Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Sebuah Pengakuan #2


__ADS_3

📢📢📢 BOM KOMENTARNYA BESTIE 💜


***


“Adam, sebenarnya Mama Karina ….


Reina, Lorus, Resan dan juga Cesar langsung waspada saat Nona mereka hendak memberitahukan satu lagi rahasia besar yang belum di ketahui oleh Adam. Grizelle yang melihat anak buah putrinya menjadi begitu waspada, segera berpindah berdiri ke sebelah Reina kemudian menatap dingin ke arah menantunya. Tidak ada ampun. Sedikit saja Adam berani menyentuh anak dan calon cucunya, Grizelle tidak akan ragu untuk langsung membunuhnya. Dia tidak akan membiarkan siapapun bisa menyakiti putri kesayangannya. Tidak seorangpun.


“Jangan membuatku marah. Cepat selesaikan apa yang ingin kau katakan. SEKARANG!” bentak Adam semakin tak karu-karuan saat nama ibunya di sebut oleh Rose. Rasanya kepala Adam seperti akan pecah sekarang. Sungguh.


“Dam, Mama Karina yang kita temukan di rumahnya Zidane bukanlah Mama Karina yang sebenarnya. Dia … hanyalah seseorang yang aku rubah agar serupa dengan Mama Karina. Ini aku lakukan karena aku kecewa atas pengkhianatan yang dilakukan oleh Ayahmu!” ucap Rose yang akhirnya memberitahu Adam kalau ibu mertuanya bukanlah wanita yang mereka selamatkan dari ruang rahasia yang ada di dalam rumahnya Zidane.


Lagi-lagi selain anggota Queen Ma, semua orang terperangah kaget mendengar pengakuan Rose. Bahkan Liona dan Greg sampai berdecak saking tak menyangkanya mereka kalau semua tindakan Rose sudah tersusun dengan begitu rapi. Siapalah orang yang akan mengira kalau Karina Haque yang mereka lihat bukanlah orang yang sebenarnya. Dan yang jadi pertanyaan di benak semua orang saat ini adalah siapa wanita tersebut dan dimana Karina asli berada? Mungkinkah Rose menyembunyikannya di suatu tempat, atau malah ibunya Adam sudah meninggal dunia? Entahlah, puzzle-puzzle ini begitu memusingkan. Lebih baik mereka menunggu penjelasan dari Rose saja daripada sibuk menebak-nebak sesuatu yang selalu saja melenceng dari yang mereka pikirkan selama ini. Hmmmm.


“Saat itu kami mati-matian menculik Mama Karina dari tangan anak buahnya Zidane yang kebetulan cukup sulit untuk di kalahkan. Dan pada akhirnya kamipun berhasil membawa Mama Karina kabur lalu menyembunyikannya di suatu tempat!”


Tiba-tiba saja pandangan Adam melunak setelah Rose mulai menceritakan tentang kejadian yang sebenarnya. Sambil menarik nafas dalam-dalam, Adam mendekati Rose kemudian berjongkok di hadapannya. Semua orang yang melihat sikap Adam pun merasa sangat heran. Tak terkecuali Rose dan juga anak buahnya. Namun di balik keheranan itu, mereka semua tetap waspada kalau-kalau Adam hanya sedang mengalihkan perhatian mereka agar memiliki celah untuk menyerang Rose. Resan yang tak tahan melihat sikap aneh Adam, segera berjongkok di sebelahnya kemudian menepis tangan Adam yang ingin meraih tangan Nona-nya. Resan yang selama ini di kenal sebagai sosok paling ramah di kelompok Queen Ma mendadak berubah bak seorang monster ketika Adam ingin kembali mengulangi perbuatannya.


“Hentikan, Tuan Adam. Jangan sentuh, apalagi sampai terpikir untuk menyakiti Nona kami. Siapapun kau, aku pastikan kau mati di tanganku jika tetap nekad mengulangi apa yang seharusnya tidak kau lakukan!” gertak Resan dengan kedua mata yang sudah memerah terbakar amarah.

__ADS_1


Adam tersenyum miring. Seperti yang dia duga selama ini kalau di kelompok Quenn Ma bukan Rose yang paling menakutkan, melainkan Resan. Sebagai seorang mafia yang sudah cukup lama berlalu-lalang di dunia hitam, sudah pasti Adam bisa membedakan mana orang yang berbahaya dan mana orang yang benar-benar berbahaya. Dan seperti yang kalian tahu, kadang orang yang memiliki sikap berlawanan dari orang-orang di sekitarnya, orang itulah yang harus kita waspadai. Resan contohnya.


“Heh, aku tidak menyangka kalau kelompok kalian itu penuh dengan orang-orang bermuka dua. Tapi Resan, sayangnya perangaimu sama sekali tak membuatku takut. Aku sudah lama tahu kalau kau itu adalah bajingan yang sebenarnya. Adam yang kalian kenal tidaklah sebodoh yang kalian pikir!” ucap Adam penuh penekanan.


Rose segera menyentuh bahu Resan yang sudah siap menyerang Adam. Dia lalu memintanya untuk tenang agar masalah tidak semakin memanjang. Walaupun saat ini Adam sedang sendirian, tapi Rose tahu kalau ada banyak mata-mata yang sedang mengawasi Adam dari kejauhan. Rose tentu tak mau mengambil resiko terjadi kekacauan di rumah ini jika kemarahan Resan tidak segera di hentikan.


“Honey, di mana Mama Karina sekarang?” tanya Adam dengan suara selembut biasanya. Sangat lembut sampai-sampai tidak ada yang bisa membedakan apakah Adam sedang marah atau tidak.


“Dam, apa kau ….


“Aku sudah tahu kalau yang kita selamatkan waktu itu bukan Mama Karina, Hon. Ini aku sadari saat tak sengaja melihat ada bekas luka di lengan atas tangannya. Seingatku Mama itu tak pernah memiliki luka apapun, dan itu membuatku curiga. Awalnya aku pikir luka itu di sebabkan oleh siksaan yang dilakukan oleh Zidane, tapi saat aku menyinggung tentang kecelakaan waktu itu, dia dengan lancarnya bercerita tanpa merasa trauma sedikitpun. Dari sanalah aku akhirnya tahu kalau dia bukan Mama Karina. Namun melihat sikapmu yang begitu tenang, aku meyakini satu hal kalau Mama Karina baik-baik saja di tanganmu. Dan tanpa sepengetahuanmu aku diam-diam menyisihkan rujak yang selalu kau makan setiap pagi kemudian meminta anak buahku untuk meneliti obat apa yang ada di dalamnya!” ucap Adam sambil meraih kedua tangan Rose kemudian dia tempelkan di kedua pipinya. “Honey, apa mungkin ramuan khusus yang kau maksud adalah ramuan buatan tangan Mamaku. Makanya kau wajib memakan rujak itu karena di sana anak buahmu telah mencampurkan ramuan yang sangat bagus untuk kandunganmu. Apa aku benar?"


“Sejak Mama Karina bersamaku, dialah yang selalu memberiku cinta dan kasih sayang. Dan saat Mama tahu kalau aku sedang hamil anakmu, Mama dengan penuh kasih meminta izin untuk membuat ramuan yang dulu selalu dia minum saat sedang mengandung. Seperti yang kalian semua tahu kalau aku telah lama kehilangan kasih sayang dari keluargaku. Dan kehadiran Mama Karina telah menghangatkan hidupku yang dingin. Beliau sangat berharga bagi kelompok Queen Ma. Beliau bagaikan malaikat tak bersayap yang selalu memberikan kasih sayang kepada kami yang menderita. Terutama aku!” ucap Rose dengan jujur memberitahukan segalanya.


Dengan lembut Adam memeluk Rose yang sedang menangis setelah menceritakan kebaikan ibunya. Ada perasaan lega yang sangat besar setelah Adam tahu kalau ibu dan istrinya ternyata telah saling menyayangi sejak lama. Emosi yang sebelumnya membakar tubuh Adam tiba-tiba saja lenyap tak berbekas. Bahkan semua orang yang tadinya bersikap waspada kini mulai terlihat tenang seperti biasa. Sedangkan Phillipe, si biang kerok dari semua masalah yang terjadi, nampak tertunduk sedih setelah mendengar ceritanya Rose. Dia menyesal, sangat amat menyesal karena kebodohannya dulu telah membuat banyak orang terluka.


“Sudah, jangan menangis lagi ya. Aku tidak mau calon anak kita terlahir cengeng karena ibunya sering merasa sedih. Dan aku juga ingin meminta maaf karena tadi sudah meneriakimu, aku reflek. Kau mau memaafkan aku kan, Hon?” tanya Adam sambil menciumi rambutnya Rose. Dia kemudian tersenyum saat Rose menganggukkan kepala dalam pelukannya.


“Aku pikir akan terjadi pertumpahan darah di sini. Hmmm!” celetuk Gerald.

__ADS_1


Bugghhhh


“Sepulang dari sini kau akan berurusan dengan Nenek, Rald. Ingat itu!” kesal Cleo setelah mendengar celetukan cucunya. Benar-benar tidak tahu tempat manusia es satu ini. Astaga.


Gerald tidak berani menyentuh kepalanya yang baru saja terkena lemparan sepatu milik neneknya. Dia lalu memutuskan untuk berkamuflase menjadi batu saja sebelum nanti disiksa oleh neneknya di rumah.


“Honey, siapa sebenarnya wanita itu?” tanya Adam penasaran pada wanita yang sebelumnya dia kira adalah ibu kandungnya. Dia lalu mengendurkan pelukannya saat Rose ingin bicara.


“Dia adalah wanita yang telah membuat Reina menderita,” jawab Rose sembari menoleh ke arah Reina. Setelah itu Rose mengangguk, mempersilahkan Reina untuk memberitahukan kebenarannya.


Ekpresi di wajah Reina terlihat begitu mengerikan saat ingin bercerita tentang ibunya. Namun, gurat kekecewaan dan juga kesedihan terlihat begitu jelas di kedua matanya. “Hanya karena aku terlahir berbeda, wanita itu tega memasungku di dalam ruang bawah tanah yang ada di rumah kami. Dia juga dengan kejam menyiksaku secara fisik dan mental, hingga membuatku hampir mati di tangannya. Namun karena kecerobohannya sendiri, aku akhirnya bisa terbebas dari ruangan menjijikkan itu. Saat aku hampir mati di lecehkan oleh orang-orang yang kutemui di jalan, Rose datang menyelamatkan aku. Dia lalu memberiku kesempatan untuk menikmati warna kehidupan. Karena kebaikannya itu, aku telah bersumpah akan memberikan seluruh hidupku untuk menjaganya. Rose penyelamatku, dan dia adalah nyawaku!”


Satu lagi orang dari kelompok Queen Ma yang memiliki masa lalu yang sangat kelam. Pantaslah jika kelompoknya Rose begitu mengerikan, sedang anggotanya saja terdiri dari orang-orang yang memiliki luka sangat dalam. Hmmmmm.


“Lalu … dimana Mama Karina sekarang?” tanya Adam segera mencairkan suasana sedih setelah Reina menceritakan kisah hidupnya. Cukup terenyuh juga dia.


“Mama Karina ada bersama kita di sini. Bahkan beliau selalu ada di tengah-tengah kita saat kalian semua berada di markas Queen Ma,” jawab Rose sambil tersenyum. Dia lalu menatap seorang pelayan yang sedang tersenyum sambil menatapnya. “Ma, sekarang Mama sudah bisa memeluk Adam dan pria yang Mama cinta. Maaf karena aku baru bisa mempertemukan kalian sekarang!”


***

__ADS_1


__ADS_2