Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: De Javu


__ADS_3

Rose begitu gelisah dalam tidurnya saat dia tidak sengaja memimpikan suatu kejadian tentang seorang wanita yang tersembunyi di dalam suatu ruangan yang begitu gelap.


"Honey, hei... Hon, bangun. Kau kenapa?" tanya Adam sambil menepuk-nepuk pipinya Rose yang terus menggelengkan kepala sambil menggumamkan kata yang tidak terlalu jelas.


Lagi-lagi Adam harus menyaksikan betapa tidak tenangnya Rose saat bayangan-bayangan dari suatu kejadian muncul di dalam mimpinya. Dan kali ini entah apa yang di lihatnya.


Hosshhh hossshhh


Nafas Rose begitu memburu saat dia berhasil keluar dari mimpi mengerikan tersebut. Tubuhnya yang saat itu hanya tertutup selimut jadi terlihat mengkilat karena bermandikan keringat. Rose kemudian menatap Adam sambil mengerjap-ngerjapkan mata.


"Ada apa, hm?"


"Aku melihat seorang wanita yang di rantai di bagian leher dan kakinya, Dam. Dia sangat kasihan. Aku kacau," jawab Rose dengan suara tercekat. Dia tidak sampai hati untuk mengatakan nama dari wanita yang dia lihat dalam mimpinya.


Tidak mungkin Karina yang aku lihat adalah Mamanya Adam kan? Mustahil, aku bahkan belum pernah melihat seperti apa rupa wajahnya. Karina yang tadi muncul dalam mimpiku pasti bukan Karina Haque Mamanya Adam, pasti bukan.


Adam menatap seksama ke wajah Rose yang tengah melamun setelah menjawab pertanyaan darinya. Dia tidak bodoh, Adam sangat yakin kalau apa yang baru saja muncul di mimpinya Rose adalah bagian masa lalu dari kejadian yang menimpa ibunya. Kenapa Adam bisa seyakin itu? Jawabannya adalah karena Rose mempunyai kemampuan untuk melihat ke kejadian di masa lalu. Jadi besar kemungkinan kalau apa yang baru saja di lihat oleh Rose adalah kejadian dimana ibunya tengah berada dalam siksaan seorang Zidane.


"Tunggu sebentar ya. Aku akan pergi mengambil air minum untukmu," ucap Adam dengan lembut. Dia khawatir bayinya kenapa-napa.


"Jangan lama-lama, Dam. Aku takut."


"Tidak, Honey. Aku hanya perlu selangkah saja dari ranjang. Jadi jangan takut oke?"


Rose mengangguk. Dia kembali melamun, memikirkan mimpi aneh yang baru saja dia lihat. Semenjak Rose bertemu dengan keluarganya, dia semakin banyak mengalami mimpi-mimpi yang tidak karuan. Bahkan jika di ingat-ingat dengan baik, semua hal yang terjadi dalam hidupnya seperti pernah Rose lihat sebelumnya. Semacam ada perasaan de javu setiap kali Rose melakukan hal yang sama seperti yang sudah dia lihat dalam mimpinya. Aneh kan?


"Ini, Hon. Minumlah!"

__ADS_1


Suara Adam langsung membuyarkan apa yang sedang Rose lamunkan. Sambil berusaha untuk tersenyum, Rose mengambil gelas yang di sodorkan Adam kemudian meminumnya secara perlahan.


"Tidak baik malam-malam begini melamun, Honey. Ingat, kau sedang hamil. Jadi jangan terlalu banyak memikirkan sesuatu yang tidak penting. Paham?" tegur Adam seraya menyeka sudut bibir Rose yang basah terkena air minum.


"Ini sangat aneh, Dam. Aku ....


"Sssstttt," .....


Bibir Rose langsung terkatup kembali saat jari telunjuk Adam menempel di bibirnya. Dia lalu menatap manik mata Adam dengan seksama, menelisik dengan pasti kalau suaminya ini telah mengetahui sesuatu tentangnya yang dia sendiri tidak mengetahuinya.


Apa yang sebenarnya di sembunyikan oleh Adam ya? Aku yakin dia pasti mengetahui sesuatu hal penting tentang masa laluku. Tapi apa?


Saat Rose dan Adam sedang saling diam memikirkan berbagai macam pertanyaan di benak masing-masing, ponsel milik Rose berdering. Adam yang saat itu berada tepat di sebelah meja segera mengambil ponsel kemudian melihat siapa yang menelepon.


"Reina, Hon. Sepertinya dia ingin memberitahu kabar penting."


"Tolong kemarikan ponselku, Dam. Semoga saja apa yang kami rencanakan bisa berjalan sesuai rencana," ucap Rose penuh harap.


"Halo sayangku, apa aku mengganggu tidurmu, hm?"


"Tidak sama sekali," jawab Rose singkat. "Bagaimana, Reina? Kau meneleponku tengah malam begini tidak mungkin tidak mengabarkan kabar yang bagus, bukan?"


Terdengar tawa cekikikan dari dalam telepon begitu Rose melayangkan pertanyaan seperti itu. Adam yang mendengar suara tawa Reina pun menjadi kian penasaran. Dia sampai menempelkan telinganya ke samping ponsel saking takutnya terlewat kabar yang akan di sampaikan oleh Reina.


"Rose, Nyonya Karina belum mati. Mama mertuamu masih hidup dan bernafas sampai detik ini. Apa kau tahu, Rose. Zidane adalah laki-laki terbiadap yang pernah aku kenal. Kau tahu tidak dimana dia menyembunyikan Nyonya Karina selama ini?"


Jangan di tanya betapa berdebarnya jantung Adam dan Rose saat ini. Jika Adam berdebar karena mendengar kabar ibunya yang masih hidup, lain halnya dengan penyebab yang membuat Rose merasa seperti itu. Jantung Rose berdebar karena dia yang tengah menunggu apakah Reina akan menyebutkan kalau ibu mertuanya di temukan di sebuah ruangan yang sangat gelap dalam kondisi leher dan kaki terikat rantai atau tidak. Jika Reina berkata seperti itu, maka artinya semua mimpi yang di alami Rose selama ini bukan hanya mimpi semata. Ada alasan kuat yang membuatnya bisa mengalami mimpi seperti ini. Dan Rose sangat yakin akan hal itu.

__ADS_1


"Dimana Zidane menyembunyikan Mama Karina, Reina? Cepat katakan. Jangan membuatku menunggu seperti ini!" desak Rose tak sabar.


"Nyonya Karina selama ini di sembunyikan di rumah keluarga Clarence, Rose. Dia di simpan di dalam sebuah ruangan gelap yang tertutup dinding rumah. Saat aku dan yang lainnya masuk ke dalam ruangan tersebut, kami hampir mati jantungan melihat kondisi mama mertuamu yang begitu mengenaskan. Leher dan kakinya di ikat menjadi satu dengan rantai, kemudian tubuhnya hanya tersisa tulang terbungkus kulit. Sepertinya selama di kurung Zidane jarang memberinya makanan. Makanya dia terlihat seperti hantu, tapi masih bisa bernafas dan memijak tanah. Waahhh, pokoknya besok kau harus pergi ke markas untuk melihat keadaan Nyonya Karina secara langsung. Sekarang aku tutup dulu panggilannya ya, Rose. Kau butuh banyak istirahat untuk menjaga kesehatan bayimu. Oke, sayangku. Good night, babe!"


Dan begitu panggilan terputus, Adam langsung turun dari ranjang kemudian berjalan cepat ke arah jendela. Tanpa di duga-duga, Adam dengan gilanya meninju kaca jendela hingga pecah berhamburan dan melukai punggung tangannya. Rose yang tahu kalau suaminya tengah di liputi amarah segera datang mendekat. Dia sengaja membiarkan tubuh polosnya tidak terbungkus selimut agar bisa mengalihkan perhatian Adamar untuk beberapa menit ke depan.


"Aku ingin meremukkan kepala bajingan itu malam ini juga, Hon. Aku akan pergi ke markas!" ucap Adam saat dia merasakan sebuah pelukan hangat dari arah belakang.


"Dam, kita pergi besok saja ya? Aku mengantuk, dan ingin tidur dalam pelukanmu. Masalah Zidane untuk sementara biar mereka saja yang urus. Aku tidak mau di tinggal, Dam!" rengek Rose yang memang tidak mau berpisah dari suaminya.


Adam menghela nafas. Dia terkejut saat melihat bayangan tubuh istrinya yang tidak tertutup apapun. Segera dia berbalik badan untuk memeriksa apakah benar yang dia lihat atau tidak. Dan begitu Adam berbalik, dia langsung menelan ludah melihat pemandangan indah yang begitu menggoda iman terbentang bebas di depan kedua matanya.


"Hon, ini berbahaya. Aku bisa kalap kalau kau berpenampilan seperti ini di hadapanku!" ucap Adam yang sudah tidak ingat lagi akan kemarahannya. Semuanya hilang dari dalam pikiran begitu Adam melihat pesona dari candunya ini.


"Makanya jangan pergi. Kita di sini saja ya? Kalau kau mau, kita bisa melakukan apa yang sedang kau pikirkan sekarang. Bagaimana?"


Menawarkan diri pada suami sendiri merupakan pahala yang sangat besar, bukan? Dan ini yang sedang coba Rose lakukan agar Adam tetap berada di rumah bersamanya.


"Kau sangat nakal, Honey."


Dan tanpa membuang waktu lagi, Adam langsung membopong tubuh polos istrinya kemudian membawanya naik ke atas ranjang. Sekali lagi, Adam kembali di buat menggila atas keindahan tubuh yang kini tengah berada di bawah kuasanya. Jangan khawatir, Adam melakukannya dengan sangat perlahan-lahan. Dia bertamu dengan sangat sopan saat miliknya memasuki area yang sudah menjadi daerah kekuasaan calon penerusnya. Adam ayah yang sangat sopan bukan? ๐Ÿ˜


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like dan comment...


...ya gengss๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...

__ADS_1


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2