Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Nasib Baik


__ADS_3

Adam terbangun sambil memegangi kepalanya yang berdenyut. Dia lalu mencoba untuk duduk sambil menyender ke kepala ranjang.


"Sudah bangun?"


Mendengar suara lembut istrinya, Adam pun langsung menoleh ke arah sumber suara. Sudut bibirnya tertarik ke atas melihat Rose yang sedang menatapnya sambil membawa nampan berisi susu hangat.


"Honey, rasanya seperti di sapa bidadari surga ketika bangun tidur melihatmu sedang tersenyum seperti ini," goda Adam.


"Apa matamu sudah juling?"


Dengan hati-hati Rose berjalan ke arah Adam kemudian duduk di sebelahnya. Dia lalu menunduk, menatap segelas susu yang masih mengeluarkan sedikit asap.


Maafkan aku, Dam. Hari ini aku terpaksa membuatmu tidur seharian. Aku tidak ingin kau tahu kalau aku ingin pergi menemui ibu dan neneknya Rolland. Aku sungguh penasaran dengan orang yang mengancam keselamatan kakekku, juga ingin tahu kenapa mereka begitu kekeh menganggapku sebagai anggota keluarga mereka.Aku mau semuanya jelas, Dam. Aku tidak nyaman berada dalam posisi seperti ini. Aku ingin tahu siapa, bagaimana, dan kenapa aku bisa terpisah dari mereka. Siapa tahu dengan begini aku bisa menerima kenyataan kalau Kakek Frans sebenarnya adalah orang lain di hidupku.


"Mataku tidak hanya juling, Hon. Tapi sudah rusak parah karena di dalam sini..." jawab Adam sambil menunjuk sebelah matanya. "Hanya ada kau seorang. Sungguh."


Setelah berkata seperti itu, Adam mengambil nampan di tangan Rose lalu meletakkannya di atas meja. Dia kemudian memeluknya.


"Hon?"


"Hmm....


"Apa semalam kita minum-minum?" tanya Adam penasaran.


Rose tersenyum samar. Dia lalu menggelengkan kepala. Rose tahu kalau suaminya ini sedang menahan rasa nyeri di kepalanya efek dari obat tidur yang di minumnya semalam. Dan sebentar lagi, sebentar lagi suaminya ini akan kembali meminum obat yang mana akan membuat kepalanya semakin sakit saat terbangun nanti.


"Kita hanya makan malam biasa lalu setelahnya kau tertidur dengan sangat pulas."


"Benarkah?"


Aneh. Kalau memang aku dan Rose tidak minum-minum lalu kenapa kepalaku sakit begini? Tidak mungkin kan Rose memberiku obat tidur? Kenapa rasanya janggal sekali ya.


"Dam, minum dulu susunya. Nanti tidak enak lagi kalau sudah dingin," ucap Rose sembari melepaskan diri dari dekapan sang suami.

__ADS_1


Belum sempat tangan Rose menyentuh nampan di atas meja, tubuhnya sudah lebih dulu ditarik oleh Adam. Setelah itu Adam membaringkannya di atas ranjang kemudian menindihnya.


"Honey, apa kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Adam sambil menatap lekat manik mata istrinya yang terlihat begitu tenang.


"Apa maksudmu?" sahut Rose balik bertanya.


"Semalam kau sengaja membuatku tertidur. Benar?"


Rose hanya diam saja saat Adam bertanya seperti itu padanya. Dia mulai menelisik melalui bola mata suaminya untuk mencari tahu darimana Adam bisa tahu kalau semalam dia memang sengaja membuatnya tertidur.


"Hon, kita sudah berjanji untuk saling jujur dalam rumah tangga kita. Aku tahu kalau kita menikah tanpa ada perasaan yang pasti. Tapi Hon, aku sungguh mencintaimu sejak lama. Bisakah kita saling jujur? Aku tidak mau menjadi seorang suami yang tidak tahu apa-apa tentang istriku sendiri. Jujur ya?"


Adam tahu, sangat tahu dengan apa yang sebenarnya dia alami semalam. Karena sebenarnya....


"Ada beberapa privasi yang harus aku jaga, Dam," ucap Rose menyadari kalau suaminya sudah mengetahui sesuatu. "Sejauh mana kau tahu?"


"Aku tahu semuanya, Hon. Bahkan tentang siapa Mr.X sekalipun," jawab Adam sambil menelusuri wajah Rose menggunakan ujung jarinya. "Yang aku tidak tahu adalah... apakah benar kalau kau adalah orang di balik pria berhodie atau bukan. Jika hal ini terjawab, maka aku juga akan tahu kalau istriku adalah ketua dari organisasi Queen Ma."


Jujur saja, Rose sebenarnya kaget mendengar hal ini. Namun sedetik kemudian dia tersenyum, lega karena Adam tidak membongkar semua rahasianya itu. Rose kemudian mengalungkan tangannya ke leher Adam, membiarkan wajah mereka berada dalam jarak yang sangat dekat.


"Di maafkan!"


Cup


Adam terus mengecup bibirnya Rose berulang kali sebagai hukuman karena sudah mengerjainya. Dia sungguh sangat tidak menyangka kalau Rose adalah benar ketua dari organisasi hitam yang selama ini sangat misterius. Setengah mati Adam mencari-cari tentang semua rahasia yang di sembunyikan oleh istrinya ini. Dan akhirnya dia mengetahui semuanya berkat suatu kejadian yang tak terduga.


"Susu itu, apa ada racun di dalamnya?" tanya Adam setelah puas memberi hukuman.


Rose mengangguk.


"Kali ini istriku yang nakal mau pergi kemana? Selingkuhkah?"


"Aku hanya akan menjadi istrimu selamanya," jawab Rose.

__ADS_1


"Lalu?"


"Ibu dan neneknya Rolland datang berkunjung ke negara ini. Semalam saat aku pergi ke desa, ada seorang mutan yang mengabariku kalau mereka ingin bertemu. Dan mutan itu juga bilang kalau aku tidak pergi menemui mereka, maka selamanya aku tidak akan pernah tahu siapa orang yang selalu mengancam kakekku. Juga karena aku ingin memperjelas hubungan di antara kami, Dam. Aku ingin tahu segalanya meski ingatan itu tidak pernah muncul di kepalaku!"


Terdengar helaan nafas panjang dari mulutnya Adam. Dia cukup terenyuh dengan nasib yang di alami oleh istrinya ini. Kemarin saat Rolland menelpon, dia sudah di beritahu penyebab kenapa istrinya bisa sampai kehilangan ingatan. Sungguh, Adam benar-benar sangat mengutuk pria bernama Flyn yang telah membuat istrinya jadi seperti ini.


"Nanti pergilah denganku, Hon. Aku juga ingin menyapa ibu mertuaku."


"Tidak takut ketahuan oleh ibu tirimu? Saat ini mereka menginap di salah satu hotel milikmu, Dam. Akan sangat beresiko kalau kau juga pergi ke sana," ucap Rose mengingatkan.


"Biar saja. Toh sebentar lagi aku akan segera mengenalkanmu pada keluargaku. Aku tidak ingin bermain kucing-kucingan terus seperti ini, Hon. Aku mau semua orang tahu kalau kau adalah istriku, Nyonya Rosalinda Clarence. Dengan begitu mereka tidak akan berani lagi menjodoh-jodohkan aku dengan wanita lain!" jawab Adam kemudian beranjak dari atas tubuh istrinya.


Rose diam mencerna ucapan Adam. Dia tahu ada maksud tersirat di dalamnya.


"Kau akan menemuinya?" tanya Rose mencoba menebak.


"Sepertinya iya, Hon. Aku tidak mau ada wanita lain yang mengharapkan aku karena sekarang aku sudah ada pemiliknya."


Adam kemudian mengulurkan tangan ke arah istrinya. Dia tersenyum saat istrinya menyambut tanpa ada banyak drama. Dingin, tapi sangat berkharisma. Dan itulah istrinya. Adam benar-benar sangat bersyukur karena memiliki seorang istri yang tidak mudah mencari keributan. Meski Rose tahu kalau dia di jodohkan, Rose sama sekali tidak merengek ataupun menuntut Adam untuk selalu menjelaskan. Bahkan istrinya ini bersikap dengan sangat santai tanpa menaruh perasaan curiga berlebihan seperti yang dilakukan oleh para wanita di luaran sana.


"Cukup sampaikan dengan kata yang baik. Karena tidak semua wanita bisa menerima jika kehadirannya di tolak oleh pria yang telah di jodohkan dengan mereka," ucap Rose.


"Kau tidak cemburu jika aku menemui Gheana?"


"Aku tidak tertarik dengan hal-hal seperti itu, Dam. Karena menurutku kau sudah cukup dewasa untuk bisa membedakan mana yang seharusnya dan tidak seharusnya kau lakukan dalam rumah tangga kita," jawab Rose kemudian menggandeng tangan Adam ke arah meja makan.


Adam tersenyum. Hatinya lagi-lagi membuncah mendengar jawaban istrinya yang begitu dewasa. Adam bisa mengartikan kalau jawaban Rose adalah bentuk kepercayaan yang dia berikan terhadapnya. Suatu kebanggaan yang sangat besar bukan bisa mempunyai seorang istri dengan pemikiran yang luas? Dan inilah nasib baik yang sedang di alami oleh seorang Adamar Clarence.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...

__ADS_1


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2