
"Mommy, aku hamil!" teriak Rose begitu sampai di markas Queen MA.
Grizelle, Drax, Liona, Greg dan yang lainnya tak kuasa menahan haru saat Cesar mengabarkan kalau Adam dan Rose akan segera memiliki anak. Di tambah sekarang Rose yang dengan begitu luwesnya memanggil sang ibu dengan sebutan Mommy, membuat semua orang kian merasa haru.
"Selamat ya sayang. Mommy sangat senang mendengar kabar baik ini," ucap Grizelle seraya memeluk putrinya dengan erat. Dia bahagia sekali. Berkat calon cucunya, Grizelle bisa mendengar Rose memanggilnya tanpa ada kecanggungan. Benar-benar kebahagiaan yang berlipat ganda.
"Dimana Rolland dan Brenda?"
"Mereka sudah kembali ke Negara N, sayang."
"Oh, aku pikir mereka masih ada di sini. Ya sudahlah, tidak apa-apa," ucap Rose sedikit kecewa. "Mommy, sekarang bayiku masih kecil. Kita harus menunggu beberapa bulan lagi jika ingin melihat anggota tubuhnya yang lain muncul."
Dengan menggebu-gebu Rose menceritakan bagaimana nanti anaknya akan tumbuh seperti bayi-bayi lain. Adam yang baru saja datang menyusul langsung duduk di sofa sambil memejamkan mata. Kekagetannya masih belum hilang, dia masih di dera perasaan uforia sampai tidak bisa mengendalikan diri.
Drax yang melihat sang menantu bertingkah aneh hanya tertawa saja. Dia lalu mengajak ayah mertuanya untuk menghibur Adam yang pastinya sedang dilanda kebahagiaan.
"Dam, kau baik-baik saja?" tanya Drax setelah duduk di sebelah menantunya.
"Entahlah, Dad. Perasaanku sangat tidak jelas," jawab Adam jujur sambil membuka mata. "Aku tidak percaya sudah menghamili istriku sendiri. Kami akan punya anak, Dad. Rose hamil."
"Dasar bodoh. Sudah pasti kau yang membuat Rose hamil, Dam. Kan kalian selalu membuat adonan setiap malam. Ada-ada saja kau."
__ADS_1
Greg jadi teringat dengan masa lalunya bersama Liona saat dokter memberitahu mereka tentang kehadiran Gabrielle dan Grizelle. Greg juga sangat kaget, tapi dia tidak sampai seperti Adam. Greg hanya menari-nari sepanjang rumah sakit dan meninggalkan Liona berjalan bersama Ares. Gila memang, tapi itulah adalah bukti betapa para pria sangat mencintai wanita yang akan melahirkan anak untuk mereka.
"Oh ya Dam, Daddy dengar malam ini kau ingin mengajak Rose pulang ke rumah orang tuamu. Kau ingin membawanya pulang sebagai kekasih atau sebagai istri?" tanya Drax penasaran.
"Tentu saja sebagai istriku lah, Dad. Mana mungkin aku hanya mengenalkan Rose sebagai kekasihku saja, di tambah lagi sekarang dia sedang hamil. Aku mana tega menyakiti perasaannya," jawab Adam tegas. "Dia istriku. Mau tidak mau mereka harus mau menerimanya."
"Kalau Papa dan Mamamu kekeh menolak?" tanya Greg memastikan.
"Aku tidak butuh persetujuan mereka untuk mengakui hubungan kami, Kek. Rose istriku, dan aku pastikan semua orang di seluruh dunia tahu kalau sekarang dia sedang mengandung calon penerusku!" ucap Adam kembali memberikan jawaban yang sangat tegas.
Drax dan Greg saling melempar pandangan. Mereka tentu tahu siapa Zidane Clarence. Laki-laki itu begitu gila akan harta dan kasta. Sementara Rose, belum ada orang luar yang tahu kalau dia adalah anak dari seorang Drax Osmond dan Grizelle Shanaette Ma, juga cucu dari Liona Serra Zhu dan Greg Ma. Yang orang tahu Rose hanyalah gadis pedesaan yang sudah menjadi yatim piatu sejak lama. Atau bisa di artikan kalau Rose berasal dari keluarga biasa yang tidak memiliki pengaruh apapun di negara ini. Hal tersebut sudah pasti akan membuat pergolakan di diri Zidane Clarence. Laki-laki itu pasti akan langsung menolak kehadiran Rose di sana, apalagi jika tahu kalau sekarang Rose sedang mengandung anaknya Adam. Bisa di pastikan kalau Zidane akan melakukan segala macam cara untuk menyingkirkan Rose dan juga calon anaknya.
"Kakek dan Daddy tidak usah khawatir. Sekuat apapun mereka menolak kenyataan kalau Rose sudah resmi menjadi menantu di keluarga Clarence, aku tidak akan pernah membiarkan mereka menyentuhnya. Lagipula Rose bukanlah perempuan yang bisa di anggap lemah, mereka bisa mati di tangan para anggotanya jika berani macam-macam. Aku yakin Reina, Lorus, Resan dan yang lainnya tidak akan membiarkan Papa dan wanita medusa itu hidup dengan tenang jika Rose dan bayi kami sampai di buat tidak nyaman," ucap Adam yang sadar akan kekhawatiran di diri kedua pria ini.
Adam menyeringai tipis begitu mendengar pertanyaan dari ayah mertuanya. Mungkinkah seorang Adamar Clarence jatuh miskin hanya karena kehilangan hak waris atas keluarga Clarence? Hohohoho, itu sangat mustahil jika bukan Tuhan yang mengambil.
Tanpa seorang Zidane Clarence pun aku masihlah seorang pria kaya raya yang memiliki harta tak terhingga, Dad. Bahkan jika kalian tahu, menantumu ini mempunyai status tinggi yang kekayaannya melebihi kekayaan milik kalian. Aku Adamar, tidak sesederhana yang kalian lihat.
Raut wajah Liona dan Grizelle langsung berubah datar saat mereka mendengar isi pikiran Adam. Grizelle yang saat itu masih memeluk Rose berusaha bicara dengan sang ibu melalui pikiran mereka. Sesuai perkiraan, status Clarence hanyalah tameng yang di pakai oleh Adam untuk menutupi identitas yang sebenarnya. Dari sini Liona dan Grizelle bisa mengambil kesimpulan kalau Adam sebenarnya sudah tahu Zidane bukanlah ayah kandungnya. Namun yang jadi pertanyaan adalah mengapa Adam masih bertahan dengan posisinya sekarang di saat dia sendiri memiliki status yang sangat tinggi. Tidakkah kalian terfikir kalau Adam tengah merencanakan sesuatu?
"Daddy tenang saja. Aku mempunyai beberapa saham rahasia atas namaku sendiri. Jikapun Papa mengambil semuanya dariku, Rose dan anakku tidak akan kekurangan apapun. Aku bisa pastikan kalau mereka berdua akan hidup berkecukupan seperti sekarang," jawab Adam dengan pasti.
__ADS_1
Rose memeluk sang ibu sambil menyimak pembicaraan Adam dengan ayah dan juga kakeknya. Dia bangga, itu sudah pasti. Sebenarnya yang perlu di khawatirkan dari pertemuan nanti malam bukanlah tentang harta kekayaan, melainkan tentang rahasia besar yang belum di ketahui oleh Adam. Sampai saat ini Rose masih belum menemukan waktu yang tepat untuk memberitahu Adam tentang kematian ibunya. Dia sedikit ragu.
"Rose, mulai sekarang kau harus extra hati-hati ya. Di semester pertama kehamilan sangat rentan terjadi keguguran dan pendarahan. Kau tidak boleh sampai merasa stres dan kelelahan, kasihan bayinya nanti," ucap Liona sembari membelai kepala cucunya dengan lembut.
"Iya, Nek," sahut Rose kemudian berbalik menatap sang nenek. "Dulu saat Nenek dan Mommy hamil apa kalian merasakan ada yang berbeda dari pola makan dan kebiasaan sehari-hari?"
"Itu sudah pasti, sayang. Dan rata-rata semua wanita mengalaminya. Tapi ada juga jenis wanita yang hamil tanpa merasakan apapun. Orang bilang itu bawaan dari bayinya," jawab Grizelle. "Jangan takut, kita nikmati saja setiap prosesnya. Kau harus banyak-banyak bersyukur telah di beri kepercayaan oleh Tuhan untuk menjaga malaikatnya. Di luaran sana ada banyak wanita yang masih berjuang keras demi agar bisa mempunyai anak sendiri. Jadi kau harus benar-benar menghargai moment yang ada sebelum bayi ini lahir. Ya?"
"Baik, Mom. Aku pasti akan menjaga bayiku dengan sangat baik. Bantu aku untuk melewati kebahagiaan ini ya, Mom, Nek?" ucap Rose penuh harap.
"Pasti, sayang," sahut Grizelle dan Liona serempak.
Aneh, Rose sebenarnya merasa sangat aneh karena tiba-tiba saja ingin mendapat perhatian dari kedua wanita ini. Seakan ada benang yang menariknya untuk meminta perlindungan dari mereka. Seperti bocah yang butuh bantuan dari orangtua mereka ketika tidak tahu harus bagaimana melewati sesuatu yang baru pertama kali dia rasakan. Dan rasa seperti itulah yang sedang membayangi benak Rose. Padahal dia masih belum mampu mengingat kenangan bersama keluarganya ini. Mungkinkah ini adalah ikatan batin antara anak dengan orangtua mereka? Entahlah, Rose tidak tahu. Yang jelas dia membutuhkan ibu dan neneknya untuk terus berada di sisinya sekarang. ๐
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss ๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
__ADS_1
...๐นFb: Rifani...