
Di markas Ma Queen, Flyn tengah terbaring lemah di atas ranjang bedah. Kedua tangan dan kakinya di ikat ke sudut-sudut ranjang, dan di kepalanya terpasang sebuah helm yang entah apa kegunaannya. Dalam pikiran Flyn, dia sama sekali tak menyangka kalau dirinya akan berakhir di tangan wanita yang sangat ingin dia singkirkan. Rosalinda, penerus Organisasi Grisi, ternyata baik-baik saja dan bahkan memiliki organisasi sendiri yang Flyn yakini sama gilanya dengan organisasi milik kakek buyutnya. Ini petaka, dan Flyn sadar akan hal itu. Meski ingatan Rosalinda tak bisa kembali, dengan posisinya yang kuat Flyn yakin kalau keluarga Nyonya Liona akan segera menemukannya. Dan yang tidak dia tahu adalah...
"Halo Flyn, apa kabar?"
Tiba-tiba saja bulu kuduk Flyn berdiri semua. Suara ini... suara ini adalah milik Nona Grizelle. Ya, Flyn yakin itu.
"N-Nona Grizelle?"
"Ya, ini aku," jawab Grizelle dingin. "Kenapa kau bisa terbaring di sini, Flyn? Apakah ini adalah batas pelarianmu sejak menjadi seorang pengkhianat?"
Grizelle menghentikan langkahnya yang ingin mendekati Flyn saat lengannya di tahan oleh Drax. Nafasnya begitu memburu dan matanya sudah memerah sejak menginjakkan kaki di tempat ini. Grizelle begitu ingin membunuh manusia yang telah membuatnya terpisah dengan putrinya selama tujuh belas tahun. Di pikiran Grizelle saat ini, dia hanya ingin merobek dan mencabik-cabik tubuhnya Flyn hingga menjadi potongan kecil. Tangannya benar-benar sudah sangat gatal sekarang.
"Sabar dulu. Kita tunggu Rosalinda menyelesaikan urusannya dengan Resan. Baru setelah itu aku akan membiarkanmu bermain dengannya," bisik Drax mencoba meredam kemarahan sang istri.
"Aku sangat mendendam padanya, Drax. Bajingan ini yang telah memisahkan kita dengan Rose. Dia yang sudah membuatku tidak bisa melihat tumbuh kembang putri kita selama ini. Dia sangat kejam, Drax. Rose kecil tidak tahu apa-apa, tapi kenapa dia tega memisahkannya jauh dari kita!" sahut Grizelle histeris.
Greg dan Liona yang melihat Grizelle mulai tak terkendali segera datang mendekat. Mereka ikut menenangkan Grizelle yang sudah sangat bern*fsu ingin segera menghabisi Flyn.
"Bersabarlah. Siapa tahu Rose telah menyiapkan kematian yang cantik untuk pengkhianat ini. Kita tunggu dia saja ya?" bujuk Liona dengan lembut.
"Tapi Bu, dia....
"Stttttt, jangan di teruskan lagi. Ingat Zel, Rose belum sepenuhnya mengingat siapa kita. Dengan kekuasaan yang dia miliki sekarang Ibu khawatir kalau dia akan mengamuk jika kita bertindak sesuka hati di wilayahnya!" ucap Liona menyela ucapan Grizelle. "Sambil menunggu Rose datang, bagaimana kalau kita saling bertanya kabar dengan Flyn? Siapa tahu ada sesuatu yang bisa membuat kita semua merasa terhibur. Benar kan?"
Flyn yang lemah hanya bisa pasrah ketika ranjangnya di kelilingi oleh orang-orang yang dulu menjadi musuhnya. Dia merintih kesakitan saat bagian ginjalnya di tekan dengan sangat kuat oleh Drax.
"Walaupun sudah tua ternyata organ dalamnya masih lumayan bagus. Aku rasa ini bisa memberiku sedikit tambahan uang, Bu!" ucap Drax sambil terus memeriksa organ yang ada di tubuh Flyn.
"Benarkah? Kalau begitu nanti kau minta saja pada Rose. Ibu yakin putrimu itu pasti mau membaginya dengan kita!"
__ADS_1
Setelah Liona berkata seperti itu semua orang tertawa puas. Bahkan Ethan yang sedang sibuk mengagumi tempat itupun sampai tidak fokus lagi karena mendengar suara tawa para majikannya. Alhasil, dia akhirnya ikut bergabung untuk memilih bagian mana yang akan dia ambil. Tak mempedulikan Flyn yang meringik kesakitan saat bagian tubuhnya terus di sentuh.
Sementara itu di ruangan lain, Rose tengah duduk di atas pangkuan Adam sambil menatap layar yang sedang menayangkan sebuah pertemuan besar antara para penguasa dan juga para mafia. Video ini di ambil secara langsung melalui Surveillance Mosquito, sejenis nyamuk pengawas yang sedang di kembangkan oleh organisasinya. Atau bisa di anggap kalau ini adalah percobaan pertama dari hasil proyek yang anak buahnya lakukan.
"Jadi mereka ingin melakukan pemberontakan?" tanya Adam sambil mengusap pelan pinggang ramping istrinya.
"Ya. Waktu itu mereka ingin memesan banyak senjata yang dibuat oleh anak buahku. Tapi aku menolak karena senjata itu digunakan untuk membuat kericuhan di sebuah negara. Meskipun aku adalah seorang pembisnis, aku sangat tidak suka melihat gaya mereka yang tega mengorbankan banyak nyawa hanya demi memenuhi apa yang mereka inginkan. Itu sangat bertentangan dengan hati nuraniku, Dam!" jawab Rose.
Adam terpana. Dia baru tahu kalau istrinya ini memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Adam kemudian kembali fokus ke layar saat mendengar perdebatan yang cukup sengit di sana.
"Ketua Organisasi Ma Queen menolak untuk menjual senjata mereka pada kita. Lalu kelompok kita bisa apa? Aku bahkan sudah mencoba memancing ketuanya agar mau menampakkan diri. Tapi sepertinya hal itu sama sekali tidak memberikan efek apapun. Mereka masih kekeh tidak mau bekerja untuk kita. Padahal jika mereka mau bergabung dengan kelompok kita, proyek ini pasti akan sukses besar. Organisasi Ma Queen memiliki orang-orang jenius yang bisa menciptakan virus berbahaya, sekaligus mereka juga mampu membuat obat penawarnya. Tapi sayang, ketua mereka sangat bodoh. Dia sepertinya sengaja ingin menabuh genderang perang dengan kelompok kita!"
Reina dan Resan langsung melirik ke arah ketua mereka saat disebut bodoh oleh orang yang berada di dalam video. Mereka menunggu respon seperti apa yang akan di perlihatkan oleh si ketua.
"Siapa dia?"
"Oh,"
Rose begitu santai saat tahu indentitas pria yang sudah mengatainya bodoh. Sedikit kesal memang, tapi Rose masih bisa menahannya untuk sekarang.
"Sepertinya mereka akan menargetkan kelompokmu, Hon. Haruskah kita menyambut kedatangan mereka?" tanya Adam.
"Tidak perlu. Setelah acara wisuda selesai, aku akan langsung menghampiri mereka satu-persatu. Aku tidak terlalu suka mengulur waktu, Dam. Terlebih lagi proyek mereka akan sangat merugikan banyak umat manusia. Jadi sebelum mereka membunuh orang-orang yang tidak bersalah, maka aku akan datang lebih dulu untuk menghabisi mereka semua!" jawab Rose.
"Kalau begitu aku ikut!"
Rose langsung melihat ke arah Adam. Dia kemudian menggelengkan kepala.
"Sebaiknya kau tetap di sini untuk mencari tahu rahasia apa yang di sembunyikan oleh Papa. Dan juga aku ingin kau tetap mengawasi Gheana. Anak buahku bilang dia bukan wanita bodoh seperti yang kau ceritakan padaku. Keluarga Lesham itu banyak berbisnis kotor, Dam. Kau harus waspada!"
__ADS_1
"Hmm... rasanya malas sekali jika harus berurusan dengan wanita, Hon. Terlebih lagi mereka yang tertarik pada fisikku. Pasti hasil akhirnya akan sangat merepotkan!"
"Makanya hiduplah sepertiku saja, Tuan Adam. Di jamin tidak akan ada satupun wanita yang mau mendekat. Hihihi!" celetuk Reina kemudian terkikik.
Adam menarik nafas panjang saat mendengar celetukan Reina. Di bunuh pun Adam tidak akan sudi merubah identitasnya menjadi seorang wanita hanya untuk menghindari wanita. Membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduk Adam meremang, apalagi jika dia benar-benar sampai melakukannya. Itu sungguh sangat mengerikan.
"Resan, kau awasi terus percakapan mereka. Dan kau Reina, ikut denganku ke ruang bedah. Sudah waktunya kita membuat bajingan itu menderita!" ucap Rose kemudian bangkit dari atas pangkuan suaminya. "Dam, mungkin nanti akan ada adegan yang sedikit amis di ruang bedah. Kau boleh tetap tinggal di sini jika tidak tahan!"
Bukannya menjawab, Adam malah langsung berdiri kemudian merengkuh pinggang Rose lagi. Dia lalu mengecup bibirnya beberapa kali.
"Honey, aku tidak selemah yang kau pikir!"
"Baguslah. Ayo kita kesana."
Reina bersungut-sungut saat dirinya di abaikan oleh pasangan suami istri itu. Dia terus mengumpat saat Adam tak henti-hentinya menebar kemesraan di depan matanya.
Huh, tunggu saat aku memiliki kekasih nanti. Aku pasti akan membalas perbuatan kalian berdua. Tunggu saja.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...โ Gengss, udah pada mampir belum nih ke yutub emak @Mak Rifani?? Yakin nih gk penasaran sama kegokilan Nania?? Wkwkwkwk...
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
...๐นFb: Rifani...
__ADS_1