang tengah menatapnya datar.
"Cantik sekali,"
Sebelah alis Rose terangkat ke atas saat mendengar celetukan suaminya. Dia lalu menjentikkan jari untuk menyadarkan sang suami yang masih berdiri terbengang.
"Kau bicara dengan siapa tadi?" tanya Rose.
"Haaa???" Adam membeo.
"Kau bicara dengan siapa?"
Adam tergagap begitu tersadar dari keterpesonaannya. Dia mengelus tengkuknya pelan sebelum menjawab pertanyaan Rose.
"Tadi aku sedang bercanda dengan Reina, Hon. Dia seperti cemburu saat melihatku keluar dari ruanganmu," jawab Adam kemudian terkekeh. "Apa hubunganmu dengan Reina sangat dekat sampai-sampai dia mencurigai pria yang sudah resmi menjadi suamimu?"
"Dia hanya terlalu sayang padaku, Dam. Dalam jiwanya dia adalah seorang wanita tulen yang menyukai laki-laki. Jadi kau tidak perlu merasa cemas kalau dia akan jatuh cinta padaku," ucap Rose kemudian mengelus pipi suaminya. "Meski berawal dari ketidaksengajaan, mari kita sama-sama menjaga rumah tangga kita dengan baik. Kita sudah dewasa, aku harap kau tidak meletakkan perasaan yang berlebihan di antara kita berdua."
"Aku sedikit keberatan!" sahut Adam dengan raut wajah yang tidak senang.
"Bagian mana yang membuatmu merasa keberatan?"
Adam memegang tangan Rose kemudian menariknya ke dalam pelukan. Dia membiarkan posisi ini terus berlanjut hingga beberapa detik sebelum menjawab.
__ADS_1
"Honey, jika seorang pria sudah memiliki pelabuhan hati, rasa keposesifan di diri mereka pasti akan sangat besar. Mustahil tidak ada rasa cemburu mau sekuat apapun rasa percaya kita pada pasangan. Dan kau baru saja memintaku berjanji untuk tidak menunjukkan sikap yang berlebihan dalam hubungan kita. Itu mustahil, sayang. Aku mana mungkin bisa terima jika ada pria lain yang ingin mendekati istriku. Meski diminta mengelilingi dunia sambil menyentuh bagian tubuhmu pun aku tidak akan sanggup melakukannya!"
Rose mendongak begitu Adam selesai bicara. Dia merasa ada kata yang janggal ketika suaminya ini menyebut kata mengelilingi dunia sambil menyentuh bagian tubuhmu. Entah kenapa kata-kata ini langsung membawa pikiran Rose menuju sesuatu hal yang cukup mesum dimana mereka baru saja selesai melakukannya.
"Kenapa menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan perkataanku barusan?" tanya Adam seraya mengulum senyum.
"Tidak."
"Lalu?"
"Kau mesum."
Adam terbahak-bahak mendengar jawaban jujur istrinya. Suara tawanya yang cukup keras ternyata mengundang semua orang datang berkumpul.
"Rose, Adam, apa yang terjadi?" tanya Grizelle penasaran.
"Tidak ada," jawab Rose pelan.
"Suamimu tertawa dengan sangat keras. Mommy tak percaya jika tidak ada sesuatu yang terjadi di sini," ucap Grizelle lagi.
Adam melepaskan pelukannya kemudian berjalan menghampiri si mertua. Dia yang baru saja hendak memegang tangan ibunya Rose langsung mundur ketika pawangnya maju ke depan.
"I'm sorry, Dad," sahut Adam seraya mengangkat kedua tangan ke atas.
Ethan pelan-pelan berjalan mendekat ke arah Rose. Jujur, dia benar-benar sangat merindukan gadis kecil ini. Rasanya masih seperti mimpi bisa melihatnya yang sudah tumbuh dewasa setelah belasan tahun terpisah.
"Rose, apa Uncle boleh memelukmu?" tanya Ethan dengan suara yang sedikit tercekat. "Satu menit saja."
"Untuk apa?" tanya Rose dingin. "Kau tahu bukan kalau matamu membuat kepalaku menjadi sakit?"
"Iya, Uncle tahu. Tapi Uncle ....
Greeeppp
Semua mata langsung melotot lebar saat Reina dengan cepat memeluk Ethan dari samping. Ethan yang tidak siap dengan serangan mendadak tersebut nampak terbengang kaget begitu tahu kalau dirinya tengah di peluk oleh suatu makhluk jadi-jadian.
"Uncle, kalau kau sangat merindukan Rose lebih baik peluk aku saja. Aku dan dia itu adalah saudara kembar yang beda jalur kelahiran. Jadi Uncle bisa melepaskan rasa rindu itu kepadaku. Aku tidak keberatan kok!" goda Reina sambil mengerlingkan mata.
"Maaf, Nona. Tapi aku masih normal!" sahut Ethan kikuk.
__ADS_1
"Aku juga normal, Uncle. Sungguh!"
Rolland terlihat menutup mulutnya untuk menahan tawa. Paman yang biasanya bersikap kaku kini terlihat tidak berdaya ketika berada dalam pelukan Reina. Kejadian ini merupakan hal terlucu yang mampu membuat Rolland menahan tawa sejak tujuh belas tahun tahun lalu.
"Rolland, hari itu kau menanyakan kalung bernama pada Adam. Apa sekarang kau memakainya?" tanya Rose.
"O-oh, iya Rose. A-aku selalu memakainya setiap hari sejak kau menghilang," jawab Rolland sedikit kaget saat adiknya tiba-tiba menanyakan kalung pemberian nenek mereka.
"Tapi kenapa milikku tidak menyala?"
Satu tangan Rose merogoh saku celananya untuk mengambil kalung pemberian sang kakek. Dia lalu mengangkat kalung tersebut di hadapan semua orang.
"Aku tidak tahu perkara kalung ini benar adanya atau tidak. Tapi yang jelas, kalung milikku sama sekali tidak menunjukkan kalau aku adalah orang yang kalian cari. Mungkinkah ada konspirasi yang terjadi di sini?"
Suasana yang tadinya hangat tiba-tiba berubah mencekam setelah Rose bicara seperti itu. Wajah semua orang nampak tegang, terkecuali Nyonya Liona dan Tuan Greg. Pasangan legendaris ini hanya diam dengan raut wajah yang tidak bisa tertebak. Rose yang menyadari ada sesuatu yang tersembunyi segera datang mendekat ke arah wanita yang menyebut dirinya sebagai nenek.
"Konspirasi apa yang kau sembunyikan di balik kalung ini... Nenek?" tanya Rose penuh penekanan.
Rolland yang penasaran pun ikut datang mendekat ke arah kakek dan neneknya. Dia melepaskan kalung miliknya kemudian menyatukannya dengan kalung milik Rose. Dan begitu kalung tergabung menjadi satu, di bagian tengah kalung tersebut muncul sebuah gambar yang menyerupai peta. Liona dan Greg yang melihat hal itu nampak tersenyum puas. Mereka kemudian memeluk Rosalinda dan Rolland dengan sangat erat.
"Kakek, Nenek, ini apa maksudnya?" tanya Rolland heran.
Semua orang menanti dengan tidak sabar jawaban seperti apa yang akan keluar dari mulut si pemberi kalung bernama tersebut. Mereka semua saling menebak-nebak misteri seperti apa yang tersembunyi di balik peta itu.
"Oland, Rose. Kakek dan Nenek membuat kalung ini bukan tanpa alasan. Selain sebagai tanda keberadaan kalian, jika kalung ini di satukan akan muncul sebuah peta yang mengarah pada satu tempat. Tempat tersebut berisi berbagai macam harta karun yang tidak pernah bisa kalian bayangkan selama ini. Semuanya ini sengaja kami persiapkan sebagai hadiah atas kelahiran kalian berdua!" ucap Liona.
Selain Rose, mata semua orang tampak membelalak lebar. Mereka kemudian mendengarkan dengan seksama saat Liona dan juga Greg menjelaskan tentang apa saja yang tersimpan di dalam harta karun tersebut. Sungguh, tidak ada yang menyangka kalau pasangan ini bisa begitu jenius dalam menyimpan harta kekayaan mereka. Dan di sini orang yang paling beruntung adalah si kembar Rolland dan Rosalinda Osmond.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
โ Siapa nih yang udah mampir ke PESONA SI GADIS DESA?? Pada greget nggak tuh sama kelakuan Nania?? Wkwkwkw, yuk lah yang belum mampir silahkan main ke chanel emak. โถMak Rifani, atau kalian tinggal ketik judul novelnya aja. Pasti langsung muncul kok. โบ
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss ๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
...๐นFb: Rifani...
__ADS_1