
"Arrggghhhh, Tuan Junio, Nona Grizelle, apa-apaan ini!" pekik Julius kaget saat tangannya tiba-tiba di piting dari arah belakang.
Grizelle menatap sinis ke arah Julius yang sedang memberontak ingin melepaskan diri dari serangan para mutan. Dia kemudian berjalan mendekat, merogoh saku celana milik pria tersebut.
"Dimana?" tanya Grizelle saat tak menemukan apa yang dia cari.
"Dimana apanya, Nona?" sahut Julius pura-pura tak tahu.
Arrggh, sial. Bagaimana mungkin mereka tahu kalau aku mempunyai ponsel yang tidak bisa di lacak? Apa jangan-jangan mereka juga tahu kalau aku adalah mata-mata bayaran Tuan Flyn? Kalau benar iya, maka matilah aku. Nyonya Liona ada di sini, aku dalam masalah besar sekarang.
Liona dan Grizelle yang mendengar isi pikiran Julius tampak menyeringai jahat. Sedangkan Arion, meski dia tak bisa membaca pikiran, dia sangat yakin kalau sekarang Julius sedang panik karena kejahatannya telah di ketahui oleh mereka bertiga.
"Sekali lagi aku tanya. Dimana?" paksa Grizelle sambil menggerakkan ujung jari telunjuknya ke arah bawah pusar Julius. "Dimana, atau aku akan menghilangkan salah satu bola yang ada di balik celanamu."
Julius langsung menelan ludah begitu dia mendapat ancaman yang sangat mengerikan. Dia bisa mati konyol jika benda bulat tersebut sampai di hilangkan paksa. Namun jika dia memberitahu dimana ponsel miliknya, itu sama artinya dengan bunuh diri karena di dalam ponsel itu ada pesan-pesan penting yang berisi percakapannya dengan Tuan Flyn. Julius dilema, dia tidak tahu pilihan mana yang harus dia ambil.
"Kau membuatku kesal, Julius!" sentak Grizelle kemudian meremas kuat bagian liver Julius.
"Aarrgggggg, sakit, Nona Grizelle!" jerit Julius.
"Sakit? Hahahaa.....
Suara tawa Grizelle tampak memenuhi ruangan tersebut. Liona dan Arion yang melihatnya hanya tersenyum kecil, mereka tahu kalau tawa Grizelle adalah pertanda buruk bagi Julius. Jika mata-mata ini tidak segera memberikan apa yang Grizelle mau, maka artinya dia memilih untuk mati dengan cara yang sangat tragis. Grizelle terkesan jauh lebih kasar dan brutal dari Liona jika titik terendah emosinya di usik. Dia sangat sensitif jika ada orang yang berani menyakiti keluarganya dan kali ini putrinya sendiri yang menjadi korban.
"Ini yang terakhir, Julius. Katakan padaku dimana kau menyembunyikan ponsel itu. Katakan padaku dimana kau menyembunyikannya!" teriak Grizelle mulai tak terkendali.
"Akhh... ak-aku tidak tahu p-ponsel apa yang Nona maksud!" sahut Julius masih mencoba untuk berkilah.
__ADS_1
Satu seringai jahat muncul di sudut bibirnya Grizelle. Ternyata mata-mata ini lumayan bebal juga untuk membuka mulut, Grizelle jadi gemas di buatnya. Jengkel karena keinginannya tak juga terpenuhi, Grizelle kemudian berjalan ke arah deretan botol kecil yang tersusun rapi di dalam lemari kaca. Dia kemudian mengambil satu cairan berwarna biru langit yang mana fungsinya hampir sama dengan air keras.
Sambil terus tersenyum, Grizelle menggoyang-goyangkan botol tersebut di depan wajah Julius. Senyumnya semakin melebar ketika Grizelle melihat wajah Julius memucat dengan bibir yang tidak berhenti gemetar.
"N-Nona, k-k-kau mau apa?" tanya Julius ketakutan. Suaranya sampai tersendat-sendat saking takutnya melihat jenis cairan yang sedang dipegang oleh cicit pemilik labolatorium ini.
"Aku lihat kau seperti kesulitan bicara, Julius. Jadi aku berpikir untuk memasukkan cairan ini ke dalam mulutmu supaya kau tidak gagu. Aku sangat baik bukan?" jawab Grizelle kemudian menatap ke arah mutan yang sedang memegangi tubuh Julius. "Buka mulutnya lebar-lebar."
Para mutan tersebut mengangguk. Mereka kemudian mencoba untuk membuka mulut Julius agar nonanya bisa memberikan pengobatan. Julius yang sadar akan bahaya tersebut, berusaha sekuat mungkin untuk mengatupkan bibirnya. Dia tentu saja tahu efek seperti apa yang akan di terjadi di tubuhnya jika cairan mengerikan itu sampai tertelan.
"Patuhlah!" ucap Liona. Tuanmu sedang mencoba untuk berbaik hati padamu, Julius. Jangan terus membakar emosinya, kau bisa mati konyol nanti!"
Wajah Julius kian memucat setelah mendengar ucapan Nyonya Liona. Dia sadar kalau ada kematian yang sangat mengerikan di balik kata-katanya barusan. Tapi meskipun begitu, Julius masih tetap pada keputusannya untuk tidak memberitahu dimana dia menyimpan ponselnya.
"Ambilkan pisau untukku, siapkan juga cairan yang bisa merontokkan tulang-tulangnya!" ucap Grizelle semakin kesal saat mendengar tekad Julius yang masih tak mau membuka mulut.
"Tamatlah sudah hidupmu, Julius. Kau seharusnya tidak mencari gara-gara dengan kami. Jangan kau pikir dengan tetap menyembunyikan ponsel itu kami tidak tahu kalau kau selama ini menjadi mata-matanya Flyn!" ucap Arion sambil berjalan memutari tubuh Julius yang sedang gemetaran. "Kami sudah begitu baik dengan menerimamu bergabung di Organisasi Grisi. Tapi lihat apa yang kau lakukan sekarang. Kau berkhianat, kau merusak kepercayaan yang ada. Sekarang bersiaplah untuk menemui ajalmu karena kami tidak akan memberikan maaf untuk orang-orang yang menjadi pengkhianat sepertimu!"
Julius tertegun saat tahu kalau kejahatannya ternyata sudah di ketahui. Padahal selama ini dia sudah menutupinya dengan begitu rapi. Entah kesalahan apa yang sudah dia lakukan sampai-sampai keluarga dari pemilik labolatorium ini mengetahui jejak kejahatannya. Sadar kalau kebungkamannya sudah tak berguna lagi, Julius akhirnya memutuskan untuk membuka mulut. Dengan suara terbata-bata dia memberitahukan dimana dia menyimpan ponsel miliknya.
"Tuan Arion, Nona Grizelle, p-ponsel itu ada di dalam lubang k*maluan salah satu mutan yang belum aktif. A-aku menyimpannya disana."
Grizelle, Arion, dan Liona saling melirik ketika Julius selesai bicara. Dan di saat yang bersamaan, mutan suruhan Grizelle datang sambil membawa sebilah pisau dan juga sebotol cairan berwarna kuning kecoklatan.
"Nona, ini pisau dan juga cairan yang Nona minta."
"Bagus, sekarang kau pergilah ke ruangan penyimpanan mutan yang belum beroperasi kemudian periksa satu-persatu lubang k*maluan mereka. Cari, apakah benar pengkhianat ini menyimpan ponselnya di sana atau tidak!" sahut Grizelle seraya mengambil kedua barang yang dia minta dari tangan si mutan.
__ADS_1
"Baik, Nona!"
Setelah mutan itu pergi, Grizelle memerintahkan mutan lain untuk menelentangkan Julius ke atas meja. Dia kemudian menggores bagian lutut Julius lalu menyiramnya dengan cairan perontok tulang.
"Aarrkkhhhhhh ampun Nona Grizelle, aammpuuuunnnnnnnn!" teriak Julius kesakitan. "Ampun Nona, ini sangat menyakitkan. Aku salah Nona, tolong ampuni aku. Jangan siramkan cairan itu ke tubuhku lagi, jangan Nona!"
Suara jeritan Julius bagai nada yang sangat indah di telinga Grizelle dan juga ibunya. Dia benar-benar sangat menikmati raut kesakitan di wajah pria yang sudah hampir tak sadarkan diri akibat rasa sakit yang di terimanya. Tanpa merasa iba sedikitpun, Grizelle terus menyayat lutut Julius kemudian menyirami lagi dan lagi. Grizelle bahkan tak peduli saat Julius akhirnya pingsan dengan kaki yang mengeluarkan asap tebal.
Penyiksaan itu masih terus berlanjut hingga mutan suruhan Grizelle kembali datang sambil membawa sebuah ponsel kuno.
"Hm, pantas saja aku tidak bisa meretas nomornya, Zel. Rupanya dia memakai ponsel seperti ini," ucap Arion sambil melihat-lihat bentuk ponsel yang dibawa oleh si mutan.
"Cara yang digunakan olehnya sangat mudah dibaca, Arion. Karena trik seperti ini banyak dipakai oleh para penjahat kelas kakap!" jelas Liona ketika melihat keponakannya sedikit kaget melihat jenis ponsel tersebut. "Orang-orang yang memiliki resiko tinggi dengan identitas mereka rata-rata akan menggunakan barang jadul untuk menjalankan tugas. Ponsel ini contohnya. Mau sehebat apapun seorang hacker dalam meretas sandi, dia tetap tidak akan mempu meretas jenis ponsel seperti ini. Karena apa? Karena di dalam ponsel ini tidak terdapat akses untuk membuka jaringan internet. Juga karena ini adalah keluaran lama dimana saat ponsel ini di buat dunia masih belum mengenal apa itu media sosial. Itulah kenapa benda-benda seperti ini sering digunakan oleh beberapa orang dengan tugas tertentu!
Arion mengangguk paham. Dia lalu memberikan ponsel tersebut kepada Grizelle.
"Bukalah. Mari kita lihat kejutan seperti apa yang tersembunyi di dalamnya."
"Ini yang aku tunggu sejak tadi, Arion!" sahut Grizelle seraya tersenyum penuh maksud.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
✅Hai hai hai, udah baca PESONA SI GADIS DESA PART 2 belum nih??? Yang belum mampir yuk buruan mampir. Di par 2 ini kita bisa nostalgia sama pasangan MATTHEO DAN ABIGAIL lho? Yakin nih gk penasaran pingin baca? Wkwkwk
Oh iya, jangan lupa kalo di sana emak ada buka giveaway kecil-kecilan. Akan ada 10 orang pemenang yang akan mendapat masing-masing 25k pulsa di nilai dari komentar paling unik di setiap babnya. Jangan lupa mampir ya gengss 🙏🙏
__ADS_1