Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Pertunjukan Sirkus


__ADS_3

"Heemmmm," ....


Terdengar helaan nafas panjang dari mulutnya Rose setelah dia menerima telepon dari seseorang. Setelah itu Rose menoleh, melayangkan tatapan dingin ke arah Adam yang sedang duduk di sebelahnya.


"Aku bingung, Dam. Sebenarnya apa yang di pikirkan oleh Vanya ketika ingin menjodohkanmu dengan Gheana. Wanita itu hanya menang fisik saja, tapi otaknya benar-benar sangat kopong. Gheana adalah orang bodoh pertama yang membuatku sakit kepala!"


"Vanya dan Gheana ... mereka adalah wanita yang sama-sama haus akan harta dan status. Jadi wajar saja kalau Vanya memilihnya untuk di jodohkan denganku," sahut Adam santai. "Lagipula ada untungnya juga bermain-main dengan wanita itu, Hon. Kebodohannya bisa menjadi hiburan tersendiri untuk mengisi waktu kosongmu. Benar tidak?"


"Ya."


Singkat, tapi sarat akan kesenangan. Itulah Rose, seorang ketua dari kelompok Ma Queen di mana anggotanya merupakan orang-orang yang akan setia sampai mati. Mungkin sebagian dari kalian ada yang pernah beranggapan kalau Rose adalah sesosok wanita yang kejam dan juga tak memiliki perasaan. Namun, harus kalian ketahui bahwa menjadi seorang ketua itu tidak semudah yang kalian bayangkan. Sangat sulit karena Rose harus berdiri di garda paling depan untuk melindungi anak buahnya. Walaupun terkadang Rose hanya duduk santai dan tinggal memberikan perintah saja, percayalah. Ketika ada masalah besar yang mana nyawa menjadi taruhannya, Rose-lah yang akan maju lebih dulu. Dia tidak akan mengizinkan anak buahnya berjuang sendirian ketika menantang tekanan maut yang begitu besar. Jadi tolong kalian jangan menjudge Rose, meminta dia agar bersikap lembut seperti wanita normal lainnya. Kalau seorang Rosalinda Osmond menjadi sosok yang lemah, maka hanya dalam hitungan menit kelompok Ma Queen akan habis di bantai musuh. Kalian tentu paham bukan seperti apa berbahayanya bisnis dalam dunia hitam? Selalu ada yang namanya persaingan di mana mereka akan saling menjatuhkan, bahkan saling bunuh.


"Rose, apa kau akan pergi menemui Gheana?" tanya Grizelle.


"Iya."


Rose menatap sang ibu dengan tatapan dinginnya. Bukan marah, hanya ingin menegaskan saja kalau Gheana adalah bagiannya. Dan orang lain tidak dia izinkan untuk ikut campur.


"Kau tidak perlu cemas, Zel. Di sana nanti Gheana tidak akan berhadapan dengan Rose asli, melainkan mutan yang menyerupai dirinya," sahut Liona tanggap akan kekhawatiran di diri Grizelle.


"Aku tahu, Bu. Tapi tetap saja aku merasa khawatir. Rose sedang hamil, aku takut ada sesuatu yang tidak berjalan seperti seharusnya. Nasib sial siapalah yang tahu!"

__ADS_1


Yang di katakan Grizelle tidaklah salah. Sangat benar malah. Tapi bukan Rose namanya jika tidak memiliki taktik jitu untuk membuat musuh tunduk di bawah kakinya. Melihat sang ibu yang begitu mengkhawatirkannya, Rose dengan santai menghubungi seseorang. Dia lalu memerintahkan orang tersebut untuk mengatur banyak keamanan di lokasi yang akan menjadi tempat eksekusi.


"Halo, Nona Rose. Ada apa? Apakah ada perintah tambahan untuk kami semua?"


"Pasang CCTV sebanyak mungkin di sana. Jangan lupa kalian sambungkan salah satunya ke internet. Buat seolah rekaman itu di tonton oleh banyak orang supaya Gheana tidak bisa lagi berkutik. Aku ingin lihat, sekuat apa dia mampu menghadapi tekanan dariku!" jawab Rose sembari mengelus-elus perutnya. "Dia milikku. Kalian akan mati jika berani mengusiknya. Paham?"


"Paham, Nona. Kalau begitu kami akan segera menjalankan perintah sesuai dengan yang Nona arahkan. Oya, Nona Rose. Tuan baru saja mengabari kami kalau beberapa hari lagi beliau akan berkunjung ke Negara N. Tuan juga meminta kita semua untuk datang ke sana!"


Satu sudut bibir Rose terangkat ke atas begitu menerima kabar dari anak buahnya. Tuan ... ya, Tuan. Orang ini adalah seseorang yang sangat penting dalam berdirinya kelompok Ma Quuen. Dan dari orang ini jugalah Rose bisa mengetahui dan memiliki segalanya. Termasuk Reina, Resan, Lorus, dan juga anggota rahasia yang jarang sekali menampakkan diri.


"Aku pasti datang!" ucap Rose kemudian memutuskan panggilan.


"Honey, kau mau datang ke mana? Siapa yang ingin kau temui?" cecar Adam ingin tahu. Jujur, Adam sangat cemburu sekarang.


"Kau akan tahu sendiri jika waktunya sudah tiba, Dam. Dan untuk sekarang lebih baik kau tetap di jalan yang sudah kau rencanakan," sahut Rose penuh maksud.


Kedua kening Adam saling bertaut. Dia tidak mengerti apa maksud di balik perkataan Rose barusan. Namun, jika semua orang yang ada di sana sedikit lebih mewaspadai sikap Adam, mereka pasti akan tahu kalau ada kedutan kecil di bibirnya. Ya, Adam tahu segalanya tentang Rose. Dan dia pun tahu kalau Rose tahu segalanya tentang dia. Hanya saja mereka sama-sama berlarut dalam rencana masing-masing di mana hanya mereka saja yang tahu akan seperti apa akhir dari teka-teki pelik ini.


"Nona, Gheana sudah sampai di sana. Apa perlu kita pergi sekarang?" tanya Resan mengingatkan.


"Ayo!"

__ADS_1


Ketika Rose hendak beranjak, Adam dengan cepat menahan tangannya. Dia lalu menyusul berdiri saat Rose menatapnya sambil memiringkan kepala.


"Aku akan pergi bersamamu, Honey. Kau sedang hamil dan aku tidak mau kalau kalian sampai kenapa-napa!" jelas Adam.


"Jika aku menolak?" tanya Rose.


"Maka Gheana akan mati detik ini juga!" jawab Adam tanpa ragu. "Kau istriku, ibu dari calon anak-anakku. Jadi aku tidak akan mungkin membiarkanmu pergi menemui srigala yang tak berotak itu tanpa pengawalanku. Tak peduli kau menolak atau tidak, kita akan tetap pergi bersama. Paham?"


Rose tersenyum kecil. Dia lalu mengangguk, memberi izin untuk Adam pergi bersamanya. Sementara Liona and the gengs, mereka tentu tak mau melewatkan keseruan ini begitu saja. Mereka harus menyaksikan sendiri hukuman seperti apa yang akan di berikan pada seseorang yang coba mengusik kebahagiaan seorang Rosalinda Osmond dan juga Marcellino Lorenzo. Bayangkan saja. Kedua orang ini sama-sama memiliki temperamen yang sangat dingin dan juga kejam. Pasti akan sangat menyenangkan jika melihat mereka turun tangan menyingkirkan cecenguk bodoh itu.


"Apa kita akan pergi konvoi?" tanya Rose sesaat sebelum masuk ke dalam mobil. Dia menatap datar ke arah keluarganya yang sudah berbaris hendak masuk ke dalam mobil masing-masing.


"Maafkan kami semua, sayang. Kami tidak tahan untuk tidak melihat pertunjukan sirkus di mana Gheana yang akan menjadi pemeran utamanya. Terlalu sayang jika di lewatkan begitu saja. Kau tidak keberatan bukan jika kami ikut pergi ke sana?" jawab Grizelle mewakilkan semuanya.


"Hmmm, Mommy. Pastikan tidak ada yang mengganggu kesenanganku nanti. Gheana mainanku, jadi hanya aku saja yang boleh berkomentar. Aku akan sangat marah jika salah satu dari kalian ada yang berani mengacau meski hanya sedikit saja. Kata-kataku ini sudah cukup jelas, bukan?" ucap Rose penuh penekanan.


"Rose, kau lakukan saja apa yang memang ingin kau lakukan pada Gheana. Nenek pastikan kalau kami semua hanya akan menjadi penonton tanpa suara. Kau jangan khawatir!" sahut Liona sambil tersenyum ramah. Namun, itu bukan senyum ramah biasa.


Setelah mendapat janji kepastian dari keluarganya, Rose akhirnya masuk ke dalam mobil bersama Adam. Sesekali dia nampak memilin bibir bawahnya ketika memikirkan seseorang yang akan segera di jumpainya di Negara N sana.


*****

__ADS_1


__ADS_2