Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Anjing Dalam Kegelapan


__ADS_3

"Zidane, kau jangan gila. Cepat lepaskan aku dari tempat gelap ini. Aku mohon, Zidane. Adamar membutuhkan aku!" teriak Karina frustasi.


Entah sudah berapa lama dia berada dalam kondisi terikat dan terkurung bak anjing tahanan di tempat yang sangat gelap. Karina tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi sebelum akhirnya dia sadar dan sudah berada di tempat menyeramkan ini. Takut, gelisah, panik, dan juga gila bercampur menjadi satu ketika Karina tahu kalau Zidane adalah otak di balik apa yang di alaminya sekarang. Dan kini, pria yang masih menyandang status sebagai suami sahnya tengah mengeluarkan rantai dari dalam kotak yang dia bawa dari luar. Dalam keadaan remang-remang, Karina mencoba menebak-nebak apa yang ingin dilakukan Zidane terhadapnya.


"Kau bilang Adamar membutuhkanmu?" tanya Zidane sinis. "Karina-Karina, asal kau tahu ya. Adamar sama sekali tidak membutuhkan seorang Mama yang suka berselingkuh sepertimu. Dia akan jauh lebih bahagia jika sampah sepertimu di hilangkan dari hidupnya. Paham?"


"Kau gila, Zidane. Adamar itu masih kecil, dia masih butuh kasih sayang dariku. Tolong lepaskan aku dari tempat ini, Zid. Aku janji aku tidak akan mengadukanmu pada siapapun. Kasihan anak kita, Zidane. Adamar pasti sedang menangis mencariku. Tolonglah, tolong biarkan aku pergi dari sini!" sahut Karina menghiba.


Bulu kuduk di tubuh Karina meremang saat dia mendengar suara rantai yang bergesekan dengan lantai. Dia kemudian beringsut ke belakang ketika melihat bayangan tubuh Zidane yang sedang berjalan mendekat ke arahnya.


"Mau apa kau?" teriak Karina panik.


"Ssstttt, jangan buang-buang tenagamu hanya untuk berteriak seperti itu, Karina. Ini adalah ruangan rahasia yang tersembunyi di balik dinding. Mau kau berteriak sampai pita suaramu rusak pun tidak akan ada orang yang mendengarnya. Hanya aku, Kar. Hanya aku satu-satunya orang yang mengetahui tempat ini. Bahkan tukang yang membangun ruangan ini pun sudah aku singkirkan begitu ruangan ini selesai di buat. Jadi lebih baik kau diam dan patuhlah. Dengan begini aku tidak akan berlaku kasar terhadapmu. Oke?" bujuk Zidane seraya menjambak rambut panjang Karina hingga kepalanya terdongak ke atas.


Sadar kalau Zidane sedang di butakan oleh amarah, Karina mencoba untuk melunak. Dia kemudian memikirkan cara untuk membujuk pria g*y ini agar bersedia untuk melepaskannya pergi. Hanya satu yang ada di pikiran Karina sekarang. Adamar, putranya bersama Philippe. Anak itu masih kecil, Karina takut Adamar akan merasa ketakutan jika dia tidak segera pergi dari tempat ini.

__ADS_1


"Zidane, coba kau tenangkan dulu hatimu. Iya aku tahu aku salah, tapi aku sudah berjanji padamu kalau aku tidak akan pernah menemui Philippe lagi. Aku janji, Zid. Aku janji akan menuruti semua maumu asal kau jangan memisahkan aku dari Adamar. Anak kita masih membutuhkan kasih sayang dari kita berdua, Zidane. Tolong maafkan aku ya. Mari kita besarkan Adamar bersama-sama sampai dia menjadi orang sukses. Oke?"


Perlahan-lahan tarikan tangan Zidane di rambut Karina mulai mengendur. Sepertinya dia sedikit terpengaruhi oleh perkataan Karina barusan.


Dasar j*lang. Apa kau pikir aku akan percaya pada seorang pengkhianat sepertimu? Tidak akan, Karina. Kau dan Philippe sekarang tidak ada artinya di mataku. Biar saja. Aku memang masih mencintai Philippe, tapi sekarang aku jauh lebih mencintai Adamar di bandingkan buaya mata keranjang itu. Adamar Clarence adalah putraku, dia adalah kebanggaan Zidane Clarence. Hahahaha.


Karina pikir dengan diamnya Zidane adalah karena pria ini terhasut oleh bujukannya. Tapi kenyatannya tidak. Saat Karina ingin kembali bicara, tiba-tiba saja Zidane mencekik lehernya kemudian mendorongnya hingga jatuh telentang di lantai. Karina yang tidak tahu kalau Zidane akan berbuat seperti itu hanya bisa mengaduh kesakitan saat kepalanya terbentur lantai dengan sangat kuat. Dan tidak berhenti sampai di situ saja. Belum hilang rasa nyeri di kepala Karina, Zidane sudah kembali memberi siksaan yang lain. Sambil menginjak kepala Karina, dengan kejam Zidane memasang rantai di leher Karina kemudian mengikatnya lurus ke arah kaki. Jadilah tubuh Karina sedikit terbungkuk, mirip tubuh anjing yang tengah meringkuk kedinginan di dekat tempat sampah.


"Hahahaha, inilah posisi yang paling cocok untukmu, Karina. Bagaimana? Apa kau suka menjadi anjing yang tinggal di kegelapan, hah? Hahahahahaha!" tanya Zidane sambil tertawa kencang. Dia sangat puas dengan hasil karyanya ini.


Plaaaakkk


Sudut bibir Karina meneteskan darah segar setelah Zidane menamparnya dengan sangat kuat. Untuk sesaat ruangan gelap tersebut menjadi begitu sunyi. Hanya terdengar deru nafas menderu yang keluar dari mulutnya Zidane dan juga Karina.


"Kalau kau bermain api dengan pria yang bukan menjadi priaku, aku mungkin masih bisa memaklumi, Karina. Tapi ini ... kau bermain api dengan laki-laki yang sangat aku cintai. Apa kau pikir dengan pengkhianatan yang kalian lakukan aku sanggup untuk memaafkan? Tidak, Karina. Kau dan Philippe harus sama-sama merasakan penderitaan yang aku alami atas kejahatan yang sudah kalian lakukan terhadapku!" ucap Zidane penuh amarah kebencian.

__ADS_1


"Tapi aku dan Philippe sudah tidak mempunyai hubungan lagi, Zid. Kami sudah lama berpisah."


"Itu menurutmu, Karina. Sampai detik ini aku tahu kalau Philippe diam-diam masih memperhatikanmu dan Adamar. Aku tidak rela, Kar. Adamar adalah milikku. Jadi satu-satunya cara untuk memisahkan kalian adalah dengan memalsukan kematianmu. Dengan begitu Philippe sudah tidak akan berkeliaran di negara ini untuk menganggu kau dan Adamar lagi. Dan yang akan menjadi pemenang dari semua ini adalah aku. Aku adalah orang yang mengenalkanmu pada seseorang yang selama ini menjadi deking dalam kesuksesanku. Philippe Lorenzo, selamanya aku tidak akan pernah membiarkan Adamar tahu kalau dia adalah ayah kandungnya. Dan aku juga bersumpah tidak akan membiarkan Adamar berada jauh dari Mamanya. Selamanya kita bertiga akan selalu hidup dalam satu atap, Karina. Tapi sayang, Adamar tidak akan pernah tahu kalau Mamanya sebenarnya belum meninggal. Mamanya masih hidup, dan kini menjadi anjing tawanan dalam kegelapan. Hahahaha!"


Setelah berkata seperti itu Zidane pergi meninggalkan Karina yang tengah meraung meratapi nasib buruk yang menimpanya. Sungguh, tak pernah sekalipun terfikir di benak Karina kalau Zidane akan tega berbuat sejauh ini terhadapnya. Padahal Karina sudah meminta ampun atas kekhilafan yang pernah dia lakukan bersama Philippe. Tapi apa guna. Kalau saja Karina tahu selama ini Zidane memendam dendam, dia sudah pergi melarikan diri bersama Philippe saat mereka tidak sengaja bertemu di salah satu gedung pusat perbelanjaan waktu itu.


"Maafkan Mama, Adamar. Harusnya waktu itu Mama mendengarkan perkataan Papamu yang menyebut kalau Zidane adalah orang yang sangat berbahaya. Kalau saja Mama mempercayai ucapannya, kita berdua pasti tidak akan terpisah seperti ini, Nak. Tolong maafkan keegoisan dan kebodohan Mama ya. Gara-gara Mama hidupmu kini di kendalikan oleh laki-laki yang mengaku sebagai Papamu. Semoga saja suatu hari nanti kau bisa mengetahui semua kebenaran ini, sayang. Dan jika saat itu sudah tiba, Mama harap kau bisa membawa Mama pergi dari tempat mengerikan ini. Berbahagialah tanpa Mama, Nak. Mama sangat menyayangimu."


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...

__ADS_1


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2