Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Nyawanya, Nyawaku


__ADS_3

Mata Rose terpejam kuat ketika mendengar laporan dari anak buahnya yang mengatakan kalau Mona menghilang. Pikirannya kacau, dia tidak menyangka kalau Rolland-lah yang telah membuat Mona pergi dari tempat kosnya. Susah payah Rose membiarkan gadis itu terus menunggu di sana, tapi gara-gara kedatangan kembarannya itu semua menjadi kacau.


"Calm down, Honey. Kita masih belum tahu dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi antara Mona dengan Rolland. Kau jangan emosi dulu!" ucap Adam mencoba menenangkan istrinya.


Jujur saja, bulu kuduk Adam sedikit meremang melihat Rose yang hanya diam dengan mata terpejam. Rolland benar-benar akan berada di jurang kematian jika memang terbukti telah membuat Mona kabur. Dia saja yang hanya sedikit berbohong harus rela meneguk racun, lalu apa kabar dengan Rolland yang jelas-jelas telah memantik kemarahan istrinya? Ini mengerikan.


"Hon, kalau aku boleh tahu sebenarnya ada apa dengan Mona? Kenapa kau terlihat begitu marah saat tahu kalau dia menghilang?"


"Kau sebaiknya jangan banyak bicara, Tuan Adam. Sedikit tahu akan membuat hidupmu jauh lebih nyaman," sahut Reina dingin.


Mona, gadis culun itu adalah salah satu simbol dari berdirinya kelompok Queen Ma. Dan saat ini, simbol dari kelompok mereka telah di usik. Siapa yang tidak akan marah jika mengetahui hal ini. Jadi wajar saja kalau sekarang Rose dan Reina terlihat begitu dingin pada Adam. Jika Rose berada dalam tingkatan sepuluh saat menahan emosi, maka Reina ada di tingkatan yang jauh lebih tinggi lagi karena marah dan juga tak senang melihat kesayangannya terlukai. Reina begitu posesif pada Rose, dia bahkan rela bertaruh nyawa untuk sekedar mengembalikan senyum dinginnya. Sedangkan Mona, gadis itu adalah kelemahan terbesar dari ketua kelompok Queen Ma. Dan sekarang titik terlemah itu baru saja di sentuh oleh orang yang tidak seharusnya ikut campur.


"Aku tidak bermaksud mencampuri urusan kalian, Reina. Tapi aku hanya penasaran saja mengapa gadis culun seperti Mona bisa begitu penting bagi kalian semua," sahut Adam kekeh ingin mengetahui.


"Karena nyawanya adalah nyawaku, Adam."


"Maksudnya?"


Rose membuka mata. Dia lalu menatap lurus ke arah depan sambil memainkan pisau lipat di tangannya. Sungguh, emosi Rose sudah naik ke ubun-ubun sejak tadi. Dia sudah tidak sabar ingin segera merobek perut saudara kembarnya itu.


"Kau terlalu lama mengemudikan mobil ini, Reina!" ucap Rose dingin. "Terlalu lama untukku menunggu sampai di sana."


"Oke baby, aku akan menambah kecepatannya!" sahut Reina tak kalah dingin.


Adam tak lagi bicara setelah mendengar jawaban singkat istrinya. Karena dari jawaban itu sendiri dia bisa menarik kesimpulan kalau Mona adalah orang yang sangat penting bagi Rose dan juga kelompok Queen Ma. Sekarang Adam hanya bisa berdoa kalau Rolland bukan orang yang telah menyebabkan Mona menghilang. Karena jika itu benar, maka pertumpahan darah antar saudara tidak bisa terelakkan lagi.


Tak berselang lama, mobil yang membawa Rose dan Adam akhirnya sampai di jalanan menuju kosnya. Reina kemudian memarkirkan mobil tak jauh dari bangunan kosong dimana semua orang telah berkumpul.


"Ya Tuhan Bu, aku harus bagaimana sekarang? Apa yang akan kita lakukan jika Rose sampai mengamuk pada Rolland?" tanya Grizelle panik melihat putrinya keluar dari dalam mobil.


Saat mereka mendengar kabar kalau Mona pergi karena di usir oleh Rolland, Grizelle dan yang lainnya hampir mati jantungan. Mereka sampai tidak bisa berkata-kata ketika Rolland menceritakan penyebab dia mengusir Mona. Bukan perihal rasa suka gadis itu yang sedikit tidak lazim, melainkan kata-kata kasar yang Rolland lontarkan padanya.


"Rolland, kau tahu apa kesalahanmu?" tanya Rose dingin. Dia maju mendekat ke arah kembarannya lalu dengan marah menghujamkan belati ke perutnya.

__ADS_1


"Maafkan aku, Rose. Aku terlambat mengetahui alasan kenapa Mona bisa menyukaimu," jawab Rolland sambil mengeryit menahan sakit.


Bola mata Adam hampir melompat keluar begitu mengetahui kalau Mona ternyata menyukai istrinya. Dia sampai terdiam seperti orang bodoh setelah mengetahui kabar tersebut.


Bugghhh, buggghhhh


"Rolland!" teriak Grizelle dan Drax berbarengan.


Reina langsung menghadang kedua orangtua Rose yang ingin berlari menyelamatkan Rolland. Dia menyeringai jahat ketika ayahnya Rolland menodongkan senjata ke kepalanya.


"Tuan Drax Osmond, bahkan sekalipun kita bergulat, kau tidak akan bisa menang dariku. Karena apa? Karena jiwa kita sama. Tapi jika kau masih nekad mengangkat senjata untuk membela Rolland, maka aku bisa pastikan kalau aku akan membuka pintu neraka untuk mengirim kalian semua pergi ke sana. Paham!"


"Kau ...


"Drax, cukup!" lerai Liona. "Ini bukan waktunya untuk kita mendebatkan sesuatu yang tidak penting. Ibu harap kau bisa mengerti kenapa Rose tega menyakiti saudara kembarnya sendiri."


Dengan penuh bangga Reina langsung memberi hormat bak bangsawan ke arah Nenek Liona. Setelah itu semua orang kembali fokus melihat Rolland yang tengah di hajar habis-habisan oleh Rose. Bayangkan, mungkin ini adalah kejadian tersadis yang pernah terjadi di muka bumi dimana ada sepasang anak kembar yang terlibat perkelahian hebat. Rose yang saat itu sudah gelap mata tanpa ragu terus menendang dan meninju tubuhnya Rolland hingga membuatnya memuntahkan darah segar.


"Kau tidak seharusnya menyentuh apa yang bukan menjadi urusanmu, Rolland. Kau tahu tidak, jika tidak ada Mona aku tidak akan mungkin hidup sampai hari ini. Dan alasan kenapa aku membiarkannya terus berada di sisiku adalah karena aku berhutang nyawa padanya. Mona di paksa menjalani kehidupan yang tidak lazim dengan mencintaiku, selama ini dia berada dalam pengaruh anggotanya Agler, brengsek!" amuk Rose dengan nafas menderu. Dia tidak peduli meski tangan dan pisau yang di genggamannya sudah berlumuran darah.


"Rose, tolong maafkan kakakmu sayang. Mommy mohon, Nak. Tolong maafkan dia!" ratap Grizelle sambil menangis tersedu-sedu.


"DIAMMMM! Jangan katakan maaf padaku, karena maaf dari kalian tidak akan bisa mengembalikan Mona!" hardik Rose kesetanan. "Aku sungguh heran dengan kalian semua. Background keluarga kalian begitu kuat, tapi mengapa pria to lol seperti Rolland bisa menjadi bagian dari keluarga Osmond dan keluarga Ma? Apa tidak ada satupun dari kalian yang mengajarinya cara untuk menggunakan otak dengan baik? Hah!!"


Tepat ketika Rose mengamuk, salah satu anggota Queen Ma datang sambil menyeret seorang laki-laki yang memakai jubah hitam. Wajah pria tersebut babak belur, sepertinya dia sudah menjadi bulan-bulanan mereka sebelum di seret menghadap ke ketua Queen Ma.


"Nona, ini adalah salah satu bawahan Agler yang di tugaskan untuk memperdaya Nona Mona. Kami menangkapnya ketika ingin menyelinap masuk ke dalam kos anda!"


Mungkin kali ini Rolland bisa sedikit bernafas lega karena Rose melepaskan cengkeramannya. Dengan tubuh bersimbah darah, dia merangkak ke arah sang ibu yang terduduk di tanah sambil menangis pilu.


"Kemana Agler membawa Mona pergi?" tanya Rose sambil mengalungkan belati ke leher si pria berjubah.


"Bukan urusanmu!"

__ADS_1


Sreeetttt


Darah segar terpercik ke kaki Adam begitu Rose menyayat leher anak buahnya Agler. Dia lalu bertatapan dengan mata Rose ketika istrinya itu menatap wajah semua orang satu-persatu.


"Anggota kalian kurang satu. Dimana Brenda?" tanya Rose dengan mata berkilat marah. Dia tahu pasti keluarga ini kembali melakukan kesalahan besar.


"Land, tadi kau datang kemari bersama Brenda kan. Sekarang dia ada dimana?" tanya Liona yang baru menyadari kalau sejak tadi Brenda tidak ada bersama mereka.


Untuk beberapa saat Rolland terdiam bingung saat nama Brenda di sebut. Setelah itu dia langsung berlari pergi dari sana begitu tersadar kalau dia telah meninggalkan Brenda sendirian di kosnya Rose.


"To lol! Sebar semua orang yang ada untuk mencari Brenda. Aarrgggghhg! Kenapa kalian bisa seceroboh ini hah! Bukankah aku sudah mengingatkan untuk menjaga gadis itu? Dia adalah sasaran empuk untuk di jadikan korban kedua setelah Mona. Apa kalian masih tidak paham juga hah!" amuk Rose kemudian berlari kencang menyusul Rolland ke kos miliknya.


Semuanya kacau. Mona dan Brenda dalam bahaya besar sekarang.


"Siapa saja yang tadi berjaga di sini?" tanya Reina sambil menggeretakkan gigi.


"Aku dan empat orang lainnya, Reina."


"Ikut aku. Kalian harus siap mati jika benar Brenda ikut diculik."


Wajah para anggota Queen Ma pucat pasi begitu mendengar ucapan Reina. Namun, mereka juga tidak berani berkilah karena di sini posisi mereka salah.


Ya Tuhan Honey, sebegini kejamnya kelompok yang kau pimpin. Semoga saja Brenda masih ada di dalam supaya anggotamu tidak perlu meregang nyawa, batin Adam sambil berjalan mengikuti langkah keluarganya yang lain.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Kurang lebih seperti inilah keadaan Rolland



...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...

__ADS_1


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2