Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Lelah


__ADS_3

Reina yang sedang menato punggung salah satu artis kenamaan langsung berhenti saat di beritahu karyawannya kalau di luar ada seorang wanita cantik yang sedang menunggunya di dalam mobil taxi. Reina yang tahu jika yang datang adalah kesayangannya, segera menyerahkan sisa pekerjaan kemudian bergegas menghampiri Rose. Kening Reina mengerut ketika mendapati wajah kesayangannya terlihat murung. Dia yakin pasti ada sesuatu yang telah terjadi siang tadi.


"Oh, kau sudah datang rupanya," ucap Rose sedikit kaget saat ada orang yang tiba-tiba duduk di sebelahnya.


"Ada apa? Terjadi masalah?" tanya Reina.


Rose menggeleng. Dia lalu menatap lurus ke depan.


"Katakan apa masalahmu kemudian beritahu apa yang harus aku lakukan. Hatiku terluka jika melihatmu murung begini, baby,"


Rose dan Reina. Mereka berdua bagaikan saudara kembar yang saling memiliki ikatan batin. Setiap kali Rose merasa tidak tenang, dia pasti akan selalu mencari Reina. Bak seorang kakak, Reina pun akan langsung memasang badan untuk melindungi wanita paling berjasa dalam hidupnya. Dan dia juga yang akan menjadi orang paling terluka jika sampai terjadi sesuatu pada Rose. Dia tidak bisa melihat kesayangannya bermuram durja.


"Ini tentang Mona, Reina. Rasanya aku ingin sekali jujur tentang masa lalu itu. Aku sedih melihatnya kacau setelah tahu kalau aku dan Adam sudah menikah," ucap Rose pelan. "Aku tidak mau dia berlarut dalam perasaannya yang salah. Tapi aku sedikit takut saat ingin memberitahunya jika dulu ... dulu," ....


"Jangan katakan kalau kau sendiri masih belum siap, Rose. Aku justru khawatir kalau kau memaksa memberitahunya dia akan mengalami depresi lagi. Lebih baik tunggu waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya. Ya?" ucap Reina sambil mengelus-elus bahu Rose yang sedang gundah.


"Kasihan dia, Reina," bisik Rose.


"Aku tahu. Tapi akan lebih kasihan lagi jika kau memberitahunya di saat hatinya sedang hancur. Lagipula yang di rasakan oleh Mona itu bukan cinta Rose, tapi obsesi. Selama ini kan dia hanya mengenalmu, di dunianya hanya ada namamu. Makanya dia merasa sangat hancur begitu tahu kalau kau sudah menikah dengan Adam. Berilah dia waktu untuk menenangkan pikiran dulu."


Dengan berat hati Rose akhrinya menyetujui saran dari Reina. Dia kemudian menyenderkan kepala di bahu pria yang selama ini menjadi pelindungnya. Pikiran Rose melayang ke kejadian dimana kejadian tersebut menjadi awal dari terbentuknya kelompok Queen Ma. Kelompok yang di ketuai oleh Rose berdiri dengan memakai pondasi dendam yang sangat membara. Ada kesakitan, keputus-asaan, juga kebencian yang begitu mendalam dalam kelompoknya. Sedangkan orang-orang yang tergabung di dalamnya berasal dari sebuah rasa kesepian dan juga penderitaan panjang. Reina contohnya. Dia adalah seseorang yang dibuang oleh keluarganya, di asingkan dan di olok-olok hanya karena kekurangannya yang lebih condong ke arah wanita. Kebencian, dendam, juga airmata membuat Reina memutuskan untuk mengoperasi wajahnya hingga tidak bisa di kenali lagi oleh keluarganya. Dan jika kalian penasaran apa yang telah Reina lakukan pada orang-orang jahat itu, jawabannya hanya Reina dan Rose saja yang tahu. Satu hal yang perlu kalian tahu tentang Reina kalau dia itu sangat suka dengan sesuatu yang berbau amis.


Drrtt drrtt


Saat Rose hampir terlelap, ponsel di dalam sakunya berdering. Tanpa melihat nama si pengganggu, Rose langsung tahu siapa yang menelpon. Masih dengan mata yang terpejam, Rose akhirnya menjawab panggilan tersebut.


"Kau sudah pulang?"


"Hon, kau dimana? Aku sudah pulang sejak tadi."


Reina tersenyum saat mendengar suara Adam yang seperti sedang mencemaskan istrinya. Dia lalu meminta Rose agar meloudspeaker ponselnya karena Reina ingin menggoda pria tampan itu.


"Hei Tuan Adam, saat ini istrimu sedang berada di dalam pelukanku. Dia milikku sekarang!"

__ADS_1


"Kau sebaiknya jangan macam-macam, Reina. Kau dan istriku itu beda jalur, kalian tidak cocok."


"Hahaha, siapa bilang kami tidak cocok. Buktinya sekarang Rose sedang berada dalam kuasaku. Kalau tidak percaya silahkan ganti dengan panggilan video saja!" tantang Reina dengan sengaja memanas-manasi Adam.


Rose diam membiarkan Reina mengerjai suaminya. Dia sedang lelah, lelah setiap kali melihat keadaan Mona yang seperti ini. Gadis culun itu sangat berharga dalam hidupnya Rose, dia memiliki arti yang tak ternilai di hatinya.


Dengan usilnya Reina langsung mematikan panggilan saat Adam benar-benar melakukan panggilan video. Dia kemudian terkikik sambil memasukkan ponsel ke saku bajunya Rose.


"Rasakan pembalasanku, Adam. Siapa suruh kau berani memprovokasiku saat berada di markas," ucap Reina penuh kepuasan.


"Dia bisa menggila kalau kau mengerjainya seperti tadi, Reina," sahut Rose seraya tersenyum tipis. Ada-ada saja kelakuan wanita jadi-jadian ini.


"Biar saja, Rose. Jangan lupa nanti beritahu aku ya kegilaan apa yang dia lakukan setelah kau kembali ke kost."


Ponsel Rose kembali berdering saat Rose ingin menjawab pertanyaan Reina. Tak mau suaminya salah paham, Rose pun segera mengangkat panggilan tersebut.


"Reina hanya bercanda, Dam. Kau tak perlu mengambil hati,"


"Aku sedang berada di studio tatto milik Reina dan aku baik-baik saja. Jangan khawatir," jawab Rose pelan. "Kau sudah makan malam belum?"


Terdengar helaan nafas panjang dari seberang telepon. Hal ini membuat Rose sadar kalau suaminya sedang menahan kesal.


"Aku sudah makan malam, Hon. Segeralah pulang, aku merindukanmu."


"Baiklah, aku pulang sekarang juga."


Rose langsung memutuskan panggilan begitu dia memberitahu suaminya kalau dia akan segera pulang. Rose kemudian menatap lama ke arah Reina, hatinya masih belum tenang.


"Aku akan menjaga Mona malam ini. Kau jangan cemas, pulang dan temuilah suamimu sebelum dia marah padaku. Tenangkan dirimu, oke?" hibur Reina dengan tulus.


"Terima kasih, Reina. Aku mengandalkanmu malam ini."


"Tidak usah sungkan. Nah, pulanglah."

__ADS_1


Rose mengangguk. Dia lalu memerintahkan anak buahnya untuk mengantarkannya pulang ke kost setelah Reina keluar dari dalam mobil. Dalam perjalanan, Rose hanya diam memikirkan keadaan Mona. Sungguh, dia begitu iba akan perasaan temannya. Andai saja Rose sudah siap untuk membuka luka lama itu, Rose pasti akan langsung meminta Mona untuk berhenti menyukainya. Tapi dia begitu berat untuk mengatakannya. Dia takut Mona tidak sanggup menerima yang mana akan berdampak pada psikologisnya.


"Tolong beri aku waktu sebentar lagi, Mona. Aku janji setelah itu kau tidak akan tersesat dengan perasaanmu," gumam Rose dengan tatapan sendu.


Tak lama kemudian, Rose akhirnya sampai. Dia segera berjalan menuju rumah kosnya dimana Adam telah menunggunya di depan pintu sambil berjalan mondar-mandir.


"Akhirnya kau pulang juga, Hon," ucap Adam sembari merengkuh tubuh istrinya.


"Aku lelah, Dam."


Kening Adam berkerut. Dia merasa ada yang aneh dengan istrinya. Merasa ada yang salah, Adam pun segera membawa Rose masuk ke dalam kamar. Dia lalu mengajaknya bicara sambil berbaring di ranjang.


"Ada apa, hm? Apa yang membuatmu merasa lelah?" tanya Adam dengan sabar.


Bukannya menjawab, Rose malah masuk ke pelukan suaminya. Di sini dia merasa tenang, jauh lebih menenangkan jika di banding dengan pelukan Reina. Sebenarnya Rose ingin jujur, tapi dia bingung harus memulai darimana. Dia merasa berat karena sampai sekarang kelompoknya masih belum bisa menemukan orang yang telah membuat Mona jadi seperti ini.


"Aku lelah," bisik Rose lagi.


"Tidurlah. Aku akan menemanimu di sini," sahut Adam yang tanggap kalau istrinya belum mau bicara.


Dengan penuh sayang Adam membelai punggungnya Rose dengan lembut. Dia terus melakukan hal tersebut hingga akhirnya terdengar suara dengkuran halus dari mulut wanita yang berada di dalam pelukannya.


Sebenarnya rahasia apa yang sudah membuatmu merasa kelelahan, Hon? Apakah ini ada hubungannya dengan keinginan Papa? Atau ada masalah lain yang tidak aku ketahui? Hmmm, semoga semuanya baik-baik saja ....


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2