Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Di Jodohkan


__ADS_3

Adam mengepalkan kedua tangannya saat mendengar perkataan sang ayah. Dia benar-benar sangat benci jika urusan pribadinya di campuri.


"Pa, kau tahu bukan kalau aku tidak suka diatur-atur seperti ini?" tanya Adam mencoba sabar. "Aku ini bukan lagi anak berusia sepuluh tahun yang tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Tolong berhentilah menjodohkan aku dengan wanita-wanita tidak jelas itu. Aku muak mendengarnya!"


"Dam, Papa itu tidak memintamu untuk langsung menikah dengan Gheana. Papa hanya ingin kalian berkenalan dulu. Kalau memang nanti tidak ada kecocokan di antara kalian berdua, Papa tidak akan memaksa. Usiamu tak lagi muda, Dam. Papa hanya ingin membantumu saja."


"Membantu apanya!"


Adam mendengus.


"Aku ini pria normal, Pa. Aku bisa mencari calon sendiri tanpa harus repot-repot kalian yang menjodohkan. Jadi aku mohon tolong Papa jangan merecoki hidupku lagi atau aku tidak akan pernah menginjakkan kaki di rumah itu!"


Setelah menghardik sang ayah, Adam buru-buru memutuskan panggilan. Dia kemudian melempar asal ponselnya lalu berbaring telentang di atas ranjang.


"Wanita medusa itu sepertinya kian menjadi. Bahkan sekarang Papa sudah mulai ikut-ikutan ingin menjodohkan aku dengan wanita pilihannya. Huhh, mereka belum tahu saja kalau aku sudah mempunyai istri yang sangat cantik. Wanita-wanita di luaran sana mana mungkin mampu menyaingi pesonanya seorang Rosalinda Clarence. Enak saja!" gerutu Adam.


Sedetik kemudian kening Adam mengerut. Dia sedikit tidak asing dengan nama wanita yang ingin di jodohkan dengannya.


"Gheana... apa wanita ini berasal dari keluarga Lesham? Jika benar itu dia, maka aku tidak perlu merasa cemas."


Meski tak terlalu dekat, Adam cukup tahu kalau wanita yang menggeluti bidang desain itu bukan sosok wanita yang berpikiran sempit. Gheana adalah type wanita yang mempunyai sopan santun yang sangat tinggi. Dia tidak akan mungkin mau merendahkan harga dirinya hanya demi seorang pria. Memikirkan hal ini tiba-tiba saja membuat Adam terpikir untuk menemuinya saja. Dia harus memberitahu wanita ini kalau sebenarnya dia sudah menikah. Karena dari nada bicara ayahnya tadi, sepertinya mereka begitu berharap kalau perjodohan ini akan terlaksana.


"Ya, sebaiknya aku segera mengambil tindakan di awal sebelum wanita medusa itu melakukan sesuatu yang buruk di belakangku. Jika Gheana tahu aku sudah mempunyai istri, dia pasti akan menolak perjodohan ini. Dan setelah itu barulah aku akan membawa Rose pulang ke rumah,"


Tepat setelah Adam menemukan jalan keluar untuk menolak perjodohan yang dilakukan oleh orangtuanya, pintu kamar kost diketuk dari luar. Sebelum membuka pintu, Adam terlebih dahulu melihat ke arah jam dinding. Dia kemudian tersenyum semringah.


"Akhirnya kau pulang juga, Hon. Rasanya kamar ini seperti gurun pasir yang gersang dan juga tandus tanpa kehadiranmu," keluh Adam begitu pintu kamar dia buka.


Rose menatap datar ke arah Adam yang baru saja membual. Dia heran darimana suaminya ini bisa menemukan kata penyambutan yang terdengar sedikit menggelitik.


"Honey, ayo masuk. Kau pasti sangat lelah kan setelah seharian mencari nafkah?" kelakar Adam sambil menarik tangan istrinya untuk masuk ke dalam kamar kost.


"Apa tidak terbalik?" tanya Rose seraya tersenyum kecil.


Adam terkekeh.

__ADS_1


"Mau bagaimana lagi, Hon. Hari ini kan memang hanya kau saja yang berangkat bekerja. Suamimu yang tampan dan kaya ini hanya berleha-leha di rumah sambil membayangkan malam pertama kita. Kau tidak keberatan bukan kalau posisi kita terbalik untuk sementara waktu?"


Tak menghiraukan kata-kata penuh goda dari sang suami, Rose berniat masuk ke kamar mandi. Dia harus segera membersihkan diri sebelum Adam....


"Hon, kau darimana?"


Baru saja Rose berniat untuk menghilangkan aroma aneh yang ada di tubuhnya, Adam malah sudah lebih dulu menyadarinya.


"Kampus,"


"Kampus mana yang meminta mahasiswanya untuk bergulat di atas lumpur?" cecar Adam curiga.


Meski lampu kamar ini tidak terlalu terang, nyatanya Adam masih bisa melihat kalau sepatu istrinya sangat kotor. Dia yakin sekali kalau Rose bukan hanya dari kampus saja, melainkan dari tempat lain yang kemungkinan besar memiliki postur tanah yang becek.


"Aku hanya berjalan-jalan di taman sebentar," jawab Rose terus berkilah.


Dalam hatinya, Rose terus meminta maaf pada Adam karena dia sudah tak jujur padanya. Sebenarnya setelah pulang dari kampus Rose dan Resan pergi ke suatu tempat dimana lokasi itu mereka curigai sebagai tempat persembunyian orang misterius yang telah mengancam kakeknya. Namun di saat Rose dan Resan memburu orang tersebut, tiba-tiba saja orang itu menghilang di balik kegelapan hutan. Sadar kalau hari sudah semakin malam, Rose akhirnya memutuskan untuk segera pulang ke tempat kost. Dia tidak ingin Adam curiga. Tapi sekarang sepertinya Rose akan ketahuan.


"Honey, lain kali tolong ajak aku saat kau ingin pergi jalan-jalan. Aku takut ada orang jahat yang ingin mencelakaimu, Hon," ucap Adam panik.


Adam mengangguk. Dia kemudian menarik Rose ke dalam pelukannya. Sedikit heran karena aroma tubuh istrinya tercium seperti aroma batang pohon yang masih basah. Tapi karena tak ingin membuat istrinya merasa tak nyaman, Adam mengurungkan niatnya untuk melakukan introgasi. Dia yakin kalau Rose tidak mungkin melakukan sesuatu yang mengecewakan di belakangnya.


"Jangan takut. Apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkanmu," ucap Rose yang memahami kegundahan hati suaminya. "Seburuk apapun wanita itu, dia tetaplah orangtuamu, Dam. Kau harus menghormatinya."


"Tiri Hon, bukan kandung," sambung Adam menegaskan hubungan antara dia dengan si wanita medusa.


"Aku tahu,"


Adam menarik nafas dalam-dalam. Dia kemudian teringat dengan perjodohan yang sedang dilakukan oleh kedua orangtuanya.


"Hon,"


"Hm?"


"Papa menjodohkan aku dengan wanita lain. Namanya Gheana, dia seorang master desain,"

__ADS_1


Tatapan Rose mendingin. Namun itu hanya sekilas saja karena dia percaya kalau ini bukan kehendak suaminya.


"Lalu?"


"Tidak ada lalu karena aku langsung menolak perjodohan tersebut. Aku sekarang sudah mempunyai seorang istri yang paketnya sangat lengkap. Kau cantik, perhatian, penyayang, hangat, dan juga cerdas. Untuk ukuran seorang wanita, kau adalah induk bibit yang paling unggulkan, Hon. Di luaran sana tidak akan ada wanita yang mampu bersaing denganmu," jawab Adam tulus.


"Di atas langit masih ada langit. Ingat itu, Dam!" tegur Rose sedikit tak suka saat suaminya begitu melambungkan kepribadiannya.


Andai saja Adam tahu siapa Rose sebenarnya, dia pasti tidak akan mau memujinya seperti tadi. Rose adalah seorang ketua dari sebuah organisasi hitam yang selama ini sangat misterius. Meskipun tak sampai menumbalkan nyawa manusia yang tidak bersalah, tetap saja organisasi Queen Ma melakukan bisnis yang ilegal. Juga dia dan anak buahnya yang tidak segan-segan membunuh orang yang mengusik kehidupan mereka.


"Aku mandi dulu. Tubuhku benar-benar sudah sangat gerah!" ucap Rose setelah berpelukan cukup lama dengan suaminya.


"Aku ikut,"


"Aku lapar."


Setelah berkata seperti itu Rose langsung mendorong tubuh Adam hingga pelukan mereka terlepas. Dia kemudian bergegas masuk ke dalam kamar ini kemudian mengunci pintunya dari dalam.


Adam yang tidak tahu kalau istrinya akan berbuat seperti ini nampak terbengang kaget. Dia diam mematung sambil menatap ke arah kamar mandi yang kini sudah terpasang pintu penghalang.


"Apa aku baru saja di tolak?" gumam Adam tak percaya.


Rose yang saat itu mendengar suara rengekan Adam dari luar pintu hanya tersenyum kecil. Rasanya lumayan menghibur bisa mengerjai suaminya sendiri.


Kau terlalu buas, Dam. Kalau aku tidak segera melarikan diri ke dalam kamar mandi, kau pasti akan kembali meminta jatah dariku. Jadi aku minta maaf ya karena tidak membiarkanmu masuk ke dalam.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


โœ…Yakin nih gk mau mampir ke chanel emak?? Part 1 udah up lho..


Ayo ayo kunjungi chanel emak. Nanti di akhir bulan akan di pilih 10 komentar terlucu yang akan mendapatkan giveaway dari emak. Giveaway nya gk gede, cuma kecil2 aja. Di tunggu di chanel yutup emak ya gengss... Yang udah mampir terima kasih banyak buat dukungannya. Dan maafkan jika suara emak masih acak-acakan. Perdana soalnya, wkwkwkwk


..


__ADS_1


__ADS_2