
Adam dan Cesar sampai di lokasi proyek di saat semua orang telah berkumpul. Rolland yang sudah datang lebih dulu segera menghampiri Adam yang baru keluar dari dalam mobil.
"Ada yang aneh Dam dengan kejadian ini!" ucap Rolland sembari menekan pelipisnya. "Para pekerja bilang tadi itu ada getaran yang cukup besar. Tapi anehnya getaran itu hanya terjadi di sekitar lokasi proyek ini saja, di tempat lain tidak. Sepertinya ada yang cemburu dengan kerjasama kita."
"Cemburu?.
Kening Adam mengernyit. Apa mungkin ini ulah ibu tirinya lagi? Selama ini hanya wanita iblis itu yang selalu ingin tahu dengan apa yang dia lakukan. Tapi untuk apa ibu tirinya sampai melakukan hal seperti ini? Mustahil kalau ibu tirinya itu di kendalikan oleh seseorang yang menjadi musuh CL Group.
Rolland yang mendengar isi pikiran Adam sedikit terhenyak kaget. Masa iya ibu tiri Adam mampu berbuat ulah sebesar ini? Sepertinya bukan, tapi siapa?.
"Apa mungkin ini perbuatan Mr.X? Kemarin kan dia yang membobol keamanan Dantian Group untuk melihat data milikmu, Dam?" ucap Dante yang sudah ikut bergabung.
"Aku rasa bukan, Dante. Mr.X ini tak pernah mengurusi urusan bisnis orang lain, tak terkecuali juga dengan urusan bisnisku. Dia baru akan bergerak jika ada yang mengusiknya terlebih dahulu!" sahut Adam yang entah kenapa tak suka ketika nama Mr.X di bawa-bawa.
"Kita mana tahu isi hati orang, Dam. Rambut boleh sama hitam, tapi dalamnya hati hanya Tuhanlah yang tahu. Bisa saja kan dia tiba-tiba tertarik dengan mega proyek yang sedang kau lakukan dengan Rolland? Tak perlu munafik, setiap pembisnis pasti mengincar lubang yang yang bisa mendatangkan keuntungan ratusan kali lipat bagi perusahaannya. Dan mega proyek ini adalah lubang dari semua lubang uang yang selama ini kalian hasilkan. Cobalah kau pikirkan lagi, sangat besar kemungkinannya kalau di balik ini semua adalah perbuatan Mr.X!" kekeh Dante yakin dengan tuduhannya.
Rolland, Cesar, dan Adam diam mencerna perkataan Dante. Cukup masuk akal, karena kecelakaan ini terjadi setelah si Mr.X tiba-tiba memunculkan diri begitu Adam sampai di Negara N. Tapi di sini Adam masih tetap merasa ragu. Hatinya seakan tidak terima kalau orang misterius itu di tuduh sebagai dalang dari kecelakaan yang baru saja terjadi.
"Tuan Muda Rolland, salah satu pekerja tewas karena kehabisan darah. Kita harus bagaimana?.
Laporan salah satu mandor membuat keempat orang itu terbelalak kaget. Mereka kemudian bergegas menghampiri pekerja yang sudah tidak bernyawa itu.
"Oh shittt!" umpat Dante lirih sambil mengusap wajahnya ketika melihat kondisi tubuh si pekerja.
"Kau urus kepulangan jenazahnya dengan baik lalu berikan kompensasi yang cukup besar untuk keluarga yang di tinggalkan. Berapa anaknya?" tanya Rolland sembari menarik nafas dalam-dalam.
"Anaknya dua, Tuan Muda. Satu berumur sembilan tahun dan yang satunya baru saja di lahirkan. Pekerja ini ikut lembur karena ingin melunasi biaya operasi yang masih menunggak di rumah sakit" jawab sang mandor iba akan nasib pegawainya.
"Lunasi semuanya dan pastikan kedua anak dan istrinya memiliki hidup yang layak. Nanti kau buat laporan tentang nama kedua anaknya itu dan serahkan pada Kak Dante. Karena mulai dari sekarang kebutuhan mereka akan menjadi tanggung jawab Dantian Group. Seluruh biaya hidup anak dan istrinya mulai malam ini akan di tanggung oleh perusahaan!.
"Baik, Tuan Muda Rolland. Terima kasih untuk keadilan ini."
__ADS_1
Rolland mengangguk. Dia lalu menoleh kearah Adam dan juga Cesar yang sedang berdiam diri.
"Ada apa?.
"Berapa orang yang menjadi korban dari insiden ini, Land?" tanya Adam.
"Kurang lebih sekitar tujuh puluhan orang" jawab Rolland.
Mega proyek yang sedang di bangun ini rencananya akan di buat juga menjadi wahana bawah air yang di sertai dengan satu restoran khusus makanan seafood dimana menu kesukaan Rolland dan Rose yang akan menjadi best seller di sini. Dan kebetulan saat kecelakaan ini terjadi para pekerja sedang berada di ruang bawah tanah yang mana membuat mereka kesulitan untuk melarikan diri. Itulah kenapa insiden ini bisa menelan banyak korban jiwa. Dan untung saja tadi Dante bergerak cepat dengan memblokir para awak media agar tidak bisa mengambil berita secara sembarangan. Resort ini akan memiliki citra yang buruk jika tangan para pemburu berita itu sudah mulai beraksi.
"Kita harus menyelidiki masalah ini dengan sangat teliti, Land. Aku yakin ada yang sengaja ingin merusak nama baik perusahaan kita dengan cara menumbalkan nyawa orang-orang tidak bersalah yang bekerja di sini!" ucap Adam dengan rahang mengetat kuat.
"Aku setuju dengan pemikiran Adam. Kita kesampingkan dulu tentang Mr.X, karena aku sudah melacaknya dan dia sama sekali tidak melakukan pergerakan apapun!" imbuh Cesar yang berbicara sambil memandangi layar ponsel.
Dante dan Rolland saling melirik. Mungkin karena indentitas Mr.X yang sangat rahasia dan juga memiliki kekuatan yang cukup besar, menjadikan Adam dan Cesar sedikit enggan untuk berpikiran buruk pada orang tersebut. Namun baik Dante maupun Rolland, mereka memutuskan untuk tidak memperkeruh suasana. Mereka akhirnya mengangguk setuju dengan perkataan Cesar dengan tidak menganggap Mr.X itu sebagai dalang dari kejadian ini.
Adam, Cesar, Rolland dan Dante kemudian menggelar rapat darurat. Fokus terpenting mereka saat ini adalah mengurus para pekerja terlebih dahulu, setelahnya mereka baru mulai menelusuri siapa-siapa yang sekiranya memiliki masalah pribadi dengan Dantian Group maupun CL Group.
"Tuan Kenzo?" beo Rolland bingung. "Tapi perusahaan itu masih sangat baru, Kak. Masa iya dia mampu berbuat senekad ini? Getaran yang tadi terjadi tidak main-main, Kak. Butuh biaya yang cukup besar untuk bisa mengguncang pondasi yang sudah di buat oleh para pekerja."
"Perusahaan boleh saja baru, Land. Tapi otak licik seseorang bisa terbentuk sejak dia bayi. Lihat, di dalam catatan ini hanya perusahaan milik Tuan Kenzo saja yang tidak kita terima pengajuannya. Ada kemungkinan besar kalau pria ini menyimpan dendam kemudian mengatur siasat untuk merusak pekerjaan kita dengan membuat kejadian seolah-olah ini terjadi karena gempa bumi. Kau jangan terlalu polos Land!.
"Masuk akal!" ucap Adam ikut menimpali. "Yang dikatakan Dante memiliki alasan yang sangat kuat. Orang-orang pendengki seperti ini bisa saja menyimpan dendam karena merasa di abaikan. Dia gelap mata dengan apa yang kita raih lalu dengan kejamnya mengorbankan semua orang yang bisa membuatnya merasa puas. Sungguh brengsek!.
Rolland menarik nafas. Dia kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Selidiki Tuan Kenzo sekarang juga. Aku ingin tahu apakah benar dia yang menjadi dalang dalam insiden ini atau bukan. Jika iya, seret dia ke hadapanku!.
"Tuan Muda, Nyonya Grizelle sudah meminta kami untuk menyelidiki tentang masalah ini. Tapi sepertinya sudah ada orang lain yang menyelidikinya terlebih dahulu. Sekarang kami juga sedang mencari tahu siapa orang itu, tapi data-datanya tidak bisa di tembus. Sandinya sangat rumit!.
"Apa?!!!.
__ADS_1
Pekikan Rolland membuat Adam, Cesar, dan Dante terkejut. Mereka kemudian menatap cemas kearah Rolland yang terlihat kebingungan.
"Sudah ada orang lain yang menyelidiki tentang Tuan Kenzo?" tanya Rolland. "Berarti benar kalau pelakunya itu dia?.
"Benar, Tuan Muda. Nanti saya akan mengirimkan bukti-buktinya melalui email pada Tuan Dante. Sekarang saya mohon izin untuk melanjutkan pencarian orang misterius itu dulu, Tuan Muda. Selamat malam!.
Setelah panggilan terputus, Rolland langsung menatap satu persatu wajah orang yang ada di sana.
"Tuan Kenzo pelakunya. Tapi sudah ada orang lain yang mengetahuinya terlebih dahulu sebelum kita!.
"Siapa?" tanya Adam dengan dada berdebar.
"Masih belum tahu. Orangku bilang datanya sangat sulit untuk di tembus."
"Apa ini juga perbuatan Mr.X?" gumam Dante.
"Tapi apa urusannya dia dengan insiden ini?" sahut Cesar menimpali.
"Entahlah, tapi aku yakin sekali pasti dia menginginkan sesuatu dari salah satu antara Rolland dan Adam. Jika tidak, dia mana mungkin mengurusi sesuatu yang tidak ada hubungan dengan urusan pribadinya. Benar tidak?.
Satu masalah belum usai, kini muncul lagi masalah baru. Andai saja pria-pria ini tahu siapa si Mr.X, mungkin mereka semua akan muntah darah saat itu juga. Karena Mr.X itu adalah....
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss ๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
...๐นFb: Rifani...
__ADS_1