
"Pemirsa, telah terjadi sebuah ledakan besar di salah satu jalan yang berasal dari sebuah pesawat. Di kabarkan pesawat tersebut milik salah seorang pengusaha yang berasal dari luar negeri di mana pengusaha tersebut telah meninggal dunia sesaat setelah pesawat miliknya di beli oleh seseorang yang identitasnya di rasahasiakan. Tidak ada korban jiwa dalam ledakan tersebut. Hanya ada beberapa pengendara dan juga anggota polisi yang mengalami luka-luka kecil di mana para korban telah di larikan ke rumah sakit terdekat. Sekian berita yang dapat kami sampaikan. Selamat malam."
Adam tertawa pelan setelah mendengar berita yang baru saja di tayangkan. Dia tengah berolahraga saat mendapat pesan dari Cesar kalau misi mereka sukses dilakukan. Termasuk juga menangkap pengkhianat yang membuatnya harus membuang uang demi mengamankan transaksi narkoba yang jumlah keuntungannya di taksir mencapai ratusan triliun. Penasaran dengan drama yang di mainkan oleh orang kepercayaannya itu, Adam pun bergegas menonton berita. Dan benar saja. Begitu televisi di nyalakan, Adam langsung mendengar kabar yang membuatnya menjadi gembira ria. Sungguh, Cesar tak pernah membuatnya kecewa. Dia sangat memuji caranya yang begitu cerdik dalam mengalihkan perhatian polisi yang ingin menggagalkan transaksi bernilai fantastis tersebut. Pilhan ayahnya dengan menempatkan Cesar untuk menjadi kaki tangannya benar-benar tepat sasaran. Adam tak perlu repot-repot memikirkan cara untuk menyingkirkan para musuh yang ingin menjatuhkannya dari posisi yang sekarang dia miliki karena Cesar akan selalu pasang badan melindunginya. Cesar sudah seperti tameng bagi Adam. Atau sebut saja kalau Cesar adalah Adam kedua di mana Cesar sangat tak mengenal rasa kemanusiaan. Mengusik, maka matilah kalian. Itu prinsipnya.
"Sudah aku katakan sebelumnya. Bersembunyilah di tempat yang paling aman sebelum anak buahku menemukanmu. Tapi kenapa kau malah berada di lokasi tempat jebakan itu di pasang? Kau terlalu bernyali besar, kawan. Menyinggung anak buahku, itu artinya kau siap untuk menjadi kerak di neraka dunia. Ckckckck, benar-benar bodoh. Aku jadi heran kenapa aku bisa memiliki rekan seto lol dirimu. Sangat di sayangkan!" ucap Adam sambil tersenyum puas.
Adam terhenyak kaget saat tiba-tiba ada tangan yang melingkar di pinggangnya. Sesaat setelah tersadar dari kekagetannya Adam langsung tersenyum.
"Kenapa bangun, hm?"
"Aku mencarimu," jawab Rose dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Maaf ya meninggalkanmu sendirian di dalam kamar. Aku pergi berolahraga tadi," ucap Adam sembari mengelus-elus tangan istrinya.
Rose menarik nafas. Walaupun tubuh Adam di penuhi keringat, tidak sedikit pun dia mencium aroma tidak sedap dari tubuh kekarnya. Rose malah dengan sengaja membaui aroma maskulin yang begitu memabukkan dari tubuh suaminya ini. Bahkan jika Adam tidak memanggilnya, dia akan kembali terlelap saking nyamannya dia dengan posisinya sekarang.
"Honey, tubuhku kotor. Kita masuk ke kamar saja ya? Setelah mandi aku akan menemanimu tidur," ajak Adam saat menyadari suara nafas istrinya yang kembali tenang. Dia tidak mungkin membiarkan istri tercintanya tidur menempel di punggungnya yang masih di penuhi keringat.
"Aku ingin rujak!"
Sebelah alis Adam terangkat ke atas. Rujak di jam seperti ini? Istrinya sedang mengidam rupanya.
"Aku ingin makan rujak, Dam. Ayo kita pergi!" rengek Rose sambil menelan ludah.
"Baiklah. Tapi tolong izinkan aku mandi sebentar ya. Rasanya gerah setelah berolahraga," sahut Adam sembari memutar tubuh Rose agar menghadapnya. "Tidak apa-apa kan menungguku mandi?"
Rose mengangguk. Dia dengan sigap mengalungkan tangannya ke leher Adam saat tubuhnya di angkat ke dalam gendongan. Melihat bagaimana Adam yang begitu perhatian padanya, membuat Rose tak kuasa untuk tidak tersenyum. Rasanya benar-benar sangat bahagia di perhatikan seperti ini di kala hamil. Apakah ibu-ibu sekalian juga merasakan hal yang sama seperti Rose? Tolong komen di sini ya? โบ
Dengan sangat hati-hati Adam mendudukkan Rose di pinggiran ranjang. Setelah itu dia mencium puncak kepala Rose sebelum akhirnya masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Nak, Ayahmu sangat pengertian bukan?" gumam Rose sembari mengelus-elus perutnya.
Tak butuh waktu lama, Adam sudah keluar dari dalam kamar mandi dengan rambut yang masih meneteskan air. Rose yang melihat betapa seksi suaminya langsung menelan ludah saat butiran air tersebut jatuh membasahi dada bidangnya.
"Jangan berpikiran mesum. Bukankah kau ingin makan rujak?" ledek Adam sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil.
"Memang apa hubungannya dengan makan rujak, Dam?" tanya Rose.
"Tentu saja itu sangat berhubungan, Honey. Karena kalau sampai aku terpancing sepertimu, yang ada bukan kau yang memakan rujak. Tapi aku yang memakanmu. Tahu?"
Rose tertawa mendengar jawaban mesum suaminya. Dia terus memperhatikan mulai dari Adam memakai baju sampai dia selesai bersiap dengan penampilannya yang errr ... menggoda. Padahal sekarang Adam hanya memakai celana panjang dengan hoodie hitam. Tapi entah mengapa di matanya Rose itu terlihat begitu panas. Sepertinya hormon mesum di tubuhnya semakin naik seiring bertambah usia kehamilannya. Aneh sekali kan?
"Aku perlu mengganti baju tidak?"
"Tidak usah, Hon. Kau cantik memakai baju apapun," jawab Adam sambil membuka lemari. Dia lalu mengambil sebuah jaket dari dalam sana.
"Angin malam tidak bagus untuk wanita yang sedang hamil. Jadi sebelum keluar aku harus memastikan tubuhmu hangat dulu agar bayi kita baik-baik saja. Kau tidak keberatan kan untuk memakainya?" tanya Adam sambil memasangkan satu persatu kaus kaki ke kaki istrinya yang putih mulus tanpa cacat. Dia kemudian mendongak sambil tersenyum. "Sudah selesai. Sekarang waktunya berburu rujak. Ayo!"
Rose langsung mengangguk dengan cepat mendengar ajakan suaminya. Dia memejamkan mata sebentar saat Adam mengecup bibirnya kilat sebelum kembali membopong tubuhnya.
"Dam, aku tidak cacat. Kakiku masih sanggup untuk ku pakai berjalan."
"Bukan masalah cacat atau tidaknya, Honey. Mommy bilang wanita yang sedang hamil muda tidak boleh sampai kelelahan. Aku takut kau kenapa-napa jika terlalu sering berjalan. Apalagi jarak dari kamar menuju lift dan parkiran lumayan jauh. Apa salahnya kalau aku menjadi suami siaga demi menjaga dua hartaku agar tetap aman dan nyaman. Lagipula aku sama sekali tidak merasa berat menggendongmu seperti ini. Rasanya sama seperti saat aku sedang mengangkat beban di ruang gym!" sahut Adam santai.
Rose sigap membantu Adam dengan menekan tombol lift. Dia lalu memencet nomor menuju lantai bawah sambil tersenyum kecil karena Adam yang terus menatapnya.
"Honey, selain rujak kau ingin makan apa lagi? Aku siap menemanimu pergi kemana pun tempat yang kau mau," tanya Adam.
"Em, aku hanya ingin makan rujak saja, Dam. Dan," ....
__ADS_1
"Dan?"
"Dan ... em itu."
Rose meragu. Dia sedikit tidak enak saat ingin mengatakannya.
"Katakan saja, Hon. Jangan di tahan-tahan, nanti anak kita meneteskan air liur terus!" desak Adam setengah bercanda. Dia terkekeh saat pinggangnya mendapat cubitan manja dari istrinya.
"Aku ingin minum jus mangga muda yang di campur dengan lada, Dam. Ini sebenarnya sudah lama aku inginkan, tapi aku tidak berani mengatakannya karena kau pasti tidak akan mengizinkan aku meminum minuman seperti itu. Iya kan?"
Whaaaaattttt? Jus mangga muda di campur dengan lada? Ya Tuhan, racun jenis apa ini. Yang benar saja anak dan istriku mengidamkan minuman aneh begitu. Apa rasanya? Masam di campur pedas panas, alamak.
"Kalau tidak boleh juga tidak apa-apa, Dam. Tidak perlu memasang wajah tertekan begitu," ucap Rose dengan raut wajah kecewa karena tahu kalau ngidamnya tidak akan terpenuhi.
"Siapa yang bilang tidak boleh, Honey? Tentu saja kau boleh meminta apapun dariku. Jangan sedih, sekarang juga aku akan membawamu pergi ke tempat yang menyediakan minuman itu. Ya?" sahut Adam cepat-cepat mengiyakan keinginan Rose saat melihat matanya yang mulai berkaca-kaca.
Mood ibu hamil sangat membingungkan ya, bunda? Hanya karena telat menjawab, Adam sampai di buat panik melihat Rose yang langsung memasang tampang menyedihkan. Aneh sih, tapi juga menggemaskan. Dan Adam sangat amat menikmati perannya sebagai suami dan ayah yang siaga untuk istri dan calon anaknya.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...BOM KOMENTAR YA GENGSS BIAR NANTI SORE EMAK CRAZY UP LAGI... ๐...
...๐นJangan lupa vote, like dan comment...
...ya gengss๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
...๐นFb: Rifani...
__ADS_1