
โ Perhatian ๐ข๐ข Part ini ada hubungannya dengan part 23 dimana Adam memperlihatkan fotonya Rose di hadapan Rolland dan keluarganya. Harap baca part itu dulu biar gk bingung ๐น
***
Adam dan Cesar keluar dari dalam mobil begitu mereka sampai di kediaman Rolland. Ya, selepas dari lokasi proyek, Adam dan Cesar memenuhi undangan orangtuanya Rolland yang ingin menjamu mereka berdua. Dan sebelum datang kemari Adam sudah memberi kabar pada istrinya kalau malam ini dia akan pulang terlambat.
"Waahh Dam, rumahnya Rolland benar-benar sangat megah. Kita beruntung bisa di undang secara khusus untuk datang kemari!" ucap Cesar mengangumi bangunan megah milik rekan bisnisnya.
"Ces, bisa tidak kalau nanti kita berpura-pura baru mengetahui kalau Rose memiliki wajah yang sangat mirip dengan Paman Drax?" tanya Adam seraya mendesah panjang.
Langkah Cesar langsung terhenti. Dia lalu menatap seksama ke arah Adam.
"Kau yakin?"
"Rose bilang dia tidak akan pernah meninggalkan aku meskipun mendapat hal yang baru. Lagipula aku juga merasa tidak tega pada Rolland, aku tidak boleh egois. Karena bagaimanapun Rose adalah bagian dari mereka, aku tidak akan bisa menutupi fakta ini selamanya."
Cesar tersenyum. Dia lalu menepuk bahunya Adam, bangga akan keputusan yang sudah dia buat.
"Apapun itu aku pasti mendukungmu, Dam."
"Terima kasih,"
Setelah itu keduanya bergegas masuk ke dalam rumah saat beberapa pelayan datang menyambut. Mata Adam dan Cesar terus saja di manjakan oleh kemewahan-kemewahan yang ada di dalam rumah tersebut. Hingga pada akhirnya pelayan menggiring mereka ke arah ruang makan dimana semua orang telah berkumpul.
"Selamat malam Bibi Grizelle, selamat malam Paman Drax!" sapa Adam dengan sopan.
Grizelle dan Drax kompak mengangguk. Mereka berdua tersenyum mendengar gaya menyapa Cesar yang terdengar lucu.
"Waaahhh Bibi Grizelle, sepertinya ini adalah makan malam yang sangat spesial!" celetuk Cesar.
"Iya. Sebagian dari ini Bibi yang memasak, sedangkan yang sebagiannya lagi koki yang menyiapkan. Dan ini..." ucap Grizelle sambil menunjuk satu menu makanan yang terhias dengan sangat cantik. "Makanan ini adalah menu makanan kesukaan Rolland dan adiknya, Rose. Menu ini wajib ada setiap kami makan bersama."
Adam dan Cesar langsung melihat ke arah Rolland.
Rolland tersenyum kecil menyadari tatapan khawatir di diri kedua temannya. Dia lalu mengangguk pelan, menyampaikan kalau dirinya baik-baik saja.
"Jadi adiknya Rolland sangat menyukai olahan daging seafood ya Bi?" tanya Adam.
Grizelle mengangguk.
"Sangat. Baik Rolland maupun Rose mereka sangat amat menyukainya. Bahkan terkadang mereka berdua sampai bertengkar hebat gara-gara makanan ini. Lucu bukan?"
Perasaan bersalah muncul di benak Adam karena sebelumnya sempat menutupi keberadaan Rose dari keluarga ini. Tubuhnya sedikit menegang.
"Oh ya Dam, apa Paman boleh bertanya sesuatu padamu?" tanya Drax.
__ADS_1
"Bertanya apa, Paman?"
Sambil menyendok makanan, Adam menunggu ayahnya Rolland bicara.
"Begini, Paman ingin tanya ada hubungan apa antara kau dengan Mr.X? Sebenarnya Rolland sudah memberitahukan pada kami berdua, tapi Paman masih belum tenang sebelum mendengar penjelasan langsung darimu. Tidak masalah kan kalau Paman bertanya lagi?"
"Oh, aku kira apa," sahut Adam kemudian tertawa kecil. "Paman tenang saja, Mr.X ini aku jamin tidak akan mengganggu mega proyek kami. Benar kalau si Mr.X indentitasnya begitu rahasia, karena di Negara N tidak ada satupun heacker yang mampu menembus data-data miliknya. Di Group CL, Mr.X sendiri merupakan pemegang saham terbesar kedua setelah aku. Dan mungkin motif di balik dia membobol sistem keamanan Dantian Group hanya karena ingin memeriksa kegiatanku selama berada di negara ini. Jadi Paman tidak usah risau, aku jamin semuanya pasti baik-baik saja!"
Drax dan Grizelle saling berpandangan. Sebuah tanda tanya besar muncul di benak mereka.
"Paman Drax, kenapa aku merasa kalau pertanyaan Paman itu menjurus pada sesuatu hal ya?" tanya Cesar dengan sengaja membuka pintu agar Adam bisa membongkar semuanya.
"Maksudnya bagaimana Ces?" sahut Drax balik bertanya.
Sebelum bicara, Cesar terlebih dahulu melirik ke arah Adam. Dia kemudian memasang wajah yang sangat serius.
"Apa Paman curiga si Mr.X adalah orang yang Paman kenal? Makanya Paman sampai sebegini penasaran, padahal kan Rolland sudah menjelaskan. Benar tidak?"
Drax menghela nafas. Sepertinya dia memang tak lagi bisa mengelak tentang hal ini.
"Yang kau katakan benar, Cesar. Semenjak Dantian Group berdiri, hanya ada satu orang yang mampu membobol sistem keamanannya. Baik itu ketika Dantian Group dipimpin oleh kakeknya Rolland, Paman, bahkan oleh Rolland sendiri. Dan orang yang mampu melakukan hal tersebut adalah sesosok gadis kecil berusia lima tahun yang bernama Rosalinda Osmond. Saudara kembar Rolland!" jawab Drax mengenang kecerdasan putrinya.
Mata Adam dan Cesar melotot lebar. Keduanya kini paham tentang kecurigaan mereka terhadap Rose.
"Li-lima tahun?" tanya Adam pura-pura syok. "Oh my god, ini bukan candaan kan, Paman Drax?"
Adam menarik nafas. Ini saatnya.
"Aku yakin suatu saat adikmu pasti kembali. Jangan putus asa, oke?"
"Terima kasih!"
Cesar terus memperhatikan raut gelisah di wajah ibunya Rolland. Dia lalu mengedipkan mata ke arah Adam, memberi kode kalau sebentar lagi drama mereka akan segera dimainkan.
"Sayang, ada apa?" tanya Drax saat menyadari gelagat aneh istrinya.
"Adam, maaf jika pertanyaan Bibi akan membuatmu merasa tidak nyaman!" ucap Grizelle mengabaikan pertanyaan suaminya. "Bisakah Bibi melihat foto kekasihmu? Bibi, Bibi hanya ingin memastikan sesuatu. Boleh ya?"
Adam menatap lekat ke arah ibunya Rolland. Waktunya sudah tiba, dan kini Adam hanya bisa bertaruh pada nasib. Dalam hatinya, Adam berdo'a semoga langkah yang dia ambil bukanlah langkah yang bisa membuatnya kehilangan Rose.
"Em Adam, tolong maafkan pertanyaan Mommy-ku barusan. Kami semua hanya....
"Oh shitttt!"
Adam pura-pura mengumpat. Dia kemudian berdiri, mengusap wajahnya hingga memerah. Sementara Cesar, dia menahan diri agar tidak tertawa melihat cara Adam memainkan peran.
__ADS_1
"Sial, sial, sial! Kenapa aku tidak menyadarinya sejak awal!" umpat Adam lagi.
Rolland, Grizelle dan Drax terkejut ketika mendengar Adam yang tiba-tiba mengumpat kasar. Mereka saling menatap bingung melihat Adam yang terlihat buru-buru saat mengambil ponsel dari saku celananya.
"Land, Rose itu adikmu. Lihat ini!" teriak Adam sambil menunjukkan foto istrinya yang tersimpan di dalam ponsel.
Rolland membelalakkan mata. Dia lalu merebut ponsel dari tangan Adam kemudian menatap dengan seksama ke arah foto seorang gadis. Tubuhnya langsung gemetar hebat.
"Rose...Mom, Dad, ini Rose. Ini benar Rose adikku Mom!" pekik Rolland dengan mata berkaca-kaca.
"A-apaa! Mana, Mommy mau lihat!" jerit Grizelle sambil menahan tangis.
Segera Rolland memberikan ponsel tersebut pada ibunya. Setelah itu dia berdiri sambil menengadahkan wajahnya ke atas. Rolland menangis.
"Ya Tuhan, ini Rosalinda kita Drax, ini putri kita!" jerit Grizelle histeris.
Suasana yang tadinya sedang mengharu biru langsung berubah mencekam saat ibunya Rolland tiba-tiba jatuh ke lantai. Adam yang melihat Ibu mertuanya jatuh tak sadarkan diri pun bergegas menolongnya.
"Siapkan mobil!" teriak Rolland panik kemudian berlari membantu Adam yang sudah menggendong ibunya keluar.
Melihat istrinya dibawa pergi dalam kondisi pingsan, Drax hanya bisa diam menatapnya. Dia terlalu syok hingga membuat tubuhnya menjadi kaku dan tidak bisa digerakkan.
"Paman, kau baik-baik saja?" tanya Cesar kemudian menghampiri ayahnya Rolland.
"P-putriku sudah ditemukan!" sahut Drax kemudian menangis terisak. "Tujuh belas tahun kami menunggu Rose kembali, dan hari ini Tuhan memberikan kabar baik untuk kami semua. Bunga mawar kami telah ditemukan, Rose kami akan segera pulang ke rumah!"
Cesar menarik nafas dalam-dalam. Keputusan Adam untuk menguak semua ini sudah sangat tepat. Keluarga Rolland ternyata begitu menunggu kepulangan Rose ke rumah ini.
"Aku turut bahagia mendengar hal ini, Paman. Selamat ya, akhirnya putri Paman ditemukan" ucap Cesar sambil menepuk-nepuk bahu ayahnya Rolland yang masih menangis.
"Rose-ku sudah kembali, Cesar. Putriku ditemukan" sahut Drax penuh haru.
Setelah itu Cesar dengan sigap memapah ayahnya Rolland yang ingin ikut pergi ke rumah sakit. Mereka berdua duduk di dalam mobil yang terpisah dengan Adam dan Rolland. Makan malam yang baru saja akan dimulai terpaksa harus terhenti karena rahasia Rose sudah terbongkar lebih dulu. Namun baik Adam maupun Cesar, mereka berdua sama-sama merasa sangat lega. Lega karena tak perlu lagi menutupi sesuatu yang selama ini sudah sangat di nanti-nantikan oleh Rolland dan keluarganya.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss ๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
...๐นFb: Rifani...
__ADS_1
Gabrielle sama Elea up sore ya gengss,,, ๐๐