
Wajah Zidane terlihat begitu tegang saat tahu siapa wanita yang di bawa pulang oleh putranya. Begitupun dengan Vanya. Dia bahkan hampir jatuh tergelincir dari tangga begitu melihat kalau bukan Gheana yang pulang bersama Adam. Melainkan Rose, gadis kurang ajar yang pernah bermasalah dengannya dulu.
K-kenapa Adam bisa bersama Rose? Ini petaka. Bagaimana kalau Rose ternyata mengkhianati ucapannya sendiri dengan membongkar semua rahasiaku. Atau jangan-jangan Adam bisa bersama Rose karena ada ancaman? Arggg, brengsek. Tidak kusangka ternyata gadis ini sangat licik. Tapi aku tidak mungkin melawannya. Rose memegang rahasiaku, reputasi keluarga Clarence bisa hancur lebur jika aku sampai menyinggungnya. Tidak, Zidane. Kau harus tenang, jangan gegabah. Lebih baik kau diam saja untuk saat ini. Baru nanti kau pikirkan bagaimana cara untuk menyingkirkan gadis licik ini. Huhh, benar-benar k*parat kau, Rose! Arrrggghhh.
"Pa, perkenalkan. Dia wanitaku. Namanya Rose!" ucap Adam tak mempedulikan raut kaget di wajah orangtuanya. "Honey, dia adalah Papa Zidane. Sapalah."
"Selamat malam, Papa Zidane. Apa kabar?" sapa Rose dengan nada suara penuh penekanan. Dia lalu melirik ke arah ibunya Gracia yang masih belum tersadar dari kekegetannya. "Selamat malam, Nyonya Vanya. Apa kabar? Bibirmu merah sekali. Apa kau baru saja meminum darah manusia?"
Vanya mengerjap-ngerjapkan mata saat Rose bertanya kepadanya. Dia lalu berjalan maju agar bisa berdiri di samping tubuh suaminya.
"Zidane, kenapa Adam malah membawa wanita miskin ini ke rumah kita? Apa dia sudah tidak waras?" tanya Vanya berbisik.
"Kenapa kau harus berbisik-bisik seperti itu, Nyonya Vanya? Jika tidak merasa puas, bicaralah langsung padaku. Kau tidak mungkin tidak melihatku yang sedang berdiri di depan matamu, bukan?" sindir Rose sarkas. Dia lalu melirik ke arah Zidane yang tidak berani berkata apa-apa.
Ini ada apa? Kenapa Papa tidak semurka yang aku bayangkan? Aneh sekali.
Adam dan Gracia sama-sama bingung melihat reaksi ayah mereka yang hanya diam tanpa mengatakan apapun. Mereka cukup kaget, juga tidak menyangka kalau pria ini tidak mengeluarkan umpatan dan makian kasar seperti yang mereka bayangkan.
"Kau ... bagaimana bisa kau datang dengan putraku ke rumah ini? Apa kau tidak punya rasa malu, hah?" hardik Vanya sambil menunjuk wajahnya Rose. Dia meradang karena suaminya tidak bereaksi apapun terhadap kedatangan gadis sialan ini.
"Kenapa juga aku harus merasa malu? Aku datang dengan memakai pakaian yang sopan. Tidak sepertimu yang memakai pakaian terbuka sampai buah di dadamu seperti akan meloncat keluar. Apa kau tidak malu berdandan heboh seperti itu di hadapan anak-anakmu? Tidak takut mereka akan menganggapmu sebagai seorang p*lacur?" sahut Rose dingin. Dia kemudian menoleh, menatap datar ke arah Gracia yang terlihat gelisah. "Apa kau keberatan jika aku mengatai Mamamu seperti tadi? Jika iya, maka katakan saja."
"Em, itu ... aku ....
Gracia gugup. Dia tidak tahu harus menjawab apa sekarang. Di satu sisi dia sedikit tidak terima ibunya di katai dengan begitu rendah oleh Rose. Namun di sisi lain apa yang di ucapkan oleh Rose memang benar adanya. Ibunya adalah seorang wanita yang tidak lagi memiliki harga diri. Tak jauh beda dengan para p*lacur yang suka menjajakan diri kepada pada pria di luaran sana.
"Honey, jangan marah-marah. Nanti junior menangis," bisik Adam sambil mengelus-elus punggung istrinya. Dia takut anak dan istrinya kenapa-napa.
"Aku tidak marah, Dam. Hanya sedikit menyadarkan ibu tirimu saja agar lebih sopan dalam berucap," sahut Rose.
__ADS_1
"Zidane, jangan diam saja. Ayo cepat usir wanita j*lang ini dari rumah kita. Aku sudah berjanji pada Gheana kalau hanya dia saja yang boleh menjadi menantu di keluarga Clarence. Ayo cepat usir, Zid!" desak Vanya sambil mengguncang lengan suaminya.
"Tutup mulutmu atau aku akan menjejalkan sepatu ke dalam mulut baumu itu. Kau pikir siapa yang akan menikah dengan wanita pilihanmu itu, hah! Aku?" sentak Adam tak terima saat si wanita medusa hendak menghasut sang ayah untuk mengusir Rose dari rumah ini.
"Tentu saja itu kau, Adam. Bukankah kau dan Gheana sama-sama saling mencintai? Lalu kenapa kau malah membawa pulang wanita j*lang yang miskin ini? Nama baik keluarga kita akan sangat tercoreng jika orang-orang tahu kau membawa pulang seorang wanita yang asal usulnya tidak jelas. Dia ....
Plaaakkkk
"Akhhhhh!" Vanya memekik kaget saat pipinya tiba-tiba di tampar oleh Rose. Dia lalu memicingkan mata dan hendak membalas perbuatannya itu.
Plaaakkk
Satu tamparan kembali mendarat di wajah Vanya bahkan sebelum dia sempat membalas pukulan yang tadi. Rose yang melihat sudut bibir ibunya Gracia terluka nampak tersenyum kecil. Dia lalu menepuk tangannya yang baru saja dia gunakan untuk memukul wajah wanita medusa ini.
"Kalau kau berani merendahkan aku lagi, maka aku tidak akan segan-segan untuk merobek mulutmu, Nyonya Vanya. Kau dan harga dirimu yang tidak seberapa itu sangat tidak pantas jika di sejajarkan denganku. Paham!" ucap Rose kemudian menyenderkan kepalanya di dada Adam. Dia sedikit mual.
"Hon, kau baik-baik saja?" tanya Adam khawatir.
Adam kemudian melihat ke arah adiknya yang sedang berdiri di sebelahnya. Dia lalu menggerakkan kepala, memberi tanda agar adiknya ini segera melakukan apa yang di inginkan oleh istrinya.
"A-aku akan membuatnya sekarang, Kak," ucap Gracia tanggap. Dia sangat syok melihat Rose yang begitu mudah memukul ibunya. Tak ingin membuat kakaknya semakin marah, Gracia pun segera berlari ke arah dapur. Dia meminta para pelayan untuk membuatkan apa yang di inginkan oleh kakak iparnya.
Sementara itu Zidane yang sejak tadi hanya diam saja akhirnya membuka suara. Dia tak mau ada keributan lagi karena hal itu akan sangat mengancam reputasinya.
"Sudah, kalian jangan bertengkar lagi. Lebih baik kita segera makan malam saja. Hari sudah semakin malam, dan perutku juga sudah lapar!" ucap Zidane melerai pertengkaran yang sedang terjadi.
"Zidane, kenapa kau malah mengajak wanita rendahan ini makan malam di rumah kita? Bagaimana sih!" protes Vanya tak terima.
"Siapa yang kau sebut wanita rendahan, hah! Rose itu istriku, dia menantu di keluarga ini!"
__ADS_1
Suasana menjadi hening seketika begitu Adam mengatakan kalau Rose adalah istrinya. Bahkan Zidane dan Vanya sampai ternganga-nganga di buatnya. Rose yang melihat hal itupun tak tinggal diam. Dia langsung mengacungkan jari manisnya dimana ada sebuah cincin berlian melingkar indah di sana.
"Aku dan Adam sudah menikah beberapa bulan yang lalu. Apa kau merasa keberatan dengan pernikahan kami, Papa Zidane?"
Glukkkk
Ingin sekali Zidane menjawab iya kalau dia tidak menyadari seringai tipis di bibirnya Rose. Dia tahu, sangat tahu kalau wanita ini tengah mengancam akan membongkar rahasianya jika berani menjawab iya. Tak kuat menghadapi tekanan dari Rose, Zidane langsung pergi begitu saja dari sana. Ini jauh lebih baik karena melawan Rose hanya akan sia-sia saja.
Vanya yang melihat suaminya pergi meninggalkannya pun segera kembali masuk ke kamarnya. Dia tidak sudi jika harus berada satu meja dengan wanita yang sangat tidak dia inginkan.
"Aneh," gumam Adam.
"Apanya yang aneh?" tanya Rose.
"Sikap Papa, Hon. Aku pikir dia akan langsung mengusirmu pergi saat tahu kalau kita sudah menikah. Tapi kenapa responnya hanya seperti itu? Seperti bukan sikap Zidane Clarence yang aku kenal," jawab Adam keheranan.
"Jadi kau berharap Papa akan mengusirku pergi dari sini ya?"
Adam terkejut. Dia lalu menangkup kedua pipinya Rose.
"Jangan marah. Aku tidak bermaksud seperti itu. Oke?"
"Aku lapar. Bisakah kita makan malam sekarang?"
"Apapun itu, Hon. Ayo!"
Dengan penuh bahagia Adam segera menggandeng tangan Rose menuju ruang makan di mana sang ayah telah menunggu. Tanpa di sadari oleh semua orang, seulas smirk muncul di bibir Adam. Dia sangat suka, benar-benar sangat suka dengan apa yang baru saja terjadi.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
...Note: Gengs... Maaf ya update gk beraturan. Di sini lagi musim hujan petir, jadi emak kudu hati2 pas maen internet. Kalian pasti tahu kan betapa bahayanya petir? Jadi harap maklum kalau up nya gk menentu jamnya....
...Jangan lupa juga untuk mendoakan saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana letusan gunung Semeru. Semoga mereka semua baik-baik saja. Aminnn 🤲🤲...