Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose : Rahasia Yang Tersimpan


__ADS_3

“Halo, Tuan. Sebentar lagi Nona dan rombongan akan tiba di Negara N. Apa Tuan ingin langsung mengajaknya untuk bertemu?” tanya Lorus begitu orang yang dihubunginya menjawab panggilan.


“Oh, benarkah mawarku sudah akan tiba?”


“Ya,”


Ekor mata Lorus melirik ke sebuah sudut rumah saat tak sengaja melihat sekelebat bayangan seseorang tengah berdiri di sana. Oya, saat ini Lorus sedang berada di kediaman Rolland Osmond, saudara kembar Nona-nya. Dia mendapat perintah agar mengawal keluarga ini saat akan menjemput Nona-nya nanti. Dan tadi saat Lorus baru datang ke rumah ini, Reina menghubunginya. Rekannya itu memerintahkan untuk mengabari si Tuan kalau ketua mereka sebentar lagi akan mendarat di Negara ini. Entah apa rencananya Lorus kurang tahu. Yang jelas dia hanya diminta untuk melakukan tugas ini.


“Baiklah kalau begitu. Terima kasih karena kau telah mengabariku akan hal ini. Tolong kau katakan pada Rose kalau dia sebaiknya istirahat dulu di rumah keluarga barunya. Masih ada banyak waktu untuk kita bisa bertemu,”


“Tuan, anda tahu benar kalau malam ini keluarga Osmond akan mengumumkan tentang kepulangan Nona Rose. Saya harap anda dan anak buah anda tidak memancing keributan yang bisa menarik perhatian banyak orang. Dan satu lagi. Harap anda dan anak buah anda konfirmasikan terlebih dahulu jika ingin membuat gerakan. Nona Rose datang ke Negara ini bukan hanya karena keluarganya saja, tapi karena ada hal lain yang jauh lebih penting dari segalanya. Jadi jangan sampai anda membuat masalah yang bisa membuat Nona Rose marah kemudian membakar hidup-hidup orang yang sedang anda cari-cari keberadaannya!” ucap Lorus tanpa ragu langsung memberi peringatan pada orang yang sedang ditelponnya. Dia tidak mungkin membiarkan rencana Nona-nya gagal, jadi Lorus membuat langkah pencegahan terlebih dahulu agar semua rencana bisa berjalan lancar.


Setelah Lorus berkata seperti itu tidak terdengar suara apapun lagi dari dalam telepon. Namun, Lorus tahu dengan pasti kalau panggilan itu masih terhubung. Hingga tak lama kemudian Lorus di buat tersenyum tipis saat mendengar kepasrahan dari pria yang beberapa detik lalu terdiam bisu.


“Hmmmmm, kau sama sekali tak memberiku kesempatan bahkan untuk sedikit bermain dengan Rose. Tapi baiklah, kali ini aku tidak akan mencari masalah dulu dengan ketuamu itu. Ini bukan karena aku kalah, tapi karena aku tidak berdaya di bawah ancamannya. Kau dengar itu, Lorus?”


“Saya mendengarnya dengan sangat baik, Tuan,” sahut Lorus.


Lorus menyimpan kembali ponselnya ke saku jas setelah si Tuan menutup panggilan. Setelah itu ekor mata Lorus kembali melirik ke arah orang yang masih betah menguping pembicaraannya.

__ADS_1


“Keluarlah. Jangan bersembunyi jika ingin mengetahui sesuatu!” ucap Lorus dengan dingin meminta orang itu muncul. Dia lalu menunduk, melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. “Waktuku sudah tak banyak lagi. Segeralah keluar sebelum aku berubah pikiran!”


Karena sudah ketahuan, Rolland akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya. Jika biasanya Rolland memperlihatkan raut biasa saja, kini dia muncul dengan ekpresi wajah yang begitu dingin. Dengan tatapan yang menghunus, Rolland berjalan menghampiri Lorus yang juga tengah menatapnya. Dia lalu mendengus pelan.


“Orang yang baru saja bicara denganmu apakah berhubungan dengan yang Rose alami dulu?” tanya Rolland penasaran.


“Tuan Rolland, walaupun kau adalah kembaran Nona Rose, kau masih belum berhak untuk tahu terlalu jauh dengan siapa saja Nona Rose berhubungan. Dan mengenai orang yang tadi bicara denganku, aku hanya bisa memberitahumu kalau dia tidak ada hubungan dengan hilangnya ingatan Nona Rose. Namun orang ini terhubung dengan berdirinya kelompok Queen Ma. Itu saja yang bisa aku beritahukan padamu sekarang,” jawab Lorus sedikit berbaik hati memberikan bocoran.


“Oh, jadi bukan hanya Mona saja yang berada di balik kelompok kalian ya?”


Lorus mengangguk.


“Hmmm, sepertinya aku kurang memahamimu, Tuan Rolland. Selama ini aku pikir kau hanyalah pecundang lemah yang tak bisa melakukan apa-apa. Rupanya pemikiranku salah. Kau … cukup punya nyali juga ternyata!” ucap Lorus seraya menyeringai tipis. Ini menarik. Nona-nya ternyata memiliki kembaran yang lumayan mengerikan. Dari ini Lorus berani menarik kesimpulan kalau kekuatan Nonanya akan semakin bertambah besar jika bisa mendapatkan dukungan dari saudaranya ini.


“Jangan terlalu mudah menilai orang lain kalau kau belum mengenalnya lebih dekat. Rose tidak mungkin tidak mengajarimu tentang hal ini bukan?” sahut Rolland.


“Nona hanya mengajariku bagaimana cara membunuh orang-orang yang tidak layak untuk hidup. Dan untuk perkataanku tadi, itu berasal dari penilaianku sendiri.”


Rolland dan Lorus saling menatap dengan begitu sengit seolah mereka berdua adalah musuh yang sedang bersiap untuk bergulat. Tak jauh dari mereka, terlihat Drax yang sedang berjalan mendekat dengan memeluk pinggangnya Grizelle. Raut wajah mereka terlihat biasa saja menyaksikan ketegangan yang terjadi antara Rolland dan Lorus.

__ADS_1


“Sebentar lagi Rose sampai di Negara ini. Bukannya bersiap kenapa kalian malah bercanda di sini?” tanya Grizelle.


“Kalau begitu saya permisi dulu Nyonya Grizelle, Tuan Drax,” sahut Lorus langsung pamit.


“Tunggu!”


Drax menatap datar ke arah Lorus yang entah kenapa seperti menunjukkan sikap tak suka pada anak dan istrinya. Drax bukan tersinggung, dia tentu tahu kalau Lorus hanya akan tunduk pada putrinya saja. Kendati demikian, Drax tetap ingin memastikan sesuatu hal pria dingin ini.


“Tuan Drax, jika anda berniat menanyakan sesuatu yang tidak seharusnya anda ketahui, maka saya tidak akan menjawabnya!” ucap Lorus langsung memberikan batasan.


“Aku hanya ingin tahu saja siapa yang akan di temui oleh putriku nanti. Bukan kami memata-mataimu, tapi orangku ada yang melaporkan kalau kau telah menemui seseorang saat baru sampai di Negara N. Aku tahu ini bukan urusan kami, tapi aku perlu untuk tahu agar kami bisa memberikan keamanan extra untuk melindungi Rose dan bayinya!” sahut Drax tanpa basa basi langsung menyampaikan apa yang ingin dia ketahui dari Lorus.


“Itu benar, tapi orang yang saya temui tidak akan pernah berani menyentuh Nona Rose. Justru kedatangannya ke Negara ini adalah untuk memohon kepada Nona Rose agar menyerahkan sesuatu yang selama ini menjadi kelemahannya!” jawab Lorus.


“Apakah Rose menyandra sesuatu yang merupakan kelemahan orang ini?” tanya Grizelle memastikan.


“Nyonya Grizelle, saya rasa pembicaraan kita cukup sampai di sini saja. Selain karena waktunya sudah hampir habis, juga karena akan percuma kalian mengetahuinya sekarang. Nanti setelah acara di keluarga kalian selesai, kalian semua pasti akan segera mengetahuinya sendiri. Dan satu hal lagi. Tolong bersiaplah. Setelah ini akan ada satu rahasia besar yang terbongkar. Dan rahasia ini akan memecah hubungan antara Nona Rose dengan Tuan Adamar. Kekuatan mereka sama besarnya, tapi karena sekarang Nona sedang hamil dia tidak bisa menempatkan diri dalam bahaya. Saya harap kalian semua tahu bagaimana cara untuk menempatkan diri dengan benar. Saya permisi!”


Drax, Grizelle dan Rolland menatap kepergian Lorus dengan pandangan yang sulit untuk di artikan. Setelah itu ketiganya memutuskan untuk pergi menjemput Rose di landasan pribadi milik keluarga mereka. Namun di benak ketiganya sama-sama di penuhi dengan satu pertanyaan tentang rahasia besar yang di maksud oleh Lorus. Ini rumit. Sungguh.

__ADS_1


***


__ADS_2