
Brraaakkkk
"Tuan, cepat pergi dari sini sebelum mereka semua datang!"
Flyn yang sedang asik melakukan uji coba pada seekor kelinci terperanjat kaget saat pintu ruangan tempatnya melakukan penelitian di buka dengan sangat kasar. Dia lalu menatap marah ke arah mutan yang kini tengah menatap datar ke arahnya.
"Apa kau sudah bosan melihat dunia ini?" tanya Flyn jengkel.
"Tidak, Tuan."
"Lalu kenapa kau berani mengacaukan pekerjaanku hah! Gara-gara kau penelitianku jadi rusak!"
Mutan itu maju selangkah lebih dekat ke arah tuannya. Dia berniat menyampaikan kalau ada bahaya besar yang sedang menuju ke tempat ini.
"Tuan, anda sebaiknya cepat pergi dari sini sebelum mereka tiba. Saya melihat pergerakan dari beberapa orang asing yang sedang menuju ke tempat ini. Itulah kenapa tadi saya memaksa masuk kemari untuk mengingatkan anda!"
Flyn memelototkan mata begitu mendengar laporan mutan tersebut. Cepat-cepat dia mengemasi barang penting yang ada di sana kemudian berlari keluar menuju pintu rahasia.
"Kalian semua pastikan kalau mereka tidak bisa menemukan aku. Dan ingat, meski mereka membunuh kalian sekalipun, kalian tetap tidak ku izinkan untuk membuka mulut. Mengerti!" pesan Flyn sebelum menutup pintu rahasia yang menyatu dengan dinding.
"Mengerti, Tuan!"
Jalan rahasia ini dibuat oleh para mutan yang berada di bawah kendali Flyn. Dia sengaja membuatnya untuk jaga-jaga jika seandainya ada anggota Organisasi Grisi yang datang untuk menangkapnya. Sebenarnya Flyn bukanlah tinggal di Negara S, melainkan di Negara N. Jika kalian penasaran kenapa dia malah tinggal berdekatan dengan keluarga pemilik Organisasi Grisi, jawabannya adalah bersembunyi di dekat musuh kita adalah tempat yang paling aman. Mereka pasti tidak akan ada yang berfikir kalau Flyn ternyata menghirup udara dari tempat yang sama. Itulah kenapa keluarga Ma sampai hari ini tidak pernah berhasil menemukannya. Selain karena bukan Nyonya Liona yang turun tangan langsung, jadi dia masih bisa beraksi sepuasnya tanpa harus takut ketahuan. Flyn datang ke negara ini adalah untuk menghabisi Kakek Frans begitu ada celah. Tapi sialnya keberadaannya malah di ketahui oleh orang-orang asing yang di maksud oleh mutan tadi. Entah ini adalah orang-orang dari Grisi atau bukan, yang jelas Flyn harus secepat mungkin pergi dari negara ini agar tidak tertangkap.
__ADS_1
Hanya berselang beberapa menit setelah Flyn keluar dari tempat itu, Reina dan Lorus sampai di sana. Dia dengan langkah gemulainya mendatangi seorang mutan yang telah membawa mereka semua ke tempat ini. Lorus yang melihat senyum manis di bibir Reina tanpa sadar bergidik ngeri. Untung saja orang yang berdiri di hadapan mereka bukanlah manusia, jadi dia dan anak buahnya yang lain tidak perlu melihat sesuatu yang amis apabila Reina sudah turun tangan.
"Ekhmm, boleh tahu tidak kemana tuanmu pergi?" tanya Reina sembari memutari tubuh si mutan.
Tak ada jawaban dari mutan tersebut. Bibir Reina langsung mengerucut sebal karena di acuhkan. Dia lalu mengambil sebuah botol kecil yang langsung dia siramkan ke tubuh si mutan.
"Upsss maaf, aku sengaja!" ucap Reina pura-pura syok melihat tangan si mutan meleleh setelah terkena cairan tersebut.
"Jangan main-main dengan kami. Sebaiknya kalian pergi sebelum tuan kami marah!" ucap mutan dengan tampang datar-datar saja meski separuh tangannya sudah meleleh seperti lava.
Reina terkekeh. Dia lalu berbalik menatap ke arah Lorus.
"Ouhh sayangku, sepertinya kita datang sedikit terlambat. Coba kau periksa seluruh ruangan ini, siapa tahu ada bekas langkah kakinya Flyn yang masih tertinggal!"
"Lalu bagaimana dengan mutan-mutan itu Rein? Kau yakin bisa menghadapi mereka sendirian?" tanya Lorus.
Lorus menarik nafas. Tanpa mempedulikan Reina yang masih terus mengomel, dia mengajak anak buahnya untuk memeriksa semua tempat. Sedangkan Reina, wanita jadi-jadian itu sibuk membuat para mutan meleleh. Jangan di tanya darimana dia bisa tahu kalau mutan-mutan ini hanya bisa di kalahkan dengan lelehan timah panas. Sebagai orang kedua terkuat di kelompok Queen Ma, sudah pasti Reina harus tahu segala hal. Kemarin, begitu dia di beritahu kalau lawan tuannya bukanlah manusia, dia segera memerintahkan orang-orang Queen Ma untuk membuat cairan yang bisa melenyapkan para manusia buatan ini. Dan jika kalian bingung kenapa para mutan ini tidak ada yang melawan, sudah pasti karena sensor yang memprogram otak mereka sudah di retas oleh Resan yang saat ini sedang berada di hotel bersama pemimpin Queen Ma.
"Em, apa kalian sungguh-sungguh memilih untuk mati daripada memberitahuku kemana perginya tuan kalian?" tanya Reina yang mulai bosan. "Kalian tahu tidak, keluarga tuan kami memiliki orang-orang sejenis kalian di labolatoriumnya. Apa kalian tidak tertarik untuk pergi dan berkumpul dengan mereka, hm?"
Mau semanis apapun Reina membujuk, para mutan itu tetap diam tak bersuara. Mungkin karena otak mereka di program oleh yang membuat, jadi mutan-mutan ini tidak mau menerima perintah dari orang lain selain tuannya sendiri. Reina yang sadar kalau usahanya hanya sia-sia akhirnya melelehkan para mutan tersebut satu-persatu. Dia berdecih jijik melihat cairan kecoklatan yang menggenang di lantai.
"Iyuuhhh, bisa-bisanya manusia menciptakan makhluk-makhluk menjijikkan seperti mereka. Sungguh sangat menjengkelkan!" gerutu Reina.
__ADS_1
Sementara itu, Lorus yang mendapat perintah untuk memeriksa tempat itu tampak mengumpat kasar saat tidak menemukan orang yang sedang mereka cari. Dia berkeliling ke semua ruangan tapi nihil, Flyn tidak ada di sana. Reina yang mendengar umpatan Lorus memutuskan untuk menghampiri. Tatlapan matanya terlihat begitu dalam saat dia tahu kalau targetnya telah melarikan diri.
"Kita hanya berjarak beberapa menit sejak mutan itu sampai di sini. Itu tandanya di tempat ini ada jalan rahasia yang di gunakan oleh Flyn untuk meloloskan diri dari kejaran kita. Cari sampai dapat. Jangan sampai ketua murka karena kita gagal membawa pulang bajingan itu!"
Bulu kuduk Lorus berdiri saat dia mendengar suara Reina yang seperti laki-laki. Dia sadar kalau makhluk jadi-jadian ini sudah di liputi kemarahan yang sangat besar. Tak ingin membuatnya semakin marah, Lorus segera mengajak anak buahnya untuk mencari jalan rahasia yang di maksud oleh Reina.
Saat tengah mencari-cari, anak buah Lorus tidak sengaja mengetukkan jari ke dinding ruangan. Lorus yang peka langsung mengetahui kalau di balik dinding tersebut ada ruangan yang kedap suara karena bunyi ketukan jari anak buahnya terdengar sedikit berbeda. Tanpa membuang waktu lagi, Lorus segera berteriak memanggil Reina.
"Kau yakin di balik dinding ini ada jalan rahasia?" tanya Reina begitu dia sampai di tempat Lorus berada.
"Periksa sendiri jika tidak percaya."
"Cihh, kau sangat menyebalkan, Lorus. Lain kali aku tidak akan mau lagi berburu kancil bersamamu."
Sambil bersungut-sungut Reina memeriksa dinding yang di duga menjadi jalan yang digunakan oleh Flyn untuk melarikan diri. Dia menyeringai samar kemudian berbalik menatap Lorus yang tengah tersenyum ke arahnya.
"Mari kita lanjutkan perburuan ini, teman-teman. Aku sudah tidak sabar untuk segera menato seluruh tubuh bajingan itu. Rose pasti akan memujiku setinggi langit jika aku bisa membawakan hasil tangkapan yang besar!" ucap Reina sembari menggosok-gosokkan kedua tangannya dengan penuh semangat.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
__ADS_1
...🌻 IG: rifani_nini...
...🌻 FB: Rifani...